ilustrasi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Seorang pemuda berinisial M (17 tahun), warga Desa Garung Lor, RT 8/RW 3, Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus tewas usai gantung diri, Senin (11/10).

Ironisnya, korban nekat mengakhiri hidupnya diduga gegara sakit hati setelah dilarang ibunya untuk menyopiri truk milik keluarganya.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Asnawi mengungkapkan, peristiwa bunuh diri ini awalnya diketahui sang kakak. Saat ditemukan, korban masih dalam keadaan bernyawa setelah menjerat lehernya dengan seutas tali tampar di lantai 2 rumahnya.

“Korban sempat dilarikan ke RS, karena masih bernafas, tapi nyawanya tak tertolong,”ujar Kapolsek.

Kapolsek menyebutkan, beberapa waktu sebelum kejadian, korban diketahui cekcok dengan ibunya. Waktu itu, korban berniat menyopiri sebuah truk milik keluarganya.

“Sang ibu tidak memperbolehkan karena trauma kecelakaan yang menimpa ayahnya beberapa waktu lalu. Si ibu bersikeras truk tersebut disopiri orang lain,”ujar Kapolsek.

Percekcokan anak dan ibu semakin memuncak beberapa saat sebelum kejadian. Puncaknya, korban yang kemungkinan merasa jengkel karena dilarang Nyopir Truk, kemudian naik ke lantai 2 rumah.

Naas, saat di loteng rumah tersebut korban kemudian memilih jalan menghabisi nyawanya sendiri dengan gantung diri.

Dari hasil pemeriksaan tim inafis polres kudus dan RSI Sunan Kuduskorban M murni bunuh diri. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam pemeriksaan yang dilakukan tim kesehatan dan Inafis,” jelasnya

Tm-Ab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here