Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama didampingi Wakapolres Kompol Arwansa saat gathering dengan wartawan di sebuah kafe di Jalan Gereja.(Foto:SB/Komper Wardopo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Nasib sial menimpa Ratiyah (37), pedagang di Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kebumen. Perempuan itu kehilangan Rp 270 juta usai mengambil uang di bank digasak penjahat saat hendak mengisi angin ban mobil di SPBU Wero, Gombong.

Pencurian dengan pemberatan (curat) tersebut terjadi Kamis (1/2 ) sekitar Pukul 13.30. Korban seorang diri usai mengambil uang total Rp 870 juta di sebuah bank swasta di Gombong, sekitar Pukul 13.15.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama dihubungi Suarabaru.id sebelum memantau Ibadah Paskah bersama Forkompinda, Jumat (2/4) menuturkan, siang itu korban pergi ke sebuah bank Cabang Gombong dengan mengendarai mobil  jenis Sport Utility Vehicle (SUV) warna putih tanpa pengawalan.

“Kejadian siang kemarin itu bukan perampokan, namun kasus pencurian dengan pemberatan. Kami sayangkan wanita ini mengambil uang sebanyak itu sendirian tidak meminta pengawalan polisi atau petugas keamanan,”tegas Kapolres.

Peristiwa tersebut bermula ketika Ny Ratiyah mengambil uang Rp 870 juta, dimasukkan dalam tas jinjing sebanyak Rp 600 juta. Sisanya dimasukkan dalam dua kantong plastik hitam Rp 85 juta dan Rp 185 juta, kemudian oleh korban tas berisi uang tunai tersebut diletakkan di atas jok mobil depan sebelah kiri.

Modus Ban Kempes

Korban selanjutnya menuju kantor BRI Gombong dan ketika melintasi Jalan Potongan Gombong ada dua orang mengendarai sepeda motor memberitahu bahwa ban mobil sebelah kiri kempes. Kemudian pelapor bermaksud menuju SPBU Wero untuk mengisi angin.

Ketika korban melintasi Jalan Yos Sudarso, tepat di depan Mitra Sehati Swalayan Gombong, ada dua orang memberitahu ban mobil kiri belakang kempes. Kemudian korban langsung menuju ke tukang tambal ban di area SPBU Wero.

Sesampainya di tukang tambal ban, korban turun dari mobil untuk mengecek ban belakang yang kempes. Tiba-tiba dari arah SPBU ada orang teriak “maling-maling”. Sayangnya korban tidak mendengar.

Pelaku keburu menggasak uang sejumlah Rp 270 juta di dalam kantong plastik warna hitam melalui pintu kiri depan. Pelaku dua orang langsung kabur ke timur mengendarai sepeda motor warna putih.

Kapolres mengaku telah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang ditengarai penjahat anggota sindikat antarkota. Bahkan pihaknya kini disokong Resmob Polda Jateng untuk memburu para pelaku. Setelah dicek dari CCTV pelat nomor kendaraan dua penjahat itu diperkirakan palsu.

Komper Wardopo