blank
Ilustrasi, foto nakes dengan baju APD

JEPARA (SUARABARU.ID) –  Pada portal resmi Satgas Penanganan Covid-19 Jepara https://corona.jepara.go.id , Sabtu ( 6/2-2021) diumumkan  jumlah warga Jepara yang masih positif Covid-19 sebanyak  1.096 orang. Dari jumlah tersebut hanya 114 orang yang dirawat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan, baik yang ada di Jepara maupun luar Jepara.

Berdasarkan  update  terakhir rumah sakit rujukan Covid-19 Jepara hari Sabtu tanggal 6 Februari 2021 jam 19.47 WIB yang juga diumumkan satgas, dari 114 warga Jepara yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 77 orang (67,54 %)  dirawat di rumah sakit luar daerah. Ironisnya yang dirawat di 6 rumah sakit rujukan di Jepara hanya  37 orang ( 32,45 %).

Mereka yang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 Jepara berada di RSUD RA Kartini 17 orang, RS Rehatta Kelet 1 orang, RS Sultan Hadirin 4, RS Graha Husada 5 orang, RSU PKU Aisyiah Jepara 2 orang dan RSU PKU Muhammadiyah Mayong 8 orang.

Sementara pasien suspek yang dirawat di fasilitas kesehatan sebanyak 25 orang. Mereka berada di RSUD RA Kartini  6 orang, RS Sultan Hadlirin 9 orang,  RS Graha Husada  2 orang,  RS PKU Muhammadiyah Mayong 2 orang.

DKK Enggan Berkomentar

Untuk menjawab mengapa  banyak  warga Jepara yang memilih dirawat di rumah sakit luar daerah  seperti  Kudus, Demak, Semarang dan Surakarta, maka SUARABARU.ID mencoba menanyakan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Mudrikatun, S.SiT, SKM,  M.MKes, MH. Namun ia  tidak menanggapi dua kali pesan yang di kirim media ini melalui  WhatsApp.

Realita banyaknya warga Jepara yang justru memilih rumah sakit luar daerah   juga pernah ditanyakan SUARABARU.ID ke Juru Bicara Satgas Penaganan Covid-19 beberapa waktu yang lalu. Namun Muh Ali M.Mkes  juga tidak di respon.

Padahal berdasarkan data yang ada, total tempat tidur ruang isolasi di Jepara  telah meningkat dari 123 tempat tidur pada bulan Desember 2020 menjadi 133 tempat tidur pada bulan Januari 2021.

Hadepe-ua