<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Son Heung Min Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/son-heung-min/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Aug 2025 08:48:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Son Heung Min Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Son Heung-min, “Sonaldo”, dan Puskas Award 2020</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/09/son-heung-min-sonaldo-dan-puskas-award-2020</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 10:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Atraksi]]></category>
		<category><![CDATA[Burnley]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Puskas Award 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Luis Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Fenomenal]]></category>
		<category><![CDATA[Son Heung Min]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Lilywhite]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=489164</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak ada yang ragu/ dia legenda/ salah satu yang terbesar/ dalam sejarah The Spurs/ Asia memuja/ dunia pun mengakuinya// (Sajak “Son Heung-min”, 2025) INGAT Son Heung-min, Anda pasti ingat gol solonya ke gawang Burnley di Liga Primer, 27 Oktober 2020 yang kemudian diganjar anugerah Puskas Award 2020. Dari area pertahanan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/09/son-heung-min-sonaldo-dan-puskas-award-2020">Son Heung-min, “Sonaldo”, dan Puskas Award 2020</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-489174 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak ada yang ragu/ dia legenda/ salah satu yang terbesar/ dalam sejarah The Spurs/ Asia memuja/ dunia pun mengakuinya//</em><br />
<em>(Sajak “Son Heung-min”, 2025)</em></p>
<p><strong>INGAT</strong> Son Heung-min, Anda pasti ingat gol solonya ke gawang Burnley di Liga Primer, 27 Oktober 2020 yang kemudian diganjar anugerah Puskas Award 2020.</p>
<p>Dari area pertahanan Tottenham Hotspur, Son membawa lari bola melewati empat pemain, lolos dari barikade pemain Burnley. Dia terus kencang melaju tak terhentikan di tengah kepungan lawan. Dan, kiper yang mencoba mempersempit ruang tembak pun dilewati oleh hunjaman bola menerpa jala. Gol ini dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia pada periode kompetisi tersebut.</p>
<p>Aksi solo yang hebat, seperti gol-gol khas Sang Fenomenal Ronaldo Luis Nazario. Son Heung-min yang kemudian dijuluki &#8220;Sonaldo&#8221;, melengkapi atraksi-atraksi mengilapnya bersama The Lilywhite dengan momen tak terlupakan itu.</p>
<p>Gol ini menegaskan betapa penting Son bagi The Spurs. Pemain kelahiran Chuncheon, Gangwon, Korea Selatan 8 Juli 1992 itu sudah sangat identik dengan klub London Utara tersebut.</p>
<p>Maka, bukan ungkapan emosi yang berlebihan jika Son menangis saat mengumumkan perpisahan dengan Tottenham Hotspur, dalam konferensi pers di Seoul menjelang laga pramusim melawan Newcastle United, Sabtu 2 Agustus lalu.</p>
<p><strong>Ke MLS</strong><br />
Betapa menyedihkan saat dia mengumumkan perpisahan.</p>
<p>Ya, sudah cukupkah Son merajut kebersamaan dengan Tottenham, yang dia bela sejak 2015? Dia akan mengakhiri karier 10 tahun di The Spurs, dan selanjutnya bakal bermain di Major League Soccer untuk Los Angeles FC.</p>
<p>“Terima kasih banyak. Dengan penuh rasa hormat, klub sudah membantu saya untuk mengambil keputusan ini,” ucap pemain 33 tahun itu.</p>
<p>Son yang bersebelahan dengan pelatih Thomas Frank, tak mampu menahan emosi. Dia menangis dan menutup wajahnya dengan tangan.</p>
<p>Setelah satu dasawarsa bermain untuk Spurs, Son Heung Min memutuskan untuk pergi saat kontraknya masih tersisa satu tahun. Musim lalu dia sukses memimpin Tottenham meraih trofi pertamanya dalam 17 tahun dengan mengalahkan Manchester United 1-0 di final Liga Europa.</p>
<p>“Ini salah satu keputusan tersulit yang pernah saya buat dalam karier sepak bola saya. Bermain sepak bola dan berada di satu tim selama 10 tahun adalah sesuatu yang sangat saya banggakan, tetapi saya rasa saya memberikan segalanya untuk tim setiap hari.”</p>
<p>“Saya melakukan yang terbaik di dalam dan di luar lapangan, dan dengan memenangkan Liga Europa, saya merasa telah melakukan semua yang saya bisa dan capai. Itu mungkin alasan terbesarnya,” kata Son.</p>
<p><strong>Produktif</strong><br />
Dia dikenal sebagai gelandang serang yang produktif, menjadi sosok terpenting klub di samping Harry Kane yang kini pindah ke Bayern Muenchen. Dua pemain itu dalam delapan tahun sebelumnya selalu bahu membahu untuk klub. Gol-gol Sonny banyak lahir dari <em>assist</em> Kane. Setelah Kane pergi, ban kapten pun beralih kepada Son.</p>
<p>Son diboyong dari Bayer Leverkusen pada 2015, bermain 454 kali di semua kompetisi dan mencetak 173 gol. Melesakkan 35 gol, dia meraih Golden Boot atau top skor Liga Primer musim 2021-22. Waktu itu Son menempati peringkat yang sama dengan striker Liverpool Mohamed Salah, yang juga membukukan jumlah sama.</p>
<p>“Saya sangat bersyukur klub banyak membantu dengan keputusan ini dan menghormati pilihan saya. Ini adalah tempat favorit saya selama 10 tahun, dan di situlah saya banyak berkembang sebagai pemain sepak bola dan pribadi,” ujar Son yang empat kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Asia pada 2015, 2017, 2019, dan 2024 itu.</p>
<p>Tottenham Hotspur seret trofi, itu adalah realita, dan Son Heung-min memiliki catatan khusus. Sebelum ini, pada 2007-2008, Spurs bisa menjuarai Piala Liga, dan yang dikenang adalah pemain asal Bulgaria Dimitar Berbatov, yang mencetak satu dari dua gol dalam kemenangan 2-1 di final melawan Chelsea.</p>
<p>Tujuh belas tahun kemudian, giliran Son yang dielu-elukan. Sebagai kapten tim, dia membawa Tottenham meraih gelar juara Liga Europa. Dengan trofi ini, bagi sebagian besar fans, Son dinilai punya nilai lebih dari legenda klub, Harry Kane atau Gareth Bale.</p>
<p>Son tiga kali menjadi Player of the Year Tottenham. Sebelumnya, hanya dua pemain yang meraih catatan serupa, yakni Robbie Keane dan Harry Kane.</p>
<p>Pada musim 2021-2022, Sonny menyamai raihan dua legenda klub, Teddy Sheringham dan Harry Kane. Dia meraih gelar Sepatu Emas Liga Primer.</p>
<p>Keputusan perpisahan itu, bagaimanapun, membuat lega Arsenal, rival Tottenham di London Utara. Son punya catatan positif dalam 22 laga melawan Arsenal, dengan membukukan sembilan gol dan empat<em> assist</em>.</p>
<p>Menurut catatan <em>bola.com</em> (3 Agustus 2025), meskipun Arsenal mencatat 10 kemenangan, enam kekalahan, dan enam seri menghadapi Spurs, 22 laga itu dipengaruhi oleh performa Son Heung-min.</p>
<p>Sonny baru mencetak gol pertamanya ke gawang Arsenal pada laga ke-10, dalam kemenangan Spurs 2-1 pada 2020, yang juga merupakan pertemuan pertama Jose Mourinho dan Mikel Arteta. Skor menyakitkan terjadi pada Mei 2022. Ketika Meriam London hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan tiket Liga Champions, justru kalah 0-3. Son mencetak satu gol dan satu <em>assist</em>.</p>
<p>Setelah itu, Arsenal bangkit mendominasi “Derby London Utara”, dengan lima kemenangan dan satu seri. Dalam laga yang berakhir 2-2 itu Son mencetak dua gol terakhirnya ke gawang Arsenal.</p>
<p><strong>Pemain Asia Tersukses</strong><br />
Son tercatat sebagai salah satu pemain Korea paling sukses berkiprah di Eropa. Dia meneruskan legenda Negeri Ginseng, Cha Bum-keun yang moncer di Bundesliga bersama Eintracht Frankfurt dan Bayer Leverkusen pada dekade 1980-an.</p>
<p>Berikutnya, tercatat Park Ji-sung, gelandang tak kenal lelah yang dijuluki “Manusia dengan Tiga Paru-paru” di Manchester United. Juga Lee Yong-pyo yang bermain untuk Spurs, Ahn Jung-hwan di Perugia, Kim Min-jae di Bayern Muenchen setelah memperkuat Napoli; semuanya pada dasawarsa 2000-an, dan kini Lee Kang-in kokoh sebagai andalan Paris St Germain.</p>
<p>Son Heung-min bakal dirindukan oleh fans Tottenham Hotspur sebagai salah satu legenda dengan eksepsionalitas tersendiri. Performa, dedikasi, dan kerja kerasnya untuk klub tak diragukan. Bukankah tak berlebihan media memberinya predikat “Sonsational”?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/09/son-heung-min-sonaldo-dan-puskas-award-2020">Son Heung-min, “Sonaldo”, dan Puskas Award 2020</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 10:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Nunez]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Owen]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Robert Lewandowski]]></category>
		<category><![CDATA[Robin van Persie]]></category>
		<category><![CDATA[Son Heung Min]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thiery Henry]]></category>
		<category><![CDATA[Vinicius Junior]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=400784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sesekali simaklah genderang perang/ akan kau dengar gempita tambur peremas sukma/ sesekali kau dengar pula lantun seni peradaban/ meniupkan gairah pertarungan// (Sajak “Ekspresi Kompetisi”, Februari 2024) SEPAK BOLA mengekspresikan tambur dinamis kegairahan; menyalakan hasrat bersaing; bersikutat membuktikan “kebenaran” pilihan jalan eksistensial; melantunkan musik kehidupan; menghadirkan pesona dari beragam seni ekspresi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah">Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-400812 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sesekali simaklah genderang perang/ akan kau dengar gempita tambur peremas sukma/ sesekali kau dengar pula lantun seni peradaban/ meniupkan gairah pertarungan//</em><br />
<strong>(Sajak “Ekspresi Kompetisi”, Februari 2024)</strong></p>
<p><strong>SEPAK BOLA</strong> mengekspresikan tambur dinamis kegairahan; menyalakan hasrat bersaing; bersikutat membuktikan “kebenaran” pilihan jalan eksistensial; melantunkan musik kehidupan; menghadirkan pesona dari beragam seni ekspresi jiwa.</p>
<p>Segalanya seakan lengkap mengeram dalam bulat bola. Ada spirit perlawanan, ada sepoi lembut persaudaraan, ada intimidasi hati, ada intervensi rasa, pun ada luap seni yang membahasakan elok narasi-narasi.</p>
<p>Berjuta, dan berjuta. Dalam lembut kau bisa menemukan kegagahan, dalam gagah kau rasakanlah mengalir aurora kelembutan. Bukankah kau mengenal arogansi ala Jay Barton, Gennaro Gattuso, atau Zlatan Ibrahimovic? Tak kau rasakankah pancaran kekesatriaan ala Bryan Robson atau Paolo Di Canio? Keanggunan performa ala Franz Beckenbauer, Socrates, atau Paolo Maldini? Bisa pula terungkap kegilaan macam Eric Cantona, Paul Gascoigne, Edmundo, atau Luis Suarez. Pun ada kelembutan bintang sekaliber Lionel Messi atau Ricardo Kaka.</p>
<p>Hingga kompetisi liga-liga dunia bergulir untuk menyelesaikan musim, pada tahun ini, ekspresi-ekspresi seni memancar dalam terang cahaya. Genderang pertarungan bertalu-talu meronta di liga-liga dunia; eksplorasi seni tertuang tuntas mengekspresikan rasa; impresivitas mewujud dalam ungkapan totalitas bersepak bola.</p>
<p>Dan, sanggupkah kita menemukan pesan pencerahan di sana?</p>
<p><strong>Seni, dan Seni</strong><br />
Di antara mata air seni yang mengalir, coba tandailah “kegilaan” striker Liverpool Darwin Nunez ketika mencetak gol pembuka dari kemenangan 4-1 atas Brentford di Liga Primer, pekan kemarin. Akankah kita melihatnya semata-mata sebagai “gol” dari proses reguler?</p>
<p>Penyelesaian gol gaya Nunez itu sampai membuat legenda Liverpool, Michael Owen mengulang-ulang menyaksikan. Nunez mencungkil bola melewati kepala kiper Mark Flekken dalam posisi satu lawan satu.</p>
<p>Owen menyebut ada kerumitan dalam cara berpikir Nunez sebagai seorang striker. Dalam kondisi skor masih 0-0, sewajarnya Nunez lebih memilih berpikir sederhana, yakni menempatkan bola ke pojok gawang atau melewati kiper terlebih dahulu. Eksekusi dengan “keisengan” men-<em>chip</em> bola, dalam gambaran Owen, hanya akan dipilih jika tim sudah unggul 2-0 atau 3-0.</p>
<p>Bukankah itu adalah ungkapan naluri seni? “Sungguh itu hal gila,” puji Owen.</p>
<p>Ya, bagaimana bisa terpikirkan menyelesaikan peluang dengan secara seperti itu? Seperti dulu, kita sering menyaksikan Ronaldo Luis Nazario memilih menerobos adangan dua pemain lawan ketimbang menggeser bola ke area yang lebih bebas.</p>
<p>Siapa pula yang tak ingat kenyentrikan Rene Higuita, “kiper gila” Kolombia yang lebih suka mengamankan gawangnya dengan gerakan kalajengking ketimbang penyelamatan yang normal? Juga kiper Jose Luis Chilavert yang memosisikan diri sebagai pengambil <em>free kick</em> utama untuk tim nasional Paraguay?</p>
<p>Semua lantaran dorongan seni. Hal yang tidak biasa menjadi luar biasa. Ekspresi Darwin Nunez justru muncul di tengah ketegangan berburu poin krusial. Sungguh, bukankah sepak bola menawarkan ungkapan-ungkapan kejeniusan dari ketidaklumrahan ide dan pikiran? Terkadang, para seniman bola memilih berpikir, “kalau bisa dibikin unik, mengapa harus disimplifikasi?”</p>
<p>Kita mengenal “pendekar gol” yang selugas Erling Halaand. Dengan cara-cara sederhana dia tampak kejam menghukum penjaga gawang lawan. Bandingkanlah, misalnya dengan “gaya gol puitis” Robin van Persie atau Thiery Henry pada masa jayanya. Gol kedua pemain ini merupakan kombinasi ide, presisi, naluri seni, instink membunuh, ketepatan waktu, dan <em>positioning</em>.</p>
<p>Dan, sekarang, ungkapan kejeniusan itu sering kita dapatkan dari gaya eksekusi Robert Lewandowski, Son Heung-min, Cristiano Ronaldo, Mohamed Salah, Vinicius Junior, atau Phil Foden.</p>
<p>Mereka mencahayai sepak bola sebagai pesona yang mencerahkan. Para peracik taktik mengandalkan seniman-seniman itu untuk mengarungi pertarungan ide, menaklukkan liga-liga, untuk menyisakan satu pasukan terbaik di pengujung musim. Dan, itulah hakikat dari puncak tujuan pengerahan sumberdaya yang dimiliki sebuah klub: dari deret pemain, kebrilianan pelatih, ekosistem klub, hingga infrastruktur yang memagari syarat berkompetisi.</p>
<p>Sejumlah liga arus utama masih menjadi semacam buku yang terbuka, belum terpastikan siapa yang akan menjadi “the last man standing” di pengujung kompetisi. Pernak-pernik peperangan masih mengetengahkan aneka keniscayaan.</p>
<p>Di tengah tambur yang masih bertalu, sudah ada “seniman” yang bakal meninggalkan gelanggang. Juergen Klopp tak akan lagi bersama Liverpool musim depan. Xavi Hernandez juga memilih pergi dari Camp Nou untuk tidak lagi mendampingi Barcelona. Dan, entahlah nanti apa yang akan terjadi dengan Mauricio Pochettino, Mikael Arteta, Eric ten Haag, atau empu-empu lainnya.</p>
<p>Industri sepak bola selalu berparameter profesional dalam aksen kapitalisme. Konsekuensinya, pencapaian seorang pelatih akan dikalkulasi dari produk akhir secara kuantitatif. Klopp dan Xavi boleh jadi berpikir dari standar kesenimanan: hati dan rasa lebih memahkota ketimbang ukuran capaian trofi.</p>
<p>Penikmatan penjiwaan sebagai bagian dari sebuah komunitas dan keluarga, lebih bermakna sebagai ungkapan seni dan cahaya pencerah. Segempita apa pun genderang perang memanggil dan menggoda&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah">Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Son Heung-min, Bintang “Salah Waktu”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/05/07/son-heung-min-bintang-salah-waktu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2022 10:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Son Heung Min]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=250167</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia berjaya/ bukan pada waktunya/ dia tembus jagat raya/ justru ketika ada yang menguasai semesta// (Sajak “Kisah Son dan Mo Salah”, 2022). TERKADANG, begitulah hidup dan kehidupan berbicara&#8230; Anda, termasuk saya, tentulah tak pernah meragukan, betapa Son Heung-min dan Mohamed Salah adalah dua tokoh besar yang memperkuat lembar referensi tentang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/07/son-heung-min-bintang-salah-waktu">Son Heung-min, Bintang “Salah Waktu”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-250185 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dia berjaya/ bukan pada waktunya/ dia tembus jagat raya/ justru ketika ada yang menguasai semesta//</em><br />
<strong>(Sajak “Kisah Son dan Mo Salah”, 2022).</strong></p>
<p><strong>TERKADANG,</strong> begitulah hidup dan kehidupan berbicara&#8230;</p>
<p>Anda, termasuk saya, tentulah tak pernah meragukan, betapa Son Heung-min dan Mohamed Salah adalah dua tokoh besar yang memperkuat lembar referensi tentang kisah “raja tak bermahkota”.</p>
<p>Dalam narasi repeksi, keduanya adalah manusia langka yang berkeunggulan nyata, punya kemampuan tak kalah dari “raja yang formal diakui”.</p>
<p>Sudah untuk kali yang kesekian saya menulis, andai Son Heung-min tidak “meledak” pada era ketika dua maharaja &#8212; Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo &#8212; berkuasa, tak ada yang ragu dia bakal menjadi pemain Asia pertama yang layak dinominasikan meraih trofi Ballon d’Or.</p>
<p>Mohamed Salah pun serupa. Predikat “Messi dari Mesir” menguatkan pengakuan mediatika: apa yang Lionel Messi bisa, Mo Salah pun mampu.</p>
<p>Dua jagoan itu mengorbit dengan tingkat kekhususan, walaupun sepak bola pada rentang waktu yang sama juga punya sebarisan elite, dari Robert Lewandowski, Neymar Junior, Sadio Mane, N’Golo Kante, Karim Benzema, Erling Haaland, hingga Kylian Mbappe.</p>
<p>Pun, ada nama Kevin de Bruyne, playmaker Manchester City yang diakui sebagai jagoan <em>assist</em> Eropa. Tentu harus pula disebut Kylian Mbappe, figur terdekat dengan predikat “putra mahkota” bagi Messi dan Ronaldo.</p>
<p><strong>Pujian Total Conte</strong><br />
Ketika Antonio Conte, pelatih Tottenham Hotspur memuji total Son Heung-min, itulah momen pengakuan yang memperlihatkan “<em>maqam</em>” striker nomor 7 tersebut.</p>
<p>Tak hanya menyebut Sonny sebagai figur penting tim, Conte juga memujinya sebagai pemain yang berkepribadian, baik di dalam maupun di luar lapangan.</p>
<p>Anda simakkah dua golnya ke gawang Leicester City di Liga Primer, pekan kemarin?</p>
<p><em>Brace</em> itu menggambarkan produk kompetensi seorang pemain kelas dunia. Visi, <em>skill</em> olah bola, dan <em>feeling</em> presisi. Pemain asal Korea Selatan itu bagai tak hanya mengandalkan indera mata dan sensitivitas bola. Dua gol itu dia tampak merupakan produk ketajaman “mata batin”.</p>
<p>Dan, andai para pandit, dan pemberi suara yang menentukan perolehan voting Ballon d’Or menghitung kemampuan plus para bintang, yakni <em>skill</em> eksepsional seperti gol <em>solo run</em>, tak sekali dua pula Son melakukannya.</p>
<p>Media pernah menyebut dia “Sonaldo”, sebagai analogi kemampuan <em>solo run</em> goal yang melekat dalam diri “Sang Fenomenal” Ronaldo Luis Nazario pada masa emasnya.</p>
<p>Gol solo yang dia lesakkan ke gawang Burnley pada 2020 bahkan terabadikan dengan Puskas Award. Pengakuan sebagai gol terbaik dunia pada tahun itu!</p>
<p>Kurang kompletkah Son Heung-min?</p>
<p>Dia hadir dari benua yang tak terlalu diperhitungkan dalam sepak bola, dibandingkan dengan superioritas Eropa dan Amerika Latin. <em>Positioning</em> asal usul itu sama dengan Mohamed Salah, pemain asal Mesir yang sejak 2017 menjadi tumpuan gol Liverpool.</p>
<p>Mo Salah, dalam garis nasib yang sama, berada dalam rentang puncak yang “keliru”, karena faktor kejayaan Messi dan Ronaldo.</p>
<p>Seperti Son Heung-min, Salah juga bintang dengan kompetensi yang “<em>kaffah</em>”. Bahkan lebih baik dibandingkan dengan Son dalam hal raihan trofi Liga Primer, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.</p>
<p>Salah sering mencatat aksi-aksi teknis individu sekelas Messi dan Ronaldo. Klasifikasi “tempat” di orbit elite sebenarnya memang tak jauh-jauh amat. Sekali lagi, Mo Salah hanya berada di waktu yang tidak pas.</p>
<p><strong>Musim Benzema</strong><br />
Bakal selamanyakah Son dan Salah menjadi “raja tanpa mahkota”?</p>
<p>Kompetensinya diakui secara “kultural”, tetapi tidak dalam kapasitas “struktural” atau “formal”. Namun yakinilah, status kelegendaan tak akan mengurangi memori dalam historika sepak bola, sampai kapan pun.</p>
<p>Musim ini orang lebih banyak membicarakan nama Karim Benzema untuk prospek anugerah individual tertinggi itu. Performa dan konsistensi produktivitas Benz sebagai faktor pembeda Real Madrid menjadi alasan kuat untuk mengunggulkan pemain Prancis berdarah Aljazair itu. Agaknya, final Liga Champions musim ini – Liverpool vs Real Marid &#8212; boleh jadi akan menjadi parameter: siapa yang lebih layak mendapat apresiasi formal: Salah atau Benzema.</p>
<p>Akankah terjadi, seelok apa pun aksi-aksi dan gol Sonaldo, atau kedahsyatan Mo Salah, selamanya harus puas teranugerahi predikat “informal king”?</p>
<p>Seperti inikah ungkapan realitas rasa keadilan dalam sepak bola?</p>
<p>Terkadang begitulah hidup dan kehidupan berbicara&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/07/son-heung-min-bintang-salah-waktu">Son Heung-min, Bintang “Salah Waktu”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>