<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seniman Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/seniman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Aug 2024 06:43:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Seniman Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Petani di Bergas Lor Ini Kibarkan Bendera Merah Putih di Tengah Sawah, Hadiah untuk Indonesia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/19/petani-di-bergas-lor-ini-kibarkan-bendera-merah-putih-di-tengah-sawah-hadiah-untuk-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Aug 2024 06:43:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Bergas Lor Kabupaten Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kibarkan]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=431610</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Seorang petani, Sidik Gunawan kibarkan bendera merah putih di tengah sawah Bergas Lor, Kabupaten Semarang pada moment Hari Kemerdekaan RI ke-79. Ia mengibarkan sang saka merah putih di tengah sawah, mencerminkan sebagai pejuang petani di desanya, sesuai komitmennya ingin mensejahterakan kaum petani di wilayahnya. Diketahui, Gunawan yang memiliki visi misi mensejahterakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/19/petani-di-bergas-lor-ini-kibarkan-bendera-merah-putih-di-tengah-sawah-hadiah-untuk-indonesia">Petani di Bergas Lor Ini Kibarkan Bendera Merah Putih di Tengah Sawah, Hadiah untuk Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Seorang petani, Sidik Gunawan kibarkan bendera merah putih di tengah sawah Bergas Lor, Kabupaten Semarang pada moment Hari Kemerdekaan RI ke-79.</p>
<p>Ia mengibarkan sang saka merah putih di tengah sawah, mencerminkan sebagai pejuang petani di desanya, sesuai komitmennya ingin mensejahterakan kaum petani di wilayahnya.</p>
<p>Diketahui, Gunawan yang memiliki visi misi mensejahterakan para petani ini selalu berusaha memberikan semangat dan dukungan kepada petani yang menurutnya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dengan hanya mengandalkan sawahnya, para petani belum bisa mencukupi kebutuhan hidup dalam kesehariannya.</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="yABoMCoKezw"><iframe loading="lazy" title="KADO DARI PETANI UNTUK INDONESIA" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/yABoMCoKezw?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Melansir dari YouTube Pari Corek Visual,<a href="https://youtu.be/yABoMCoKezw?si=E7j9HT-GLQglwoSB,"> </a>Gunawan yang memiliki hobi menggambar menggunakan media sawah ini mengisahkan, pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-79, yang seharusnya mereka (para petani) merayakan kemerdekaan (merdeka dengan hasil panennya), namun justru merasa tercampakkan.</p>
<p>Dirinya merasa, hingga saat ini tak ada yang memandang atau mempedulikan nasib petani. Menurutnya, nasib petani masih berada di bawah telapak kaki, dan berharap ada yang memberikan perhatian terutama dari pemerintah.</p>
<p>Malahan Gunawan sempat berfikir, haruskah dia terus memperjuangkan para petani di Desa Sidorejo, Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang yang dinilai belum mampu mensejahterakan dirinya sendiri. Namun dengan melihat semangat anak-anak di desa tersebut, menggugah kembali semangat Gunawan untuk terus memperjuangkan petani di wilayahnya.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, dan generasi pun terus berlanjut hingga mewariskan pemahaman tentang pentingnya menanam. Gunawan juga menggambarkan jika dirinya terus memberikan semangat dan pengetahuan tentang menanam padi kepada cucunya agar kelak mampu menjadi generasi yang bisa mengubah nasib petani menjadi lebih baik lagi.</p>
<p>&#8220;Menanam adalah seni merawat kehidupan. Saya sangat berharap generasi mendatang dengan semangat dan fisiknya yang kuat mampu menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk mendorong kesejahteraan petani,&#8221; ujarnya kepada Suarabaru, Senin (19/8/2024).</p>
<p>Ia menaruh harapan besar kepada anak bangsa agar mampu meneruskan perjuangan petani yang sudah seharusnya merasakan kesejahteraan dalam kehidupannya.</p>
<p>Dibawah kibaran bendera yang membentang di tengah sawah, yang mungkin sudah tak dipedulikan oleh banyak khalayak, Gunawan mengajak masyarakat sekitar untuk bersemangat melakukan aktivitas menanam padi.</p>
<p>Begitulah yang dilakukan Gunawan yang juga seorang seniman di Bergas Lor, Kabupaten Semarang ini dalam moment Hari Kemerdekaan RI, sebagai hadiah untuk Indonesia. Ia bertekad terus memperjuangkan para petani hingga mereka benar-benar menjadi masyarakat yang merdeka sebagai seorang petani.</p>
<p>Gunawan juga pernah mengungkap, lahan pertanian merupakan sumber daya utama bagi petani dalam melakukan kegiatan pertanian. Namun di era modern sekarang ini semakin banyaknya pertumbuhan penduduk, lahan pertanian semakin banyak dialih fungsikan menjadi pemukiman, dimana lahan pertanian semakin berkurang.</p>
<p>Meski masih ada beberapa kalangan masyarakat terutama pemilik lahan persawahan yang masih produktif mempertahankan tanahnya untuk pertanian, dalam bercocok tanam para petani selalu dihadapkan pada masalah alam dan hama, sehingga menjadi kendala bagi petani dalam upaya ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/19/petani-di-bergas-lor-ini-kibarkan-bendera-merah-putih-di-tengah-sawah-hadiah-untuk-indonesia">Petani di Bergas Lor Ini Kibarkan Bendera Merah Putih di Tengah Sawah, Hadiah untuk Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seniman Batang Kembali Wacanakan Pembangunan Gedung Kesenian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/29/seniman-batang-kembali-wacanakan-pembangunan-gedung-kesenian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jun 2024 15:41:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[gedung-kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=422561</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Lama tak terdengar, akhirnya wacana pembangunan Gedung Kesenian kembali mengemuka, setelah jajaran Dewan Kesenian mengutarakan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Batang. Beberapa lokasi sempat digadang-gadang bakal dibangun dengan kriteria kultur budaya yang mengakar kuat. Wacana tersebut sempat diutarakan oleh beberapa tokoh dan budayawan Batang sejak beberapa tahun lalu. Sejumlah persyaratan pun dipaparkan, agar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/29/seniman-batang-kembali-wacanakan-pembangunan-gedung-kesenian">Seniman Batang Kembali Wacanakan Pembangunan Gedung Kesenian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Lama tak terdengar, akhirnya wacana pembangunan Gedung Kesenian kembali mengemuka, setelah jajaran Dewan Kesenian mengutarakan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Batang. Beberapa lokasi sempat digadang-gadang bakal dibangun dengan kriteria kultur budaya yang mengakar kuat.</p>
<p>Wacana tersebut sempat diutarakan oleh beberapa tokoh dan budayawan Batang sejak beberapa tahun lalu. Sejumlah persyaratan pun dipaparkan, agar ketika terealisasi sesuai dengan harapan masyarakat.</p>
<p>Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang Ahmad Suroso mengatakan, gedung kesenian itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya. Semua kalangan penikmat seni boleh menggelar pementasan dan diskusi yang disatukan dengan museum.</p>
<p>“Lahan yang akan dibangun harus berkultur budaya yang baik pada kesenian. Misalnya, Kalisalak, Kasepuhan atau Sambong,” katanya, saat ditemui di Sanggar Pakerti, Desa Kalipucang Kulon, Kabupaten Batang, Sabtu (29/6/2024).</p>
<p>Ia menekankan, nantinya Gedung Kesenian Batang, tidak hanya digunakan sebagai media berekspresi anggota DKD saja. Namun seluruh pelaku seni yang membutuhkan media untuk mengekspresikan karyanya di hadapan publik secara tertata.</p>
<p>“Lahan kosong milik Pemda masih luas, cuma nanti kita harus berkoordinasi dengan DPUPR yang membidangi. Teman-teman seniman pinginnya sih setelah Pilkada, segera ada gebrakan pembangunan,” ujar dia.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/29/seniman-batang-kembali-wacanakan-pembangunan-gedung-kesenian">Seniman Batang Kembali Wacanakan Pembangunan Gedung Kesenian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ikuti Yuk, Kendal Lakon Award 2024, Sayembara Naskah Drama Berhadiah Kambing Etawa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/20/ikuti-yuk-kendal-lakon-award-2024-sayembara-naskah-drama-berhadiah-kambing-etawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jun 2024 07:10:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[Kambing]]></category>
		<category><![CDATA[kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Kendal Lakon Awards]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=420927</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDAL (SUARABARU.ID) &#8211; Sejumlah seniman di Kendal menyelenggarakan Kendal Lakon Award (KLA) 2024, yakni sayembara mencipta naskah drama/lakon berhadiah hewan ternak mulai dari kambing, ayam, dan bebek. Kendal Lakon Award (KLA) 2024 berhadiah hewan ternak itu diadakan sebagai ikhtiar membuka ruang kreativitas, serta menunjang ekosistem berkesenian. Agenda ini diselenggarakan secara gotong royong oleh Komunitas Sastra [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/20/ikuti-yuk-kendal-lakon-award-2024-sayembara-naskah-drama-berhadiah-kambing-etawa">Ikuti Yuk, Kendal Lakon Award 2024, Sayembara Naskah Drama Berhadiah Kambing Etawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">
<p><strong>KENDAL (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Sejumlah seniman di Kendal menyelenggarakan Kendal Lakon Award (KLA) 2024, yakni sayembara mencipta naskah drama/lakon berhadiah hewan ternak mulai dari kambing, ayam, dan bebek.</p>
<p>Kendal Lakon Award (KLA) 2024 berhadiah hewan ternak itu diadakan sebagai ikhtiar membuka ruang kreativitas, serta menunjang ekosistem berkesenian.</p>
<p>Agenda ini diselenggarakan secara gotong royong oleh Komunitas Sastra Lerengmedini (KLM) Boja, Sangkar Arah Pustaka Kangkung, Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) Kaliwungu, dan Jarak Dekat Art Production Kangkung.</p>
<p>Ketua Panitia KLA 2024, Noey Sindhu Praba, mengatakan, lomba ini terbuka untuk warga atau berdomisili di Kabupaten Kendal. Dibuktikan dengan mengirimkan fotokopi tanda pengenal (KTP) atau surat keterangan domisili. Bagi pelajar dapat dibuktikan dengan Kartu Pelajar.</p>
<p>“Pada sayembara sebelumnya, untuk kepesertaan kami batasi maksimal usia 35 tahun. Untuk tahun ini, lomba tidak dibatasi usia. Artinya, siapapun boleh ikut. Asalkan, warga atau berdomisili di Kabupaten Kendal,” kata Sindhu.</p>
<p>Aturannya, peserta mengirimkan minimal tiga naskah yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk buku cetak, e-book, dan atau platform digital apa pun, serta tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa.</p>
<p>“Tiap peserta minimal mengirimkan 3 naskah ini dengan harapan bisa menjaring naskah lakon sebanyak-banyaknya. Mengingat saat ini masih minim, naskah lakon bertema lokalitas Kendal,” ujar Sindhu yang juga pegiat Teater Atmosfer Kendal.</p>
<p>Pria yang juga memiliki nama panggung Mbah Punk(ring) ini menambahkan, ada ketentuan tema dalam lomba ini.</p>
<p>Tema merujuk/bersumber pada: pertama, lokalitas sosial-budaya di Kabupaten Kendal; kedua,  legenda, sastra lisan, mitos, dan artefak Kendal;  dan ketiga,  peristiwa sejarah, tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di Kendal.  Dalam naskah,  minimal terdapat 3 tokoh dengan panjang 5 s.d 20 halaman atau dengan durasi pementasan sekitar 45 menit.</p>
<p>“Yang patut diperhatikan peserta. Naskah merupakan karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan, dan bukan ditulis menggunakan Artificial Intelligence (AI). Naskah ditunggu paling lambat 30 September 2024,” kata Sindhu.</p>
<p>Sebagai motivasi bagi para peserta, Sindhu menyampaikan, panitia menyediakan apresiasi bagi peserta.</p>
<p>Rinciannya, Juara I: seekor kambing betina peranakan etawa, plakat, piagam penghargaan, paket buku, dan paket kain;  Juara II: seekor cempe (anak kambing), plakat, piagam penghargaan, paket buku, dan paket kain; dan Juara III: sepasang ayam, plakat, piagam penghargaan, paket buku, dan paket kain.</p>
<p>Selanjutnya, diberikan apresiasi bagi dua naskah yang mendapat Apresiasi Dewan Juri, yakni: seekor bebek, plakat, piagam penghargaan, paket buku, dan paket kain.</p>
<p>Adapun dewan juri dalam sayembara ini terdiri dari: aktor, sutradara, pegiat, dan pengamat teater.</p>
<p>&#8220;Hasil keputusan dewan juri akan diumumkan pada Peringatan Bulan Bahasa dan Anugerah KLA 2024 di halaman Gedung Perpusda Kabupaten Kendal pada Minggu, 27 Oktober 2024,” tuturnya.</p>
<p>Menurut Sindhu, mengenai detail syarat dan ketentuan KLA 2024 dapat diakses pada: diakses di: pelataransastrakaliwungu.com dan sangkararahpustaka.com.</p>
<p>Ikhtiar Meningkatkan Ekosistem Kesenian</p>
<p>Sementara itu, Heri CS, pegiat Komunitas Sastra Lereng Medini  Boja menambahkan, KLA 2024 ini merupakan hajatan gotong royong sastra ketiga yang digelar dengan melibatkan sejumlah komunitas dan individu yang peduli dengan kehidupan seni di Kendal.</p>
<p>Sebelumnya, tahun 2022 sayembara novel, dan tahun 2023, sayembara manuskrip puisi.</p>
<p>Menurut Heri, siapa pun pun boleh terlibat dan ikut ambil bagian dalam penyelenggaraan KLA 2024.</p>
<p>“Kami terbuka dengan siapa pun dan pihak manapun yang sama-sama ingin meningkatkan iklim berkesenian di Kendal,&#8221; ujar Heri yang juga pengelola Pondok Baca Ajar.</p>
<p>Menurut Heri, meminjam istilah dalam sistem ekologis&#8211;“ekosistem” berkesenian dan  kepenulisan semakin menggeliat di Kabupaten Kendal. Ia pun berharap, ekosistem tersebut semakin sehat.</p>
<p>Ekosistem yang sehat itu antara lain ditandai dengan: adanya ruang bagi penulis/seniman untuk terus tumbuh berekspresi dan berkarya dengan nyaman; adanya lembaga/ komunitas penerbitan yang memproduksi buku dengan genre dan tema beragam; adanya ruang saling sapa antarpenulis/ komunitas/seniman dengan spirit asah-asih-asuh; adanya masyarakat sebagai penikmat sebagai “pasar”; dan infrastruktur penunjang termasuk pemangku kebijakan dari pemerintah maupun swasta.</p>
<p>Dalam konteks menciptakan iklim bersastra, sastrawan/penggiat seyogianya turut berkontribusi menjaga semangat melahirkan penulis-penulis baru. Ini sebagai bagian dari regenerasi.</p>
<p>Pembaca dan calon pembaca juga perlu dibina lewat gerakan literasi. Karena mereka ibarat “pasar”. Pasar penikmat, pembaca, dan pembeli karya. Selain itu, penerbit buku, media konvensional, maupun media daring juga perlu terus memberi ruang bagi karya sastra untuk terbit dan diapresiasi khalayak/kritikus.</p>
<p>“Aspek lain yang juga tak kalah penting adalah hadirnya sosok-sosok yang peduli akan pentingnya sastra bagi peradaban. Mereka ibarat “maesenas” di tengah belum hadirnya negara secara penuh,” tutur penerima SATU Indonesia Awards 2011 ini.</p>
<p>Menurut Heri, cita-cita ini tentunya bukan sesuatu yang mudah. “Namun saya optimistis, tumbuhnya ekosistem kepenulisan dan berkesenian yang sehat di Kendal, bukan sesuatu yang utopis,” katanya.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/20/ikuti-yuk-kendal-lakon-award-2024-sayembara-naskah-drama-berhadiah-kambing-etawa">Ikuti Yuk, Kendal Lakon Award 2024, Sayembara Naskah Drama Berhadiah Kambing Etawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sanggar Pekerti Ajang Ekspresi Seniman Batang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/21/sanggar-pekerti-ajang-ekspresi-seniman-batang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Apr 2024 13:36:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar-pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=410133</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Satu lagi media berekspresi yang bisa jadi pilihan bagi pegiat dan penikmat seni Batang, yakni Sanggar Pakerti. Lewat Warung Bertumbuh kini makin menunjukkan eksistensinya, bukan sekadar sarana berekspresi, tapi juga tempat berbagi pengalaman, memanfaatkan media podcast. Pengelola Warung Bertumbuh Sanggar Pakerti Luqman Muttaqin mengatakan, bukan hanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga Kalipucang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/21/sanggar-pekerti-ajang-ekspresi-seniman-batang">Sanggar Pekerti Ajang Ekspresi Seniman Batang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Satu lagi media berekspresi yang bisa jadi pilihan bagi pegiat dan penikmat seni Batang, yakni Sanggar Pakerti. Lewat Warung Bertumbuh kini makin menunjukkan eksistensinya, bukan sekadar sarana berekspresi, tapi juga tempat berbagi pengalaman, memanfaatkan media podcast.</p>
<p>Pengelola Warung Bertumbuh Sanggar Pakerti Luqman Muttaqin mengatakan, bukan hanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga Kalipucang Kulon, tetapi di dalamnya ada sebuah upaya menumbuhkan dunia seni di Kabupaten Batang. Jika sebelumnya Sanggar Pakerti hanya menjadi media berekspresi seniman-seniman lokal dan luar daerah, nantinya akan ada sesi sarasehan yang dikemas secara digital.</p>
<p>“Kalau dulu cuma ada ajang diskusi setelah pementasan baik lukis, musik, tari dan teater. Tapi sarasehan itu akan bisa disaksikan secara langsung, lewat program podcast reguler mingguan Bertumbuh Bersama,” terangnya, saat ditemui di Warung Bertumbuh Sanggar Pakerti, Desa Kalipucang Kulon, Kabupaten Batang, Sabtu (20/4/2024) malam.</p>
<p>Program tersebut nantinya akan menghadirkan para seniman, budayawan dan pegiat seni untuk berbagi pengalaman dan ilmunya kepada penikmatnya lewat saluran podcast Bertumbuh Bersama.</p>
<p>“Tujuannya dengan keberadaan Warung Bertumbuh ini ada pelajaran yang bisa dipetik dari diskusi para pakar yang dihadirkan,” terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang Achmad Suroso mengapresiasi perkembangan Sanggar Pakerti yang tidak hanya menjadi media berekspresi para seniman dari dalam maupun luar daerah. Namun mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi.</p>
<p>“DKD juga selalu mendukung kemajuan tersebut, dengan siap berkolaborasi dalam program reguler yang digagas Sanggar Pakerti. Kami siap menghadirkan perwakilan tiap bidang untuk berbagi pengalaman untuk penikmat seni di Batang dan sekitarnya,” ujar dia.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/21/sanggar-pekerti-ajang-ekspresi-seniman-batang">Sanggar Pekerti Ajang Ekspresi Seniman Batang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seniman Semarang Bikin Lukisan Ganjar-Mahfud dengan Media di Sawah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/27/seniman-semarang-bikin-lukisan-ganjar-mahfud-dengan-media-di-sawah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2024 13:09:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Lukisan Ganjar-Mahfud]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=395947</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Melukis di atas kanvas sudah biasa, tapi kalau melukis di lahan persawahan dengan media padi itu baru luar biasa. Ya, seperti yang dilakukan sejumlah seniman dari komunitas Pari Curek, di Desa Bergas Lor, Kelurahan Bergas, Kabupaten Semarang. Komunitas yang dipunggawai seniman bernama Gunawan itu menanam padi membentuk wajah Ganjar Pranowo-Mahfud MD [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/27/seniman-semarang-bikin-lukisan-ganjar-mahfud-dengan-media-di-sawah">Seniman Semarang Bikin Lukisan Ganjar-Mahfud dengan Media di Sawah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Melukis di atas kanvas sudah biasa, tapi kalau melukis di lahan persawahan dengan media padi itu baru luar biasa. Ya, seperti yang dilakukan sejumlah seniman dari komunitas Pari Curek, di Desa Bergas Lor, Kelurahan Bergas, Kabupaten Semarang.</p>
<p>Komunitas yang dipunggawai seniman bernama Gunawan itu menanam padi membentuk wajah Ganjar Pranowo-Mahfud MD lengkap dengan simbol tiga jari di sepetak sawah.</p>
<p>Sekilas memang terlihat hanya tumbuhan padi hijau dengan variasi padi hitam. Namun jika dilihat dari atas, maka tampak jelas wajah calon presiden dan calon wakil presiden nomor tiga itu.</p>
<p>Ganjar Pranowo pun menyempatkan singgah dan melihat langsung karya Komunitas Pari Curek tersebut, Sabtu (27/1/2024). Itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi Ganjar terhadap karya seni dan seniman.</p>
<p>Gunawan mengatakan, ia bersama rekan seniman lainnya sudah dua kali menggambar wajah Ganjar dengan media padi di atas area persawahan.</p>
<p>“Ini yang kedua kalinya kita menggambar wajah Pak Ganjar. Jauh sebelumnya kita juga gambar Bung Karno,” ujarnya.</p>
<p>Karya itu dimaksudkan untuk rasa hormat kepada Ganjar, yang dinilai sebagai sosok yang mampu mengapresiasi seniman sekaligus karya-karyanya.</p>
<p>“Kenapa Pak Ganjar, karena beliau selalu mengapresiasi karya kami. Beliau peduli terhadap seniman dan karya. Ini bentuk kecintaan kami ke Pak Ganjar,” paparnya.</p>
<p>Gunawan berharap, kepedulian Ganjar bukan hanya terhadap karya seni, tapi juga dapat memajukan sektor pertanian.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/27/seniman-semarang-bikin-lukisan-ganjar-mahfud-dengan-media-di-sawah">Seniman Semarang Bikin Lukisan Ganjar-Mahfud dengan Media di Sawah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ganjar Pranowo Gojekan Bareng Butet dan Seniman di Yogyakarta</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/17/ganjar-pranowo-gojekan-bareng-butet-dan-seniman-di-yogyakarta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2022 23:09:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Cakrawala]]></category>
		<category><![CDATA[ganjar pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Gojekan]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<category><![CDATA[YOGYAKARTA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=285376</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu dengan seniman Butet Kartaredjasa di kediamannya di Kembaran Tamantirto, Bantul, Yogyakarta, Minggu (16/10/2022). Ternyata di rumah itu sedang berkumpul sejumlah seniman dan budayawan. Ganjar mendapatkan sejumlah hadiah dari para seniman. Mulai dari lukisan dari Butet, buku, hingga sebuah lagu plesetan dari Encik Sri Krishna. Ganjar mengatakan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/17/ganjar-pranowo-gojekan-bareng-butet-dan-seniman-di-yogyakarta">Ganjar Pranowo Gojekan Bareng Butet dan Seniman di Yogyakarta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu dengan seniman Butet Kartaredjasa di kediamannya di Kembaran Tamantirto, Bantul, Yogyakarta, Minggu (16/10/2022).</p>
<p>Ternyata di rumah itu sedang berkumpul sejumlah seniman dan budayawan. Ganjar mendapatkan sejumlah hadiah dari para seniman. Mulai dari lukisan dari Butet, buku, hingga sebuah lagu plesetan dari Encik Sri Krishna.</p>
<p>Ganjar mengatakan, pertemuannya dengan Butet dan sejumlah seniman di Yogyakarta itu untuk melepas rindu dan gojek kere atau ngobrol tentang banyak hal. Khususnya tentang kesenian dan kenangan saat Ganjar masih menjadi mahasiswa dan tinggal di Yogyakarta. Selain Butet, ada juga Marzuki Kill The DJ, Putu Sutawijaya, Bambang Heras, hingga Agus Noor, Encik Krishna, dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Tokoh Seni, budaya, kalau kumpul musti regeng (ramai). Ngopi, musti ada makan, cerita sembarang kalir (banyak hal), gojek kere (bercanda) karena dulu saya 11 tahun di sini. Saya pengagum mereka tapi nggak kenal. Dulu kan (Butet) artis yang top, saiki ya ijek top (sekarang juga masih top), hebat. Dulu kalau lihat Butet itu keren banget, dulu kalau tampil pas Gandrik itu kakak-adik podo kenthire (sama gilanya), tampil begitu, sama bapaknya juga luar biasa. Eh sekarang boleh main ke tempatnya,&#8221; kata Ganjar usai bertemu sejumlah seniman.</p>
<p>Ganjar menceritakan, dalam pertemuan itu ia dan para seniman membahas tentang lukisan. Bahkan ada seniman yang secara on the spot menggambar Ganjar. Selain itu beberapa seniman juga memberikan buku karya mereka masing-masing. Ganjar juga sempat melihat berbagai koleksi lukisan di rumah Butet.</p>
<p>Ganjar kemudian diberikan satu gambar terbaru karya Butet Kartaredjasa. Gambar sketch dengan simbol seekor macam atau harimau yang diikat tali oleh seseorang. Menurut Butet gambar itu memiliki makna &#8220;Mengerem Keserakahan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Saya dikasih sketch gambar macan dikendalikan pakai tali. Artinya mengerem keserakahan. Ini lho, seniman itu ngomong kayak gitu, ngerem keserakahan, dua kata tapi maknanya itu tinggi sekali. Ini yang buat Yogyakarta itu selalu ngangeni karena banyak petuah-petuah, sinyal-sinyal, simbol-simbol, sanepo-sanepo yang sangat filosofis. Jadi tidak semua dengan akal, tapi dengan rasa,&#8221; katanya.</p>
<p>Tidak hanya itu, di tengah perbincangan tiba-tiba Encik Sri Krishna ditodong untuk menyanyikan lagu Celeng Degleng. Lagu yang sempat viral beberapa tahun lalu. Namun kali ini lirik dari lagu itu diubah oleh Encik hingga membuat Ganjar dan para seniman tertawa lebar.</p>
<p>Berikut lirik yang dinyanyikan oleh Encik. &#8220;Banteng di mana-mana. Banteng Merajalela. Selalu bersama untuk kita semua. Ntengji, ntengbeh. Banteng siji banteng kabeh (Banteng satu banteng semua). Ganjar di mana-mana. Ganjar memang mempesona, sampai kita terpana, akhirnya harus ke sana. Njarji, njarbeh, Ganjar siji Ganjar kabeh (Ganjar satu Ganjar semua).&#8221;</p>
<p>Mendengar lagu yang digubah oleh Encik itu spontan semua tertawa termasuk Ganjar. Namun setelah itu Ganjar meminta Encik berhenti bernyanyi karena ia memprediksi semakin lama lagi itu akan semakin ngawur.</p>
<p>&#8220;Encik ini dulu kalau tidak kita tanggap itu ya makannya susah. Kemudian, puluhan tahun saya nggak pernah ketemu, lalu ketemulah dengan dia. Konser waktu itu Celeng Degleng, sudah konser. Beberapa tahun kemudian Si Celeng ini populer lagi, lha inilah orangnya. Itu saja. Lalu Kata seniman tadi, banteng siji banteng kabeh,&#8221; kata Ganjar soal Encik dan para seniman yang kompak bernyanyi dan tertawa bersama.</p>
<p>Butet Kartaredjasa mengatakan pertemuan antara Ganjar dan para seniman di rumahnya itu semua full gojekan (candaan). Sebab waktu itu juga semua seniman dan aktivis sedang berkumpul di rumahnya. Kedatangan Ganjar juga untuk main dan mencoba masakan dari istri Butet.</p>
<p>&#8220;Full gojek. Hanya bercanda karena berkumpul semua kawan-kawan seniman, aktivis. Semuanya kenal secara pribadi dengan Mas Ganjar. Jadi ini semua aktivis 98, jadi kenal betul zaman masih mahasiswa. Betul-betul bercanda, kepengin dolan karena dia tahu kalau masakan istriku itu enak. Hanya bercanda, gojek kere pokoknya,&#8221; katanya.</p>
<p><em><strong>Muhaimin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/17/ganjar-pranowo-gojekan-bareng-butet-dan-seniman-di-yogyakarta">Ganjar Pranowo Gojekan Bareng Butet dan Seniman di Yogyakarta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Interaksi Gus Dur dengan Buku, Musik, Seni dan Film</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/07/26/interaksi-gus-dur-dengan-buku-musik-seni-dan-film-2</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/07/26/interaksi-gus-dur-dengan-buku-musik-seni-dan-film-2#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2021 07:20:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=186144</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Heri Firmansyah SAYA sendiri bukan pelukis seperti sahabat Dhinus Mahatva atau Nandang, tapi setidaknya perjumpaan pemikiran pada persoalan filsafat, kebangsaan dan pluralisme, termasuk tema-tema lukisan dan tafsirannya, dia menjadi obrolan yang selalu hadir dan mengalir begitu saja. Syaratnya cukup kretek dan seruput kopi liong. Dalam kesempatan yang begitu paripurna, Gus Dur selalu menjadi topik [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/26/interaksi-gus-dur-dengan-buku-musik-seni-dan-film-2">Interaksi Gus Dur dengan Buku, Musik, Seni dan Film</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Heri Firmansyah</strong></span></p>
<p><strong>SAYA</strong> sendiri bukan pelukis seperti sahabat Dhinus Mahatva atau Nandang, tapi setidaknya perjumpaan pemikiran pada persoalan filsafat, kebangsaan dan pluralisme, termasuk tema-tema lukisan dan tafsirannya, dia menjadi obrolan yang selalu hadir dan mengalir begitu saja. Syaratnya cukup kretek dan seruput kopi liong.</p>
<p>Dalam kesempatan yang begitu paripurna, Gus Dur selalu menjadi topik yang menarik. Salah satunya dengan mengungkapkan kembali pesan-pesan yang saya kira bukan saja relevan. Namun juga sebagai bahan kontemplasi bersama, dan saya pun diberikan kesempatan terhormat untuk hadir sekadar memberi catatan kecil.</p>
<p>Saya masih ingat tulisan Fahry Ali dan Bahtiar Efendy dalam bukunya &#8216;Merambah Jalan Baru Islam&#8217;, yang menempatkan Gus Dur dan Nurcholis Madjid dalam pemikiran Islam bercorak modernisme dan tradisional, di antara corak lainnya yang neo-modernisme dan universalisme.</p>
<p>Sekali pun tulisan tersebut mendapat kritik yang tajam dari berbagai pihak, tentu ini menjadi praktik diskursif yang menarik. Seperti yang juga sama dilakukan Greg Berton dalam pandangannya dengan menempatkan Djohan Efendy, Nurcholis Madjid dan Gus Dur sebagai perintis Neo-modernisme.</p>
<p>Kembali menyoal Gus Dur dari sisi lain saja. Karena temanya seni, saya coba narasikan bagaimana Gus Dur berinteraksi dengan buku, musik, seni dan film.</p>
<p><strong>Gus Dur dan Buku</strong><br />
Greg Barton penulis <em>&#8216;Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid</em>&#8216;, dalam beberapa bagian bukunya menuliskan tentang kegandrungan Gus Dur membaca buku. Melalui catatan Barton, kita dapat belajar betapa gemar dan cintanya Gus Dur terhadap buku.</p>
<p>Kekuatan membaca Gus Dur seharusnya menginspirasi setiap santri di pesantren, para siswa secara umum yang sedang berjuang menggapai pengetahuan.</p>
<p>Bacaannya luas, tak sekadar kajian keagamaan. Ia membaca semua karya William Faulkner, novel-novel Ernest Hemingway, puisi Edgar Allan Poe dan John Done, Andre Gide, Kafka, Tolstoy, dan Pushkin serta ia juga membaca karya Marx dan Lenin.</p>
<p>Gus Dur pernah bilang, &#8220;<em>Saya memang agak menguasai ideologi, karena sejak dulu saya membacanya, anda mungkin tidak percaya saya membaca what to be done-nya Lenin, Mao Zedong dan Grammsci, maka tak heran ketika dunia Kristen pada tahun 70-an muncul &#8216;teologi pembebasan&#8217; lewat karya Gustavo Marino Tierez, saya segera apresiasi</em>&#8220;.</p>
<p>Dari buku itulah, saya bisa mengkritisi kapitalisme yang materialistik, dan paham sosialisme tetapi keberpihakannya tidak bersifat membabi buta.</p>
<p>Saya pun punya kritik tajam terhadapnya. Dari pernyataan tersebut tak heran kalau kemudian Gus Dur mulai bersentuhan dan apresiasi pada paham sosialisme, walaupun beliau lebih bertolak pada visi budaya ketimbang ideologis.</p>
<p>Selain begitu senang berdiskusi, Gus Dur terkesan dengan karya yang memancing imajinasi, seperti yang pernah disampaikan beliau. &#8220;Saya terkesan dengan kesyahduan agama dari Albert Camus&#8221;.</p>
<p>Sikapnya yang memberontak kemapanan mengesankan saya, dari William Folkner Gus Dur merasa banyak tahu tentang manusia, Gus Dur begitu tertarik pada Kassim Sammara&#8217;i yang menyusun &#8216;<em>Talgid al-Suluk</em>&#8216;-nya Imam Al-Qusairy, yang menceritakan Isra Mi&#8217;raj dalam perspektif mistik. Sammarai menurut Gus Dur, mengusai delapan agama, dan inilah yang membuat Gus Dur takjub.</p>
<p>Pada Paul Tillich, Gus Dur begitu terpesona, begitu pun dengan Muhammad Arkoun, Hasan Hanafi dan Magnum Opus-nya Ihya Ulumudin karya Imam Al-Ghazali, yang sanggup mengembangkan intuisi dengan begitu jauh.</p>
<p>Kita tentu saja dapat banyak belajar dari seorang Gus Dur. Keteguhannya mencintai bangsa ini, membela mereka yang terpinggirkan tentu tak usah diragukan lagi.</p>
<p>Aspek yang sering dilupakan adalah, bagaimana kemampuan Gus Dur dalam membaca dan mengkaji beragam perspektif keilmuan. Membaca sebanyak-banyaknya buku yang tentu saja akan membuka kekayaan perspektif dalam memandang persoalan.</p>
<p><strong>Gus Dur dan Musik</strong><br />
Agaknya Gus Dur memang lebih menyukai Simphoni ke -9 Beethoven ketimbang gambus. Gus Dur tampaknya punya alasan sendiri. Simponi menurut Gus Dur, berisikan nilai perdamaian dan persaudaraan manusia, apakah itu bukan ajaran Islam? Kata Gus Dur.</p>
<p>Melalui musik itulah, kata Gus Dur, saya bisa melihat manusia secara utuh. Kita tidak gampang memarahi. Tuhan menciptakan kita dengan segala kebesarannya.</p>
<p><strong>Film dan Kesenian</strong><br />
Terlepas dari hingar-bingar dan berbagai kontroversi dalam dunia perpolitikan di Tanah Air, Gus Dur sejatinya merupakan sosok multidimensi. Pada usia belasan tahun, Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku yang tidak sekadar cerita-cerita silat dan fiksi, akan tetapi wacana tentang filsafat dan dokumen-dokumen mancanegara tidak luput dari perhatianya. Selain membaca, Gus Dur gemar pula bermain bola dan musik.</p>
<p>Maka tidak heran, jika Gus Dur pernah menjadi komentator sepak bola di televisi dan menjadi kolumnis sepak bola pada sebuah majalah.</p>
<p>Menonton bioskop juga ikut melengkapi hobinya hingga menimbulkan apresiasi yang mendalam terhadap dunia film. Bahkan pada 1986-1987, Gus Dur terlibat sebagai juri Festival Film Indonesia.</p>
<p>Sisi lain Gus Dur yang tidak cukup banyak disinggung, barangkali kedekatannya dengan dunia kesenian dan kebudayaan. Alih-alih menjadi ulama selepas mengecap pendidikan di Mesir dan Irak, Gus Dur justru lebih terkenal sebagai budayawan sekembalinya di Tanah Air.</p>
<p>Pada akhir periode tahun 1970-an, Gus Dur beberapa kali terlibat mengisi ceramah-ceramah kesenian dan kebudayaan, termasuk di lingkungan Taman Ismail Marzuki yang pada masa-masa itu tengah mengalami periode keemasannya, sebagai sentral aktivitas kesenian dan kebudayaan.</p>
<p>Pada Juni 1975, ceramah Gus Dur bertajuk &#8216;Kebudayaan Arab dan Islam&#8217;, bahkan membuat banyak hadirin yang memenuhi Teater Arena, Taman Ismail Marzuki terhenyak. Dalam ceramahnya itu, Gus Dur menyinggung persoalan sensitif menyangkut kegagapan masyarakat Indonesia yang mengidentifikasikan kebudayaan Arab sama dengan Kebudayaan Islam.</p>
<p>&#8221;Diktum Arab adalah Islam, yang seringkali berakibat Islam adalah Arab, menjadi semacam rangka berpemikiran yang telah membuat kita bersikap tidak realitas selama ini. Sudah waktunya cara memandang semacam ini diubah, dengan cara menyadari sepenuhnya akan besarnya diversifikasi unsur-unsur kebudayaan Arab, sebagaimana yang juga dimiliki oleh kebudayaan bangsa kita sendiri,&#8221; kata Gus Dur menutup ceramahnya.</p>
<p>Kontroversi kembali menyapa Gus Dur saat terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta, DKJ Periode 1982-1985. Geger di kalangan nahdliyyin yang mempertanyakan kadar kesenimanan Gus Dur yang pada saat itu sekaligus menjabat Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), organisasi Islam terbesar di Indonesia.</p>
<p>Namun pertanyaan serupa justru tidak muncul di kalangan seniman. Toeti Heraty Noerhadi, sastrawan, yang sama-sama menjabat Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bersama Gus Dur pada periode itu, malah memiliki kesan mendalam dengan kehadiran Gus Dur di lembaga yang keberadaannya diprakarsai Gubernur Jakarta, Ali Sadikin itu.</p>
<p>&#8221;Masa-masa itu paling mengasyikkan, dimana kami sering berdiskusi, bertukar pikiran tentang berkesenian dan mengenai perlunya seniman memiliki kebebasan dalam berekspresi. Tentu tidak melulu serius, karena diselingi dengan joke-jokenya yang segar,&#8221; katanya mengenang.</p>
<p>Sayang, kata Toeti, kehadiran Gus Dur di DKJ hanya berlangsung singkat, karena kesibukan Gus Dur yang pada saat itu mulai merambah ke dunia politik. Namun bagi Toeti, meski tidak sampai penuh tiga tahun menjabat di DKJ, kehadiran Gus Dur dengan latar belakang keilmuan dan wawasannya yang luas, telah memberi warna lain bagi DKJ.</p>
<p><em>&#8212; Heri Firmansyah (Gusdurian Cianjur) &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/26/interaksi-gus-dur-dengan-buku-musik-seni-dan-film-2">Interaksi Gus Dur dengan Buku, Musik, Seni dan Film</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/07/26/interaksi-gus-dur-dengan-buku-musik-seni-dan-film-2/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Cara Jateng Mendukung Seniman Disaat Pandemi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/02/begini-cara-jateng-mendukung-seniman-disaat-pandemi</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/05/02/begini-cara-jateng-mendukung-seniman-disaat-pandemi#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Priyono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 May 2021 06:52:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Panggung Kahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=174366</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANYUMAS (SUARABARU.ID) &#8211; Para seniman Begalan kelompok Cakra Budaya nampak asyik beraksi memainkan peran dalam rangkaian acara Panggung Kahanan putaran 3, Sabtu (1/5/2021). &#160; Pada gelaran yang diadakan di aula Bank Jateng Kabupaten Banyumas itu, selain Begalan juga ada penampilan Tari Jalungmas dari Sanggar Bangkit Sekar Budaya, Jazzy Yudhistira, Vivaldi, Kang Ipin, musikalisasi puisi Wage [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/02/begini-cara-jateng-mendukung-seniman-disaat-pandemi">Begini Cara Jateng Mendukung Seniman Disaat Pandemi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>) &#8211; Para seniman Begalan kelompok Cakra Budaya nampak asyik beraksi memainkan peran dalam rangkaian acara Panggung Kahanan putaran 3, Sabtu (1/5/2021).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada gelaran yang diadakan di aula Bank Jateng Kabupaten Banyumas itu, selain Begalan juga ada penampilan Tari Jalungmas dari Sanggar Bangkit Sekar Budaya, Jazzy Yudhistira, Vivaldi, Kang Ipin, musikalisasi puisi Wage Tegoeh Wijono, Key 8 Band, serta pemutaran film pendek Cinema Lovers Community, dan lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Panggung Kahanan tahun ini diadakan secara road show. Putaran sebelumnya telah berlangsung di Kendal, Pati, Kota Magelang. Pementasan ini bisa ditonton di channel YouTube maupun Facebook Ganjar Pranowo.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Acara yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini bekerja sama dengan seniman dan musisi Jateng yang tergabung dalam Jateng Musik Gram. Acara yang didukung Bank Jateng ini juga  membuka donasi bagi seniman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Donasi dapat diberikan melalui rekening Bank Jateng atas nama Panggung Kahanan 2034 1919 19. Sampai Sabtu (1/5/2021) sore sudah terkumpul donasi Rp 39.321.491.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ganjar menyatakan Panggung Kahanan memang ditujukan agar seniman bisa kembali bisa tampil, meskipun di saat pandemi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sekarang tampilnya virtual. (Asal) Ada karyanya, bisa tampil. InsyaAllah dapat rezeki,&#8221; kata Ganjar dalam sambutan virtualnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski tampil virtual, Ganjar menjelaskan, itu tidak akan menghilangkan gregetnya. Maka bukan tidak mungkin jika Panggung Kahanan akan terus menerus diadakan, terlebih jika ini terbukti membawa dampak ekonomi yang luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kalau manggung, dampaknya banyak. Senimannya ikut manggung, soundmannya ikut, MC-nya juga ikut,&#8221; ungkap Ganjar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seiring upaya pemerintah mencari solusi terbaik bagi seniman, Ganjar berharap seniman juga tetap bersemangat untuk berkreasi dan berwirausaha. Bahkan, pihaknya siap memberi pelatihan usaha kepada seniman Banyumas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Bisa dikumpulkan seniman Banyumasnya. Kita adakan pelatihan,&#8221; ajak Ganjar dengan semangat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aprit, salah satu seniman Begalan yang ikut mengisi acara merasa Panggung Kahanan kali ini menjadi ajang seniman Banyumas untuk kembali pentas setelah meredup akibat pandemi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tanggapan serupa juga disampaikan Agung teman Apit sesama seniman Begalan. Bagi Agung, Panggung Kahanan seperti  mendorong kembali para seniman untuk semangat berkarya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Panggung Kahanan ini road show dari kota ke kota. Banyumas (bisa) dapat bagian. (Kami) Terima kasih sekali, &#8221; ucapnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/02/begini-cara-jateng-mendukung-seniman-disaat-pandemi">Begini Cara Jateng Mendukung Seniman Disaat Pandemi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/05/02/begini-cara-jateng-mendukung-seniman-disaat-pandemi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>