<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sandal upanat Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/sandal-upanat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Oct 2023 08:58:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>sandal upanat Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kanwil Kemenkumham Jateng Serahkan Sertifikat Merek Sandal Upanat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/20/kanwil-kemenkumham-jateng-serahkan-sertifikat-merek-sandal-upanat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2023 08:58:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[balai konservasi borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[FGD]]></category>
		<category><![CDATA[Kadiv Yankumham]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil Kemenkumham Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[sandal upanat]]></category>
		<category><![CDATA[Serahkan]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=376156</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kanwil Kemenkumham Jateng melalui Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Jawa Tengah, Anggiat Ferdian menyerahkan sertifikat merek &#8216;Sandal Upanat&#8217; pada Kamis (19/10/2023). Sertifikat itu diberikan kepada perwakilan Balai Konservasi Borobudur, selaku pemilik dan pendaftar merek tersebut. Penyerahan dilakukan bersamaan dengan digelarnya, Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ”Optimalisasi Pelestarian Warisan Dunia pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/20/kanwil-kemenkumham-jateng-serahkan-sertifikat-merek-sandal-upanat">Kanwil Kemenkumham Jateng Serahkan Sertifikat Merek Sandal Upanat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kanwil Kemenkumham Jateng melalui Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Jawa Tengah, Anggiat Ferdian menyerahkan sertifikat merek &#8216;Sandal Upanat&#8217; pada Kamis (19/10/2023).</p>
<p>Sertifikat itu diberikan kepada perwakilan Balai Konservasi Borobudur, selaku pemilik dan pendaftar merek tersebut.</p>
<p>Penyerahan dilakukan bersamaan dengan digelarnya, Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ”Optimalisasi Pelestarian Warisan Dunia pada Destinasi Pariwisata Super Prioritas Borobudur Melalui Pelindungan Kekayaan Intelektual Sandal Upanat&#8221;, yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, di Grand Artos Hotel &amp; Convention Magelang.</p>
<p>Anggiat berharap, sertifikat ini bisa menjadi pemicu kreativitas dan produktivitas Balai Konservasi Borobudur, untuk lebih banyak melahirkan kreasi dan produk yang berpotensi sebagai Kekayaan Intelektual, bernilai ekonomis yang tinggi dan mencerminkan warna budaya Kabupaten Magelang.</p>
<p>&#8220;Semoga dengan sertifikat ini, bisa menjadi motivasi rekan-rekan untuk lebih kreatif dan produktif, melahirkan kreasi dan karya cipta. Diharapkan semakin banyak juga karya-karya yang bisa didaftarkan atau dicatatkan sebagai sebuah Kekayaan Intelektual, yang nantinya mampu berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah dan negara. Sekaligus bisa menjadi cermin, menjadi wajah budaya daerah, khususnya di Kabupaten Magelang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kadiv Yankumham akan mendorong Sandal Upanat mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual lainnya. &#8220;Disinilah kita bersama-sama dapat melihat berbagai macam potensi Sandal Upanat yang dapat didaftarkan sebagai kekayaan intelektual,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Diantaranya, ide penciptaan Sandal Upanat dapat dicatatkan sebagai Hak Cipta. Desain dari Sandal Upanat dapat didaftarkan sebagai desain industri. Aktivitas perdagangan Sandal Upanat membutuhkan merek dagang. Dapat didaftarkan sebagai merek komunal, dan potensi kekayaan intelektual lainnya yang dapat kita gali lebih lanjut,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Anggiat yang didampingi Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Agustinus Yosi Setyawan dan Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Tri Junianto juga menyerahkan sertifikat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisi, berupa Tradisi Saparan Gunung Andong dan Upacara Tradisional Gunungan Lentheng, kepada Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Magelang.</p>
<p>Terkait Sandal Upanat, dilansir dari situs resmi Kemendikbudristek, produk tersebut merupakan alas kaki yang terbuat dari anyaman daun pandan. Dari hasil kajian, disimpulkan bahwa penggunaan sandal khusus untuk naik ke Candi Borobudur dapat berpengaruh pada upaya mencegah peningkatan tingkat keausan batu candi, khususnya pada bagian batu, tangga dan batu lantai.</p>
<p>Dari hasil uji gesekan diketahui bahwa jenis material bahan spon batu dengan tingkat kekerasan yang lebih rendah dibandingkan jenis spon batu, mempunyai dampak keausan yang rendah. Saat ini, Balai Konservasi Borobudur (BKB) telah mewajibkan setiap pengunjung Candi Borobudur untuk memakai Sandal Upanat.</p>
<p>Penggunaan Sandal Upanat merupakan upaya untuk mengurangi risiko korosi atau keausan batu akibat gesekan yang terjadi dari pasir yang terbawa alas kaki para pengunjung.</p>
<p>Sementara, Upacara Tradisional Gunungan Lentheng adalah tradisi yang sudah berjalan sejak tahun 1.700 an, yang rutin dilaksanakan setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gunung Bakal Desa Sumberarum Tempuran Kabupaten Magelang.</p>
<p>Saparan Gunung Andong sendiri, merupakan tradisi ungkapan syukur atas hasil panen dari tanaman sayuran dan palawija. Masyarakat di kaki Gunung Andong, tepatnya di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang menggelar merti desa atau yang sering dikenal dengan istilah &#8216;Saparan&#8217;.</p>
<p>Tradisi ini biasanya digelar bertepatan pada hari Rabu Pahing (penanggalan Jawa) di bulan Sapar. Kegiatan merti tersebut merupakan ungkapan atas keberhasilan panen berupa aneka jenis sayuran yang melimpah, dan saat ini harga-harga sayuran juga relatif cukup tinggi, sehingga masyarakat Mantran Wetan diberi kelimpahan.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/20/kanwil-kemenkumham-jateng-serahkan-sertifikat-merek-sandal-upanat">Kanwil Kemenkumham Jateng Serahkan Sertifikat Merek Sandal Upanat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Membuat Sandal Upanat Bagi Ibu-Ibu Desa Candirejo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/08/pelatihan-membuat-sandal-upanat-bagi-ibu-ibu-desa-candirejo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2022 13:51:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[sandal upanat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=298962</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Sebanyak 15 ibu-ibu warga Dusun Butuh dan Dusun Wonoasari, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, selama tiga hari mengikuti pelatihan pembuatan sandal Upanat ( sandal khusus untuk naik ke bangunan Candi Borobudur). Mereka mengikuti pelatihan  di salah satu workshop pembuatan sandal “Upanat” yakni di BW Craft Borobudur milik Basiyo, warga Dusun Bumisegoro, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/08/pelatihan-membuat-sandal-upanat-bagi-ibu-ibu-desa-candirejo">Pelatihan Membuat Sandal Upanat Bagi Ibu-Ibu Desa Candirejo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Sebanyak 15 ibu-ibu warga Dusun Butuh dan Dusun Wonoasari, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, selama tiga hari mengikuti pelatihan pembuatan sandal <em>Upanat</em> ( sandal khusus untuk naik ke bangunan Candi Borobudur).</p>
<p>Mereka mengikuti pelatihan  di salah satu workshop pembuatan sandal “Upanat” yakni di BW Craft Borobudur milik Basiyo, warga Dusun Bumisegoro, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur.</p>
<p>“Mereka mengikuti pelatihan agar bisa menambah ilmunya, khususnya membuat sandal Upanat,” kata Ketua Kelompok “Pandan Langit” Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Toemil, Kamis ( 7/12/2022).</p>
<p>Toemil mengatakan, pelatihan tersebut  bertujuan  agar  para peserta pelatihan dapat meningkatkan ekonomi keluarganya. Selain itu, daun pandan yang banyak ditemukan di Desa Candirejo tersebut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.</p>
<p>Daun pandan di desa itu banyak ditemukan tanaman pandan di lahan perkebunan yang ada di lereng perbukitan Menoreh, namun belum banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat.</p>
<p>“Selama ini, ibu-ibu peserta pelatihan ini bekerja mencari rumput di ladang. Sedangkan daun pandan banyak tumbuh di sekitar Desa Candirejo,” katanya.</p>
<p>Pemilik BW Craft Borobudur, Basiyo mengaku senang dengan semangat dari ibu-ibu dari Desa Candirejo yang berlatih membuat sandal Upanat di workshop yang dimilikinya.</p>
<p>Menurutnya, para peserta tersebut secara swadaya membeli berbagai macam keperluan untuk dapat mengikuti pelatihan tersebut.</p>
<p>“Saya mengapresiasi semangat ibu-ibu dari Desa Candirejo yang secara swadaya mengikuti pelatihan pembuatan sandal Upanat, Bahkan, mereka secara swadaya rela membeli sendiri bahan -bahannya,” kata Basiyo.</p>
<p>Basiyo mengatakan, sandal Upanat tersebut merupakan sandal khusus bagi  para wisatawan yang ingin naik ke bangunan Candi Borobudur.</p>
<p>Penggunaan sandal Upanat tersebut, merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan batuan andesit Candi Borobudur saat para pengunjung naik ke bangunan candi tersebut.</p>
<p>“Upanat sendiri mempunyai arti ‘alas kaki’ dan merupakan aktualisasi dari Relief Karmawibhangga panel 150 Candi Borobudur,” jelasnya. W.Cahyono</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/08/pelatihan-membuat-sandal-upanat-bagi-ibu-ibu-desa-candirejo">Pelatihan Membuat Sandal Upanat Bagi Ibu-Ibu Desa Candirejo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Sekitar Candi Borobudur Ikuti Pelatihan Pembuatan Sandal “Upanat’’</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/06/07/warga-sekitar-candi-borobudur-ikuti-pelatihan-pembuatan-sandal-upanat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2022 10:12:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[balai konservasi borobid]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[sandal upanat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=256775</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Sebanyak 40 peserta dari 20 desa yang ada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang mengikuti menggelar  pelatihan penyiapan bahan pembuatan sandal ‘Upanat’ Borobudur. Kegiatan tersebut dilaksanakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tekonogi, melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatkan Kebudayaan bekerjasama dengan Balai Konservasi Borobudur. “Pelatihan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya mencegah keausan batuan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/06/07/warga-sekitar-candi-borobudur-ikuti-pelatihan-pembuatan-sandal-upanat">Warga Sekitar Candi Borobudur Ikuti Pelatihan Pembuatan Sandal “Upanat’’</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Sebanyak 40 peserta dari 20 desa yang ada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang mengikuti menggelar  pelatihan penyiapan bahan pembuatan sandal ‘Upanat’ Borobudur.</p>
<p>Kegiatan tersebut dilaksanakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tekonogi, melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatkan Kebudayaan bekerjasama dengan Balai Konservasi Borobudur.</p>
<p>“Pelatihan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya mencegah keausan batuan Candi Borobudur dengan pembuatan sandal khusus yakni Upanat.  Selain itu, juga untuk  serta pemberdayaan masyarakat di sekitar Candi Borobudur,” kata Koordinator Substansi Pemberdayaan Masyarakat pada Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo, Selasa ( 7/6/2022).</p>
<p>Syukut mengatakan, kegiatan pelatihan yang digelar di Balkondes  Tuk Songo, Kecamatan Borobudur tersebut akan berlangsung selama empat hari pada 7 hingga 10 Juli 2022. Sedangkan pesertanya berasal dari  20 desa se-Kecamatan Borobudur dan masing-masing desa mengirim dua orang.</p>
<p>Pengkaji Pelestari Balai Konservasi Borobudur, Brahmantara mengatakan, Balai Konservasi Borobudur</p>
<p>telah  melakukan kajian penelitian terhadap  batuan  Candi Borobudur mengalami keausan karena pengunjung menggunakan bermacam alas kaki.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga melakukan  uji laboratorium untuk melakukan uji terhadap beberapa sampel material alas kaki dan tahap pembuatan sandal khusus.<br />
“Setelah melalui beberapa literasi bentuk, ternyata ada relief di Candi Borobudur, tepatnya Relief Karmawibhangga nomor 150  tentang alas kaki itu. Maka bentuk sandal ini sama dengan bentuk di panel 150 dan disebut sebagai upanat yang berarti alas kaki,” kata Brahmantara.</p>
<p>Ia menjelaskan, penggunaan sandal khusus untuk naik ke Candi Borobudur dapat berpengaruh pada upaya mencegah peningkatan tingkat keausan batu candi khususnya pada bagian batu tangga dan batu lantai. Menurutnya, dari hasil uji gesekan terhadap  material bahan spon ati dengan tingkat kekerasan yang lebih rendah dibandingkan jenis spon batu, mempunyai dampak keausan yang rendah.<br />
Sementara itu, Hetty Herawati, Direktur Pemasaran dan Pelayanan dan Pemasaran PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko ( Persero) mengatakan, pihaknya mendukung upaya konservasi Candi Borobudur . Dan sesuai dengan misinya yakni membuat keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan candi peninggalan Dinasty Syailendra tersebut.</p>
<p>“ Salah satunya,yakni penggunaan sandal Upanat. Yakni, para pengunjung yang naik ke candi dibekali dengan sandal khusus yang melindungi batuan candi dari keausan,” kata Hetty.</p>
<p>Hetty menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan penggunaan sandal ‘’Úpanat” tersebut bagi pengunjung yang hendak naik ke struktur Candi Borobudur. Selain itu, hingga saat ini dari Badan Konservasi  Borobudur juga belum membuka struktur candi tersebut bisa dinaiki oleh pengunjung.  W. Cahyono</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>baca juga :</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="0xBgaCEQ2p"><p><a href="https://suarabaru.id/2022/01/18/sandal-upanat-sandal-khusus-yang-wajib-dipakai-naik-ke-bangunan-candi-borobudur">Sandal Upanat, Sandal Khusus Yang Wajib Dipakai Naik Ke Bangunan Candi Borobudur</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" title="&#8220;Sandal Upanat, Sandal Khusus Yang Wajib Dipakai Naik Ke Bangunan Candi Borobudur&#8221; &#8212; SuaraBaru.id" src="https://suarabaru.id/2022/01/18/sandal-upanat-sandal-khusus-yang-wajib-dipakai-naik-ke-bangunan-candi-borobudur/embed#?secret=0xBgaCEQ2p" data-secret="0xBgaCEQ2p" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="y4UZX31OZy"><p><a href="https://suarabaru.id/2022/01/18/basiyo-bisa-membuat-20-pasang-sandal-upanat-dalam-seharinya">Basiyo, Bisa Membuat 20 Pasang Sandal Upanat Dalam Seharinya</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" title="&#8220;Basiyo, Bisa Membuat 20 Pasang Sandal Upanat Dalam Seharinya&#8221; &#8212; SuaraBaru.id" src="https://suarabaru.id/2022/01/18/basiyo-bisa-membuat-20-pasang-sandal-upanat-dalam-seharinya/embed#?secret=y4UZX31OZy" data-secret="y4UZX31OZy" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/06/07/warga-sekitar-candi-borobudur-ikuti-pelatihan-pembuatan-sandal-upanat">Warga Sekitar Candi Borobudur Ikuti Pelatihan Pembuatan Sandal “Upanat’’</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Basiyo, Bisa Membuat 20 Pasang Sandal Upanat Dalam Seharinya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/01/18/basiyo-bisa-membuat-20-pasang-sandal-upanat-dalam-seharinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2022 10:59:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[basiyo]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[CandiBorobudur]]></category>
		<category><![CDATA[sandal upanat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=226108</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID, (SUARABARU.ID):Rencana penggunaan sandal khusus bagi wisatawan yang ingin naik ke Candi Borobudur, memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar Candi Bobobudur.  Salah satunya, yakni Basiyo (57) Dusun Bumi Segoro, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Dipilihnya sandal Upanat tersebut, karena bentuknya yang ringan dan sebagian besar bahan bakunya mudah di dapat di sekitar kawasan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/18/basiyo-bisa-membuat-20-pasang-sandal-upanat-dalam-seharinya">Basiyo, Bisa Membuat 20 Pasang Sandal Upanat Dalam Seharinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID, (SUARABARU.ID):Rencana penggunaan sandal khusus bagi wisatawan yang ingin naik ke Candi Borobudur, memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar Candi Bobobudur.  Salah satunya, yakni Basiyo (57) Dusun Bumi Segoro, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Dipilihnya sandal Upanat tersebut, karena bentuknya yang ringan dan sebagian besar bahan bakunya mudah di dapat di sekitar kawasan candi. Yakni, berupa mendong(sejenis rumput yang hidupnya di rawa dan sering dipakai untuk bahan pembuatan tikar). Selain itu, juga  terbuat dari pandan.</p>
<p>“Untuk daun pandan,banyak tumbuh di sekitar Pegunungan Menoreh, Sedangkan mendong juga banyak terdapat di sekitar wilayah Borobudur,” kata Basiyo.</p>
<p>Ia mengatakan, selain itu, bahan baku  bathok (tempurung) kelapa yang dijadikan  penjepit jari kaki  pada sandal tersebut, juga banyak ditemukan di sekitar tempat tinggalnya.</p>
<p>Sedangkan, bahan baku lainnya yakni karet sol yang dijadikan alas sandal tersebut, dirinya harus membeli di wilayah Jogjakarta.</p>
<p>Basiyo mengaku, dalam seharinya dirinya bisa membuat sekitar 20 pasang sandal Upanat dengan berbagai macam ukuran kaki. Dalam proses pembuatannya tersebut, ia juga dibantu sejumlah orang lainnya yang bertugas untuk memotong, menganyam mendong dan daun pandan yang dijadikan sandal itu.</p>
<p>“Sedangkan, saya  tugasnya  membuat pola sandal  sesuai ukuran yang diinginkan,”ujarnya.</p>
<p>Diakuinya, dalam proses pembuatan sandal Upanat tersebut dirinya tidak mengalami kendala yang berarti, karena ia sudah lama membuat aneka sandal kulit yang kemudian dijual di  galeri yang dimilikinya di Dusun Bumi Segoro, Desa Borobudur dan juga di Zona III candi  yang ada di dekat parkiran mobil pengunjung candi.</p>
<p>Menurutnya, sebelum dirinya ditunjuk sebagai salah satu pembuat sandal Upanat yang nantinya digunakan para wisatawan yang naik ke bangunan candi, ia telah mengikuti pelatihan yang diberikan dari Balai Konservasi Borobudur dan PT Taman Wisata Candi Borobudur.</p>
<p>“Di tahun 2018 lalu, saya diundang Balai Konservasi untuk mengikuti diskusi kelompok terfokus tentang penyelamatan  dan pelestarian Candi Borobudur utamanya pencegahan keausan batuan candi. Dari kegiatan tersebut muncul gagasan  pemakaian sandal bagi wisatawan candi,” kata Basiyo yang juga pemilik Galeri BW Kraft  ini.</p>
<p>Menurutnya, usai kegiatan tersebut beberapa waktu lalu Balai Konservasi Borobudur bersama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur menggelar pelatihan bagi  40 orang pelaku UMKM , khususnya para perajin sandal dari 20 desa yang ada di sekitar kawasan Candi Borobudur.</p>
<p>Ia menambahkan, dipilihnya sandal Upanat sebagai  sandal khusus bagi pengunjung candi Budha terbesar itu, karena sandal Upanat tersebut tergambar di salah satu panel relief yang ada di bagian Karmawibangga ( relief yang tersembunyi di dinding kaki Candi Borobudur), yakni relief nomor 150.</p>
<p>“Pada  panel relief nomor 150  bagian  Karmawibhangga tersebut tergambar Upanat yang merupakan persembahan dewa yang berwujud alas kaki,”ujarnya. Yon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>baca juga : https://suarabaru.id/2022/01/18/sandal-upanat-sandal-khusus-yang-wajib-dipakai-naik-ke-bangunan-candi-borobudur/</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/18/basiyo-bisa-membuat-20-pasang-sandal-upanat-dalam-seharinya">Basiyo, Bisa Membuat 20 Pasang Sandal Upanat Dalam Seharinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sandal Upanat, Sandal Khusus Yang Wajib Dipakai Naik Ke Bangunan Candi Borobudur</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/01/18/sandal-upanat-sandal-khusus-yang-wajib-dipakai-naik-ke-bangunan-candi-borobudur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2022 10:52:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[balai konservasi borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[sandal upanat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=226103</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID)- Balai Konservasi Borobudur merencanakan penggunaan sandal khusus  yakni upanat bagi pengunjung yang akan naik ke bangunan  Candi Borobudur, yakni sandal Upanat. “Pemakaian sandal khusus tersebut juga untuk mengurangi keausan batuan candi  yang diakibatkan adanya pasir yang menempel di sepatu atau alas kaki pengunjung sebelum naik ke struktur candi,”kata Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/18/sandal-upanat-sandal-khusus-yang-wajib-dipakai-naik-ke-bangunan-candi-borobudur">Sandal Upanat, Sandal Khusus Yang Wajib Dipakai Naik Ke Bangunan Candi Borobudur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID)- Balai Konservasi Borobudur merencanakan penggunaan sandal khusus  yakni upanat bagi pengunjung yang akan naik ke bangunan  Candi Borobudur, yakni sandal Upanat.</p>
<p>“Pemakaian sandal khusus tersebut juga untuk mengurangi keausan batuan candi  yang diakibatkan adanya pasir yang menempel di sepatu atau alas kaki pengunjung sebelum naik ke struktur candi,”kata Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati, Selasa ( 18/1/2022)..</p>
<p>Wiwit mengatakan, penggunaan sandal upanat dengan alas lunak tersebut bagi wisatawan yang hendak naik ke bangunan Candi Borobudur tersebut, terinspirasi dari panel relief nomor 150 di  Karma Wibangga (relief yang tersembunyi di dinding kaki Candi Borobudur).</p>
<figure id="attachment_226104" aria-describedby="caption-attachment-226104" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-226104" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/kepala-BKB-Wiwit-Kasiyati-400x184.jpg" alt="sandal upanat" width="400" height="184" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/kepala-BKB-Wiwit-Kasiyati-400x184.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/kepala-BKB-Wiwit-Kasiyati-150x69.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/kepala-BKB-Wiwit-Kasiyati.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-226104" class="wp-caption-text">Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati. Foto: Yon</figcaption></figure>
<p>Menurutnya, pihaknya masih berkoordinasi dan meminta arahan dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud terkait  penerapan pemakaian sandal upanat tersebut. Dan, hingga saat ini pihaknya sedang mempersiapkannya.</p>
<p>“Sejauh ini, kami  baru menyiapkan aturan. Yakni pengunjung yang naik ke bangunan candi harus menggunakan sandal Upanat. Sedangkan pelaksanaannya kita belum bisa menentukan,”katanya.</p>
<p>Wiwit menjelaskan, dipilihnya sandal Upanat tersebut, karena sandal Upanat dalam panel relief Karmawibangga nomor 150 tersebut, merupakan sebuah persembangan dewa yang bewujud alas kaki.</p>
<p>Ia menambahkan, rancangan penggunaan sandal bagi wisatawan yang ingin naik ke Candi Borobudur tersebut, sebenarnya telah direncanakan sejak 2015 silam.</p>
<p>Dan, di tahun 2022 ini rencana tersebut kembali digulirkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk melestarikan bangunan candi yang masuk dalam tujuh keajaiban dunia.</p>
<p>Menurutnya, pihaknya juga masih mengkaji tentang tarif masuk candi tersebut apakah termasuk pembelian sandal tersebut.</p>
<p>“Ada kemungkinan, harga tiket ke candi bisa lebih mahal karena ditambah untuk pembelian sandal khusus tersebut. Selain itu, bagi wisatawan yang tidak naik ke candi juga harga tiketnya lebih murah,”ujarnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan, terkait pihaknya kapan wisatawan bisa naik ke bangunan Candi Borobudur, pihaknya juga masih  berkoordinasi dan meminta arahan dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.</p>
<p>“Ini juga terkait kesiapan kami (BKB) dan TWC. Sehingga kami memerlukan waktu. Namun kami akan segera meminta arahan dari Pak Dirjen kapan pengunjung bisa naik ke struktur bangunan,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, nantinta pengunjung juga wajib didampingi pemandu yang akan menjelaskan informasi secara lebih detail, terutama mengenai Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang memiliki  kriteria nilai universal yang luar biasa.</p>
<p>“Nantinya, yang diperbolehkan naik ke candi yakni mereka yang benar-benar mengetahui kriteria nilai universal yang luar biasa dari candi melalui para pemandu, sehingga setelah pulang membawa informasi yang sangat luar biasa,”imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, Balai Konservasi Borobudur bekerjasama dengan  PT Taman Wisata Candi, telah membuat suatu pola perjalanan yang dirancang dan bisa dinikmati . Sehingga, pengunjung yang naik ke Zona I bisa menentukan titik-titik mana yang bisa dipilih untuk dikunjungi.</p>
<p>“Nantinya  akan  dikunjungi wisatasan bisa secara tematis berdasarkan relief yang ada di candi, mulai dari tema flora, fauna, kemaritiman, pilihan  terhadap kesehatan dan pemenuhan hidup dan lainnya,”katanya.  Yon</p>
<p>baca juga: https://suarabaru.id/2022/01/15/wisatawan-naik-borobudur-harus-pakai-sandal-khusus-diproduksi-pelaku-ukm-di-sekitar-candi/</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/18/sandal-upanat-sandal-khusus-yang-wajib-dipakai-naik-ke-bangunan-candi-borobudur">Sandal Upanat, Sandal Khusus Yang Wajib Dipakai Naik Ke Bangunan Candi Borobudur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>