<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Raphinha Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/raphinha/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jan 2026 00:23:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Raphinha Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Barcelona, Brazil, dan Dunia Punya Raphinha</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/31/barcelona-brazil-dan-dunia-punya-raphinha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 10:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Kecepatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[Magnet]]></category>
		<category><![CDATA[panggung]]></category>
		<category><![CDATA[Pedri]]></category>
		<category><![CDATA[Raphinha]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Teknis Prima]]></category>
		<category><![CDATA[Visi misi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=542254</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sepenting apakah Raphinha/ bagi Barcelona/ bagi Brazil/ dan bagi dunia sepak bola?/ takkan ada yang meragukan/ menyimak statistik dan permainannya/ semua bakal serta merta mengakui/ : dia memang berbeda&#8230;// (Sajak “Raphinha”, 2026) DUA liga mengetengahkan nyala euforia dan ekspresi yang berbeda, tetapi hakikatnya serupa. Pekan lalu, dua kegembiraan itu membuncah. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/31/barcelona-brazil-dan-dunia-punya-raphinha">Barcelona, Brazil, dan Dunia Punya Raphinha</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-542260 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// sepenting apakah Raphinha/ bagi Barcelona/ bagi Brazil/ dan bagi dunia sepak bola?/ takkan ada yang meragukan/ menyimak statistik dan permainannya/ semua bakal serta merta mengakui/ : dia memang berbeda&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Raphinha”, 2026)</strong></p>
<p><strong>DUA</strong> liga mengetengahkan nyala euforia dan ekspresi yang berbeda, tetapi hakikatnya serupa.</p>
<p>Pekan lalu, dua kegembiraan itu membuncah. Di Liga Primer, fans Manchester United meluapkan suka cita berkat dua kemenangan penting bersama pelatih sementara Michael Carrick. Sementara di La Liga, gol akrobatik Lamine Yamal ke gawang Real Oviedo dipuji setinggi langit oleh pelatih Guillermo Almada. Kata dia, itu adalah gol anggitan pemain dari galaksi yang lain.</p>
<p>Dan, apakah Anda menyimak gol sebelumnya? Gol kedua yang dicetak oleh Raphinha dalam kemenangan 3-0 Barcelona di Stadion Camp Nou, itu punya bobot dan seni yang tak kalah bernilai.</p>
<p>Bola cungkil atau <em>chip</em> melewati kiper Escandell itu merupakan produk kejeniusan yang menggabungkan kecepatan, ketenangan, <em>timing</em>, dan seni penguasaan bola kelas “dewa”. Kombinasi kemampuan ini menjadi salah satu eksepsionalitas Raphinha yang sudah sering dinikmati oleh Barcelona.</p>
<p>Raphinda adalah salah satu maestro gol Barcelona di samping Lamine Yamal, Robert Lewandowski, Fermin Lopez, dan Dani Olmo.</p>
<p><strong>Salah Satu Maestro</strong><br />
Memosisikan Raphinha sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini, tak bisa ditampik adalah sebuah “keharusan”. Barcelona telah merasakan kontribusinya, Brazil menemukannya sebagai salah satu mutiara paling berharga, dan dunia memiliknya sebagai bakat yang kini berjajar di level elite.</p>
<p>Maka simaklah apa reaksi Hansi Flick, pelatih Barcelona ketika tahun lalu nama Raphinha tidak termasuk dalam jajaran pemain terbaik FIFA 2025. “Ini lelucon. Pengaruh Raphinha luar biasa. Kita melihat gol-golnya, permainannya, <em>assist</em>-nya, dia luar biasa, dan sungguh lelucon bahwa dia tidak masuk dalam sebelas pemain ideal. Ini tidak adil, dan saya harus mengatakannya,” kata pelatih asal Jerman itu dengan emosional.</p>
<p>Tentu Anda menyimak bagaimana penampilan Raphinha di partai puncak Piala Super Spanyol 2026 di Jeddah, beberapa waktu lalu. Barca menang 3-2 atas Real Madrid, dan hasil El Clasico itu ditentukan antara lain oleh dua eksekusi luar biasa Raphinha, dengan seni mencetak gol yang langka.</p>
<p>Mudah untuk menyimpulkan, betapa vital peran pemain ini dengan kemampuan gol-gol yang eksepsional itu. Hansi Flick tak sedikit pun meragukan Raphinha merupakan figur penentu bagi momen-momen penting Barca.</p>
<p><strong>Nominee Ballon d’Or</strong><br />
Raphinha menjadi <em>nominee</em> peraih Ballon d’Or 2025, dan finis di peringkat kelima di bawah Oesman Dembele, Lamine Yamal, Vitinha, dan Mohamed Salah. Fans Barca tidak terima, menganggap peringkat kelima bagi Raphinha adalah sebuah “perampokan”. Sang bintang dinilai punya posisi lebih baik. Sepanjang 2025, dia tampil luar biasa, membantu Barcelona meraih trofi La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Dia membukukan 34 gol dan 25<em> assist</em> di semua ajang.</p>
<p>Pemain kelahiran 14 Desember 1996 di Porto Alegre dengan nama asli Raphael Dias Belloli ini didatangkan Barca dari Leeds United pada 2022. Awalnya dia mengalami kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain di La Liga, namun kemudian berkembang menjadi elemen penting Blaugrana sebagai pencetak gol penting, bahkan dipercaya sebagai kapten tim. Dia menjadi bagian dari tim nasional Brazil di Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024.</p>
<p>Dia berteman dekat dengan Bruno Fernandes, kapten Manchester United yang pernah menjadi rekan satu tim di Sporting CP. Fernandes-lah yang pada 2018 meyakinkan Raphinha untuk bergabung dengan Leeds United, dengan mengatakan gaya permainannya bakal cocok dengan Liga Primer. Dan, nyatanya dari Liga Portugal dia bisa cepat beradaptasi dengan karakter sepak bola Inggris.</p>
<p><strong>Berkat Hansi Flick</strong><br />
Bagi Raphinha, sosok terpenting yang memberinya kenyamanan di Barcelona adalah Hansi Flick. Dia mengaku sempat berniat pergi dari Barca, tetapi diurungkan karena kehadiran Flick. Kontribusi gelandang serang itu terus berkembang sejak kedatangan Flick pada 2024 untuk menggantikan Xavi Hernandez.</p>
<p>Awalnya, pengidola Neymar Junior itu diribetkan oleh masalah konsistensi. Ketika tiba dari Leeds United pada Juli 2022, Raphinha menunjukkan beberapa momen berkualitas, tetapi permainannya tidak konsisten. Pada dua musim awal di Barca, dia sering dirotasi dan memulai laga dari bangku cadangan. Dia 11 tampil sebagai pemain pengganti, hanya 42 kali menjadi <em>starter</em> dari 76 laga.</p>
<p>Kontribusinya kini meningkat drastis, dengan peran taktis yang tak lagi diragukan. Pemain 29 tahun ini menjadi salah satu kunci Barcelona dalam laga-laha besar.</p>
<p>“Jika Hansi Flick tidak datang, saya pasti sudah meninggalkan Barca. Dia mengubah segalanya,” katanya, seperti dikutip dari <em>BBC</em> (<em>detik.com</em>, 15 Januari 2026). Menurut Raphinha, Hansi Flick memberi keyakinan bahwa dia akan menjadi pemain penting, dengan advis penting, bahwa yang dibutuhkan seorang pemain adalah kepercayaan diri.</p>
<p>Di bawah Xavi, Raphinha tampil sebanyak 87 kali, mencetak 20 gol dan 23 <em>assist</em>. Sedangkan bersama Flick, dia memainkan 74 laga dengan 45 gol dan 26 <em>assist</em>.</p>
<p>Kerja samanya terutama dengan Lamine Yamal dan Robert Lewandowski membentuk barisan penyerang Barca yang mengerikan bagi lawan. Ketiganya saling menopang dalam memberi umpan dengan hasil akhir gol. Musim ini, perkembangan peningkatan konsistensi ketajaman Fermin Lopez, memperkaya permutasi kerja sama Raphinha dengan para penyerang Barca.</p>
<p>Walaupun menunjukkan kolaborasi kental dengan para penyerang lainnya, Raphinha tak ragu menilai figur kunci bagi permainan Barca adalah Pedri Gonzales, gelandang serang yang dia sebut sebagai “nyawa tim” dan “roh permainan”.</p>
<p>Ya, di samping Lamine Yamal dan Pedri, Raphinha menjadi magnet khusus di panggung Barcelona dengan pertunjukan kecepatan, teknis prima, visi layanan umpan, dan seni mencetak gol.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/31/barcelona-brazil-dan-dunia-punya-raphinha">Barcelona, Brazil, dan Dunia Punya Raphinha</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pedri, Mutiara Barca Tanpa “Bla-bla-bla”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/10/pedri-mutiara-barca-tanpa-bla-bla-bla</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2025 10:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Pedri]]></category>
		<category><![CDATA[Raphinha]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=473705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // permata tak harus unjuk cahaya/ dia ada dengan kilau berbeda/ mengagungkan ruang/ mendatangkan keyakinan// (Sajak “Pedri Gonzales”, 2025) ANDAI Barcelona tidak dihentikan oleh Internazionale Milan di semifinal Liga Champions tahun ini, sejarah bakal menyajikan pemuncakan anak muda ini: Pedri Gonzales Lopez. Toh, sampai ke tahap empat besar Eropa pun, bukankah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/10/pedri-mutiara-barca-tanpa-bla-bla-bla">Pedri, Mutiara Barca Tanpa “Bla-bla-bla”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-473706 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// permata tak harus unjuk cahaya/ dia ada dengan kilau berbeda/ mengagungkan ruang/ mendatangkan keyakinan//</em><br />
<strong>(Sajak “Pedri Gonzales”, 2025)</strong></p>
<p><strong>ANDAI </strong>Barcelona tidak dihentikan oleh Internazionale Milan di semifinal Liga Champions tahun ini, sejarah bakal menyajikan pemuncakan anak muda ini: Pedri Gonzales Lopez. Toh, sampai ke tahap empat besar Eropa pun, bukankah dia sudah mewartakan kehadiran di orbit atas dunia?</p>
<p>Ya, setelah era kehebatan trio Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez, siapa yang menjadi figur terpenting di lini tengah Barcelona?</p>
<p>Boleh jadi orang akan menyebut Lamine Yamal, mungkin pula Pablo Martin Paez Gavira alias Gavi. Bisa juga Pau Victor, Fermin Lopez, atau Jules Kounde.</p>
<p>Yamal adalah mutiara Barca yang paling menonjol, bahkan disebut-sebut sebagai calon terkuat pengganti Sang GOAT (Greatest of All Times) Leo Messi. Pemain 17 tahun berdarah Maroko &#8211; Guinea Khatulistiwa itu kini adalah “ruh” permainan Barcelona, satu di antara trisula dahsyat Robert Lewandowski &#8211; Raphinha &#8211; Lamine Yamal.</p>
<p>Selain trio penyerang yang menyejarah seperti Messi &#8211; Luis Suarez &#8211; Neymar Junior pada musim 2014 &#8211; 2017, Barca juga menyimpan kisah lini tengah yang impresif, terutama di era kejayaan Messi.</p>
<p>Kerinduan kepada Messi mulai terobati dengan kehadiran Yamal. Peran Xavi dalam proses diterusi oleh Gavi atau Pau Cubarsi. Sedangkan eksepsionalitas Iniesta diwarisi oleh Pedri Gonzales yang kini diakui sebagai “pengendali” irama permainan Barcelona.</p>
<p>Ketika Lamine Yamal menjadi cahaya Barcelona dengan “bla-bla-bla” media sejak meroket sebagai bintang La Furia Roja di Euro 2024, Pedri melejit sebagai pemain muda terpenting Barca tanpa publisitas yang semasif Yamal.</p>
<p>Pun, saat media banyak menjagokan Yamal sebagai calon peraih Ballon d’Or 2025 di samping Raphinha, diam-diam Pedri juga menyimpan peluang yang sama. Dia mengaku mengimpikan trofi tersebut, terinspirasi oleh sukses seniornya di timnas Spanyol &#8212; Rodri &#8212; yang tahun lalu memenanginya. Namun fokus Pedri sekarang adalah membantu Barca.</p>
<p><strong>Kemenangan Rodri</strong><br />
Tahun lalu, Rodri yang bermain untuk Manchester City meraih Ballon d’Or, mengungguli dua andalan Real Madrid Vinicius Junior dan Jude Bellingham. Kemenangan Rodri sempat memunculkan protes kubu Madrid, namun banyak pihak membela Rodri, yang berandil besar mengantar City menjuarai Liga Primer 2023-2024 dan tim nasional Spanyol meraih trofi Euro.</p>
<p>Pedri terinspirasi sukses tersebut, karena dalam dua dekade terakhir Rodri adalah pemain bukan penyerang yang berjaya. Dia meneruskan sukses Fabio Cannavaro (2006), dan Luka Modric (2018) yang terpilih bukan karena produktivitas gol.</p>
<p>Baru saja mengantar Barcelona menjuarai Copa del Rey, Pedri Gonzales diakui sebagai salah satu pemain yang tampil konsisten sepanjang 2024-2025. Kini dia menjadi andalan Barca di pekan-pekan terakhir La Liga.</p>
<p>Realitas sukses Rodri menggumpalkan optimisme anak muda itu. “Rodri meraihnya. Hal itu menunjukkan bahwa seorang pemain tengah yang mendikte tempo dan ritme permainan bisa memenangi Ballon d’Or,” katanya.</p>
<p>Pengakuan terhadap peran anak muda 22 tahun itu juga tergambar dari keterpilihan sebagai Pemain Terbaik La Liga April 2025. Pedri mengalahkan nama-nama seperti Julian Álvarez (Atletico Madrid), kiper Giorgi Mamardashvili (Valencia CF), Javi Puado (Espanyol), dan Sergi Darder (Real Mallorca).</p>
<p>Keputusan tersebut menjadi ilustrasi konsistensi Pedri, yang selama bulan April bermain dalam empat pertandingan liga dengan total waktu bermain 345 menit. Kontribusi sentral di lini tengah menjadi salah satu kunci keberhasilan Barcelona meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang: 1-0 atas Real Mallorca (23/4), 4-3 atas Celta Vigo (19/4), 1-0 atas Leganes (13/4), dan imbang 1-1 melawan Real Betis (6/4).</p>
<p>Musim ini, Pedri menjadi pemain Barcelona keempat yang mendapat penghargaan tersebut, setelah Raphinha (Agustus), Lamine Yamal (September), dan Lewandowski (Oktober).</p>
<p>Pelatih Mallorca, Jagoba Arrasate, mengakui kehebatan Pedri. “Sudah lama saya tidak melihat gelandang seperti dia. Pedri telah membawa Barcelona ke level permainan yang lebih tinggi,” ujarnya, seperti dikutip <em>Mundo Deportivo</em>.</p>
<p>Setarakah Pedri dengan Andres Iniesta, legenda yang dia gantikan?</p>
<p>Iniesta, “pendamping terbaik” bagi Lionel Messi dalam mempresentasikan <em>tiki-taka</em> Barcelona, menjadi pemain sangat penting bagi timnas Spanyol. Dia adalah pencetak gol tunggal La Furia Roja dalam final Piala Dunia 2010. Di Blaugrana, visi kuat dan tekniknya yang prima membentuk trio legendaris bersama Messi dan Xavi Hernandez.</p>
<p>Sebagai pewaris kehebatan Iniesta, Pedri adalah pemain dengan visi dan kemampuan mengatur permainan. Dia kreatif, ahli dalam memenangkan bola, menyalurkan umpan-umpan matang. Kemahirannya sebagai pengatur irama tim diakui oleh Gavi sebagai sesama talenta muda Spanyol.</p>
<p><strong>Kopa Throphy</strong><br />
Pada 2021, Pedri meraih Kopa Throhy, pengargaan untuk Pemain Muda Terbaik dalam acara Gala Ballon d’Or di Paris. Dia mengungguli sederet <em>wonderkid</em> pada saat itu, dari Jude Bellingham, Jamal Musiala, Mason Greenwood, Nuno Mendes, hingga Bukayo Saka.</p>
<p>Impian untuk meraih Ballon d’Or tentu bukan angan yang berlebihan, namun dia harus bersaing dengan rekan satu klubnya, Raphinha yang juga dijagokan bersama bintang Liverpool Mohamed Salah.</p>
<p>Toni Kroos, legenda Real Madrid yang musim lalu gantung sepatu memuji Pedri sebagai gelandang tengah terbaik dunia saat ini. Mantan gelandang elegan Jerman ini bahkan menilai Pedri lebih penting dari Trisula Lewandowski, Raphinha, dan Lamine Yamal.</p>
<p>Pemain yang meraih 22 trofi bersama Madrid itu menjelaskan, Trio Barca memang banyak menentukan hasil pertandingan, namun Pedri adalah pemain terbaik dunia di posisinya.</p>
<p>Dalam <em>siniar Einfach mal Luppen</em> yang dikutip <em>detik.com</em> 5 Mei 2025, Kroos menganalisis, secara umum Pedri adalah pemain yang akan dirindukan ketika dia absen, tidak peduli siapa pun lawannya. “Dia tidak mencetak gol atau <em>assist</em>. Dia menawarkan banyak solusi,” ujarnya.</p>
<p>Bagaimanapun, Pedri Gonzales menjadi simbol pemain yang tidak terkemas dalam “bla-bla-bla” publisitas media, tetapi dia memainkan peran nyata bagi Barcelona dan timnas Spanyol.</p>
<p>Dia sedikit berada dalam “sunyi”, namun betul-betul “memberi”&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/10/pedri-mutiara-barca-tanpa-bla-bla-bla">Pedri, Mutiara Barca Tanpa “Bla-bla-bla”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Brazil, Merana dalam Pesona</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/11/brazil-merana-dalam-pesona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2022 00:56:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Carlos Alberto Parreira]]></category>
		<category><![CDATA[Casemiro]]></category>
		<category><![CDATA[Claudio Coutinho]]></category>
		<category><![CDATA[Mario Zagallo]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar]]></category>
		<category><![CDATA[Paqueta]]></category>
		<category><![CDATA[Raphinha]]></category>
		<category><![CDATA[Richarlison]]></category>
		<category><![CDATA[Rodrygo]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tele Santana]]></category>
		<category><![CDATA[Vinicus Junior]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=299465</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS QATAR 2022, bagi Brazil adalah ekspresi rasa yang kontras. Baru saja mereka menari-nari riang merayakan kemenangan atas Korea Selatan di fase 16 besar. Selang tiga hari kemudian, ruang ganti pemain menjadi lembah air mata. Potret seperti ini mewarnai penampilan Selecao di sejumlah Piala Dunia, kecuali ketika berjaya pada 1958, 1962, 1970, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/11/brazil-merana-dalam-pesona">Brazil, Merana dalam Pesona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-299477 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1.jpeg" alt="" width="150" height="190" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1-118x150.jpeg 118w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />QATAR</strong> 2022, bagi Brazil adalah ekspresi rasa yang kontras. Baru saja mereka menari-nari riang merayakan kemenangan atas Korea Selatan di fase 16 besar. Selang tiga hari kemudian, ruang ganti pemain menjadi lembah air mata.</p>
<p>Potret seperti ini mewarnai penampilan Selecao di sejumlah Piala Dunia, kecuali ketika berjaya pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.</p>
<p>Dalam wajah budaya sepak bola, boleh jadi Pasukan Samba mewakili ingar bingar karnaval yang &#8212; rupanya &#8212; rentan petaka. Bukankah realitasnya, dalam wajah permainan sepak bola, Brazil adalah pesona yang tak jarang merana sedalam-dalamnya?</p>
<p>Apa yang kita simpulkan dari Brazil 1978, 1982, 1986, 1998, 2014, dan 2018? Dan, kini bahkan mereka seperti menggarami luka di tengah buncah kegempitaan yang semula dibayangkan tak tertahan, ruap keyakinan yang bagai tak tersentuh oleh kenyataan.</p>
<p>Brazil datang ke Qatar sebagai tim mewah racikan Abdenor Leonardo Bacchi alias Tite. Mereka sekumpulan pesepak bola pilihan yang tak sembarang negara memiliki; para penari yang dalam budaya karnaval sulit untuk tidak &#8220;<em>intrance</em>&#8221; dalam riuh rendah genderang Samba.</p>
<p>Para artis bola Brazil tak hanya mahir mengelola si kulit bundar dan mengombinasikannya dengan tradisi keindahan gerak, yang tak henti menyetiai filosofi jogo bonito. Mereka sigap bersikap, &#8220;Menang dengan cara tidak indah, apalah artinya?&#8221;.</p>
<p>Apakah hanya persoalan &#8220;musim&#8221; atau siklus yang membuat Brazil lagi-lagi diterpa &#8220;penderitaan sepak bola&#8221; dalam Piala Dunia kali ini?</p>
<p>Sungguh, kawan. Cobalah kaurasakan di ujung laga perempat final itu: betapa Neymar Junior dkk diselimuti nestapa di balik sukacita Kroasia.</p>
<p>Tak kaubayangkankah: mendominasi pertandingan, tetapi &#8220;kesaktian&#8221; Dominik Livakovic mereduksi semua bentuk ikhtiar eksekusi Richarlison dkk. Dia menjadi pementah semua rasa. Pori-pori kulitnya mengendus, mendeteksi semua arah tendangan Neymar, Casemiro, Paqueta, Richarlison, Raphinha, Vinicus Junior, Rodrygo, dan semua penari Brazil.</p>
<p><strong>Kebahagiaan Bersepak Bola</strong><br />
Tite sang arsitek adalah titik waktu bagi Selecao, yang seperti &#8220;berubah-ubah&#8221; aura dalam menyikapi filosofi. Dialah yang oleh Cesar Luis Menotti, empat tahun silam, sempat dipuji memberi keleluasaan bagi kembalinya ekspresi naluri kebahagiaan bersepak bola.</p>
<p>Dalam buku <em>Sepotong Mimpi dari Rusia</em> (2018) saya menulis, Menotti menyebut Tite menerapkan cara bertahan yang berbeda, dengan mengorganisasinya secara kolektif. Dengan memberi keleluasaan kepada para pemain untuk berekspresi, apakah itu berarti tutup buku bagi perdebatan tentang urgensi sepak bola indah jogo bonito?</p>
<p>Tim nasional Negeri Samba, terutama menjelang Piala Dunia, nyaris selalu diantar dengan perdebatan: bagaimana seharusnya Brazil bermain?</p>
<p>Harus berindah-indah karena itu mengalir sebagai kultur dan &#8220;ideologi&#8221;, atau memilih pragmatis demi pemenangan trofi?</p>
<p>Brazil punya sederet tokoh yang memihak jogo bonito: dari Mario Zagallo, Tele Santana, Claudio Coutinho, Carlos Alberto Parreira, lalu kini Tite.</p>
<p>Mereka berbeda filosofi dari Sebastiao Lazaroni, atau Carlos Dunga. Luis Felipe Scolari memilih moderat dengan akar pragmatis, dan nyatanya dia mampu mengantar Ronaldo Luis Nazario dkk juara pada 2002.</p>
<p>Scolari tegas menyatakan, jogo bonito telah mati. Namun nyatanya, dengan artis-artis Samba seperti Ronaldo, Ronaldinho, Rivaldo, Cafu, Kleberson, dan Kaka, Big Phil tak mampu &#8220;membunuh&#8221; sepak bola indah. Tim karyanya tetaplah elok, karena naluri &#8220;f<em>utebolarte</em>&#8221; yang bermakna pembebasan. Sepak bola, di negeri penghasil kopi terbesar di dunia itu, adalah jalan pembebasan dari ketertekanan sosial &#8211; politik &#8211; ekonomi.</p>
<p>Bagaimana mungkin mengikat para aktor sepak bola Samba yang dijiwai kultur jeitinho?</p>
<p>Jeitinho adalah budaya yang membentuk naluri orang Brazil dalam memperjuangkan survivalitas. Ketika menghadapi kondisi tak terduga, sulit, atau pelik, mereka dituntut kreatif, inovatif, imajinatif, dan fleksibel. Atau yang digambarkan oleh legenda Socrates, &#8220;Kami tidak pernah tahu apa yang akan kami lakukan 15 menit ke depan&#8230;&#8221;</p>
<p>Cara berpikir itukah yang melahirkan sejumlah genius dengan imajinasi petualangannya?</p>
<p>Tele Santana mengkreasi Tim Samba yang cantik &#8220;merak ati&#8221; pada 1982 dan 1986, walaupun tim itu gagal memuncaki Piala Dunia. Media banyak menyebut Santana sebagai &#8220;romantik terakhir dalam sepak bola nasional Brazil&#8221;.</p>
<p><strong>Tite, Kurang Apa?</strong><br />
Lalu, kurang apakah Tite? Tak cukupkah kemewahan yang dia dapatkan dengan pasukan yang sarat pemain &#8220;sakti&#8221; dan &#8220;seni&#8221;?</p>
<p>Faktanya, kesaktian Neymar dkk luruh di hadapan Dominik Livakovic, dan keindahan Brazil terhenti di 8 besar, persis tragedi 1986 yang juga kalah dalam drama penalti.</p>
<p>Adu penalti membuat Selecao merana dalam magnet pesona, justru pada saat orang-orang masih meyakini Brazil sebagai pusat segalanya dalam sepak bola.</p>
<p>Kali ini, Pasukan Samba harus mengemas mimpi menjadi juara kali keenam. Bagaimanapun, ada catatan yang mereka tinggalkan. Semuram apa pun, sepedih apa pun&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/11/brazil-merana-dalam-pesona">Brazil, Merana dalam Pesona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>