<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Piala AFF 2020 Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/piala-aff-2020/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Dec 2021 01:30:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Piala AFF 2020 Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Suasana Riuh Rendah Nobar Timnas Indonesia di Rooftop Gedung Parkir USM</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/30/suasana-riuh-rendah-nobar-timnas-indonesia-di-rooftop-gedung-parkir-usm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2021 01:30:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Piala AFF 2020]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=221606</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Jajaran civitas akademika Universitas Semarang (USM), menggelar acara nonton bareng (nobar) babak final Piala AFF 2020 leg I, antara Timnas Indonesia kontra Thailand, di Resto Arah Awan, Rabu (29/12/2021). Acara nobar di resto yang berlokasi di rooftop gedung parkir USM itu, menjadi ingar bingar, ketika ada peluang gol bagi Timnas. Nobar itu sendiri [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/30/suasana-riuh-rendah-nobar-timnas-indonesia-di-rooftop-gedung-parkir-usm">Suasana Riuh Rendah Nobar Timnas Indonesia di Rooftop Gedung Parkir USM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Jajaran civitas akademika Universitas Semarang (USM), menggelar acara nonton bareng (nobar) babak final Piala AFF 2020 leg I, antara Timnas Indonesia kontra Thailand, di Resto Arah Awan, Rabu (29/12/2021).</p>
<p>Acara nobar di resto yang berlokasi di rooftop gedung parkir USM itu, menjadi ingar bingar, ketika ada peluang gol bagi Timnas. Nobar itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu di ruang indoor dan outdoor, khusus pengunjung resto,</p>
<p>Terlihat hadir menyemarakkan nobar, Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD, anggota pembina yayasan Ir Soeharsojo IPU, Rektor USM Dr Supari ST MT beserta jajaran dosen, pelatih PS USM M Dhofir, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, Sekretaris PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, dan Ketua SMSI Jateng Agus Toto Widiatmoko.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/12/30/thailand-tak-akan-biarkan-indonesia-balikkan-keadaan-pada-leg-kedua/">Thailand Tak Akan Biarkan Indonesia Balikkan Keadaan pada Leg Kedua</a></strong></p>
<p>Riuhnya nobar sepertinya menjadi keasyikan tersendiri bagi pengunjung yang hadir. Mereka beberapa kali melontarkan kata-kata pujian, bahkan terkadang ungkapan kekecewaan. Hingga berakhirnya 90 menit laga, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan tim Gajah Putih dengan skor 0-4.</p>
<p>Atas hasil itu, Prof Sudharto yang juga seorang pakar lingkungan, terlihat kecewa. Dia seolah tak percaya, Timnas bisa kalah telak.</p>
<p>&#8221;Ini kok sepertinya tidak mencerminkan partai final. Timnas tak memberikan perlawanan yang keras kepada Thailand, beda saat menghadapi tuan rumah Singapura. Mestinya kalau kalah skornya 1-2 atau 2-3,&#8221; ujar Prof Dharto, yang pada 1980-an dikenal sebagai kolumnis sepak bola.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/12/30/pelatih-thailand-pergantian-kiper-bukan-sikap-tak-hormati-indonesia/">Pelatih Thailand: Pergantian Kiper Bukan Sikap Tak Hormati Indonesia</a></strong></p>
<p>Meskipun demikian, mantan Rektor Undip itu mengakui, pasukan Shin Tae-Yong tetap memiliki fighting spirit menghadapi Thailand. Sudharto pun tak menampik, tim lawan memang lebih unggul dalam segalanya.</p>
<p>&#8221;Yang bisa dilakukan Timnas saya kira harus belajar dari leg I ini. Indonesia harus menyusun strategi, agar tampil lebih baik lagi di final leg II. Semangat tak boleh kendur meskipun saat ini kalah 0-4,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sedangkan Rektor USM, Supari, meskipun terlihat sedih, berusaha memahami dan memaklumi kualitas permainan Timnas Indonesia. Menurutnya, Tim Garuda memang kalah kelas, karena dari penguasaan bola saja tim lawan unggul jauh.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/12/30/menpora-minta-timnas-tak-patah-semangat-di-leg-kedua-piala-aff-2020/">Menpora Minta Timnas Tak Patah Semangat di Leg Kedua Piala AFF 2020</a></strong></p>
<p>&#8221;Dari ball possession, kita memang masih di bawah Thailand. Permainan tiki-taka yang diperagakan Thailand begitu cepat dan akurat, sehingga merepotkan pemain kita,&#8221; ungkap dia.</p>
<p>Terkait permainan Alfeandra Dewangga, mahasiswa USM yang tampil sebagai bek Timnas Merah Putih, Supari mengaku sudah bermain all out. Beberapa kali mahasiswa Fakultas Hukum itu membantu tim dengan sapuan-sapuan bola guna melindungi pertahanan.</p>
<p>&#8221;Dewa sudah main bagus. Dia beberapa kali melakukan penyelamatan di area pertahanan. Tapi dia kan bagian dari tim,&#8221; imbuhnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/12/30/pelatih-thailand-klaim-berhasil-patahkan-taktik-indonesia/">Pelatih Thailand Klaim Berhasil Patahkan Taktik Indonesia</a></strong></p>
<p>Sementara itu pelatih PS USM, M Dhofir menilai, faktor mental menghantui para pemain, sehingga tak bisa tampil lepas dan selalu dalam tekanan.</p>
<p>&#8221;Catatan Timnas yang tak pernah menang melawan Thailand di final Piala AFF, masih membayang-bayangi pemain kita. Sehingga saat menghadapi Thailand serasa kalah duluan. Jadinya ya seperti yang kita saksikan bersama. Selain teknik, materi pemain, faktor mental kita harus akui Thailand lebih dahsyat,&#8221; pungkas mantan pelatih PSIS (Semarang) itu.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/30/suasana-riuh-rendah-nobar-timnas-indonesia-di-rooftop-gedung-parkir-usm">Suasana Riuh Rendah Nobar Timnas Indonesia di Rooftop Gedung Parkir USM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masih Ada Harapan di Satu Laga Tersisa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/29/masih-ada-harapan-di-satu-laga-tersisa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2021 15:29:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Piala AFF 2020]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=221525</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Timnas Indonesia seolah tak berdaya tampil dihadapan para pemain Thailand, di babak final Piala AFF 2020 leg I, yang dimainkan di National Singapore Stadium, Rabu (29/12/2021). Bermain selama 90 menit, tak ada satu pun gol yang mampu dilesakkan ke gawang tim Gajah Putih. Sebaliknya, gawang Timnas yang dijaga Nadeo Argawinata, jebol sebanyak empat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/29/masih-ada-harapan-di-satu-laga-tersisa">Masih Ada Harapan di Satu Laga Tersisa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)-</strong> Timnas Indonesia seolah tak berdaya tampil dihadapan para pemain Thailand, di babak final Piala AFF 2020 leg I, yang dimainkan di National Singapore Stadium, Rabu (29/12/2021).</p>
<p>Bermain selama 90 menit, tak ada satu pun gol yang mampu dilesakkan ke gawang tim Gajah Putih. Sebaliknya, gawang Timnas yang dijaga Nadeo Argawinata, jebol sebanyak empat kali. Empat gol Thailand masing-masing dihasilkan Chanathip Songkrasin menit 2 dan 52, Suphachok Sarachat (67), dan Bordin Phala (83).</p>
<p>Kesebelasan Thailand yang dilatih Alexandre Polking, sebelumnya memang mengincar gelar Piala AFF untuk yang keenam kalinya. Dan hal itu dibuktikannya dengan gol cepat di awal laga.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/12/29/terjadi-peningkatan-konsumsi-bbm-elpiji-dan-avtur-pada-hari-raya-natal-2021/">Terjadi Peningkatan Konsumsi BBM, Elpiji, dan Avtur Pada Hari Raya Natal 2021</a></strong></p>
<p>Kombinasi umpan-umpan pendek cepat yang diperagakan Terasil Dangda dkk, tak mampu dihadang barisan pertahanan Indonesia. Gelombang serangan yang datang terus menerus membuat anak-anak asuh Shin Tae-yong seakan tak bisa bernafas.</p>
<p>Serangan sporadis yang dibangun Asnawi Mangkualam dkk mulai dari lini belakang, seolah tiada hasil. Meski sempat pula Alfeandra Dewangga mengancam gawang lawan, namun peluang itu terbuang.</p>
<p>Di sisa waktu yang ada, Indonesia bermain separuh lapangan. Semua lini dikuasi tim lawan. Masuknya Egy Maulana Vikri, Evan Dimas maupun Elkan Baggott, tak mampu mengangkat tim untuk bangkit dan mencetak gol. Hingga wasit asal Arab Saudi meniup peluit akhir, skor 4-0 untuk kemenangan Thailand mengakhir laga.</p>
<p>Seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya, laga leg II baru akan dimainkan Sabtu (1/1/2022) mendatang, di tempat yang sama.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/29/masih-ada-harapan-di-satu-laga-tersisa">Masih Ada Harapan di Satu Laga Tersisa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laga-laga Sepak Bola yang Paling Menguras Rasa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/26/laga-laga-sepak-bola-yang-paling-menguras-rasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2021 05:10:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Piala AFF 2020]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=220662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS PASTILAH Anda merasakan, betapa ketegangan adalah bagian dari penghayatan dalam menikmati pertandingan sepak bola. Maka cobalah simak, bukankah laga yang &#8220;memproses&#8221; kepastian Indonesia meraih tiket final Piala AFF 2020 berlangsung penuh drama? Skor 4-2 (2-2, perpanjangan waktu) adalah realitas akhir dari rentetan perjuangan Asnawi Mangkualam dkk, dari unggul 1-0, disamakan 1-1, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/26/laga-laga-sepak-bola-yang-paling-menguras-rasa">Laga-laga Sepak Bola yang Paling Menguras Rasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-220677 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/12/amir-lagi.jpg" alt="" width="150" height="200" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/12/amir-lagi.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/12/amir-lagi-113x150.jpg 113w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />PASTILAH</strong> Anda merasakan, betapa ketegangan adalah bagian dari penghayatan dalam menikmati pertandingan sepak bola.</p>
<p>Maka cobalah simak, bukankah laga yang &#8220;memproses&#8221; kepastian Indonesia meraih tiket final Piala AFF 2020 berlangsung penuh drama? Skor 4-2 (2-2, perpanjangan waktu) adalah realitas akhir dari rentetan perjuangan Asnawi Mangkualam dkk, dari unggul 1-0, disamakan 1-1, berbalik tertinggal 1-2, menyamakan skor 2-2, dan&#8230; menutup laga dengan 4-2!</p>
<p>Anak-anak Garuda meraih final keenam Piala AFF, setelah lima final 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016, yang semuanya belum menghasilkan trofi juara.</p>
<p>Drama demi drama bukan hanya tersaji dari empat gol Indonesia dan dua gol Singapura. Pun ada momen tiga kartu merah untuk tiga pemain Singapura, atau keputusan-keputusan wasit Qasim Matar Ali Al-Hatimi dari Oman yang dipertanyakan. Kita simak pula provokasi &#8220;liar&#8221; Asnawi kepada eksekutor gagal Singapura Faris Ramli, lalu penyelamatan-penyelamatan heroik kiper Tim Singa Hassan Sunny.</p>
<p>Dan, bagi Indonesia, tentu drama yang sangat menguras rasa, namun meledakkan kebahagiaan adalah ketika Nadeo Argawinata mampu mementahkan eksekusi penalti lawan, setelah sebelumnya dia gagal membendung luncuran free kick kelas dunia Shahdan Sulaiman.</p>
<p>Ketika Rabu 29 Desember nanti anak-anak Garuda bertarung di partai puncak Piala AFF, saya yakin Anda mencatat perjuangan mereka di semifinal akhir pekan kemarin sebagai laga yang sangat menguras rasa.</p>
<p>Semifinal lewat perpanjangan waktu itu menyuguhkan ketegangan demi ketegangan, momen demi momen yang meremas perasaan, cekaman kekhawatiran, diseling letup-letup kegembiraan. Namun dalam catatan perjalanan &#8220;keterlibatan&#8221; saya sebagai penikmat sepak bola, termasuk sebagai wartawan sejak 1983 hingga sekarang, laga semifinal di Stadion Nasional Singapura itu bukan yang paling menegangkan.</p>
<p><strong>Pengalaman Batin</strong><br />
Boleh jadi, &#8220;pengalaman batin&#8221; Anda berbeda dari saya. Setiap orang bisa tidak sama dalam menghayati kesan terhadap sebuah pertandingan, dalam &#8220;keberpihakan&#8221; dan &#8220;sikap rasa&#8221;.</p>
<p>Semasa SMA, saya menikmati (dengan penuh ketegangan) pertemuan Indonesia dengan Malaysia di Pra-Piala Dunia 1977 &#8212; Junaidi Abdillah dkk versus Santokh Singh cs &#8212; yang berakhir 0-0, lalu semifinal SEA Games 1977 yang berakhir ricuh dengan pemogokan Iswadi Idris dkk, karena kepemimpinan buruk wasit Othman Omar.</p>
<p>Saya juga menyaksikan langsung dan mengenang performa Tim Merah Putih, ketika mengalahkan Thailand dalam final SEA Games Manila 1991. Itulah medali emas terakhir sepak bola kita dari arena SEA Games setelah 1987. Pasukan Anatoly Polosin memenangi adu penalti yang menguras urat saraf, setelah proses serupa juga dilalui di semifinal melawan Singapura.</p>
<p>Kemenangan 2-1 Ponaryo Astaman dkk atas Qatar di babak grup Piala Asia 2004 di Beijing, juga mengetengahkan laga yang menegangkan. Selanjutnya, pada 2018 penampilan Stefano Lilipally dkk asuhan Luis Milla di Asian Games Jakarta, saya rasakan sangat fenomenal. Walaupun kalah dari Uni Emirat Arab, namun permainan posesif ala tiki-taka Barcelona yang diusung coach Milla memberi kesan tak terlupakan.</p>
<p>Semifinal leg kedua Piala AFF 2004 di Stadion Bukit Jalil, dalam catatan saya, merupakan salah satu penampilan terbaik timnas. Pertandingan itu sangat menguras ketegangan. Charis Yulianto cs menang 4-1 atas Malaysia, setelah sempat tertinggal 0-1. Bagai deja vu, kesan yang sama terasa ketika menyaksikan Evan Dimas dkk mengalahkan Harimau Malaya di babak grup Piala AFF 2020 ini. Skornya pun persis sama.</p>
<p><strong>&#8220;Berpihak&#8221; ke Messi</strong><br />
Pertandingan-pertandingan yang &#8220;menyedot sukma&#8221; tak hanya saya rasakan terkait dengan timnas kita.</p>
<p>Dalam referensi perasaan, duel kelas dunia yang membuat &#8220;jantungan&#8221; adalah ketika Lionel Messi memastikan meraih gelar mayor bersama timnas Argentina. Tim Tango menundukkan tuan rumah Brazil 1-0, dalam final Copa America di Stadion Maracana, 11 Juli 2021. Secara khusus saya menulis artikel &#8220;Hari Pembebasan Lionel Messi&#8221; menyambut momen tersebut. Sejarah terukir, karena Messi dicap bakal sulit meraih trofi untuk negerinya.</p>
<p>Pecah tangis La Pulga saat wasit meniup peluit akhir menjadi &#8220;pembebasan&#8221; pula bagi saya. Sebagai wartawan, saya tidak bisa lepas dari perasaan sebagai &#8220;manusia&#8221; yang menjadi pengagum seorang pemain bintang. Messi berhak meraih pelengkap dari karier cemerlangnya bersama Barcelona, dalam rentang 20 tahun.</p>
<p>Empat puluh tiga tahun sebelumnya, duel Argentina vs Belanda dalam final Piala Dunia 1978 di Buenos Aires, masuk dalam catatan atmosfer laga menegangkan bagi saya. Walaupun hati &#8220;berpihak&#8221; kepada Belanda, namun saya mengidolai Osvaldo Ardilles, gelandang kreatif Argentina.</p>
<p>Italia vs Brazil di perempatfinal Piala Dunia 1982, menjadi laga elite berikut yang menyedot perasaan. Saya mengagumi skill Zico dan &#8220;tim jogo bonito&#8221; Tele Santana, tetapi penampilan Paolo Rossi yang selalu &#8220;tepat tempat dan waktu&#8221; sungguh sedap tersuguhkan.</p>
<p>Dari Piala Dunia Meksiko 1986, penampilan &#8220;Singa Atlas&#8221; Maroko yang impresif membuat saya mengidolai kiper Badou E-Zakki. Pertemuan dengan Jerman Barat di perdelapanfinal, menjadi laga favorit saya. Maroko hanya takluk oleh gol Lothar Mattaeus di menit-menit menentukan.</p>
<p>Dan, yang paling saya kenang dari arena puncak sepak bola itu adalah ketika Kamerun menyulitkan Inggris di perempatfinal Piala Dunia 1990. Roger Milla cs nyaris melangkah ke semifinal, namun ketajaman Gary Lineker menghentikan impresivitas &#8220;Singa-Singa Perkasa&#8221;.</p>
<p>Ketegangan dari laga itu, menurut saya, setara dengan kemenangan Korea Selatan atas Italia di perdelapanfinal Piala Dunia 2002. Tandukan Ahn Jung-hwan merobek gawang Gianluigi Buffon!</p>
<p>Selebihnya, dari berbagai momen liga-liga Eropa, Liga Champions, Euro, dan Piala Dunia, sejumlah pertandingan tercatat menguras rasa. Sebagai penggemar Manchester United, final Liga Champions 1999 melawan Bayern Muenchen dengan dua gol pembalikan dalam injury time, adalah momen yang sangat menegangkan.</p>
<p>Saya mengidolai permainan indah Barcelona. Lalu bagaimana ketika klub Catalan itu bertemu dengan MU? Dalam final Liga Champions 2009 dan 2011 yang dua-duanya dimenangi oleh Barca, tak bisa dipungkiri: fokus hati saya terbelah.</p>
<p><strong>&#8220;Menyeret&#8221; Perasaan</strong><br />
Bagaimanapun, cekaman ketegangan adalah salah satu sumber keindahan sepak bola.</p>
<p>Sepak bola menuangkan ruap-ruap rasa sebagai bagian dari elemen magnitude-nya sportivitas, aturan main, dan kepatuhan kepada &#8220;norma&#8221; adalah sikap sejati dunia olahraga. Namun di balik semua itu, &#8220;drama&#8221; dan &#8220;kisah-kisah penyerta&#8221; adalah warna.</p>
<p>Dan, sejatinya, inilah refleksi budaya pop, ketika media mengolah elemen-elemen ketegangan untuk memperindah sepak bola. Dan sebaliknya keindahan disajikan untuk makin memperkuat cekaman rasa dalam setiap laga.</p>
<p>Dari wilayah personal penikmat dan wartawan, tentu kita bisa mereferensikan sederet penampilan Timnas Garuda yang &#8220;menyeret&#8221; perasaan, idolatrika pemain yang menumbuhkan keberpihakan hati, juga keterikatan hati untuk &#8220;fanatik&#8221; terhadap sebuah klub. &#8220;Keterlibatan hati&#8221; tak terelakkan menjadi elemen rasa dalam menyikapi sebuah pertandingan.</p>
<p>Dedup jantung, ungkapan amarah, dan letupan bahagia mengaduk-aduk jiwa, meluapkan sejuta rasa&#8230;</p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, wartawan dan kolumnis sepak bola, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/26/laga-laga-sepak-bola-yang-paling-menguras-rasa">Laga-laga Sepak Bola yang Paling Menguras Rasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>