<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Manchester United Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/manchester-united/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Mar 2026 02:54:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Manchester United Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>“Air Sesko”, Pelari Cepat Setan Merah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/14/air-sesko-pelari-cepat-setan-merah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 10:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Eksekusi]]></category>
		<category><![CDATA[Kecepatan]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Sir Alex Ferguson]]></category>
		<category><![CDATA[Sirkulasi Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Sprint]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=549190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // telah lama keindahan itu menguap/ permainan unjuk kecepatan/ serangan cepat yang memorakprandakan/ dia kembali menghadirkan/ romantisme yang menjadi kekuatan// (Sajak “Benjamin Sesko”, 2026) ADA masa-masa, di bawah Sir Alex Ferguson, Manchester United memadukan dua elemen kekuatan sebagai kunci permainan. Pertama, sirkulasi bola yang bergulir cepat dari posisi ke posisi. Kedua, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/14/air-sesko-pelari-cepat-setan-merah">“Air Sesko”, Pelari Cepat Setan Merah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-549194 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-1.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-1.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-1-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// telah lama keindahan itu menguap/ permainan unjuk kecepatan/ serangan cepat yang memorakprandakan/ dia kembali menghadirkan/ romantisme yang menjadi kekuatan//</em><br />
<strong>(Sajak “Benjamin Sesko”, 2026)</strong></p>
<p><strong>ADA</strong> masa-masa, di bawah Sir Alex Ferguson, Manchester United memadukan dua elemen kekuatan sebagai kunci permainan. Pertama, sirkulasi bola yang bergulir cepat dari posisi ke posisi. Kedua, serangan balik mematikan lewat sejumlah pemain dengan kecepatan yang betul-betul membuat jeri lawan.</p>
<p>Anda tentu masih mengenang bagaimana aliran sirkulasi bola MU, yang sering terselesaikan dengan “pola baku” pada era tertentu: umpan silang akurat David Beckham, yang bagai punya mata mencari posisi tepat Andy Cole atau Dwight Yorke untuk mengeksekusi bola ke gawang lawan.</p>
<p>Pun, Anda tentu ingat bagaimana pada dasawarsa 1990-an Ryan Giggs, Andrey Kanchelskis, Paul Parker, Denis Irwin, Karel Poborsky, Patrice Evra, atau Antonio Valencia menjadi tontonan mengasyikkan: menyisir sayap mengandalkan kecepatan. Lawan tercecer saat beradu lari, terutama dalam menutup sektor sayap. Banyak gol MU yang dihasilkan dari proses adu sprint ini.</p>
<p>Pada masa sejumlah pelatih pasca-Ferguson, kelebihan MU dalam hal kecepatan serangan balik ini tak lagi terlihat sebagai senjata mematikan. Dan, kini “senjata” itu kembali muncul di bawah kepemimpinan manajer interim Michael Carrick.</p>
<p>Setidak-tidaknya, Carrick punya empat pelari cepat: Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Amat Diallo.</p>
<p><strong>Kecepatan Sesko</strong><br />
Gol kemenangan MU atas Everton di Stadion Hill Dickinson, 24 Februari lalu menyisakan banyak cerita tentang kecepatan lari Benjamin Sesko dalam rangkaian serangan balik cepat. Hanya melibatkan delapan sentuhan, kemudian diselesaikan Sesko secara akurat lewat gerakan cepat yang tidak bisa diadang oleh para bek Everton.</p>
<p>Diawali dari bola silang Everton yang dihalau oleh Harry Maguire, bola kemudian diumpan Sesko kepada Luke Shaw, yang lalu mengirim ke Matheus Cunha. Pemain asal Brazil itu meneruskan bola kepada Bryan Mbeumo dengan umpan panjang, yang kemudian memberikan kepada Sesko. Dengan kecepatan penuh Sesko mengejar bola untuk mengeksekusinya ke gawang Everton.</p>
<p>David Moyes, Manajer Everton mengakui bahaya serangan balik MU, karena memiliki pemain-pemain yang sangat cepat. Dia mengakui, pertahanan timnya tidak cukup terorganisasi saat kehilangan bola. Dia tahu serangan balik MU akan terjadi.</p>
<p>Benjamin Sesko kini membukukan enam gol dari 21 pertandingan liga, dan delapan gol di semua ajang. Penyerang asal RB Leipzig ini, pada 2023-2025 mengemas total 39 gol di Bundesliga. Bersama tim nasional Slovenia, dia mencetak 16 gol dari 45 laga.</p>
<p>Pemain kelahiran 31 Mei 2003 yang berpostur tinggi 195 cm ini dianugerahi kecepatan, kekuatan, dan kelincahan. Dia banyak disebut mirip penyerang Manchester City, Erling Haaland. Sesko direkrut oleh MU sejak Agustus 2025 dengan kontrak lima tahun.</p>
<p>Dia memulai karier profesional di Red Bull Salzburg, lalu pindah ke RB Leipzig, dan kemudian MU. Dia dijuluki “Air Sesko” karena kemampuan atletiknya yang tinggi dan kecepatan lari 35,3 km per jam.</p>
<p>Pengidola Zlatan Ibrahimovic, Robin van Persie, dan Wayne Rooney ini, mulanya sempat lambat beradatasi dalam orkestrasi serangan Setan Merah. Dia juga dinilai belum “nyetel” dengan atmosfer Liga Primer. Transisi kepelatihan dari Ruben Amorim ke Michael Carrick memberi ruang pembuktian kualitas. Bahwa dia lebih banyak bermain dari bangku cadangan, itu menunjukkan pelatih masih meragukannya. Dia membuktikan menjadi “super-sub” karena terbukti memberi warna sebagai penentu. Adaptasinya bergerak cepat dengan memperlihatkan mentalitas yang kuat.</p>
<p>Pandit yang juga mantan bek Setan Merah, Wes Brown, yakin, Sesko dalam usia 20 bakal menjadi tumpuan lini depan dalam jangka panjang. Brown melihat Sesko mulai memahami permainan dan Premier League, sehingga konfidensinya pun mulai muncul. Dalam lima atau enam pertandingan terakhir dia telah menunjukkannya. Ketika diberi kesempatan melawan Crystal Palace tempo hari, dia berhasil menuntaskan satu atau dua peluang yang didapatnya menjadi gol.</p>
<p>Setelah era Wayne Rooney dan Robin van Persie, MU belum punya striker yang betul-betul “seram” dan diandalkan, dari Zlatan Ibrahimovic yang hanya semusim, Romelu Lukaku, Anthony Martial, Marcus Rashford, Rasmus Hojlund, hingga Joshua Zirkzee.</p>
<p>Rashford sebenarnya impresif di beberapa musim, akan tetapi tidak konsisten, yang membuatnya tersisih dari tim setelah 10 musim di skuad utama.</p>
<p>Bagi mantan kapten MU Gary Neville, Benjamin Sesko kini mulai terlihat sebagai sosok yang menentukan. “Kepercayaan diri, gol-golnya itu. Penyelesaiannya lawan Fulham, Everton, West Ham, dan Palace itu empat gol yang brilian. Itu semua berbeda-beda,” ujarnya, seperti dikutip <em>Sky Sports</em>. (<em>detik.com</em>, 2 Maret 2026).</p>
<p>Sesko dinilai sebagai sosok yang mengubah permainan. Tentulah MU tak bisa punya penyerang tengah yang gagal lagi. Lihatlah bagaimana dia berkolaborasi dengan Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Bruno Fernandes. Kecepatannya bisa dimanfaatkan secara fungsional sebagai senjata mematikan. Cunha dan Fernandes makin paham bagaimana mengelaborasi kelebihan Sesko untuk menciptakan manuver yang menyulitkan pertahanan lawan.</p>
<p>Kecepatan Sesko, akhirnya menjadi salah satu senjata penting bagi Setan Merah. Fans MU seperti diajak mengkilas balik sejarah tentang keistimewaan sejumlah “pelari MU” legendaris yang ditakuti lawan.</p>
<p>Dengan kelebihan itu, jika dikembangkan dengan tepat, dia bakal makin dirasakan sebagai elemen eksepsional MU&#8230;</p>
<p><strong>&#8212;</strong> <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/14/air-sesko-pelari-cepat-setan-merah">“Air Sesko”, Pelari Cepat Setan Merah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nyala Sepak Bola dalam Drama Manusia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/07/nyala-sepak-bola-dalam-drama-manusia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Gabriel Magalhaes]]></category>
		<category><![CDATA[Harry Maguire]]></category>
		<category><![CDATA[Jabat Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[penolakan]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=543328</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // &#8230; bukankah sepak bola/ adalah kehidupan/ tak sekadar bagian dari hidup/ bahkan dia adalah kehidupan itu sendiri// (Sajak “Drama Sepak Bola”, 2026) KETIKA bola yang ditanduk Anatoly Trubin mengoyak jala gawang Thibaut Courtois, Stadion Da Luz di Lisbon pun bagai menyala, gegap gempita menyambut keunggulan 4-2 Benfica atas tamunya, Real [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/07/nyala-sepak-bola-dalam-drama-manusia">Nyala Sepak Bola dalam Drama Manusia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-543330 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// &#8230; bukankah sepak bola/ adalah kehidupan/ tak sekadar bagian dari hidup/ bahkan dia adalah kehidupan itu sendiri//</em><br />
<strong>(Sajak “Drama Sepak Bola”, 2026)</strong></p>
<p><strong>KETIKA</strong> bola yang ditanduk Anatoly Trubin mengoyak jala gawang Thibaut Courtois, Stadion Da Luz di Lisbon pun bagai menyala, gegap gempita menyambut keunggulan 4-2 Benfica atas tamunya, Real Madrid dalam partai menentukan Liga Champions.</p>
<p>Sungguh di luar perkiraan. Inilah drama tak terlupakan 29 Januari lalu. Kiper asal Ukraina itu mengikuti instruksi pelatih Jose Mourinho untuk naik membantu serangan pada detik-detik akhir pertarungan. Dengan memanfaatkan badan yang menjulang, 1,99 meter, lompatannya menyambut tendangan bebas Fredrik Aursnes memberi hasil maksimal.</p>
<p>Benfica lolos ke <em>play off,</em> sekaligus memaksa Madrid melewati proses yang sama, tidak bisa melaju langsung. Sepak bola dunia menilai momen di Estadio Da Luz itu sebagai buah kejelian taktik Mourinho, lalu memuji <em>timing</em> Trubin dalam drama luar biasa di pengujung laga.</p>
<p>Sebelumnya, pada 21 Januari, drama berbeda “dipentaskan” oleh Kylian Mbappe dan kawan-kawan di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah. Dengan gestur membangkang, dia melarang rekan-rekannya untuk mengikuti perintah pelatih Xabi Alonso memberi penghormatan kepada Barcelona yang baru saja memenangi El Clasico final Piala Super Spanyol. Mbappe memprovokasi teman-temannya masuk ke ruang ganti.</p>
<p>Ada hubungannya atau tidak, tak lama kemudian Alonso diberhentikan oleh manajemen Madrid ketika kontraknya masih tersisa dua tahun. Terjadi dishamoni di ruang ganti antara Alonso dengan sejumlah pemain.</p>
<p>Drama berikutnya terpanggungkan di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat. Senegal membutuhkan sikap dan bujukan bintangnya, Sadio Mane untuk membatalkan pemogokan dalam final sarat emosi melawan tuan rumah Maroko. Para pemain Singa Teranga marah, merasa diperlakukan tidak adil oleh wasit yang memberi penalti karena sebuah kemelut di depan gawang mereka. Pelatih Pape Thiaw menginstruksikan pemainnya untuk meninggalkan lapangan. Sekitar 15 menit pertandingan terhenti.</p>
<p>Drama pun terjadi. Pama pemain Senegal kembali ke lapangan, tetap bermain berkat persuasi Sadio Mane. Penalti “Panenka” Brahim Diaz gagal, dan final pun harus diakhiri dengan perpanjangan waktu. Senegal akhirnya menang 1-0.</p>
<p>Masih banyak drama lain. Yang patut pula dicatat adalah penolakan pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes menerima uluran jabat tangan Harry Maguire seusai laga Liga Primer yang dimenangi Manchester United 3-2 di Stadion Emirates. Entah apa pemicunya, rekaman video yang viral memperlihatkan gestur emosional Gabriel, dan wajah Maguire yang kebingungan. Adegan tersebut belakangan memicu reaksi netizen yang mengecam Gabriel.</p>
<p><strong>Kemasan Mediatika</strong><br />
Aneka drama dalam sepak bola muncul dan viral tak lepas dari sentuhan sajian media. Terjadi pembentukan realitas pada momen apa pun yang berdaya tarik, dengan narasi, gambar, fokus, dan kecenderungan arah pemberitaan dari sudut pandang medianya. Dalam hal demikian, media <em>mainstream</em> dan media sosial punya andil dan peran yang tak berbeda.</p>
<p>Tanpa campur tangan <em>framing</em> media, boleh jadi kejadian apa pun yang muncul dari lapangan bola atau sudut-sudut stadion akan berlalu sebagai hal yang rutin dan tidak penting. Daya tarik akan tergantung pada cara pengemasan dan sudut pandangnya. Maka lahirlah “realitas-realitas” drama dari berbagai sisi pertandingan sepak bola.</p>
<p>Kita bisa memberi bobot perhatian kepada momen gol Trubin ke gawang Real Madrid sebagai sesuatu yang “tidak biasa” dan istimewa, karena dia adalah seorang kiper. Ada beberapa kiper dengan reputasi sebagai pencetak gol, namun Trubin muncul mendunia pada saat krisis: ketika tim sekelas Madrid masih mempertaruhkan nasib dalam perburuan kelolosan di Liga Champions. Maka apa yang dilakukan punya makna eksepsional: gol di pengujung pertandingan dengan proses yang penuh kalkulasi, mungkin pula spekulasi.</p>
<p>Peristiwa Kylian Mbappe yang membangkang perintah pelatih dalam penyerahan trofi untuk pemenang Piala Super Spanyol menorehkan drama manusia dalam konflik ego yang terekspresi sebagai pilihan sikap. Di dalamnya termaktub luapan kekecewaan, kemarahan, dan kebencian karena pemenang final tersebut adalah sang lawan klasik, Barcelona. Drama di Jeddah itu juga melukiskan dinamika perselisihan manusia dari sisi hati dan rasa yang seharusnya berada dalam satu sistem manajemen. Semua bermuara pada satu kata: ketidakcocokan.</p>
<p>Semua yang tersaji sebagai bagian yang menyelip dalam kegembitaan sepak bola adalah realitas bahwa olahraga ini benar-benar seperti kehidupan dan pertaruhannya. Ada perjuangan, kenyataan, impian, keterpurukan, kebanggaan, kebahagiaan, kepedihan, sorak sorai, dan kesenyapan.</p>
<p>Rasa dan hati manusia terungkap dalam lipatan bab demi bab tentang sepak bola, dan bukankah itu adalah dinamika kehidupan? Insiden Senegal di final Piala Afrika, momen ketidakrespekan antara Gabriel Magalhaes dan Harry Maguire juga ada di wilayah itu. Mungkin pula momen-momen dramatik lainnya, yang makin menegaskan betapa sepak bola adalah refleksi dari kehidupan manusia itu sendiri.</p>
<p>Media membutuhkan sepak bola sebagai bagian dari keniscayaan menampilkan “faktor pembeda”. Sepak bola, sebaliknya, membutuhkan media sebagai kanvas yang akan menjadi medium penilaian tentang merah-hijau kehidupan, hitam-putih persoalan.</p>
<p>Sepanjang bola masih bergulir, dan stadion-stadion bertabur semarak sorak-sorai pemuja olahraga ini, drama manusia dan kehidupan pun akan terus bergerak. Bukankah ini adalah dinamika? Bukankah ini adalah juga magnetnya?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> &#8212;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/07/nyala-sepak-bola-dalam-drama-manusia">Nyala Sepak Bola dalam Drama Manusia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MU Masih Terus Berspekulasi, “Diakah Orangnya?”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/24/mu-masih-terus-berspekulasi-diakah-orangnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 10:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Impresif]]></category>
		<category><![CDATA[Klasemen Sementara]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Narasi]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Olf Trafford]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=540980</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pencarian bergulir tanpa batas/ satu per satu angkat tangan/ satu per satu pula angkat kaki/ dan, setiap tiba orang baru/ pertanyaan pun mengapung/ dalam harapan yang terhubung/ : diakah orangnya?// (Sajak “Manchester United”, 2026) MICHAEL Carrick, diakah orangnya? Narasi yang mempertanyakan “apakah dia orang yang cocok“, pastinya muncul setelah Manchester [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/24/mu-masih-terus-berspekulasi-diakah-orangnya">MU Masih Terus Berspekulasi, “Diakah Orangnya?”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-540982 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pencarian bergulir tanpa batas/ satu per satu angkat tangan/ satu per satu pula angkat kaki/ dan, setiap tiba orang baru/ pertanyaan pun mengapung/ dalam harapan yang terhubung/ : diakah orangnya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Manchester United”, 2026)</strong></p>
<p><strong>MICHAEL</strong> Carrick, diakah orangnya?</p>
<p>Narasi yang mempertanyakan “apakah dia orang yang cocok“, pastinya muncul setelah Manchester United tampil impresif di Stadion Olf Trafford, akhir pekan lalu.</p>
<p>Penampian pertama Michael Carrick sebagai manajer interim sungguh menjanjikan. Bruno Fernandes dkk membenamkan tetangganya, Manchester City 2-0, dan merangkak ke zona Liga Champions di peringat keempat klasemen liga.</p>
<p>Ya, suksesi kepelatihan MU sejak 2013 seperti spekulasi yang hingga sekarang belum juga berhenti, mengulang pertanyaan klasik sejak 13 tahun silam, “Diakah orangnya?”</p>
<p>Sejak manajer tersukses &#8212; Sir Alex Ferguson &#8212; pensiun, MU tak pernah berhenti mengapungkan harapan untuk menemukan kembali jalan kejayaan. Dari David Moyes, Ryan Giggs (interim), Louis van Gaal, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (interim), Jose Mourinho, Ralf Rangnick, Erik ten Hag, Ruud van Nistelrooy (interim), hingga yang terakhir: Ruben Amorim, dan dilanjutkan pelatih interim Darren Fletcher.</p>
<p>Ke-11 nama itu hadir dengan beban pembuktian, juga spekulasi, antara keyakinan dan keraguan, antara kemampuan dan kenyataan, antara coba-coba dan kemungkinan.</p>
<p>MU adalah salah satu contoh klub yang mengalami fase penyurutan prestasi drastis setelah masa-masa kegemilangan pada era pelatih tertentu, dari 1990 hingga 2013. Catatan 13 kali juara di era Liga Primer (sejak 1992), dan 20 trofi Liga Inggris menjadi rekor yang belum tertandingi.</p>
<p><strong>Cakra Manggilingan?</strong><br />
Filsafat Jawa mengenali fenomena naik-turun itu sebagai Cakra Manggilingan. Inilah logika pusaran roda: kadang di atas, kadang di bawah. Pusaran manajemen memaknai kondisi ini sebagai refleksi kebelumcocokan figur pelatih dengan klub yang ditangani. Atau katakanlah, belum mampu mengurai persoalan yang sebenarnya sedang menyelimuti MU, dan bagaimana menerapkan jalan keluarnya. Belum ditemukan solusi dalam pergulatan proses, antara tesis, antitesis, dan sintesis.</p>
<p>Maka ketika Michael Carrick yang dipilih sebagai pelatih interim menjanjikan “selain kemenangan juga permainan yang enak dinikmati”, semua orang yang berkepentingan dengan MU kembali dibuai harapan. Juga mungkin bersikap skeptis, bersiap-siap untuk kembali diempas kekecewaan.</p>
<p>Orang bisa berpikir, “Main seadanya pun tidak masalah, yang penting menang”. Atau “Bermain sederhana tak apa-apa, tetapi bisa mengembalikan wibawa”. Atau berpikir seperti ideolog yang konsisten, “Menang, dari hasil permainan impresif”. Atau, mungkin dengan harapan minimalis, “Yang penting bisa kembali ke atmosfer elite”.</p>
<p>Bagi Michael Carrick, menerima tantangan melatih MU bagaimanapun adalah sebuah keberanian. Bukankah telah sekian nama besar yang harus menghadapi kenyataan pahit?</p>
<p>Mantan pemain The Red Devils 2006-2013 itu telah lima kali meraih trofi liga, dua kali Piala FA, sekali Liga Champions, sekali Liga Europa, dan sekali trofi dunia antarklub. Catatan ini tidak menjamin dia punya resep “cespleng” untuk mengembalikan MU ke panggung elite. Deret prestasi itu lebih ke “brand”, bahwa Carrick cukup memahami budaya juara bekas klubnya.</p>
<p>Nah, bisakah budaya juara memberi asupan modal kepada pelatih kelahiran Wall Send, Tyne and Wear, Inggris 44 tahun lalu itu dalam menangani Bruno Fernandes dkk?</p>
<p>Semasa bermain, Carrick dinilai punya kualitas unik. Dia punya peran vital dalam setiap pertandingan, namun selalu ada “di bawah bayang-bayang”. Dia konduktor orkestrasi yang menjadi pusat dan diteladani, sebagai pemimpin yang membuat respek rekan-rekannya, tetapi bukan tokoh yang menjadi sorotan utama.</p>
<p>Dia dikenal punya kecerdasan taktik, umpan akurat, dan kemampuan mengatur tempo permainan. Alex Ferguson memercayai eks pemain Tottenham Hotsur (2004-2006) itu sebagai jangkar, yang dengan konsisten dia perankan.</p>
<p><strong>Punya Modal</strong><br />
Michael Carrick punya modal dalam kiprahnya sebagai pelatih interim. Saat meneruskan tugas Ole Gunnar Solskjaer hingga akhir musim 2020-2021, dia mendampingi MU dalam tiga laga. MU mencatat dua kemenangan dan sekali imbang. MU menang 2-0 atas Real Villareal di ajang Liga Champions, dan 3-2 atas Arsenal di Liga Primer. Hasil imbang 1-1 diperoleh ketika melawan Chelsea.</p>
<p>Artinya, lima tahun lalu, pendekatan taktik Carrick bisa menyatu dengan skema MU. Dia punya modal untuk diterapkan dengan kondisi skematika baru ketika memimpin Brian Mbeumo cs, yang diawali di Old Trafford, pada pekan lalu.</p>
<p>Dalam perjalanan 11 pelatih pasca-Ferguson, sudah beragam taktik dan karakter permainan yang diterapkan untuk Setan Merah. Terakhir, “komplikasi” antara kekukuhan taktik Ruben Amorim dengan <em>mindset</em> jajaran manajemen klub berujung pemecatan pelatih asal Portugal itu ketika kontraknya baru akan berakhir 2027.</p>
<p>Carrick memang hanya manajer interim hingga musim ini berakhir. Tentu kinerjanya akan dinilai: apakah dia layak dipermanenkan, atau bernasib sama dengan 10 pelatih lain yang sudah mencoba membedah penyakit MU dari 2013 hingga sekarang.</p>
<p>Ucapan Ralf Rangnick, pelatih yang dikenal sebagai arsitek permainan <em>gegenpressing</em> masih mengiang, bahwa MU butuh “operasi jantung” untuk mengurai permasalahannya. Apakah bedah jantung itu sudah dilakukan? Apakah langkah-langkah Erik ten Hag dan Ruben Amorim sudah masuk dalam konsep bedah total Rangnick? Terbukti, para manajer setelah <em>coach</em> asal Jerman itu tidak juga mampu memperbaiki keadaan.</p>
<p>Theatre of Dream yang melekat sebagai predikat untuk Stadion Old Trafford menyiratkan betapa kuat impian dan harapan fans MU untuk sebuah kebangkitan yang lama ditunggu.</p>
<p>Apakah “kebangkitan MU” memang menunggu kehadiran sosok seperti Michael Carrick? Atau dia bakal memperpanjang daftar mereka yang berjalan gontai meninggalkan Old Trafford?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/24/mu-masih-terus-berspekulasi-diakah-orangnya">MU Masih Terus Berspekulasi, “Diakah Orangnya?”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 10:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aura Permusuhan]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Milan]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Rivalitas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=539767</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // api tak kunjung padam/ terus membara/ dalam label klasik/ Real Madrid versus Barcelona/ : sepanjang media menyajikan/ memperpanjang perseteruan/ menjadikannya permusuhan abadi// (Sajak “El Clasico”, 2026) SIAPAKAH yang mempersubur rivalitas, perseteruan panas antara Real Madrid dan Barcelona? Pertanyaannya sama, ketika kita menyadari ada “api” yang terus menyala, atau dinyalakan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media">Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-539768 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// api tak kunjung padam/ terus membara/ dalam label klasik/ Real Madrid versus Barcelona/ : sepanjang media menyajikan/ memperpanjang perseteruan/ menjadikannya permusuhan abadi//</em><br />
<strong>(Sajak “El Clasico”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SIAPAKAH</strong> yang mempersubur rivalitas, perseteruan panas antara Real Madrid dan Barcelona?</p>
<p>Pertanyaannya sama, ketika kita menyadari ada “api” yang terus menyala, atau dinyalakan untuk mengobarkan aura permusuhan, misalnya antara dua Manchester: United dan City, atau Manchester Merah dan Manchester Biru.</p>
<p>Di Liga Seri A, ada laga Derby Milan yang sarat gengsi: Internazionale Milan versus AC Milan, atau di Bundesliga antara Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund dengan label Der Klassiker. Atau dalam skala tertentu, di Liga Super Indonesia kita mengenal laga panas Persib Bandung vs Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya vs Arema Malang.</p>
<p>Siapa yang menyalakan, siapa pula yang merawat, dan siapa menyuburkannya?</p>
<p>Dasar-dasar perseteruan memang sudah ada dari latar sejarah kedua kubu, yang disadari atau tidak, menarik minat media untuk mengolah, mengeksploitasi, menjadi sajian yang terkemas dalam sebuah daya tarik, dan ujungnya: viral. Sudut pandangnya memberi realitas ada pertentangan berbasis elemen-elemen penyubur penuh emosi, primordi, mungkin pula politik, yang menciptakan <em>magnitude</em>.</p>
<p>Media mengolah setiap potensi pertemuan panas itu dengan indikator-indikator yang terkait dengan perkembangan terkini, pemicu, dan langkah-langkah kedua klub menyiapkan diri ke laga terbaru. Bahkan dengan <em>framing</em> yang dipilih menonjolkan<em> angle-angle</em> tertentu.</p>
<p>El Clasico Real Madrid vs Barcelona, misalnya, bergerak dengan dinamika yang digiring oleh opini media, sejak 1929. Duel ini, sama seperti laga-laga klasik di sejumlah liga, membara dengan berbagai indikator latar belakang dan representasi penyulutnya. Latar politik Spanyol di belakang kedua klub juga “menyuarakan” emosi tersendiri pada setiap pertemuan mereka. El Clasico berlatar belakang perlawanan bangsa Catalan yang direpresentasikan oleh Barelona terhadap kekuasaan diktatorial Jendeal Franco di Ibu Kota Spanyol, Madrid.</p>
<p><strong>“Perang Propaganda”</strong><br />
Di ranah media, Madrid disokong oleh <em>AS</em> dan <em>Marca</em>, sedangkan Barcelona didukung <em>Sport</em> dan <em>Mundo Deportivo</em>. Keempat media ini sering terlibat adu opini yang beraksen “perang propaganda” demi menciptakan berita-berita bombastis dan viral, yang tentu berpengaruh dalam politik pemberitaan dengan <em>framing</em> masing-masing.</p>
<p>Peran media dalam penyuburan representasi identitas sebuah klub, benar-benar tercermin dari pemberitaan tentang El Clasico. Sangat terasa bagaimana tensi laga klasik ini dieksploitasi. Duel ini menjadi fenomena global, yang oleh setiap media diapungkan menjadi bagian terpenting dalam sepak bola internasional. Penggemar Barca dan Madrid di seluruh dunia punya cara sendiri dalam meng-<em>up date</em> perkembangan klub yang didukungnya.</p>
<p>Sepekan lalu, baru saja kita simak final Piala Super Spanyol di Stadion Raja Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, mengetengahkan El Clasico yang dimenangi 3-2 oleh Barcelona.</p>
<p>Superioritas Barca begitu terasa di partai puncak itu. Pada sisi lain “luka” Madrid makin menganga. Penegasan dominasi Les Cules tergambar dari lima pertemuan terakhir. Di La Liga (26 Oktober 2025) Real Madrid 2-1 Barcelona; La Liga (11 Mei 2025) Barcelona 4-3 Real Madrid; final Copa del Rey (24 April 2025) Barcelona 3-2 Real Madrid; final Piala Super Spanyol (12 Januari 2025) Real Madrid 2-5 Barcelona; dan La Liga (26 Oktober 2024) Real Madrid 0-4 Barcelona.</p>
<p>Sejak pertemuan pertama dua raksasa Spanyol itu pada 1929, Real Madrid masih unggul satu strip dengan 106 kali menang, Barcelona membukukan 105 kemenangan, dan seri 52 kali. Kedua klub akan kembali bertemu pada 10 Mei 2026 mendatang.</p>
<p><strong>Lebih Meyakinkan</strong><br />
Menjelang keberangkatan ke Jeddah, Barcelona didukung oleh rekor <em>head to head</em> yang lebih meyakinkan. Mereka mengemas empat kemenangan dari lima pertemuan sejak awal 2024-2025. Namun dalam laga terakhir di Santiago Bernabeu, Oktober silam Blaugrana kalah 1-2 di hadapan fans Madrid.</p>
<p>“Kekalahan di liga itu sangat sulit buat kami, rasanya menyakitkan, tetapi sekaligus menjadi motivasi tambahan untuk pertandingan besok,” kata bek serba bisa Barca, Eric Garcia di laman resmi klub.</p>
<p>Bagi dia, momen final Piala Super itu adalah kesempatan untuk membalas, namun yang terpenting adalah memenangi trofinya. “Jika kami bisa memperbaiki aspek-aspek yang kurang bagus di Bernabeu, maka saya yakin kami akan mendapatkan hasil yang bagus,” ucapnya. (<em>detik.com</em>, 11 Januari 2026).</p>
<p>Setelah kekalahan di Bernabeu itu, Barca memenangi 12 dari 14 laga berikutnya di semua kompetisi dengan hanya sekali kalah. Eric Garcia dkk membukukan sembilan kemenangan berturut-turut, termasuk saat menggulung Athletic Bilbao 5-0 di semifinal Piala Super Spanyol.</p>
<p>Dan, langsung atau tidak langsung, hasil El Clasico terakhir itu memicu pemberhentian Xabi Alonso, hanya kurang dari 24 jam setelah Real Madrid kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.</p>
<p>Pelatih yang didatangkan dari Bayer Leverkusen untuk menggantikan Carlo Ancelotti itu baru memimpin tim dalam 34 laga, memberi 24 kemenangan, 4 kali imbang, dan 6 kali kalah di semua kompetisi. Hasil yang tidak buruk, sebenarnya, mencatat 70 persen lebih kemenangan.</p>
<p>Momen ini menggambarkan, betapa persaingan Madrid dengan Barca bisa memberi tafsir emosional yang sangat cepat, antara lain dalam menilai kapasitas seorang taktikus. Alonso dan para pemain tidak menduga akan ada keputusan manajemen Los Blancos sedrastis itu.</p>
<p>Hubungan Xabi Alonso dengan sejumlah pemain memang kurang harmonis, namun pemberhentian itu, bagaiamanapun cukup mengejutkan. Dan, yang dijadikan momentum rupanya adalah El Clasico.</p>
<p>Ya, setiap pertemuan menambah catatan sejarah yang makin menegangkan. Setiap laga bakal menyemaikan bara dendam baru. Luka pun makin memperdalam rivalitas. Dan, oleh media, setiap elemen pertandingan bisa dijadikan indikator yang mempersubur ketegangan, baik menjelang, pada saat, maupun setelahnya.</p>
<p>Di seluruh dunia, media mem-<em>blow up</em>-nya dalam daya tarik mediatika, dengan beragam elemen yang menjadikan El Clasico sebagai pusat. Dari statistik, kisah pemain utama dan bintang baru, transfer-transfer kontroversial, statemen, hingga berbagai potensi sentuhan emosional.</p>
<p>Ke depan, bara perseteruan itu tampaknya tidak akan mereda. Media tetap memosisikan duel klasik itu sebagai daya tarik sepak bola yang tak hanya berpusar tentang olahraga ini. Dia &#8212; El Clasico &#8212; menjadi ekosistem dalam kehidupan masyarakat yang mengetengahkan drama politik, representasi identitas sebuah komunitas, dan aneka drama sepak bola. Dalam laga ini, olahraga hanya menjadi bagian dari subsistem, selebihnya adalah representasi kehidupan manusia.</p>
<p>Dan, El Clasico menjadi makin membara dalam kemasan pemberitaan media&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.id">Suarabaru.id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media">Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Amorim, Fakta Rentan Pelatih dalam Industri Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/06/amorim-fakta-rentan-pelatih-dalam-industri-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 07:17:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Tim]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatih MU]]></category>
		<category><![CDATA[Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Red Devils]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537970</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS DIKSI “akhirnya&#8230;” tampak menjadi kesimpulan lazim yang menggambarkan keniscayaan, bahwa seorang pelatih bakal menghadapi kenyataan: cepat atau lambat dia bisa diberhentikan dari pekerjaannya, dari masa kontrak yang kemungkinan masih berjalan atau belum berakhir. Dia berada di posisi rentan, sering dilukiskan sebagai orang yang berjalan di “titian rambut dibelah tujuh”. Apabila bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/06/amorim-fakta-rentan-pelatih-dalam-industri-sepak-bola">Amorim, Fakta Rentan Pelatih dalam Industri Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-537971 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />DIKSI</strong> “akhirnya&#8230;” tampak menjadi kesimpulan lazim yang menggambarkan keniscayaan, bahwa seorang pelatih bakal menghadapi kenyataan: cepat atau lambat dia bisa diberhentikan dari pekerjaannya, dari masa kontrak yang kemungkinan masih berjalan atau belum berakhir.</p>
<p>Dia berada di posisi rentan, sering dilukiskan sebagai orang yang berjalan di “titian rambut dibelah tujuh”. Apabila bisa menaklukkan tantangan, dia akan berjalan lanjut. Sebaliknya, jika sedikit saja terpeleset dia bakal terpuruk ke kemungkinan terburuk. Dan, itu harus dihadapi setiap saat.</p>
<p>Industri sepak bola profesional dalam kemasan kompetisi liga, menghadirkan kenyataan, betapa hanya kemenangan yang dijadikan perburuan dan “pengakuan”. Hasil seri atau bahkan kalah adalah “kekeliruan”. Seolah-olah dunia kepelatihn berprinsip, “Aku menang maka aku ada&#8230;”</p>
<p>Sosok terbaru yang menemui kesimpulan diksi “akhirnya&#8230;” itu adalah Ruben Amorim. Pada Senin, 5 Januari 2026 dia dipecat oleh manajemen Manchester United di Liga Primer, karena hasil-hasil kurang memuaskan sejak pelatih asal Portugal itu menukangi The Red Devils pada November 2024, menggantikan Erik Ten Hag. Dia didatangkan dari Sporting CP dengan masa kontrak hingga Juli 2027 sebesar 6,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 100 miliar. Karena dia diberhentikan di tengah jalan, MU harus membayar pesangon sisa kontrak sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar.</p>
<p>Ya, akhirnya&#8230; Akhirnya Amorim diberhentikan.</p>
<p><strong>Enam Pelatih</strong><br />
Penggambaran diksi “akhirnya&#8230;”, hingga pekan ke-20 musim ini, sebelum pemecatan Ruben Amorim, dialami oleh lima pelatih di Premier League, liga yang dinilai paling prestisius di dunia itu.</p>
<p>Yang pertama adalah Nuno Espirito Santo. Dia diberhentikan oleh Nottingham Forest pada 9 September 2029. Berikutnya giliran Graham Potter yang di-PHK dari Brighton &amp; Hove Albion. Manajer asal Inggris itu dipecat setelah hanya meraih sekali kemenangan dan empat kali kalah dari lima laga.</p>
<p>Nottingham Forest juga memecat pengganti Nuno Espirito Santo, Ange Postecoglou pada 18 Oktober 2025. Ange, yang pernah menukangi Tottenham Hotspur, hanya bertahan 39 hari setelah gagal menang dalam delapan pertandingan.</p>
<p>Korban selanjutnya adaalah Vitor Pereira. Pelatih asal Portugal itu diberhentikan oleh Wolverhampton Wanderes, setelah hasil delapan kekalahan dan dua imbang dari 10 laga.</p>
<p>Yang cukup mengejutkan, Tahun Baru 2026 menggoreskan kisah muram Enzo Maresca. Pelatih asal Italia itu diberhentikan oleh Chelsea menyusul hasil buruk dalam tujuh pertandingan terakhir, hanya meraih sekali kemenangan. Padahal Maresca membawa The Blues meraih trofi Conference League dan Kejuaraan Dunia Antarkkub FIFA 2025.</p>
<p>Ruben Amorim menjadi manajer keenam yang dipecat ketika musim ini liga memasuki pekan ke-20. Bukan tidak mungkin masih akan ada manajer lain yang menjadi korban sebelum musim berakhir.</p>
<p>Dalam perjalanan MU sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, Amorim adalah manajer kesembilan yang belum juga berhasil mengembalikan stabilitas performa klub. Dari David Moyes, Ryan Giggs (interim), Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (interim), Ralf Rangnick (interim), dan Erik Ten Hag.</p>
<p>Setan Merah makin sulit menemukan orang yang cocok. Semua upaya sudah dicoba, dan Old Trafford bagai diliputi tabir gelap yang makin sulit dibuka oleh para “empu” dengan beragam ilmunya.</p>
<p>Musim ini, pelatih yang oleh Cristiano Ronaldo dijuluki sebagai Sang Penyair &#8212; karena kepiawaiannya bernarasi &#8212; itu membawa MU ke posisi keenam klasemen sementara dari 20 pertandingan Liga Inggris. Musim lalu, dengan menempati posisi ke-15 klasemen liga, MU mencatat hasil terburuk dalam sejarah Liga Primer.</p>
<p>Walaupun punya peluang untuk bersaing di papan atas, manajemen klub memutuskan mengakhiri kontrak pelatih 40 tahun itu setelah hasil seri 1-1 dengan Leeds United di Elland Road, 5 Januari lalu.</p>
<p>Simaklah pernyataan resmi klub ini, “Dengan Manchester United berada di posisi keenam di Liga Inggris, manajemen klub dengan berat hati mengambil keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Ini akan memberi tim kesempatan terbaik untuk finis di posisi tertinggi di Liga Premier”.</p>
<p>Selama bergabung di Old Trafford, Amorim mendampingi MU di 63 laga, dengan statistik menang 25 kali, seri 15 kali, kalah 23 kali, mencetak 122 gol, dan kemasukan 114. Catatan terbaiknya, dia membawa Pasukan Theatre of Dream ke final Liga Europa 2024, namun kalah 0-1 dari Tottenham Hotspur.</p>
<p><strong>Konflik dengan Manajemen</strong><br />
Selain hasil-hasil di luar harapan, pemicu utama pemecatan Ruben Amorim diduga adalah pernyataannya yang keras ke manajemen klub. Dia membuat statemen bernada ofensif. Amorim menenegaskan, dia adalah manajer MU, bukan sekadar pelatih. Dia tampak frustrasi dengan rencana belanja pemain di bursa bulan Januari, dan kemungkinan MU tidak mengabulkan permintaan perekrutan pemain yang cocok dengan rencana taktiknya.</p>
<p>“Saya akan melakukan pekerjaan saya, dan setiap departemen, departemen pencari bakat, direktur olahraga, mesti melakukan pekerjaan mereka. Saya melakukan pekrjaan saya selama 18 bulan dan kemudian kita akan menyaksikannya”.</p>
<p>“Jadi itulah maksud saya. Saya ingin menuntaskan dengan hal itu. Saya tidak akan berhenti. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai orang lain datang ke sini untuk menggantikan saya. Dan itu akan selesai dalam 18 bulan, dan kemudian orang-orang akan melanjutkan hidup. Itulah kesepakatannya. Itulah pekerjaan saya, bukan menjadi sekadar seorang pelatih,” kata Amorim kepada<em> ESPN</em> (<em>detik.com</em>, 5 Januari 2026).</p>
<p>Pernyataan itu rupanya membuat manajemen tidak nyaman, dan akhirnya berujung keputusan pemberhentian.</p>
<p>Untuk sementara, MU didampingi Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Fletcher adalah salah satu mantan gelandang The Red Devils yang berasal dari Skotlandia.</p>
<p>Nama Enzo Maresca kini banyak disebut menjadi pengganti Amorim, walaupun semula dispekulasikan sebagai kandidat kuat meneruskan pekerjaan Pep Guardiola di Manchester City. Mengapung pula nama mantan pelatih tim nasional Inggris Gareth Spouthgate, lalu Xavi Hernandez yang pernah menangani Barcelona.</p>
<p>Selain itu, disebut juga pelatih Crystal Palace Oliver Glasner, manajer Aston Villa Unai Emery, dan pelatih Bournemouth Andoni Iraola Sagama. Tak kalah menarik, nama Roberto Mancini mantan arsitek Manchester Biru disebut, dan mantan taktikus Real Madrid Zinedine Zidane.</p>
<p>Pengapungan sejumlah nama seperti itu adalah spekulasi jamak di bursa kepelatihan. Mereka adalah orang-orang yang berada di lingkaran kehidupan penuh risiko, dengan dua kemungkinan.</p>
<p>Bukankah, seperti halnya Ruben Amorim, mereka adalah “seniman” yang harus selalu siap berhadapan dengan keniscayaan: disanjung, atau tenggelam?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/06/amorim-fakta-rentan-pelatih-dalam-industri-sepak-bola">Amorim, Fakta Rentan Pelatih dalam Industri Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 10:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Konfiden]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Reds]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=510239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya// (Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025) KETIKA menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru. The Reds mulus meraih trofi Liga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-510244 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya//</em><br />
<strong>(Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025)</strong></p>
<p><strong>KETIKA</strong> menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru.</p>
<p>The Reds mulus meraih trofi Liga Primer. Sementara para rival seperti Manchester City dan Manchester United terpuruk. Arsenal dan Chelsea lagi-lagi tak cukup tahan bersaing di klasemen atas untuk berebut juara.</p>
<p>Maka ketika Slot dan Liverpool memperkuat diri dengan sejumlah rekrutan mahal &#8212; seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak &#8212; mengawali musim 2025-2026, hampir semua orang berpikir klub kota pelabuhan itu bakal menjelma menjadi kekuatan tak terlawan. Terbayangkan, <em>superteam</em> Liverpool di tangan manajer sekualitas Arne Slot bakal makin <em>nggegirisi</em> di Liga Primer dan Liga Champions.</p>
<p>Nyatanya, pekan lalu Liga Primer mengetengahkan warna pilu. Liverpool melewati laga dengan catatan buruk seperti 60 tahun yang lalu. Pada 22 November di Stadion Anfield yang dikenal “angker”, sang juara bertahan dilibas Nottingham Forest 0-3.</p>
<p>Hasil itu mengulangi catatan buruk pada pekan sebelumnya di Etihad, ketika Mohamed Salah dkk takluk 0-3 di tangan tuan rumah Manchester City. Dan, pada 27 November kemarin, mereka melengkapi keterpurukan dengan kekalahan 1-4 dari PSV Eindhoven di Anfield, dalam <em>matchday</em> 5 Liga Champions.</p>
<p>Statistik mencatat, untuk kali pertama sejak 60 tahun terakhir, Liverpool kalah lebih dari 3 gol dalam dua laga beruntun di Liga Inggris. Terakhir kali The Reds mengalaminya pada April 1965 ketika diarsiteki manajer legendaris, Bill Shankly. Dalam status sebagai juara bertahan, Liverpool kalah 0-3 beruntun dari West Bromwich Albion dan Tottenham Hotspur.</p>
<p>Musim ini, Liverpool sudah sembilan kali kalah dari 12 pertandingan terakhir di semua ajang. Di Liga Inggris, mereka enam kali kalah dari 12 laga. Kekalahan dari Forest memerosotkan Liverpool ke posisi 11 klasemen sementara dengan 18 poin, di bawah Manchester United (18 poin) yang belum memainkan <em>matchday</em> ke-12. Kekalahan keenam dari 12 pertandingan di Liga Primer menempatkan mereka di posisi ke-11 klasemen dengan 18 poin. Ini menjadi kekalahan keenam dari tujuh pertandingan terakhir di seluruh ajang. Kalau ditambah dengan hasil buruk melawan PSV, lengkap sudah kebabakbeluran Pasukan Anfield.</p>
<p>Kata pelatih Arne Slot, “Kami punya banyak pemain bagus. Menjadi tugas saya mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Untuk saat ini saya tidak bisa. Itulah mengapa saya bilang ini tanggung jawab saya,” ujar Slot seperti dikutip <em>BBC Sport</em> (<em>detik.com</em>, 23 November 2025).</p>
<p><strong>Tak Berjalan</strong><br />
Pernyataan Slot mengisyaratkan ada “kesenjangan” antara rencana (<em>game plan</em>) dengan yang tersaji di lapangan. Antara realitas Liverpool memiliki para pemain terbaik di posisinya, dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan skema Slot. Artinya, ada renana yang tak berjalan semestinya.</p>
<p>Apa yang dihadapi Arne Slot sebenarnya juga dialami oleh para taktikus lain. Apakah itu Ruben Amorim, Enzo Maresca, Mikael Arteta, juga Pep Guardiola. Maka kita menyaksikan liga-liga Eropa seperti panggung yang mengetengahkan adu rencana, adu taktik, dan adu kejeniusan, yang kemudian tersaji sebagai produk “sesuai rencana”, “mediokritas capaian”, atau “kegagalan”.</p>
<p>Lalu apakah Arne Slot bisa disebut gagal untuk menyatukan puzzle-puzzle potensi yang seharusnya menghasilkan kehebatan sebuah tim? Jangan buru-buru memvonis pelatih asal Belanda itu, karena jangan-jangan ini adalah hukum alam kompetisi dengan segala kalkulasi yang tak bia dihitung secara matematis.</p>
<p>Slot tidak mau banyak berdalih atas periode buruk ini. Baginya, ada satu hal yang menjadi biang. Yakni Liverpool “dihukum” oleh kegagalan mereka memaksimalkan banyak peluang yang didapat.</p>
<p>Dengan <em>ball possession</em> 75-25, lebih dari 30 menit di babak pertama Virgil van Dijk dkk menekan penuh Forest, namun peluang-peluang di awal yang didapat Alexis Mac Allister dan Milos Kerkez, tak tertuntaskan sebagai gol.</p>
<p>Dia mengakui, belum pernah melihat timnya menciptakan peluang sebanyak itu. Tentu sulit dipahami, di tengah banyak kesempatan, setiap kali diserang lawan, malah begitu mudah kebobolan. Artinya, selain tumpulnya lini penyerang, realitas kerapuhan lini pertahanan juga menjadi problem bagi The Reds dalam tiga laga terakhir.</p>
<p>Dinamika kompetisi memang menciptakan kondisi yang terkadang tidak dipahami oleh tim-tim besar. Semua persiapan skematika, kedalaman skuad, dan <em>game plan</em> sudah dimatangkan, namun tak jarang tim-tim medioker dan yang kurang masuk hitungan malah menciptakan hasil “yang tidak-tidak”.</p>
<p>Frasa “yang tidak-tidak” itu menggambarkan kondisi psikologis kompetisi yang tak jarang diwarnai oleh kejutan-kejutan. Dalam logika permainan, boleh jadi yang berlangsung adalah keberhasilan menerapkan<em> counter tactic</em>, sehingga tim-tim yang dipandang sebagai “anak bawang” bisa meredam permainan tim-tim yang lebih mapan.</p>
<p>Apakah Liverpool masuk dalam logika dinamika ini? Semakin rasa percaya diri hilang karena kekalahan demi kekalahan yang menyusul, bakal semakin terasa betapa sulit bangkit dari situasi semacam ini.</p>
<p>Para manajer seperti Arne Slot mungkin sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini, namun tampaknya dia membutuhkan cukup waktu untuk mencerna dan mengurai solusi. Kekalahan telak 1-4 dari PSV di Anfield menjadi bagian dari gambaran betapa Slot dihadapkan pada situasi yang tidak mudah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inikah Saat Onana Kembali Menemukan Kualitasnya?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/08/inikah-saat-onana-kembali-menemukan-kualitasnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 10:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ajax Amsterdam]]></category>
		<category><![CDATA[Andre Onana]]></category>
		<category><![CDATA[Bully]]></category>
		<category><![CDATA[Internazionale Milan]]></category>
		<category><![CDATA[kamerun]]></category>
		<category><![CDATA[kiper]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Super Turki]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Performa]]></category>
		<category><![CDATA[Red Devils]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Trabzonspor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=506154</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // telah lama dia tenggelam/ dalam bayang-bayang aneka kesalahan/ dia seperti hilang/ dan, kinikah saatnya dia kembali/ mencari jatidiri yang perlahan-lahan ditemukan lagi// (Sajak “Andre Onana”, 2025) INIKAH Andre Onana yang sesungguhnya? Perlahan-lahan, dia berada di jalur kebangkitan untuk memulihkan performa. Setelah dua musim menjadi sasaran hujatan dan kemarahan di Manchester [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/08/inikah-saat-onana-kembali-menemukan-kualitasnya">Inikah Saat Onana Kembali Menemukan Kualitasnya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-506156 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// telah lama dia tenggelam/ dalam bayang-bayang aneka kesalahan/ dia seperti hilang/ dan, kinikah saatnya dia kembali/ mencari jatidiri yang perlahan-lahan ditemukan lagi//</em><br />
<strong>(Sajak “Andre Onana”, 2025)</strong></p>
<p><strong>INIKAH</strong> Andre Onana yang sesungguhnya?</p>
<p>Perlahan-lahan, dia berada di jalur kebangkitan untuk memulihkan performa. Setelah dua musim menjadi sasaran hujatan dan kemarahan di Manchester United karena dianggap sebagai salah satu sumber kekalahan, dia merintis jalan kembali ke kompetensi awal sebagai “Andre Onana yang sejati”.</p>
<p>Kiper asal Kamerun itu bersemangat untuk bangkit dari ejekan dan bully sebagai “badut” yang tak pantas mengawal gawang Red Devils. Peminjamannya ke Trabzonspor di Liga Super Turki menjawab bahwa dia berada di trek yang tepat untuk memperlihatkan kembali kualitasnya. Bukankah dia pernah bersinar di Ajax Amsterdam dan menjulang bersama Internazionale Milan?</p>
<p>Pemain kelahiran Nkol Ngok, Kamerun 29 tahun lalu itu terpilih sebagai <em>Man of the Match</em> dalam laga debut melawan Fenerbahce. Walaupun kalah 0-1, Onana membuat sedikitnya delapan penyelamatan penting dan menjadi pemain dengan rating tertinggi, 8,4 di pertandingan tersebut.</p>
<p>Dalam laga berikutnya, dia menyelamatkan Trabzonspor dari kekalahan. <em>Assist</em>-nya dimanfaatkan Paul Onuachu tanpa kesalahan ke gawang Gaziantep. Berkat dua penampilan awal yang gacor itu, Onana dipuji oleh media-media Turki dan akun fanbase.</p>
<p><strong>Menjanjikan</strong><br />
<em>Bola.net</em> (31 Oktober 2025) mencatat, meskipun awalnya diragukan, Andre Onana menjawab dengan performa menjanjikan. Dalam enam laga pertamanya, dia menunjukkan penampilan solid dan konsisten. Reaksi cepat, refleks bagus, dan kemampuan distribusinya kembali menjadi sorotan.</p>
<p>Onana dijuluki The Wall, “Tembok”, menjelma sebagai pilar utama Trabzonspor, sekaligus inspirasi baru bagi klub yang tengah bersaing di papan atas klasemen itu. Dari sosok yang dulu sering disalahkan di Liga Inggris, Onana membangun kembali nama besarnya.</p>
<p>Dalam debutnya, dia memberi sinyal kuat kembali ke performa terbaik. Onana konfiden mengontrol area penalti. Beberapa kali dia menggagalkan peluang lawan. Meskipun Trabzonspor kalah dari Fenerbahce, kiper Kamerun itu menjadi pemain terbaik.</p>
<p>Onana kembali memberi kesan ketika Trabzonspor imbang 1-1 melawan Gaziantep. Dia memang tidak banyak diuji karena Gaziantep hanya menciptakan satu <em>shot on target</em>. Namun, Onana berkontribusi lewat satu <em>assist</em> untuk gol Paul Onuachu. Ini membuktikan kemampuan distribusi bolanya menjadi senjata penting.</p>
<p>Dari dua laga itu, terkemas satu pesan: Onana siap membangun kembali reputasinya sebagai kiper modern yang komplet.</p>
<p>Setelah melewati laga ketiga dengan kemenangan Trabzonsor 4-3 atas Fatih Karagumruk pada 28 September dengan performa buruk, sepekan kemudian Onana menebusnya dengan penampilan brilian saat timnya menjamu Kayserispor dan menang 4-0. Dengan tujuh penyelamatan eksepsional dari tujuh tembakan lawan, dia meraih rating 8.9.</p>
<p>Onana semakin memperlihatkan kualitas dan kematangannya. Pada pertengahan Oktober, ketika mengalahkan Rizespor, dia membuat dua penyelamatan penting. Kecermerlangannya berlanjut seminggu kemudian saat menjamu Eyupspor. Onana menciptakan <em>clean sheet</em>. Dengan empat penyelamatan dia memberi kemenangan 2-0.</p>
<p>Dari pekan ke pekan, penampilan Onana benar-benar memulih dari apa yang dia alami bersama Manchester United. Dia makin mendapat cinta dari publik Trabzonbspor. Dia tampak lebih menikmati permainan, menyatu dengan barisan pertahanan tim, cepat membaca arah bola, dan tak ragu mengambil keputusan. Lini belakang Trabzonspor kini terasa jauh lebih kokoh.</p>
<p><strong>Peringatan Van der Sar</strong><br />
Dari awal, legenda Ajax dan MU, Edwin van der Sar mengingatkan agar tak secepat itu Onana divonis karena sejumlah blundernya. Semasa di Ajax, Onana menonjol sebagai kiper dengan talenta hebat: reaksi dan kepercayaan dirinya luar biasa.</p>
<p>Akan tetapi, dalam perkembangan hingga Manchester Merah dikomandoi oleh pelatih baru Ruben Amorim, akhirnya Onana dipinjamkan ke Trabzonspor, sementara kiper kedua Altay Bayindir juga tidak meyakinkan. MU mendatangkan kiper asal Belgia, Senne Lamens yang menunjukkan bahwa Onana dan Bayindir tak lagi dipercaya sebagai pilihan utama.</p>
<p>Dari 102 laga bersama MU, dia kebobolan 150 kali, dan hanya 24 kali mencatat<em> clean sheet</em>.</p>
<p>Ketika masih memperkuat Internazionale Milan, Onana menonjol sebagai benteng terakhir. Dia mengantar Inter menjadi<em> runner up</em> Liga Champions 2022-2023 setelah kalah dari Manchester City 0-1 di final. Capaian itu juga dicatat ketika memperkuat Ajax pada 2016-2023, dengan menjadi <em>runner up</em> Liga Europa 2016-2017. Ketika itu, Ajax kalah 0-2 dari Manchester United.</p>
<p>MU tertarik merekrutnya setelah David de Gea memilih merapat ke Fiorentina. Transfer musim panas 2023 dengan banderol awal 51 juta euro itu diharapkan membawa perubahan dalam pertahanan MU.</p>
<p>Onana diproyeksikan meneruskan De Gea, penjaga gawang yang dikenal memiliki refleks bagus dan bisa menjadi “kiper yang terlibat dalam permainan”. Selama di Ajax, Onana tampak nyaman menguasai bola, sesuai dengan kebutuhan taktik Erik ten Hag, yakni <em>ball playing-keeper</em>, pemain terakhir yang mampu mengubah tekanan lawan menjadi awal membangun serangan.</p>
<p>Seperti legenda kiper Kamerun lainnya, Thomas N’Kono dan Joseph-Antoine Bell, Onana menjadi contoh kiper yang bergantung pada skema taktik pelatih. Kualitasnya bakal keluar dalam tim dengan struktur yang jelas, tuntutan yang konsisten, dan pola bermain yang dapat diprediksi.</p>
<p>Di Ajax, strategi Eric Ten Hag memberinya rasa aman untuk mengambil risiko, karena tahu rekan satu timnya akan berada di posisi yang tepat, namun “kecocokan” dengan filosofi Ten Hag itu tidak berlanjut ketika keduanya berkolaborasi di Old Trafford. Di MU, Ten Hag menghadapi situasi dan pemain yang berbeda.</p>
<p>Saat bermain untuk Inter Milan, pelatih Simone Inzaghi memformulasikan keseimbangan antara lini pertahanan dan kejelasan dalam penguasaan bola. Tiga bek Inter nyaman menerima umpan dan membawa bola di bawah tekanan. Dalam situasi seperti itu, jangkauan umpan dan penempatan posisi Onana yang berani menjadi andalan untuk mengubah tekanan di area pertahanan menjadi peluang menyerang dengan akurasi umpan.</p>
<p>Kenyamanan di Ajax dan Inter itu tidak diperoleh Onana di MU. Dia tidak merasakan stabilitas permainan seperti semula. Cedera yang bergantian dialami oleh para pemain belakang dan lini tengah menggoyahkan keseimbangan tim.</p>
<p>Barisan belakang MU cenderung tidak konsisten ketika ditekan. Andre Onana pun kehilangan kejernihan pikiran yang semula dia andalkan. Dia goyah, karena permainannya bergantung pada ritme dan keyakinan.</p>
<p>Onana beberapa kali memperlihatkan keberanian meninggalkan posisi untuk mengantisipasi bola-bola dalam peran sebagai semacam “sweeper’’. Hal itu dia tunjukkan ketika bermain untuk Ajax dan Inter, tetapi tidak di MU. Dalam performa terbaik, dia bermain dengan aura konfidensi, seperti yang dia perlihatkan sebagai kiper dengan kepercayaan tinggi dalam rangkaian perjalanan ke final Liga Eropa dan Liga Champions pada 2017 dan 2023.</p>
<p>Umpannya yang berbuah gol dalam laga melawan Gaziantep di Liga Turki merupakan salah satu ciri khas bermain Andre Onana ketika menjadi orang pertama dalam membangun serangan.</p>
<p><strong>“Alumni” MU</strong><br />
Onana menggenapi realitas menarik tentang para pemain eks MU yang kembali bersinar setelah berada di luar lingkaran Old Trafford. Scott McTominay, misalnya, menjadi Pemain Terbaik Seri A 2024 setelah berlabuh di Napoli, yang kemudian disusul oleh Rasmus Hojlund.</p>
<p>Antony dipermanenkan oleh Real Betis setelah bermain mengesankan selama satu musim 2024-2025. Yang tak kalah menarik adalah Marcus Rashford, yang “dibuang” oleh MU sebagai pemain pinjaman ke Barcelona kini tampil impresif, meneruskan performanya yang tidak buruk-buruk amat sebagai pemain pinjaman di Aston Villa.</p>
<p>Kini, Andre Onana memperkuat realitas itu dengan bermain mengesankan di Liga Super Turki. Apakah dia akan benar-benar konsisten mengembalikan performanya sewaktu memperkuat Ajax atau Internazionale Milan, waktu juga yang akan mengujinya.</p>
<p>Dalam usia 29, Onana masih punya waktu untuk menemukan kembali kualitas yang hilang dan menjadikannya bahan lelucon di Setan Merah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS,</strong> <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/08/inikah-saat-onana-kembali-menemukan-kualitasnya">Inikah Saat Onana Kembali Menemukan Kualitasnya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenangan Mahal, Kekalahan Mahal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/01/kemenangan-mahal-kekalahan-mahal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 10:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Chemistry]]></category>
		<category><![CDATA[Dinamika]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin Gol]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Paradoks]]></category>
		<category><![CDATA[Realitas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=504853</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // betapa mahal kemenangan/ pun betapa mahal kekalahan/ dalam durasi yang dikehendaki/ dalam rentang yang tak dimaui/ dalam intensitas rasa/ berturut-turut&#8230;// (Paradoks MU dan Liverpool, 2025) RUBEN Amorim akhirnya merasakan dan merayakan, Manchester United meraih tiga kemenangan beruntun. Sesuatu yang dia impikan setelah mengalami masa-masa muram menangani MU sejak November 2024. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/01/kemenangan-mahal-kekalahan-mahal">Kemenangan Mahal, Kekalahan Mahal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-504855 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// betapa mahal kemenangan/ pun betapa mahal kekalahan/ dalam durasi yang dikehendaki/ dalam rentang yang tak dimaui/ dalam intensitas rasa/ berturut-turut&#8230;//</em><br />
<strong>(Paradoks MU dan Liverpool, 2025)</strong></p>
<p><strong>RUBEN</strong> Amorim akhirnya merasakan dan merayakan, Manchester United meraih tiga kemenangan beruntun. Sesuatu yang dia impikan setelah mengalami masa-masa muram menangani MU sejak November 2024.</p>
<p>Sebaliknya, Arne Slot menghadapi kenyataan pahit, betapa Liverpool yang dia racik dengan penuh konfidensi dipurukkan oleh empat kekalahan beruntun. Bahkan jika dihitung dengan kekalahan 0-3 dari Crystal Palace di ajang Piala Carabao, Kamis kemarin, The Anfield Gang sudah menderita lima kali kekalahan. Walaupun Slot menurunkan para pemain &#8220;lapis kedua&#8221;, tetap saja skor telak dari Palace itu mencoreng nama besar Liverpool.</p>
<p>Setelah musim lalu membawa The Reds menjuarai Liga Primer, lalu menyiapkan tim menghadapi musim 2025-2026 dengan sejumlah rekrutan fantastis, kini dia dihadapkan pada realitas: sang juara bertahan bergerak dalam tren menurun, dengan performa &#8220;seperti bukan Liverpool yang sejati&#8221;.</p>
<p>Pada bagian lain, MU yang sedang mencari bentuk stabil di bawah Ruben Amorim, mengukir kemenangan 4-2 atas Brighton &amp; Hove Albion. Sukses itu melengkapi dua hasil positif sebelumnya. Melawan Sunderland, Bruno Fernandes dkk unggul 2-0, dilanjutkan dengan kemenangan penting 2-1 atas Liverpool.</p>
<p>MU dan Liverpool menggambarkan kanvas paradoks yang sebenarnya biasa-biasa saja dalam dinamika kompetisi, namun memiliki makna mendalam. Bukankah ini menyimpan pesan penting: antara &#8220;tiga kemenangan&#8221; beruntun yang belum pernah dirasakan di era Ruben Amorim, dan kekalahan berangkai Liverpool yang sangat menodai catatan eksepsional Arne Slot sejak bergabung di Anfield?</p>
<p>Apalagi, persiapan Liverpool untuk musim ini, ditandai dengan belanja besar-besaran yang tak pernah terjadi di era Juergen Klopp.</p>
<p><strong>Pertaruhan Amorim</strong><br />
Musim ini menjadi pertaruhan nasib bagi Amorim, dia bakal lanjut berkarier di Old Trafford atau angkat kaki lebih awal dari kontrak yang disepakati sampai 2027. Namun, tampaknya, MU mulai bergerak di trek yang benar.</p>
<p>Hasil terburuk dalam sejarah Setan Merah pada musim 2024-2025 dengan menduduki peringkat ke-15 klasemen, jelas mengancam kelanjutan ikatan pelatih asal Portugal itu. Mengawali periode ini, performa MU belum juga beranjak membaik, namun perlahan-lahan Pasukan Theater of Dream itu bisa memperlihatkan jatidirinya.</p>
<p>&#8220;MU Amorim&#8221; mulai tampak, justru ketika klub kuat seperti Liverpool dan Manchester City menjalani performa kurang bagus. Hanya Arsenal yang kini menapak dengan tampilan menjanjikan sebagai kandidat kuat peraih trofi. Atau Chelsea yang menemukan jatidiri di tangan Enzo Maresca.</p>
<p>Kemenangan atas Brighton memberi isyarat MU mulai bermain dengan filosofi dan cara yang dimaui oleh &#8220;Sang Penyair&#8221; &#8212; julukan Amorim. Konfidensi anak-anak MU diperlihatkan dengan skema taktik yang tepat, dan mulai memateri keyakinan tentang &#8220;inilah MU&#8221;.</p>
<p><strong>Tim Keempat</strong><br />
Sementara itu, Pasukan Anfield benar-benar dalam kondisi gundah gulana. Semula, banyak yang memperkirakan Arne Slot bakal meracik skema tim yang nyaris tanpa celah, dengan pembelian mahal seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Hugo Ekitike, Giorgi Mamardashvilli, Jeremi Frimpong, dan Milan Kerkez. Rupanya, kontribusi mereka belum sepadan dengan gelontoran dana transfer. Mereka belum melebur dalam <em>chemistry</em> orkestrasi Slot.</p>
<p>Pekan lalu, Liverpool menjadi tim juara bertahan keempat Liga Primer yang empat kali kalah beruntun. Kondisi yang sebelumnya dialami oleh Leicester City (5 kali, 2016-2017), Liverpool (4 kali, 2020-2021), dan Manchester City (4 kali, 2024-2025).</p>
<p>Liverpool mencatat jumlah kekalahan yang sama dengan saat menjuarai liga musim lalu. Juga mengalami empat kekalahan beruntun pertama sejak Februari 2021. Empat kekalahan sebelumnya dialami dari laju dalam 47 pertandingan dengan rincian 32 kali menang, 11 seri, dan empat kali kalah.</p>
<p>Sejak awal Mei, Liverpool kebobolan dua atau lebih dari dua gol lebih sering dibandingkan dengan tim lain di Liga Primer sebanyak sembilan kali. Mereka sudah kebobolan 14 kali dalam sembilan laga musim ini.</p>
<p>Sejumlah analis melihat, selain faktor kepemimpinan pemain senior juga terjadi fenomena penurunan performa bintang yang beberapa musim sangat diandalkan.</p>
<p>Mohamed Salah misalnya, yang dinilai &#8220;terganggu&#8221; oleh kehadiran pemain termahal Alexander Isak, kini belum menemukan chemistry dengan lini penyerang. Hal ini menyebabkan dia kehilangan &#8220;keganasan&#8221; sebagai mesin gol. Di lini pertahanan, kapten Virgil van Dijk tidak memperlihatkan kepemimpinan yang membimbing rekan-rekan mudanya.</p>
<p>Bukankah ini paradoks dan realitas yang mungkin manajemen kepelatihan Liverpool pun bahkan tak memperkirakan?</p>
<p>Dalam kompetisi, secara alamiah pastilah ada tren naik-turun performa sebuah tim. Pusaran rivalitas melahirkan dinamika yang tak jarang melejitkan satu-dua tim, dan menenggelamkan satu-dua lainnya.</p>
<p>Liverpool dan MU masuk dalam dinamika pusaran ini, yang pasti akan memberi warna ketika kompetisi bergulir, sampai akhir. Sejauh ini belum bisa disimpulkan apa yang nanti bakal terjadi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/01/kemenangan-mahal-kekalahan-mahal">Kemenangan Mahal, Kekalahan Mahal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bakal Lebih Cepatkah Kisah Ruben Amorim Bergulir?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/20/bakal-lebih-cepatkah-kisah-ruben-amorim-bergulir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 10:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[FC Porto]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Old Trafford]]></category>
		<category><![CDATA[Ruben Amorim]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=497067</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // haruskah kisah bergulir lebih cepat/ dari yang diskenariokan?/ gambaran yang boleh jadi telah terperkirakan/ atau mungkin tak terbayangkan/ dan, dia harus menjalani keadaan/ yang tak terhindarkan/ atau sebenarnya sudah terpetakan&#8230;// (Sajak “Jejak Ruben Amorim”, 2025) BAKAL lebih cepatkah gambaran itu menjadi kenyataan? Secepat itu dia meninggalkan Old Trafford, secepat itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/20/bakal-lebih-cepatkah-kisah-ruben-amorim-bergulir">Bakal Lebih Cepatkah Kisah Ruben Amorim Bergulir?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-497072 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// haruskah kisah bergulir lebih cepat/ dari yang diskenariokan?/ gambaran yang boleh jadi telah terperkirakan/ atau mungkin tak terbayangkan/ dan, dia harus menjalani keadaan/ yang tak terhindarkan/ atau sebenarnya sudah terpetakan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Jejak Ruben Amorim”, 2025)</strong></p>
<p><strong>BAKAL</strong> lebih cepatkah gambaran itu menjadi kenyataan?</p>
<p>Secepat itu dia meninggalkan Old Trafford, secepat itu dia mengalami yang sebenarnya sudah terperkirakan, secepat itu dia harus menerima kenyataan: sukses di Liga Portugal bersama Sporting CP tak cukup menjadi modal untuk memberi harapan bagi kebangkitan Manchester United dari keterpurukan?</p>
<p>Ya, Liga Primer tampaknya akan mengetengahkan “korban” baru. Boleh jadi ini hanya soal waktu. Realitas itukah yang bakal tersajikan? Atau, Amorim menemukan pencerahan untuk membalik keadaan, memperbaiki performa klub di laga-laga selanjutnya?</p>
<p>Bayangan buram seperti sudah di depan mata, walau manajemen The Red Devils masih cukup bersabar kepada Ruben Amorim, tidak serta merta memecatnya, setelah rangkaian hasil tidak memuaskan mewarnai penampilan Bruno Fernandes dkk pada awal musim 2025-2026 Liga Primer. Bagaimanapun, kekalahan 0-3 dari tuan rumah Manchester City di Etihad, pekan lalu, memperburuk rapor Amorim.</p>
<p>Dengan sejumlah rekrutan baru sesuai keinginan taktikal Ruben Amorim, MU tetap belum tampil meyakinkan. Simaklah catatan ini: kalah 0-1 dari Arsenal di laga perdana, imbang 1-1 dengan Fulham, menang 3-2 atas Burnley, dan tersisih memalukan 11-12 dalam adu penalti melawan klub divisi empat, Grimsby Town di Piala Carabao.</p>
<p>Amorim menjadi bulan-bulanan para analis. Dia mengulang apa yang pernah dilewati oleh para pendahulunya, setelah Alex Ferguson pensiun pada 2013. Kesimpulan sementara: Setan Merah belum menemukan sosok pelatih yang mampu mengentaskan dari keterpurukan. Segala cara sudah dilakukan: dari penyegaran manajemen, perombakan pemain, juga menyentuh apa yang pernah disebut Ralf Rangnick sebagai “bedah jantung”; dan bukankah MU masih belum beranjak dari kondisinya sekarang?</p>
<p>Wajar jika muncul pertanyaan: bisa bertahan berapa pekan lagikah Ruben Amorim? Akankah dia mengulang jejak para pelatih pendahulunya, yang terpental oleh serangkaian hasil dan performa yang tak memberi harapan?</p>
<p><strong>Spekulasi dan Risiko</strong><br />
Mendatangkan pelatih baru, bagi sebuah klub, ibarat sebuah pilihan spekulasi: jika hasilnya baik dan cocok, dia akan lanjut. Jika tidak sesuai ekspektasi, akan menjadi pertimbangan: dipecat dan diganti.</p>
<p>Pergantian pelatih benar-benar berada di wilayah spekulatif, meskipun sebenarnya juga dikalkulasi dari kebutuhan filosofi dan taktik. Dalam kasus MU, masalahnya menjadi rumit apabila dikaitkan dengan berapa pelatih yang telah dicoba sejak 2013 hingga era Amorim sekarang.</p>
<p>Dari David Moyes, Ryan Giggs, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick, Ralf Rangnick, Erik ten Hag, Ruud van Nistelrooy, dan kini Ruben Amorim. Seperti untung-untungan dalam buncah harapan, dan nyatanya semua terpental, tak mampu memperbaiki keadaan.</p>
<p>Amorim, yang oleh Cristiano Ronaldo dijuluki sebagai “Sang Penyair” karena selalu menarasikan kalimat dengan bagus, dari awal memang sempat diragukan. Sejumlah pundit menyatakan, <em>competetiveness</em> Liga Portugal berbeda dari Liga Primer, sehingga Amorim bakal menemui tantangan yang lain. “Aura” MU berbeda dari Sporting CP, walaupun dia punya pengalaman bisa mengalahkan Manchester City.</p>
<p>Kini dia merasakan betul atmosfer Liga Primer. Musim lalu, ketika mulai menangani tim pada pertengahan musim, yakni sejak 11 November 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag, dia memimpin MU dalam 47 pertandingan, dengan 17 menang, 12 kali seri, dan 18 kali kalah. Di akhir musim, MU menduduki urutan ke-15, klasemen terburuk sepanjang sejarah klub. Musim ini, MU berada di peringkat 14 dari 4 laga, dengan baru meraih 4 poin.</p>
<p>Dalam catatan <em>Sky Sports</em>, Amorim hanya memberi MU kemenangan di angka 36,17 persen. Dia lebih buruk dari Wilf McGuinness, yang sebelumnya punya persentase terendah, 36,78 persen saat melatih MU dari 1969 hingga 1970.</p>
<p><strong>Kekukuhan Taktik</strong><br />
Harapan perbaikan muncul dari sederet nama yang dia minta untuk direkrut, dan beberapa lainnya dilepas. Pelepasan nama-nama Cristian Erikssen, Anthony, Alejandro Garnacho, Rasmus Hojlund, dan Andre Onana, tergantikan dengan masuknya Benjamin Sesko, Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Diego Leon, Harley Emsden, dan Senne Lammens.</p>
<p>Nama-nama itu tentu seusai dengan kehendak Amorim untuk memperkuat skema taktiknya. Ketika Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City mulai nyaman dengan performanya, MU malah berkutat dengan persoalan lama. Ruben Amorim tampak belum mantap dengan setelan baru skuadnya.</p>
<p>Pekan ini, MU menghadapi lawan kuat, Chelsea di Old Trafford. Sulit untuk tidak melihat laga ini sebagai bagian dari penentuan langkah Amorim. Dia benar-benar dalam tekanan setelah kekalahan 0-3 dari The Citizens.</p>
<p>Amorim bersikukuh dengan filosofinya, taktik berbasis formasi 3-4-3. Dia bahkan mengatakan, apabila manajemen menginginkan perubahan, ganti saja orangnya. “Saya tidak akan mengubah filosofinya. Saya akan bermain dengan cara saya, hingga saya ingin mengubahnya,” ungkap dia sebagaimana dikutip <em>ESPN</em> (<em>cnnindonesia.com</em>, 15/9-2025).</p>
<p>Katanya, “Pesan saya, saya akan melakukan segalanya. Saya akan memberikan segalanya. Saya akan melakukan yang terbaik. Saya lebih menderita daripada (para fans)&#8230;”</p>
<p>Mantan bek MU, Patrice Evra melihat, manajemen tidak akan secepat itu memecat, namun Amorim tak punya alasan untuk gagal lagi mendongkrak performa tim. MU harus tetap memercayai Amorim, karena terus-terusan mengganti pelatih hanya akan merugikan tim.</p>
<p>“Tak bisa dipungkiri Amorim akan menghadapi pemecatan jika hasil-hasil positif tidak diperoleh. Sepak bola itu seperti hutan belantara. Ketika kemenangan tidak kunjung datang, manajernyalah yang pertama harus pergi. Tetapi jika Anda terus-terusan mengganti juru masak, rasa supnya tidak akan pernah tepat,” tutur Evra kepada<em> Stake</em>. (<em>detik.com</em>, 21/8-2025).</p>
<p>Ruben Amorim bagai berdiri di tubir jurang. Jika dia bisa menghadirkan perbaikan performa bagi Bruno Fernandes dkk, artinya dia memanfaatkan waktu yang diberikan oleh manajemen MU. Taktik dan filosofinya perlahan-lahan bisa diaplikasikan. Jika sebaliknya yang terjadi, risiko pemecatan bakal menjadi lebih cepat membentang di hadapan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/20/bakal-lebih-cepatkah-kisah-ruben-amorim-bergulir">Bakal Lebih Cepatkah Kisah Ruben Amorim Bergulir?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika City Melabuhkan Donnarumma, MU Memilih Senne Lammens</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/06/ketika-city-melabuhkan-donnarumma-mu-memilih-senne-lammens</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 10:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alexander Isak]]></category>
		<category><![CDATA[bursa transfer]]></category>
		<category><![CDATA[Gianluigi Donnarumma]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Senne Lammens]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=494524</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // keputusan pun tiba/ untuk memilih siapa/ dengan pertimbangan matang/ berapa pun tebusan yang dikucurkan/ untuk memperdalam skuad/ atau investasi jangka panjang// (Sajak “Mereka Memutuskan”, 2025) PENUTUPAN bursa transfer musim panas kemarin, antara lain ditandai dengan keputusan penting di Liga Primer. Manchester City melabuhkan Gianluigi Donnarumma, Manchester United memilih Senne Lammens, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/06/ketika-city-melabuhkan-donnarumma-mu-memilih-senne-lammens">Ketika City Melabuhkan Donnarumma, MU Memilih Senne Lammens</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-494529 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// keputusan pun tiba/ untuk memilih siapa/ dengan pertimbangan matang/ berapa pun tebusan yang dikucurkan/ untuk memperdalam skuad/ atau investasi jangka panjang//</em><br />
<strong>(Sajak “Mereka Memutuskan”, 2025)</strong></p>
<p><strong>PENUTUPAN</strong> bursa transfer musim panas kemarin, antara lain ditandai dengan keputusan penting di Liga Primer. Manchester City melabuhkan Gianluigi Donnarumma, Manchester United memilih Senne Lammens, sementara Liverpool sukses merekrut penyerang impiannya: Alexander Isak.</p>
<p>Momen ini mengakhiri sepekulasi-spekulasi dalam drama transfer The Citizens, The Red Devils, dan The Reds.</p>
<p>klub bertetangga di Manchester itu memang sedang mengalami krisis di bawah mistar. MU belum juga mantap dengan performa Andre Onana yang masih terus melakukan blunder, sedangkan City kehilangan Ederson Moraes yang sudah delapan tahun menjadi andalan, dan kini memilih hijrah ke Fenerbahce di Liga Turki.</p>
<p>Sementara itu, Liverpool akhirnya mendapatkan Alexander Isak yang sudah lama diburu dari Newcastle United. Penyerang cepat itu dibeli dengan banderol hampir Rp 3 triliun dalam drama proses kepindahan yang melelahkan. The Magpies tak mau melepas, sementara Isak ngotot tidak mau bertahan dan menghendaki pindah ke Anfield.</p>
<p>Sang arsitek, Arne Slot memperdalam barisan penyerangnya menjadi kekuatan yang makin permutatif dan mengerikan. Kepergian Luis Diaz ke Bayern Muenchen pun tak lagi menjadi kekhawatiran menciptakan celah di lini depan. Slot masih bisa mengandalkan Mohamed Salah, Florian Wirtz, Hugo Ekitike, Frederico Chiesa, Cody Gakpo, dan <em>wonderkid</em> Rio Ngumoha.</p>
<p><strong>Jawaban bagi MU?</strong><br />
Dan, dengan mendatangkan Senne Lammens, inikah jawaban paling tepat bagi MU untuk memperbaiki celah dengan memperkuat benteng terakhir?</p>
<p>Setan Merah sejatinya terpincut kiper Argentina, Emiliano Martinez yang menjadi tembok tangguh Aston Villa. Donnarumma juga sempat disebut-sebut bakal mendarat di Old Trafford. Entah mengapa, akhirnya The Red Devils mengalihkan buruan.</p>
<p>Selama dua musim, Onana dan deputinya, Altay Bayindir menciptakan lubang bagi tim racikan Ruben Amorim itu, sehingga menjadi titik lemah di tengah upaya membangun skuad di semua lini.</p>
<p>Onana, kiper Kamerun yang diambil MU dari Internazionale Milan, sering membuat blunder, sementara Bayindir tidak juga memperlihatkan diri sebagai penutup kekurangan tersebut. Kiper asal Turki itu tidak bisa menjadi substitusi yang memperbaiki keadaan.</p>
<p>MU bahkan sempat dispekulasikan bakal mendatangkan kembali eks penjaga gawang andalannya yang kini bermain untuk Fiorentina, David de Gea. Pilihan merekrut Lammens dari Royal Antwerp di Liga Belgia mengingatkan kembali pada Sir Alex Ferguson yang mengambil De Gea dari Atletico Madrid pada 2011, juga dalam usia 23. Sebuah investasi jangka panjang!</p>
<p>Saya melihat, dengan durasi kontrak lima musim dan harga Rp 400 miliar, Senne Lammens menjadi investasi bagi Pasukan Old Trafford.</p>
<p>Dia menjadi kiper Belgia lain yang bakal mengarungi liga besar. Selain Lammens, tercatat Thibaut Courtois yang kini memperkuat Real Madrid. Belgia juga memiliki tiga legenda kiper dengan kualitas dunia pada era yang berbeda, yakni Jean Marie-Pfaff, Michel Preud’homme, dan Simon Mignolet.</p>
<p>Sementara itu, Gigi Donnarumma yang secara mengejutkan tersisih dari Paris St Germain setelah membantu meraih <em>treble</em>, akhirnya bergabung dengan Manchester City.</p>
<p>Gigi, MPV Euro 2024, tercatat sebagai salah satu kiper terbaik dunia, namun pelatih PSG Luis Enrique berdalih, kiper Italia itu tidak cocok dengan taktiknya. Dia butuh karakter<em> ball-playing goal keeper</em> atau penjaga gawang yang terlibat dalam permainan. Sebagian analisis lain menduga, Gigi dijual oleh PSG karena menuntut kenaikan gaji terlalu besar untuk perpanjangan kontrak yang akan berakhir pada 2026.</p>
<p>Apa pun latar belakangnya, merupakan keberuntungan bagi Gigi Donnarumma bergabung dengan Manchester City, begitu pula sebaliknya. Bagaimanapun, dia tidak di bawah kualitas Ederson. Kita bakal menanti, apakah di bawah arahan Pep Guardiola, penampilannya bakal sebaik di Les Parisiens.</p>
<p>Penampilan kiper baru Manchester Merah dan Manchester Biru, menjadi salah satu elemen yang paling ditunggu di Liga Primer musim ini. Apakah MU bisa menghilangkan kecemasan yang selama ini menghantui sektor belakang, dan apakah City menemukan ketangguhan baru di bawah mistar.</p>
<p>Tak kalah menarik, apakah perburuan Liverpool untuk mendapatkan Alexander Isak tidak sia-sia dalam mempertajam lini depan. Sebelumnya, bersama Newcastle United, pemain 25 tahun asal Solna, Swedia itu mengemas 54 gol dari 86 penampilan. Dia bakal bersaing dengan kompatriotnya, Viktor Gyokeres yang kini memperkuat Arsenal.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan<a href="http://Suarabaru.Id"> Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/06/ketika-city-melabuhkan-donnarumma-mu-memilih-senne-lammens">Ketika City Melabuhkan Donnarumma, MU Memilih Senne Lammens</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>