<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Legenda Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/legenda/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 02:30:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Legenda Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketajaman Ronaldo Belum Hilang, Selalu Cetak Gol di Enam Piala Dunia FIFA</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/24/ketajaman-ronaldo-belum-hilang-selalu-cetak-gol-di-enam-piala-dunia-fifa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 02:30:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Houston]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[Uzbekistan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=566061</guid>

					<description><![CDATA[<p>HOUSTON (SUARABARU.ID)&#8211; Legenda Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, akhirnya mencatatkan namanya sebagai pencetak gol di Piala Dunia FIFA 2026, usai cetak dua gol di laga kontra Uzbekistan, yang berakhir 5-0 untuk kemenangan Ronaldo dkk, pada laga yang dimainkan di Stadion Houston, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Sebelumnya, nama-nama penyerang seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/24/ketajaman-ronaldo-belum-hilang-selalu-cetak-gol-di-enam-piala-dunia-fifa">Ketajaman Ronaldo Belum Hilang, Selalu Cetak Gol di Enam Piala Dunia FIFA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HOUSTON (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Legenda Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, akhirnya mencatatkan namanya sebagai pencetak gol di Piala Dunia FIFA 2026, usai cetak dua gol di laga kontra Uzbekistan, yang berakhir 5-0 untuk kemenangan Ronaldo dkk, pada laga yang dimainkan di Stadion Houston, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB.</p>
<p>Sebelumnya, nama-nama penyerang seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland, telah lebih dulu menjadi sorotan utama di Piala Dunia kali ini, dengan beberapa golnya yang menjadi pembicaraan banyak orang.</p>
<p>Tampil di putaran final Piala Dunia keenamnya, pemain berusia 41 tahun itu, membuka keunggulan melawan Uzbekistan melalui penyelesaian jarak dekat yang brilian, setelah menerima umpan silang Joao Cancelo di menit keenam.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/24/rakor-analisis-dan-evaluasi-angkutan-lebaran-2026-sinergirtas-lintas-sektor-kunci-kelancaran">Rakor Analisis dan Evaluasi Angkutan Lebaran 2026, Sinergirtas Lintas Sektor Kunci Kelancaran</a></strong></p>
<p>Gol itu pun menciptakan sejarah, Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia, sekaligus menjadi pencetak gol tertua kedua dalam sejarah turnamen, setelah Roger Milla dari Kamerun. Kelegaan di wajah Ronaldo begitu terlihat, setelah dia kesulitan pada laga pembuka melawan RD Kongo.</p>
<p>Terinspirasi oleh gol itu, sang veteran mencetak gol keduanya di menit 38, melalui sepakan terukur ke sudut gawang, sesaat sebelum jeda untuk mencatatkan gol ke-10-nya di Piala Dunia.</p>
<p>Gol itu menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak Portugal di putaran final kompetisi ini, melampaui legenda Eusebio yang mengoleksi sembilan gol.</p>
<p>Dia menjadi pemain tertua kedua yang mencetak gol di Piala Dunia FIFA pada usia 41 tahun 138 hari. Ronaldo hanya kalah dari Roger Milla, yang berusia 42 tahun 39 hari, saat mencetak gol untuk Kamerun melawan Rusia pada 1994 silam.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/24/ketajaman-ronaldo-belum-hilang-selalu-cetak-gol-di-enam-piala-dunia-fifa">Ketajaman Ronaldo Belum Hilang, Selalu Cetak Gol di Enam Piala Dunia FIFA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Ada yang Abadi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/06/tak-ada-yang-abadi-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 10:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Abadi]]></category>
		<category><![CDATA[Etihad]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tersamai]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=563002</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak ada yang abadi/ begitulah kehidupan ini bergerak/ sebagai keniscyaan/ begitu pun Pep Guardiola/ dia sadar yang abadi hanya rasa/ dan, ia hanya meninggalkan cinta/ untuk Manchester City/ yang juga membangun rekatan/ dengan rasa yang baru// (Sajak “Pep Guardiola”, 2026) BENAR kata Pep Guardiola, “Tidak ada yang abadi. Jika ada, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/06/tak-ada-yang-abadi-2">Tak Ada yang Abadi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-563004 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak ada yang abadi/ begitulah kehidupan ini bergerak/ sebagai keniscyaan/ begitu pun Pep Guardiola/ dia sadar yang abadi hanya rasa/ dan, ia hanya meninggalkan cinta/ untuk Manchester City/ yang juga membangun rekatan/ dengan rasa yang baru//</em><br />
<strong>(Sajak “Pep Guardiola”, 2026)</strong></p>
<p><strong>BENAR</strong> kata Pep Guardiola, “Tidak ada yang abadi. Jika ada, aku pasti sudah di sini. Yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta yang kumiliki untuk Manchester City-ku&#8230;”</p>
<p>Kalimat filosofis itu juga tergubah sebagai ungkapan keniscayaan dalam salah satu lagu Ariel (waktu itu masih di album Peterpan “Sebuah Nama, Sebuah Cerita”, 2008), <em>Tak Ada yang Abadi</em>. Simaklah ini, <em>//Takkan selamanya tanganku mendekapmu/ Takkan selamanya raga ini menjagamu/ Seperti alunan detak jantungku/ Tak bertahan melawan waktu&#8230;//</em></p>
<p>Begitulah narasi indah Pep untuk mengungkapkan makna perpisahan. “Betapa indah waktu yang telah kita lalui bersama, Jangan tanya alasan kepergianku. Tidak ada alasan, tetapi jauh di lubuk hatiku, aku tahu ini waktuku&#8230;”</p>
<p>Sepuluh tahun. Mungkin bukan waktu yang lama, tetapi itulah durasi paling panjang dalam jejak kepelatihan Pep di sebuah klub, mulai dari Barcelona (2008-2012), hingga Bayern Muenchen (2013-2016). Dan, di klub itulah dia membendaharakan 20 trofi mulai dari Liga Primer, Piala FA, Community Shield, Piala Liga, Liga Champions, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Dia tak kalah berjajar dengan manajer legendaris Manchester United Alex Ferguson.</p>
<p><strong>Cepat atau Lambat</strong><br />
Cepat atau lambat, momen perpisahan itu pasti akan terjadi. Sejak pertengahan musim lalu, sudah beredar rumor Pep Guardiola akan meninggalkan Etihad. Panggantinya juga sudah disebut-sebut, Enzo Maresca yang waktu itu diberhentikan oleh Chelsea. Maresca bukan nama baru bagi City, karena dia pernah menjadi staf kepelatihan Pep di Manchester Biru.</p>
<p>Kebetulan, prestasi Maresca juga tidak buruk saat dipecat The Blues. Dia mengantar Chelsea meraih Liga Konferensi UEFA 2024-2025 dan Piala Dunia Antarklkub FIFA 2025. Hanya karena disharmoni dengan manajemen, dia digantikan oleh Liam Rosenior yang hanya bertahan sekitar 100 hari di Stamford Bridge.</p>
<p>Bukan tidak mungkin, posisi Pep akan diisi oleh Enzo Maresca, atau nama yang juga muncul, Vincent Kompany. Dengan demikian, The Citizens tidak akan mengalami turbulensi adaptasi taktik, karena racikan Maresca juga senada dengan filosofi Pep, dan Kompany memahami inti taktik Pep Guardiola.</p>
<p>Seharusnya, Pep masih menyisakan kontrak selama setahun di Etihad, namun dia memutuskan berhenti lebih cepat. Entah ke mana nanti dia bakal berlabuh. Santer disebut dia bakal menuju Liga Pro Arab Saudi, atau banyak juga yang memperkirakan dia tertarik menerima tawaran melatih tim nasional Italia.</p>
<p>Yang pasti, dia adalah legenda hidup. Di klub mana pun baik Barcelona, Bayern Muenchen, maupun Manchester City, dia merevolusi permainan menjadi serasa “ideologi”. Basis taktik penguasaan bola (<em>ball possession</em>) dan <em>pressing</em> tinggi, serta penempatan posisi yang mewujud indah sebagai “koreografi” <em>tiki-taka</em> menjadi ciri khas Pe Guardiola.</p>
<p>Hanya di Bayern Muenchen dia dikritik tidak cocok dengan filosofi sepak bola Jerman yang lebih condong ke <em>speed and power game</em>. Gaya ini dinilai tidak cocok dengan mentalitas Bundesliga, dianggap memperlambat tempo dan rentan terhadap serangan balik. Toh bukankah sesungguhya Pep juga tidak bisa dipandang gagal di Bayern, karena mendominasi trofi domestik (tujuh gelar), dan hanya tidak berhasil mengangkat trofi Eropa?</p>
<p>Sebelumnya, di Barcelona dia menyempurnakan <em>attacking football</em> warisan sang “ideolog” Akademi La Masia Johan Cruyff dengan <em>pressing</em> dan dominasi penguasaan bola.</p>
<p>Filosofinya berpusat pada dominasi <em>ball possession</em>, dan permainan posisional. Tim Pep mengontrol pertandingan melalui operan pendek yang akurat, melakukan <em>pressing</em> ketat saat kehilangan bola, dan mendoktrinkan formasi cair untuk membongkar pertahanan lawan sekaligus menciptakan estetika bermain, semacam orkestrasi. Pada masanya, Barcelona menjadi gambaran sentuhan taktik Pep.</p>
<p>Pada pertengahan musim 2025-2026 Liga Primer, The Citizens sempat kehilangan kendali permainan, dan beberapa kali mengalami kekalahan dari lawan “yang tidak-tidak”. Namun haruslah diakui kemampuan Pep Guardiola dalam memulihkan mentalitas tim. Hingga menjelang pekan-pekan pamungkas liga, City bisa bangkit bahkan bersaing dengan Arsenal dalam perpacuan gelar, sampai akhirnya, selisih poin yang tipis menyelamatkan Meriam London untuk meraih trofi.</p>
<p>Musim ini, City memang gagal di liga, namun membendaharakan dua trofi: Piala FA dengan mengalahkan Chelsea di final, dan Piala Liga (Carabao Cup), menundukkan Arsenal.</p>
<p><strong>Vincent Kompany</strong><br />
Selain Maresca, figur lain yang banyak disebut menjadi calon pengganti Pep adalah Vincent Kompany, eks kapten yang kini mengarsiteki Bayern Muenchen. Pada saat aktif sebagai pemain, dia pernah terpilih sebagai Pemain Terbaik 2012 Liga Primer. Juga menempati urutan ke-23 dari 100 pemain terbaik dunia yang dirilis oleh The Guardian.</p>
<p>Berkat 11 tahun memperkuat City dari 2008 hingga 2019, Kompany paham betul kultur dan lekak-lekuk Manchester Biru. Dia membawa Bayern hingga ke semifinal Liga Champions sebelum dikalahkan oleh Paris St Germain. Karismanya mampu mengatasi ego para bintang di ruang ganti.</p>
<p>Pelatih kelahiran Brussel, Belgia ini dikenal kaya variasi taktik. Dia juga visioner, memahami skema permainan yang diwariskan Pep Guardiola untuk dikembangkan sebagai metode taktik ala Kompany.</p>
<p>Siapa pun yang dipilih manajemen City, tentu dengan kalkulasi matang untuk meneruskan jejak matang Pep Guardiola.</p>
<p>Tak ada yang abadi. Cepat atau lambat, tidak bisa tidak, orang terbaik pasti akan berlalu. Kenangan Pep Guardiola tak akan terhapus di Etihad. Jejak itu terukir pada 20 tanda yang menghias lemari perbendaharaan trofi Manchester City. Dia telah menjadi legenda, yang mungkin bahkan tak tersamai&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/06/tak-ada-yang-abadi-2">Tak Ada yang Abadi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 10:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Indikator]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kuantitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[pamitan]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Anfield]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=551152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapakah legenda terbesar Liverpool?/ Rober Hunt, Ian Rush, atau Kenny Dalglish?/ atau mungkin Mohamed Salah?/ ada catatan-catatan besar/ capaian/ dan keunikan/ mungkin dia orangnya/ mungkin dia pula orangnya&#8230;// (Sajak “Legenda Anfield”, 2026) SIAPAKAH legenda terbesar Anfield? Anda mungkin bisa merujuk nama secara kualitatif. Ada Roger Hunt, Ian Rush, Kenny Dalglish, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan">Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-551154 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// siapakah legenda terbesar Liverpool?/ Rober Hunt, Ian Rush, atau Kenny Dalglish?/ atau mungkin Mohamed Salah?/ ada catatan-catatan besar/ capaian/ dan keunikan/ mungkin dia orangnya/ mungkin dia pula orangnya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Legenda Anfield”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SIAPAKAH</strong> legenda terbesar Anfield?</p>
<p>Anda mungkin bisa merujuk nama secara kualitatif. Ada Roger Hunt, Ian Rush, Kenny Dalglish, Steve McManaman, Steven Gerrard, Roberto Firmino, atau Mohamed Salah. Mungkin pula malah Sadio Mane.</p>
<p>Di antara yang melintas jalan sejarah Liverpool, selalu ada catatan kuantitatif. Trofi-trofi, gol-gol, dan fenomena-fenomena. Tentulah berbeda antara Hunt, Rush, dan Mo Salah. Ada akumulasi piala yang berbeda dalam raihan pada musim tertentu, atau fenomena permainan yang memberikan karakter antara tim Juergen Klopp, Rafa Benitez, dengan tim racikan Dalglish dan Brendan Rodgers misalnya.</p>
<p>Nah, ketika salah satu bintangnya yang paling menonjol, Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly mengawali “berpamitan” pada pekan ini, cara menyimak legenda Anfield ini tampaknya membutuhkan indikator kualitatif dan kuantiatif.</p>
<p>Bintang asal Mesir itu memastikan bakal meninggalkan Anfield pada akhir musim 2025-2026. Mo Salah telah mencapai kesepakatan dengan Liverpool untuk mengakhiri kebersamaan setelah sembilan musim menjadi penggawa ikonik The Reds.</p>
<p>Salah mengawali menyampaikan pengumuman perpisahan itu melalui akun Instagram pribadinya <em>@mosalah</em>. (<em>cnnindonesia.com</em>, 25 Maret 2026).</p>
<p>“Halo semuanya. Sayangnya hari itu sudah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim. Saya ingin mulai mengatakan itu. Saya tidak pernah membayangkan betapa klub ini, kota ini, dan orang-orang ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi bagian hidup saya,” tulisnya.</p>
<p>“Liverpool bukan sekadar klub sepak bola, melainkan gairah, sejarah, semangat, yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata,” lanjutnya.</p>
<p>Identifikasi Mo Salah dan Liverpool tidak terpisahkan sejak 2017, atau setelah penyerang itu direkrut dari AS Roma. Dia memulai petualangan liga Eropanya bersama FC Basel, Chelsea, Fiorentina, AS Roma, lalu Liverpool.</p>
<p>Sejak di Basel, pemain kelahiran 15 Juni 1992 ini sudah dijuluki sebagai “Messi dari Mesir”, karena dribel cepat dan keistimewaan tendangan kaki kirinya.</p>
<p>Seperti yang sering dipertontonkan selama sembilan musim memperkuat Liverpool, dia bisa melewati tiga hingga empat pemain lawan dengan dribel yang indah. Seni mencetak gol dan umpan-umpannya juga luar biasa. Sejak saat itu Mo Salah menjadi andalan Liverpool di berbagai ajang.</p>
<p>Salah yang berjejuluk mediatika sebagai “Raja Mesir” itu sudah mencetak 255 gol untuk Liverpool, dan menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa setelah Ian Rush (346 gol) dan Roger Hunt (285 gol).</p>
<p>Pemain 33 tahun tersebut juga tercatat memiliki 189 gol dan 92 assist yang memosisikannya sebagai pemain dengan kontribusi keterlibatan gol tertinggi di Liga Primer untuk Liverpool.</p>
<p>Selain produktivitas gol, Salah juga membendaharakan aneka trofi bagi The Anfield Gang, yakni gelar juara Liga 2019-2020 dan 2024-2025, serta Liga Champions 2018-2019. Juga Piala FA 2021-2022, Piala Liga 2021-2022, UEFA Super Cup 2019, dan FIFA Club World Cup 2019.</p>
<p>Dia menjadi pemegang rekor gelar pemain terbaik Liga Inggris versi Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) sebanyak tiga kali, yakni pada 2018, 2022, dan 2025. Ini sekaligus membayar kegagalan musim perdananya di Liga Primer Premier sejak direkrut oleh Chelsea dari Basel pada 2014.</p>
<p>“Kami merayakan kemenangan. Kami meraih trofi-trofi penting, dan kami berjuang bersama melewati masa-masa sulit dalam hidup kami. Saya ingin berterima kasih kepada semua yang pernah menjadi bagian dari klub ini selama saya berada di sini, khususnya kepada pemain-pemain di masa lalu dan sekarang,” ungkap Salah.</p>
<p>“Kepada fans, saya tidak bisa menyampaikannya dalam kata-kata. Dukungan yang Anda berikan kepada saya selama masa terbaik dalam karier saya dan kalian selalu berada di sisi saya dalam saat-saat tersulit. Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan dan sesuatu yang akan selalu saya kenang,” kata Salah.</p>
<p><strong>Di Bawah Level Messi dan Ronaldo?</strong><br />
Yang kurang menguntungkan, dia moncer pada saat Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih dalam performa puncak.</p>
<p>Ballon d’Or sebagai simbol penghargaan individual bergantian diraih oleh Messi dan Ronaldo pada 2008-2017, tak menyisakan jeda untuk pemain lain. Messi delapan kali, Ronaldo lima kali. Beberapa kali Salah menjadi nominee, tetapi dua “raja” itu yang berkuasa selama sekitar dua dekade.</p>
<p>“Nasib” Mo Salah hampir mirip dengan Zlatan Ibrahimovic, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Neymnar Junior, Kylian Mbappe, dan Robert Lewandowski. Mereka memenuhi persyaratan sebagai pemain terbaik, namun dipatahkan oleh dominasi dua maharaja.</p>
<p>Andai Salah mengorbit dalam edar di luar Messi dan Ronaldo, hampir bisa dipastikan dia bakal bersaing untuk meraihnya. Sayang, dia berada di luar level dua pemain yang disebut-sebut sebagai Greatest of All Times (GOAT) itu.</p>
<p>Di tim nasional Mesir, dia tercatat telah 115 bermain dan mencetak 67 gol.</p>
<p>Dengan proyeksi bayaran besar, dia dispekulasikan bakal pindah ke Liga Pro-Arab Saudi, atau mungkin MLS.</p>
<p><strong>Humanisme Islam</strong><br />
Di Inggris, Mohamed Salah menjadi simbol humanisme Islam. Bersama Sadio Mane, setidak-tidaknya dia telah berkontribusi menepis Islamophobia dengan perilaku yang membuktikan tidak ada yang “menakutkan” terhadap Islam di Eropa.</p>
<p>Mo Salah merajut keseharian dalam etos “You’re Never Walk Alone” yang melintasi sekat-sekat primordi.</p>
<p>Bahwa Mo Salah mengatakan Liverpool adalah gairah, sejarah, dan semangat adalah persepsi tentang klub sepak bola yang lebih dari sekadar klub, ini merupakan representasi “jiwa” klub yang bertumpu pada sejarah besar dan panjang sebagai bagian dari kultur masyarakat kota pelabuhan tersebut.</p>
<p>Para legenda klub adalah “nyawa”, yang ditegaskan dalam semboyan ekstrem yang diketengahkan oleh salah satu peletak dasar karakter Liverpool, Bill Shankly, “Sepak bola lebih dari sekadar hidup dan mati&#8230;”</p>
<p>Mohamed Salah pernah merasakan menjadi bagian dari semangat itu, dan menyuburkannya sebagai elemen terpenting “komunitas” Si Merah.</p>
<p>Dengan segala perniknya, tak keliru sejarah bakal mencatat Mo Salah sebagai legenda istimewa Liverpool&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan">Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Galau Hati Mohamed Salah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 10:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kegalauan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool Tidak Tepat]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Publik]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Patut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=533992</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak bolehkah pahlawan mengeluh/ mengungkapkan galau hati/ : merasa dikambinghitamkan/ merasa disisihkan/ tak menyisakan harga/ untuk jasa-jasanya&#8230;// (Sajak “Galau Mo Salah”, 2025) MOHAMED Salah Hamed Mahrous Ghaly disalahkan kiri-kanan. Ungkapan kegalauan hatinya, oleh sebagian orang &#8212; terutama para legenda Liverpool &#8211;, dipahami sebagai sesuatu yang tidak tepat, tidak patut disampaikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah">Galau Hati Mohamed Salah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-533997 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak bolehkah pahlawan mengeluh/ mengungkapkan galau hati/ : merasa dikambinghitamkan/ merasa disisihkan/ tak menyisakan harga/ untuk jasa-jasanya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Galau Mo Salah”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MOHAMED</strong> Salah Hamed Mahrous Ghaly disalahkan kiri-kanan. Ungkapan kegalauan hatinya, oleh sebagian orang &#8212; terutama para legenda Liverpool &#8211;, dipahami sebagai sesuatu yang tidak tepat, tidak patut disampaikan kepada publik.</p>
<p>Tak berhakkah seseorang meluapkan kegundahan, meletupkan kegalauan ketika merasa semua yang telah dia berikan tidak sepadan dihargai dan dimengerti?</p>
<p>Dia merasa menjadi pusat kesalahan, kambing hitam, dan selanjutnya dipojokkan. Realitas opini pun bisa berkembang ke tafsir subjektif: pahlawan seolah-olah tak boleh mengeluh, dan hanya berhak menerima apa pun yang terjadi, dan apa yang akan terjadi.</p>
<p>Gaduh soal Mo Salah menjadi topik paling viral di Liga Primer sejak pekan lalu. Tak peduli dia pernah dipuja-puji sebagai pusat kebergantungan tim, para pundit sepak bola, legenda The Reds, bahkan para eks pemain dari luar lingkaran Anfield berkomentar pro dan kontra. Semua bernada sama: menyalahkan Mohamed Salah.</p>
<p>Awalnya adalah komentar pemain berjejuluk Raja Mesir itu. Dengan nada pedas, dia menyampaikan dalam sebuah wawancara setelah tidak dimainkan dalam laga melawan Leeds United di Elland Road, 7 Desember lalu. Sudah tiga kali beruntun &#8212; melawan West Ham United, Sunderland, dan Leeds &#8211;, pelatih Arne Slot tidak menurunkan eks pemain Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma itu.</p>
<p>Salah menyatakan kekecewaannya kepada Slot, dengan mengungkit apa yang sudah dia berikan sejak bergabung dengan Liverpool pada 2017. Salah juga mengisyaratkan spekulasi masa depan, dengan menyebut laga melawan Brighton &amp; Hove Albion pada Sabtu 13 Desember ini bisa menjadi momentum perpisahannya.</p>
<p>Saat ini, sebagai juara bertahan, Liverpool sedang dalam situasi sulit. Mereka berada di peringkat kesembilan. Dari 10 pertandingan terakhir, Virgil van Dijk dkk hanya tiga kali menang, dua kali imbang, dan sisanya kalah. Para pemain rekrutan mahal seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Hugo Ekitike, atau Milos Kerkez belum tampil maksimal.</p>
<p>Arne Slot menjelaskan, dia menepikan Mo Salah karena pertimbangan kebutuhan tim. Salah baru membukukan lima gol dan tiga assist dari 16 pertandingan di semua ajang. Padahal musim lalu, dia mampu mengemas 57 gol dari 52 laga. Dia juga dinilai mulai lambat dalam membantu pertahanan. Sisi kanan Liverpool sering menjadi titik lemah yang dieksploitasi lawan.</p>
<p>Dalam statistik, sejak memperkuat Liverpool pada 2017, dia telah menyumbang 250 gol dan 188 assist dari 400 laga. Dia tercatat sebagai top scorer sepanjang masa The Reds di bawah Ian Rush (346 gol), dan Roger Hunt (285). Semua trofi di Liga Primer dan Eropa sudah dia bendaharakan.</p>
<p><strong>Situasinya Kurang Tepat</strong><br />
Legenda Liverpool Michael Owen dalam unggahan di X menulis, “Oh, Mo Salah. Saya bisa membayangkan bagaimana perasaannya. Kamu sudah memimpin tim ini selama bertahun-tahun dan meraih semua gelar yang bisa diraih. Tetapi ini adalah permainan tim, dan kamu tidak bisa secara terbuka mengatakan apa yang kamu katakan”.</p>
<p>Owen bisa memahami apa yang dirasakan Mo Salah, tetapi mengingatkan bahwa situasinya kurang tepat.</p>
<p>Bagi Wayne Rooney, komentar Mohamed Salah merupakan kesalahan fatal. “Dia benar-benar menghancurkan warisannya di Liverpool. Akan sangat disayangkan jika dia menyiakan-nyiakan semua itu. Dia benar-benar salah,” ungkap legenda Manchester United itu seperti dikutip <em>BBC</em>. (<em>detik.com</em>, 9 Desember 2025).</p>
<p>“Waktu terus berjalan, dan musim ini dia belum tampil dalam performa terbaiknya, dalam ketajamannya. Anda ingin melihatnya bekerja keras dan berkata, ‘Oke, kalau begitu saya akan tunjukkan’,’’ kata Rooney. “Untuk memiliki arogansi mengatakan dia tidak harus berjuang keras karena dia sudah pantas mendapatkan tempatnya, Anda harus berada dalam performa terbaik setiap minggu untuk mencoba dan tetap berada di tim&#8230;”</p>
<p>Legenda Liverpool Danny Murphy mengingatkan, “Anda boleh marah, boleh frustrasi, boleh emosional, telah melakukan hal-hal luar biasa untuk klub ini, tetapi Anda harus berada di koridor klub,” ujarnya.</p>
<p>Murphy menyarankan, “Ketuk pintu manajer, pergi dan bicaralah dengan CEO atau siapa pun yang Anda butuhkan. Temui pemiliknya. Lakukan apa pun yang harus Anda lakukan. Ekspresikan rasa frustrasi Anda”.</p>
<p>Berbeda dari rata-rata legenda Liverpool, mantan kapten Stevan Gerrard memahami kekesalan Mo Salah, tetapi dia menyarankan agar Salah segera berdamai dengan Arne Slot. Menurut Gerrard, kekesalan Salah tak sepenuhnya keliru. Dia ingat, dulu Luis Suarez juga pernah berkonflik dengan manajer Brendan Rodgers, yang diselesaikan dengan baik.</p>
<p>Dia mengatakan, keliru jika Mo Salah menyebut ada pihak yang mencoba menyingkirkannya. “Dia harus menarik kata-kata itu dan menyelesaikan langsung dengan manajer. Virgil van Dijk (sebagai kapten) harus turun tangan. Dulu saya sering menyelesaikan hal-hal seperti ini demi kepentingan klub, tim, dan para suporter. Semua pemain pernah kehilangan kontrol. Ketika semuanya sudah mereda, saya yakin Mo akan berpikir, ‘Saya tidak seharusnya mengatakan itu, saya terlalu emosional’&#8230;,” kata Gerrard. (<em>detik.com</em>, 11 Desember 2025).</p>
<p><strong>Refleksi “Kegalauan”</strong><br />
Apa yang membelit hati Mo Salah saat ini, sejatinya merefleksikan “kegalauan” yang tergambar dalam permainan Liverpool sebagai tim. Sebagai juara bertahan, performa The Reds menurun drastis. Keputusan Arne Slot untuk tidak memainkan Salah patut dilihat sebagai bagian dari pertimbangan taktikal, ketika berbagai cara dan skema belum menciptakan soliditas permainan. Sedangkan Salah menanggapinya dengan merasa dia menjadi kambing hitam dibandingkan dengan apa yang selama bermusim-musim telah dia persembahkan.</p>
<p>“Kesalahan” utamanya, tentu, karena Mo Salah tidak membuat gol setidak-tidaknya seproduktif musim lalu.</p>
<p>Yang masih menjadi tanda tanya, seperti apa akhir dari kemelut Anfield ini?</p>
<p>Pertama, apakah Mo Salah bakal tampil di Piala Afrika membela tim nasional Mesir dengan performa yang membuat Arne Slot kembali mempertimbangkan menjadi elemen utama dalam skema taktiknya, setelah Salah tidak dibawa dalam laga Liga Champions melawan Internazionale Milan di San Siro. Atau justru sebaliknya?</p>
<p>Kedua, apakah bakal terjadi peredaan relasi antara sang pemain dengan Arne Slot dalam perenungan, dan titik temu taktik yang saling dipahami? Ketiga, benarkah laga melawan Brighton nanti menjadi perpisahan Mo Salah dengan Liverpool? Atau malah Slot tidak memainkannya?</p>
<p>Keempat, apakah kegalauan yang diungkapkan Salah itu menjadi semacam konsiderans bagi manajemen Liverpool untuk mengakhiri kerja sama, lalu bagaimana bentuknya?</p>
<p>Kelima, bakal bangkitkah Liverpool dalam kondisi relasi pemain dan pelatih yang seperti ini, atau perlu penyegaran untuk memulai dari nol? Tentu banyak referensi di masa lalu tentang masalah relationship yang sama dalam dinamika industri sepak bola profesional .</p>
<p>Bagi saya, kegalauan Mohamed Salah justru memperlihatkan, hati dan perasannya masih begitu kuat bertaut dengan Liverpool. Penurunan performa, dalam usia 33, bisa saja mulai dirasakan, namun bahwa dalam beberapa musim terakhir dia menjadi pilar penentu adalah realitas yang tak terbantahkan. Dia hanya membutuhkan komunikasi yang tepat untuk berelasi dengan pelatih.</p>
<p>Yakinilah, Mo Salah masih sangat penting untuk Pasukan Anfield&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah">Galau Hati Mohamed Salah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>
</div>