<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kisah Inspiratif Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/kisah-inspiratif/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 00:18:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Kisah Inspiratif Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Inspiratif Fatimah: Difabel Kudus yang &#8216;Taklukkan&#8217; Dunia Digital dari Atas Ranjang Tanpa Jual Iba</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/10/kisah-inspiratif-fatimah-difabel-kudus-yang-taklukkan-dunia-digital-dari-atas-ranjang-tanpa-jual-iba</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 00:18:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[difabel kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=553175</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat hidup seorang perempuan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Meski harus menjalani hari-hari dari atas ranjang, Fatimah tetap berjuang mencari penghasilan sekaligus merajut harapan bagi keluarganya. Perempuan berusia 38 tahun asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus ini harus menjalani hidup dengan keterbatasan akibat penyakit langka Osteogenesis Imperfecta [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/10/kisah-inspiratif-fatimah-difabel-kudus-yang-taklukkan-dunia-digital-dari-atas-ranjang-tanpa-jual-iba">Kisah Inspiratif Fatimah: Difabel Kudus yang &#8216;Taklukkan&#8217; Dunia Digital dari Atas Ranjang Tanpa Jual Iba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat hidup seorang perempuan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Meski harus menjalani hari-hari dari atas ranjang, Fatimah tetap berjuang mencari penghasilan sekaligus merajut harapan bagi keluarganya.</p>
<p>Perempuan berusia 38 tahun asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus ini harus menjalani hidup dengan keterbatasan akibat penyakit langka Osteogenesis Imperfecta yang diidap sejak lahir.</p>
<p>Penyakit tersebut membuat tulangnya sangat rapuh dan mudah patah, sehingga Fatimah tidak dapat bergerak bebas. Seluruh aktivitas sehari-hari seperti makan, mandi, hingga beribadah harus dibantu oleh keluarga.</p>
<p>Kasur sederhana yang menjadi tempatnya berbaring setiap hari bahkan merupakan buatan almarhum ayahnya. Dari tempat itulah, Fatimah menjalani kehidupan sekaligus terus berjuang menata masa depan.</p>
<p>Meski dalam kondisi terbatas, Fatimah tak menyerah. Dalam satu tahun terakhir, ia mulai merintis usaha kerajinan rajut. Dengan memanfaatkan aplikasi desain PixelLab, ia membuat desain sendiri yang kemudian diwujudkan bersama rekannya.</p>
<p>Produk yang dihasilkan berupa boneka dan gantungan kunci yang dipasarkan melalui media sosial. Pesanan pun mulai berdatangan dari berbagai daerah, bahkan hingga luar kota.</p>
<p>Tak hanya itu, Fatimah juga aktif sebagai host di aplikasi Hago. Dari aktivitas tersebut, ia mendapatkan penghasilan tambahan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>Menariknya, meski aktif di dunia digital, Fatimah memilih tidak menampilkan identitas dirinya. Ia ingin karya yang dihasilkan dihargai tanpa dilandasi rasa kasihan.</p>
<p>Di sisi lain, Fatimah mengaku baru pertama kali menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kudus pada tahun 2025 berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp900 ribu.</p>
<p>Keteguhan Fatimah juga diakui oleh keluarganya. Meski tidak pernah mengenyam pendidikan formal, ia mampu belajar membaca, menulis, hingga mengoperasikan ponsel secara mandiri berkat bimbingan pamannya.</p>
<p>Kisah Fatimah menjadi inspirasi bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk terus berkarya dan bertahan. Dari atas ranjang sederhana, ia terus merajut harapan demi masa depan yang lebih baik.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/10/kisah-inspiratif-fatimah-difabel-kudus-yang-taklukkan-dunia-digital-dari-atas-ranjang-tanpa-jual-iba">Kisah Inspiratif Fatimah: Difabel Kudus yang &#8216;Taklukkan&#8217; Dunia Digital dari Atas Ranjang Tanpa Jual Iba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sentuhan Canting, Goresan Harapan: Kisah Pembatik Difabel di Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/17/kisah-inspiratif-difabel-belajar-batik-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 12:44:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Muria Batik Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Yuli Astuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=496638</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Bau malam panas yang khas tercium samar di sebuah workshop kecil milik Muria Batik Kudus. Di dalam ruangan sederhana itu, beberapa remaja duduk tekun. Jari-jari mungil mereka menggenggam canting, menorehkan garis demi garis di atas kain putih yang sudah berpola. Sesekali mereka berhenti, menatap goresan yang masih kaku, lalu kembali melanjutkan pola [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/17/kisah-inspiratif-difabel-belajar-batik-kudus">Sentuhan Canting, Goresan Harapan: Kisah Pembatik Difabel di Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Bau malam panas yang khas tercium samar di sebuah workshop kecil milik Muria Batik Kudus. Di dalam ruangan sederhana itu, beberapa remaja duduk tekun. Jari-jari mungil mereka menggenggam canting, menorehkan garis demi garis di atas kain putih yang sudah berpola. Sesekali mereka berhenti, menatap goresan yang masih kaku, lalu kembali melanjutkan pola yang sudah ada dengan penuh hati-hati.</p>
<p>Mereka bukan pembatik biasa. Mereka adalah anak-anak difabel dari SLB Negeri Cendono, Kudus. Anak-anak istimewa yang menemukan cara baru berkarya—bukan lewat kata-kata, melainkan melalui motif batik yang lahir dari jemari mereka.</p>
<p>Di balik proses itu, ada Yuli Astuti, pemilik Muria Batik Kudus. Baginya, membatik bersama anak-anak difabel bukan hanya soal melestarikan budaya, atau pun bisnis semata, melainkan tentang membuka semangat hidup baru.</p>
<p>“Awalnya mereka minder, takut salah, bahkan ragu bisa melakukannya. Tapi ketika diberi kesempatan, hasilnya justru membuat saya terharu,” kata Yuli, matanya berbinar menahan emosi.</p>
<p>Yuli tahu, melibatkan anak-anak difabel tidak serta merta menguntungkan secara bisnis. Tapi bagi dirinya, setiap anak berhak diberi peluang untuk tumbuh.</p>
<p>“Saya hanya ingin mereka punya bekal, agar mereka bisa mandiri dan berdiri di kaki sendiri kelak kemudian,” ujarnya.</p>
<p>Salah satu yang paling membekas di hati Yuli adalah kisah Lia Ayu Lestari. Gadis tunarungu dan tunawicara asal Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kudus itu dulunya lebih sering mengurung diri. Dunia luar terasa asing dan menakutkan baginya.</p>
<p>Namun, sejak mengenal batik, Lia perlahan berubah. Kini ia berani tersenyum, berani menyapa, dan membiarkan jemarinya berbicara lewat goresan canting. “Saya senang bisa belajar batik di sini,” ucap Lia dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan Yuli.</p>
<p>Keberanian mereka bahkan sudah membuahkan hasil. Beberapa karya batik siswa difabel ini berhasil menyabet juara pertama dalam lomba tingkat eks-Keresidenan Pati. Sebuah pencapaian yang dulu mungkin hanya sebatas mimpi.</p>
<p>Meski begitu, perjalanan ini tidak mudah. Yuli sering kali harus bersabar menghadapi keterbatasan komunikasi, juga semangat anak-anak yang kadang naik turun. “Ada saat mereka tiba-tiba putus asa. Tapi dengan dirangkul, mereka bisa berkembang luar biasa. Bahkan ada yang sekarang jadi mentor bagi adik-adiknya,” tuturnya.</p>
<figure id="attachment_496641" aria-describedby="caption-attachment-496641" style="width: 681px" class="wp-caption aligncenter"><img class="size-full wp-image-496641" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-17-at-19.40.23.jpeg" alt="" width="681" height="443" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-17-at-19.40.23.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-17-at-19.40.23-400x260.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-17-at-19.40.23-150x98.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-17-at-19.40.23-300x194.jpeg 300w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-496641" class="wp-caption-text">Berkat bimbingan Yuli Astuti, sejumlah anak difabel pun bisa berkarya. foto: Ali Bustomi</figcaption></figure>
<p>Dukungan juga datang dari PT Pertamina melalui program pembinaan UMKM. Bagi mereka, apa yang dilakukan Yuli adalah bukti nyata bahwa batik bisa menjadi jembatan kemandirian.</p>
<p>“Bu Yuli ini contoh nyata. Dari batik, beliau tidak hanya menghidupkan budaya, tapi juga mengangkat martabat anak-anak difabel,” kata Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations &amp; CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah.</p>
<p>Yuli Astutik sebenarnya bukan tokoh asing di dunia batik Kudus. Mendirikan Muria Batik sejak tahun 2010, perempuan asal Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kudus tersebut adalah sosok yang berjasa di balik kebangkitan batik khas Kudus hingga menjadi popular dan banyak dikenal masyarakat</p>
<p>Berbagai penghargaan baik berskala lokal hingga nasional pun sudah diterima Yuli sebagai bentuk pengakuan atas jasanya dalam menjaga kelestarian batik Kudus.</p>
<p>Dan yang teranyar adalah kepedulian Yuli terhadap kelompok minoritas yang selama ini sering terlupakan oleh banyak kalangan. Di awal tahun 2005, Yuli sudah membagikan ilmunya kepada perempuan, anak muda, hingga difabel, agar mereka bisa mandiri meski dari rumah sendiri. Kini, Muria Batik Kudus melibatkan delapan difabel, sepuluh UMKM, dan bahkan membuka ruang magang bagi siswa SMK berkebutuhan khusus.</p>
<p>Perjalanan panjang itu membuahkan banyak penghargaan termasuk dari Pertamina. Yang paling anyar, Muria Batik Kudus terpilih menjadi pemenang Pertamina Pertapreneur Aggregator 2024, mendapat hibah alat produksi senilai Rp70 juta, hingga menembus pasar Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/17/kisah-inspiratif-difabel-belajar-batik-kudus">Sentuhan Canting, Goresan Harapan: Kisah Pembatik Difabel di Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menginspirasi Melalui Pendidikan, Ibe Karyanto Berbagi Kisah Inspiratif di UKSW</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/26/menginspirasi-melalui-pendidikan-ibe-karyanto-berbagi-kisah-inspiratif-di-uksw-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 23:17:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibe Karyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Menginspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=462699</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU.ID) &#8211; Suasana Lobby Perpustakaan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) terasa berbeda dan penuh kehangatan saat Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom), serta Perpustakaan UKSW menghadirkan acara istimewa &#8220;Sambang Kadang&#8221; Sanggar Anak Akar Jakarta. Acara ini menghadirkan diskusi mendalam tentang buku Cerita tentang Pembebasan pada Sabtu (22/2/2025) siang. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/26/menginspirasi-melalui-pendidikan-ibe-karyanto-berbagi-kisah-inspiratif-di-uksw-2">Menginspirasi Melalui Pendidikan, Ibe Karyanto Berbagi Kisah Inspiratif di UKSW</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Suasana Lobby Perpustakaan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) terasa berbeda dan penuh kehangatan saat Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom), serta Perpustakaan UKSW menghadirkan acara istimewa &#8220;Sambang Kadang&#8221; Sanggar Anak Akar Jakarta.</p>
<p>Acara ini menghadirkan diskusi mendalam tentang buku Cerita tentang Pembebasan pada Sabtu (22/2/2025) siang. Sebanyak 71 peserta, yang terdiri dari civitas academica UKSW dan sejumlah tamu undangan, ikut hadir dalam kegiatan ini.</p>
<p>Wakil Dekan FBS, Dr. Deta Maria Sri Darta, S.Pd., M.Hum., menyampaikan, sesi berbagi ini bertujuan untuk melatih mahasiswa agar menjadi perpanjangan tangan pekerja sosial yang bermanfaat serta mampu memberikan dampak positif di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi serta memperluas wawasan civitas academica UKSW tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan.</p>
<p>“Acara ini tidak hanya menginspirasi peserta, tetapi juga membuka wawasan mahasiswa, mengingatkan mereka untuk bersyukur, serta menyadari bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk menikmati pendidikan formal,” ujarnya.</p>
<p>Koordinator kegiatan, Dr. Purwanti Kusumaningtyas, M.Hum., menjelaskan, buku cerita tentang pembebasan layak diulas karena kaya akan pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan. “Saya berharap peserta dapat memahami pengalaman orang lain, sehingga mereka bisa belajar menumbuhkan empati serta termotivasi untuk terlibat dalam kerja-kerja kemanusiaan,” ungkapnya. Hadir dalam acara ini Direktur Perpustakaan UKSW, Tintien Koerniawati, S.Sos., M.I.Kom.</p>
<p><strong>UKSW Memancarkan Api Perubahan</strong></p>
<p>Acara ini menghadirkan sosok inspiratif, yaitu Rektor Sanggar Anak Akar, Ibe Karyanto, yang juga penulis buku cerita tentang pembebasan. Selain itu, Ketua Yayasan Sanggar Anak Akar, Susilo Adinegoro, serta Kaminah, salah satu alumni Sanggar Anak Akar, juga berbagi kisah inspiratif mereka. Acara ini juga menampilkan dua pembahas muda dari Program Studi (Prodi) Sosiologi Fiskom, Arya Raihan dan Reo Bima, yang memberikan pandangan mendalam tentang isi buku tersebut.</p>
<p>Dalam sesi berbagi, Ibe Karyanto mengungkapkan rasa bangganya bisa berbagi di Kampus Indonesia Mini. Baginya, UKSW merupakan bagian dari sejarah yang telah melahirkan agen-agen perubahan. “Saya senang bisa berkunjung ke kampus ini. UKSW merupakan kampus yang memancarkan api perubahan. Saya melihat cahaya itu ada di antara mahasiswanya,” ungkapnya.</p>
<p>Ia mengawali sesinya dengan memaparkan kisah perjuangan anak-anak pinggiran yang menemukan harapan dan keberanian mereka. Setiap kata yang ia ucapkan mengalir dalam semangat pendidikan yang memanusiakan manusia, mengangkat harkat dan martabat, serta membuka ruang bagi anak-anak pinggiran untuk menemukan kebebasan dan jati diri mereka.</p>
<p>“Buku cerita tentang pembebasan bukan sekadar buku yang menceritakan perjalanan anak-anak pinggiran, tetapi juga mencerminkan keberanian dan keteguhan Sanggar Anak Akar dalam menciptakan ruang bagi mereka untuk menemukan jati diri dan kemerdekaan,” jelasnya.</p>
<p>Buku ini juga merangkum 30 tahun perjalanan Sanggar Anak Akar dalam membangun ruang belajar alternatif berbasis seni dan kebudayaan. Melalui Sanggar Anak Akar, Ibe Karyanto berjuang memberikan pendidikan yang penuh cinta dan solidaritas, membimbing anak-anak pinggiran agar tumbuh menjadi manusia yang bermartabat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/26/menginspirasi-melalui-pendidikan-ibe-karyanto-berbagi-kisah-inspiratif-di-uksw-2">Menginspirasi Melalui Pendidikan, Ibe Karyanto Berbagi Kisah Inspiratif di UKSW</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melampaui Batas, Kisah Inspiratif Mahasiswa Teologi UKSW Yeri Mesakh di EvH Bochum, Jerman</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/05/melampaui-batas-kisah-inspiratif-mahasiswa-teologi-uksw-yeri-mesakh-di-evh-bochum-jerman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Aug 2024 07:50:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[EvH Bochum]]></category>
		<category><![CDATA[ISP]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Teologi]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW]]></category>
		<category><![CDATA[Yeri Mesakh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=429020</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU.ID) &#8211; Yeri Mesakh, mahasiswa berprestasi Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) baru saja mengakhiri perjalanan akademisnya dalam program Student Exchange International Study Programme (ISP) di EvH Bochum, Jerman. Dimulai sejak bulan April hingga Juli lalu, ia mengikuti program yang menjanjikan tidak hanya pendidikan yang lebih tinggi, tetapi juga pengalaman yang membuka cakrawala [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/05/melampaui-batas-kisah-inspiratif-mahasiswa-teologi-uksw-yeri-mesakh-di-evh-bochum-jerman">Melampaui Batas, Kisah Inspiratif Mahasiswa Teologi UKSW Yeri Mesakh di EvH Bochum, Jerman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Yeri Mesakh, mahasiswa berprestasi Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) baru saja mengakhiri perjalanan akademisnya dalam program Student Exchange International Study Programme (ISP) di EvH Bochum, Jerman.</p>
<p>Dimulai sejak bulan April hingga Juli lalu, ia mengikuti program yang menjanjikan tidak hanya pendidikan yang lebih tinggi, tetapi juga pengalaman yang membuka cakrawala baru. &#8220;Motivasi utama saya adalah keinginan untuk terus belajar dan tidak ingin membatasi diri dari kesempatan emas yang ada,&#8221; ungkap Yeri, Senin (5/8/2024).</p>
<p>Baginya, pendidikan adalah kunci menuju peradaban yang lebih baik. Program pertukaran ini adalah sebuah pintu menuju dunia baru, dimana standar pendidikan yang lebih tinggi dan metode pembelajaran yang lebih inovatif dapat dipelajari. &#8220;Saya ingin menantang diri dalam lingkungan akademik yang lebih kompetitif dan menguji kemampuan adaptasi saya dalam situasi yang tidak familiar,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selama di EvH Bochum, Yeri dan kawan-kawannya yang berasal dari berbagai penjuru dunia mengikuti berbagai seminar internasional yang diselenggarakan. Program yang pertama kali didirikan pada tahun 2018 ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dalam lingkungan akademik yang dinamis dan beragam. &#8220;Ini sangat membantu dalam menjalin persahabatan, berbagi pengetahuan dan budaya, serta memberikan rutinitas baru yang menyegarkan bagi semua orang,&#8221; ujar Yeri.</p>
<p>Yeri merasakan bahwa pembelajaran di EvH Bochum berlangsung dengan sangat terbuka dan menyenangkan. Setiap mahasiswa memperoleh hak yang sama tanpa dibatasi oleh jenis keterbatasan apapun. &#8220;Kami mempunyai kesempatan untuk mengeksplorasi diri sendiri seluas-luasnya. Kebebasan akademik ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dan menemukan jati diri mereka dalam konteks global,” katanya.</p>
<p><strong>Ruang menggapai mimpi</strong></p>
<p>Yeri juga mengisahkan proses seleksi untuk ISP 2024 yang baginya adalah sebuah tantangan yang harus dilalui dengan ketekunan dan semangat. Ia menceritakan tiga tahap krusial yang dilaluinya. Pertama, seleksi fakultas yang menguji kemampuan bahasa Inggris dan meminta berkas-berkas seperti esai motivasi dan curriculum vitae (CV).</p>
<p>Setelah dinyatakan layak, ia melangkah ke tahap kedua, mengirimkan berkas ke Direktorat Kerja Sama (Diker) UKSW dan mengikuti wawancara singkat. Akhirnya, pada tahap ketiga, semua berkas dikirim ke penyelenggara program, dilanjutkan dengan menunggu hasil seleksi berkas dan wawancara online. Hingga akhirnya, kabar bahagia itu datang dalam bentuk Letter of Acceptance (LoA).</p>
<p>Usai menyelesaikan program tersebut, Yeri memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti program serupa. &#8220;Jangan pernah batasi dirimu. Ambil setiap kesempatan yang ada, persiapkan dirimu dengan baik, dan lakukan segala sesuatu dengan kemampuan terbaik yang kamu punya. Percayalah, kesempatan untuk belajar di luar negeri akan membawa banyak hal positif bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarmu,&#8221; tuturnya dengan penuh keyakinan.</p>
<p>Menurut Yeri, dalam perjalanannya UKSW membantunya dalam meraih kesempatan berharga tersebut dengan membuka ruang bagi mahasiswa untuk mewujudkan mimpi belajar di luar negeri. Kesempatan ini bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi juga tentang bagaimana membentuk diri menjadi individu yang berwawasan luas, mampu beradaptasi, dan siap bersaing di kancah global.</p>
<p>Melalui pengalaman ini, Yeri Mesakh telah membuktikan bahwa dengan tekad dan persiapan yang matang, mimpi untuk belajar di luar negeri dapat terwujud. Semoga cerita ini menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengejar mimpi dan mengambil setiap kesempatan yang ada dengan melampaui batas.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/05/melampaui-batas-kisah-inspiratif-mahasiswa-teologi-uksw-yeri-mesakh-di-evh-bochum-jerman">Melampaui Batas, Kisah Inspiratif Mahasiswa Teologi UKSW Yeri Mesakh di EvH Bochum, Jerman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>