<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hujan abu Merapi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/hujan-abu-merapi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Mar 2023 12:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>hujan abu Merapi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dampak  Hujan Abu Merapi, Peternak di Lereng Merapi Kesulitan Cari Pakan Ternak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/14/dampak-hujan-abu-merapi-peternak-di-lereng-merapi-kesulitan-cari-pakan-ternak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Mar 2023 12:09:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[abu vulkanik merapi]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[rumput pakan ternak]]></category>
		<category><![CDATA[rumput segar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=322382</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-Para pemilik ternak di lereng Gunung Merapi, khususnya yang berada di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang  yang terdampak hujan abu vulkanik Merapi, kesulitan mendapatkan pakan ternak, khususnya rumput segar. Karena, rumput yang ada di ladang –ladang sekitar perkampungan setempat hingga masih tertutup abu vulkanik Merapi. Untuk mendapatkan rumput segar, para peternak terpaksa harus mencari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/14/dampak-hujan-abu-merapi-peternak-di-lereng-merapi-kesulitan-cari-pakan-ternak">Dampak  Hujan Abu Merapi, Peternak di Lereng Merapi Kesulitan Cari Pakan Ternak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-Para pemilik ternak di lereng Gunung Merapi, khususnya yang berada di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang  yang terdampak hujan abu vulkanik Merapi, kesulitan mendapatkan pakan ternak, khususnya rumput segar.</p>
<p>Karena, rumput yang ada di ladang –ladang sekitar perkampungan setempat hingga masih tertutup abu vulkanik Merapi.</p>
<p>Untuk mendapatkan rumput segar, para peternak terpaksa harus mencari rumput segar atau <em>damen</em> (jerami padi,red) hingga 7 kilometer.</p>
<figure id="attachment_322384" aria-describedby="caption-attachment-322384" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-322384" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/Bravo.jpg" alt="rumput pakan ternak" width="681" height="314" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/Bravo.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/Bravo-400x184.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/Bravo-150x69.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-322384" class="wp-caption-text">Ketua OPRB Banyurojo Volunteer (Bravo) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Saleh Gumbiro. . Foto: W. Cahyono</figcaption></figure>
<p>“Untuk mencukupi pakan ternak, para pemilik ternak harus mencari rumput atau <em>damen</em> sejauh 7 kilometer di desa tetangga yang tidak terkena hujan abu vulkanik. Itupun kalau ada, karena <em>damen-</em>nya persediaannya sangat terbatas,”kata Kepala Urusan Kesejateraan Rakyat Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Ari Kenang Riyadi, Selasa ( 14/3/2023).</p>
<p>Ari mengatakan, saat ini rumput-rumput yang di sekitar Desa Krinjing dan Desa Paten yang hanya berjarak sekitar 4,5 kilometer hingga 5 kilometer dari puncak Merapi, masih tertutup abu vulkanik cukup tebal.</p>
<p>Menurutnya, rumput-rumput yang masih tertutup abu vulkanik tersebut menjadikan hewan ternak tidak mau memakannya.</p>
<p>Untuk mengantisipasi tidak adanya pakan rumput segar, para peternak memberikan makanan berupa <em>komboran</em> ( bekatul yang dicampur air).</p>
<p>“Namun, bila dikasih makan komboran terus, menjadikan  hewan ternak sapi tersebut bosan makan,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, Pemerintah Desa Krinjing juga telah berupaya untuk membantu para pemilik ternak mendapatkan pakan ternak. Yakni, dengan meminta bantuan ke Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang , untuk membantu penyediaan rumput pakan ternak.</p>
<p>Bantu  Ngarit Rumput</p>
<p>Sementara itu, untuk meringankan beban para pemilik ternak yang terdampak akibat hujan abu vulkanik Merapi,  sejumlah  Relawan Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang membantu memberi bantuan berupa rumput bagi para peternak di Dusun Babadan1, Desa Paten, Kecamatan Dukun.</p>
<p>“Kami dari Relawan Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, terpanggil hatinya untuk menyalurkan rumput segar bagi pemilik ternak di Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun yang kesulitan mendapatkan pakan ternak,” kata Ketua OPRB Banyurojo Volunteer (Bravo) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Saleh Gumbiro.</p>
<p>Saleh Gumbiro mengatakan, rumput pakan ternak yang telah disalurkan kepada para peternak di lereng Gunung Merapi tersebut sebanyak dua rit mobil bak terbuka. Adapun jenis rumput yang diberikan yakni rumput kalanjana dan rumput biasa.</p>
<p>Menurutnya, di Dusun Babadan 1 hewan ternak sapi yang dipelihara warga setempat sebanyak 566 ekor sapi dan 15 ekor domba.</p>
<p>“ Rumput tersebut sudah kami serahkan ke masyarakat Dusun Babadan I pada Senin (13/3) malam,” katanya.  W. Cahyono</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/14/dampak-hujan-abu-merapi-peternak-di-lereng-merapi-kesulitan-cari-pakan-ternak">Dampak  Hujan Abu Merapi, Peternak di Lereng Merapi Kesulitan Cari Pakan Ternak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>11 Kecamatan di Kabupaten Magelang Terdampak Hujan Abu Erupsi Merapi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/11/11-kecamatan-di-kabupaten-magelang-terdampak-hujan-abu-erupsi-merapi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2023 08:26:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Eruspi Merapi 11 Maret 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi Erupsi Kembali]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu Merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=321547</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat  11 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang terdampak hujan abu Gunung Merapi. “Saat ini kami mencatat sebanyak 11 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang terdampak hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Sabtu ( 11/3) siang,”kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/11-kecamatan-di-kabupaten-magelang-terdampak-hujan-abu-erupsi-merapi">11 Kecamatan di Kabupaten Magelang Terdampak Hujan Abu Erupsi Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-</strong> Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat  11 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang terdampak hujan abu Gunung Merapi.</p>
<p>“Saat ini kami mencatat sebanyak 11 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang terdampak hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Sabtu ( 11/3) siang,”kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono, Sabtu (11/3/2023).</p>
<p>Edi mengatakan,  ke-11 wilayah sebaran abu vulkanik Merapi tersebut yakni Kecamatan Sawangan, Dukun,Candimulyo, Pakis, Tegalrejo.  Hujan abu juga terjadi di Kecamatan Tempuran, Bandongan, Windusari, Kaliangkrik, Ngablak dan Mertoyudan.</p>
<p>Menurutnya, pihaknya  hingga saat ini belum bisa memerinci jumlah desa di 11 kecamatan yang terkena hujan abu vulkanik tersebut.</p>
<p>“ Untuk jumlah desa yang terkena hujan abu hingga saat ini masih dalam pendataan. Karena kemungkinan masih akan bertambah,” katanya.</p>
<p>Edi menambahkan, selain melakukan pemantauan dan pendataan, pihaknya  juga telah membagikan sebanyak 16.000 lembar masker  untuk warga di tiga kecamatan yang masuk dalam kawasan rawan bencana ( KRB) Merapi. Yakni, Wilayah Kecamatan Dukun, Srumbung dan Sawangan.</p>
<p>Dengan terjadinya kembali erupsi Merapi pada Sabtu ( 11/3) sekitar 12.12 WIB tersebut , BPBD Kabupaten Magelang juga meminta agar para penambang bahan galian C yang berada di sungai-sungai yang berhulu dari puncak Merapi untuk sementara menghentikan aktivitasnya.</p>
<p>“Selain itu, bagi penduduk yang berada di sekitar kawasan Merapi yang sedang melakukan aktivitasnya di ladang juga untuk menghentikan aktivitasnya sementara,”harapnya.</p>
<p>Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta dalam keterangan pers-nya yang diterima menyebutkan, Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DIY,  kembali erupsi  dan memuntahkan awan panas guguran  pada pukull 12.12 WIB. Luncuran awan panas tersebut  ke arah Kali Bebeng/ Krasak sejauh 7 kilometer dari puncak Merapi.</p>
<p>BPPTKG juga menyebutkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya. Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. <strong>W. Cahyono</strong></p>
<p><strong>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-</strong> Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat  11 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang terdampak hujan abu Gunung Merapi.</p>
<p>“Saat ini kami mencatat sebanyak 11 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang terdampak hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Sabtu ( 11/3) siang,”kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono, Sabtu (11/3/2023).</p>
<p>Edi mengatakan,  ke-11 wilayah sebaran abu vulkanik Merapi tersebut yakni Kecamatan Sawangan, Dukun,Candimulyo, Pakis, Tegalrejo.  Hujan abu juga terjadi di Kecamatan Tempuran, Bandongan, Windusari, Kaliangkrik, Ngablak dan Mertoyudan.</p>
<p>Menurutnya, pihaknya  hingga saat ini belum bisa memerinci jumlah desa di 11 kecamatan yang terkena hujan abu vulkanik tersebut.</p>
<p>“ Untuk jumlah desa yang terkena hujan abu hingga saat ini masih dalam pendataan. Karena kemungkinan masih akan bertambah,” katanya.</p>
<p>Edi menambahkan, selain melakukan pemantauan dan pendataan, pihaknya  juga telah membagikan sebanyak 16.000 lembar masker  untuk warga di tiga kecamatan yang masuk dalam kawasan rawan bencana ( KRB) Merapi. Yakni, Wilayah Kecamatan Dukun, Srumbung dan Sawangan.</p>
<p>Dengan terjadinya kembali erupsi Merapi pada Sabtu ( 11/3) sekitar 12.12 WIB tersebut , BPBD Kabupaten Magelang juga meminta agar para penambang bahan galian C yang berada di sungai-sungai yang berhulu dari puncak Merapi untuk sementara menghentikan aktivitasnya.</p>
<p>“Selain itu, bagi penduduk yang berada di sekitar kawasan Merapi yang sedang melakukan aktivitasnya di ladang juga untuk menghentikan aktivitasnya sementara,”harapnya.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong><a href="https://suarabaru.id/2023/03/11/merapi-erupsi-hujan-abu-sampai-kota-magelang-wisatawan-di-ketep-saksikan-luncuran-wedhus-gembel">Merapi Erupsi, Hujan Abu Sampai Kota Magelang Wisatawan di Ketep Saksikan Luncuran Wedhus Gembel</a></p>
<p>Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta dalam keterangan pers-nya yang diterima menyebutkan, Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DIY,  kembali erupsi  dan memuntahkan awan panas guguran  pada pukull 12.12 WIB. Luncuran awan panas tersebut  ke arah Kali Bebeng/ Krasak sejauh 7 kilometer dari puncak Merapi.</p>
<p>BPPTKG juga menyebutkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya. Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.</p>
<p>Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. <strong>W. Cahyono</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/11-kecamatan-di-kabupaten-magelang-terdampak-hujan-abu-erupsi-merapi">11 Kecamatan di Kabupaten Magelang Terdampak Hujan Abu Erupsi Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak Hujan Abu Vulkanik Merapi, Para Petani Terancam Gagal Panen</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/03/10/dampak-hujan-abu-vulkanik-merapi-para-petani-terancam-gagal-panen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2022 11:58:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman sayuran rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=237266</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Hujan abu  akibat guguran awan panas Gunung Merapi yang terjadi di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang pada Rabu (9/3) hingga Kamis ( 10/3) dinihari  mengakibatkan tanaman sayuran milik para petani setempat rusak. Akibatnya, para petani yang tinggal hanya  berjarak sekitar 4 kilometer hingga 5 kilometer dari puncak Merapi terancam gagal panen tanamannya. Nuryami, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/10/dampak-hujan-abu-vulkanik-merapi-para-petani-terancam-gagal-panen">Dampak Hujan Abu Vulkanik Merapi, Para Petani Terancam Gagal Panen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Hujan abu  akibat guguran awan panas Gunung Merapi yang terjadi di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang pada Rabu (9/3) hingga Kamis ( 10/3) dinihari  mengakibatkan tanaman sayuran milik para petani setempat rusak.</p>
<p>Akibatnya, para petani yang tinggal hanya  berjarak sekitar 4 kilometer hingga 5 kilometer dari puncak Merapi terancam gagal panen tanamannya.</p>
<p>Nuryami, salah satu  petani cabai merah di Dusun Babadan1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang mengaku,  hujan abu vulkanik Merapi tersebut  mengakibatkan lahan cabai keriting merahnya rusak. Padahal, tidak lama lagi tananam holtikultura tersebut segera dipanen.</p>
<p>“Hujan abu ini menyebabkan tanaman cabai roboh. Padahal pohon cabai tersebut sudah diikat satu dengan lainnya dengan tali.Namun, karena tertutup abu Merapi dahannya tidak kuat menahannya,” ujarnya.</p>
<p>baca juga:</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="5IS4rdMwBV"><p><a href="https://suarabaru.id/2022/03/10/hujan-abu-vulkanik-melanda-12-desa-di-kabupaten-magelang/">Hujan Abu Vulkanik Melanda 12 Desa di Kabupaten Magelang</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" title="&#8220;Hujan Abu Vulkanik Melanda 12 Desa di Kabupaten Magelang&#8221; &#8212; SuaraBaru.id" src="https://suarabaru.id/2022/03/10/hujan-abu-vulkanik-melanda-12-desa-di-kabupaten-magelang/embed/#?secret=5IS4rdMwBV" data-secret="5IS4rdMwBV" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p>Menurutnya, untuk menghilangkan abu vulkanik yang menempel di daun dan dahan tanaman cabainya tersebut, harus menunggu  hingga abunya kering. Karena, saat terjadi hujan abu tersebut, disertai dengan hujan air yang tidak deras.</p>
<p>“Kalau di<em>gepyok</em>, juga bisa mengakibatkan tanamannya rusak,” imbuhnya.</p>
<p>Ia juga berharap, hujan deras bisa turun mengguyur kawasan tersebut, sehingga abu vulkanik Merapi yang menempel di tanamannya bisa segera hilang.</p>
<p>Nuryami  menambahkan, saat ini dirinya mempunyai lahan tanaman cabai merah seluas hampir 10.000 meter. Sedangkan, harga jual cabai saat ini cukup tinggi, yakni untuk cabai rawit merah  mencapai Rp 45.000 per kilogramnya dan cabai keriting merah mencapai Rp 35.000 per kilogramnya.</p>
<p>Rumput Pakan Ternak</p>
<p>Selain menimpa aneka macam tanaman sayuran di sekitar lereng Gunung Merapi, hujan abu vulkanik tersebut juga menyebabkan  para peternak mengalami kesulitan mencari rumput.</p>
<p>Rumput yang biasa digunakan pakan ternak ternak tersebut tertutup abu vulkanik cukup tebal, sehingga  para peternak harus lebih dulu mencucinya sebelum memberikan bagi ternaknya.</p>
<p>“Biasanya ternak sapi tidak mau makan rumput yang ada abunya. Untuk itu, kami harus mencucinya terlebih dulu,’kata Suparjo, warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang</p>
<p>Ia  mengatakan, bila rumput pakan ternak tidak dicuci dan masih ada abu vulkanik Merapi yang menempel dikhawatirkan akan membahayakan ternak sapi miliknya.</p>
<p>Menurutnya, hewan ternaknya tidak mau memakan rumput yang masih ada abu vulkaniknya, karena  abu vulkanik yang menempel di rumput tersebut, menimbulkan  bau menyengat seperti belerang. Sehingga menyebabkan  ternak sapinya tidak nafsu makan.</p>
<p>Ia mengaku, hujan abu vulkanik yang terjadi Rabu (9/3) malam hingga Kamis ( 10/3) dini hari tersebut tidak begitu parah seperti saat erupsi Merapi pada  tahun 2010 dan akhir tahun 2020 lalu. Sehingga, dirinya bersama peternak lainnya tidak kesulitan mendapatkan rumput pakan ternak. Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/10/dampak-hujan-abu-vulkanik-merapi-para-petani-terancam-gagal-panen">Dampak Hujan Abu Vulkanik Merapi, Para Petani Terancam Gagal Panen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung  Merapi Keluarkan Awan Panas Lagi, Hujan Abu Hingga Wilayah Kabupaten Temanggung</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/08/10/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-lagi-hujan-abu-hingga-wilayah-kabupaten-temanggung</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/08/10/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-lagi-hujan-abu-hingga-wilayah-kabupaten-temanggung#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 06:27:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Awan Panas merapi]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu Merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=189410</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID( SUARABARU.ID): Gunung Merapi yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, kembali memuntahkan  awan panas. Guguran awan panas  Gunung Merapi  yang  terjadi pada Selasa ( 10/8/2021), sebanyak dua kali. Yakni, pada pukul 05.58 WIB dan 06. 42 WIB, dengan jarak luncuran 2.500 meter dan 3.000 meter dari puncak gunung. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/10/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-lagi-hujan-abu-hingga-wilayah-kabupaten-temanggung">Gunung  Merapi Keluarkan Awan Panas Lagi, Hujan Abu Hingga Wilayah Kabupaten Temanggung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID( SUARABARU.ID): Gunung Merapi yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, kembali memuntahkan  awan panas.</p>
<p>Guguran awan panas  Gunung Merapi  yang  terjadi pada Selasa ( 10/8/2021), sebanyak dua kali. Yakni, pada pukul 05.58 WIB dan 06. 42 WIB, dengan jarak luncuran 2.500 meter dan 3.000 meter dari puncak gunung.</p>
<p>Akibat dari adanya guguruan awan panas tersebut, berdampak terjadinya hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang. Bahkan juga hingga wilayah Kabupaten Temanggung.</p>
<p>Untuk wilayah Kabupaten Magelang, hujan abu dilaporkan terjadi di 12 desa yang tersebar di 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang.</p>
<p>“Berdasarkan update laporan  hingga pukul 10.00 WIB, dilaporkan hujan abu terjadi 12 desa  yang tersebar di enam kecamatan.  Yakni, Kecamatan Dukun, Sawangan, Grabag, Pakis, Secang dan  Tegalrejo,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Mhd Muzamil saat dihubungi, Selasa (10/8/2021).</p>
<p>Muzamil mengatakan,  untuk wilayah Kecamatan Grabag hujan abu terjadi di empat desa. Kemudian, di Kecamatan  Dukun, Pakis dan Sawangan, masing-masing terjadi di dua desa.</p>
<p>Selain itu,masing-masing satu desa di Kecamatan Secang dan Tegalrejo.</p>
<p>Menurutnya, guguran awan panas yang menyebabkan terjadinya kembali hujan abu di sejumlah wilayah tersebut, tidak terlalu tebal.</p>
<p>Selain itu, arah angin mengarah ke barat laut, sehingga sejumlah wilayah yang ada di barat laut Merapi terdampak hujan abu.</p>
<p>Ia menambahkan,  meskipun terus mengalami guguran awan panas, namun  guguran awan panas tersebut masih jauh dari permukiman penduduk, Yakni,t berjarak sekitar 2.500 meter dan 3.000 meter dari puncak.</p>
<p>“ Jarak antara  luncuran awan panas terjauh yakni 3.000 meter tersebut masih jauh sekitar 5000 meter. Sehingga, saat ini belum ada masyarakat yang diungsikan,” imbuhnya.</p>
<p>Meskipun terjadi hujan abu, namun masyarakat masih tetap beraktivitas seperti biasa. Untuk mengantisipasi masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan, pihaknya telah  memberikan bantuan masker  bagi penduduk sekitar lereng Merapi.</p>
<p>“Kami telah memberikan masker dan saat ini masih berada di tingkat kecamatan. Selain itu, sebagian masyarakat yang ada di lereng Merapi sudah memakai masker sejak adanya pandemic covid-19 ini,” katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, hingga saat ini status Gunung Merapi masih berada di level III atau siaga sejak 5 November 2020 lalu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga Kabupaten Temanggung</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, hujan abu dari Gunung Merapi tersebut tidak hanya melanda 12 desa dari enam kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang. Melainkan juga  telah sampai di wilayah Kabupaten Temanggung.</p>
<p>Sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Temanggung yang terdampak hujan abu tersebut yakni wilayah Kecamatan Pringsurat,Kranggan, Selopampang dan Kecamatan Temanggung.</p>
<p>Meskipun hujan abu di sejumlah wilayah tersebut terjadi sangat tipis, tetapi sempat mengganggu aktivitas warga. Utamanya pengendara sepeda motor dan mobil.</p>
<p>“Hujan abu yang terjadi sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB, sedikit mengganggu aktivitas warga, utamanya pengendara sepeda motor dan mobil dan mengganggu pandangan jarak,” kata Widi Ari Sandi,salah satu warga Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung.  Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/10/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-lagi-hujan-abu-hingga-wilayah-kabupaten-temanggung">Gunung  Merapi Keluarkan Awan Panas Lagi, Hujan Abu Hingga Wilayah Kabupaten Temanggung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/08/10/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-lagi-hujan-abu-hingga-wilayah-kabupaten-temanggung/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu  Landa 7 Desa di Lereng Merapi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/08/08/keluarkan-awan-panas-hujan-abu-landa-7-desa-di-lereng-merapi</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/08/08/keluarkan-awan-panas-hujan-abu-landa-7-desa-di-lereng-merapi#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2021 04:49:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu Merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=188987</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-  Gunung Merapi  yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, mengeluarkan awan panas. Guguran awan panas yang terjadi Minggu (8/8) tersebut  tejadi sebanyak  tujuh kali selama enam . Yakni, mulai pukul 02.32 WIB hingga  pukul 08.32 WIB . Akibatnya, sebanyak tujuh desa di dua kecamatan yang ada di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/08/keluarkan-awan-panas-hujan-abu-landa-7-desa-di-lereng-merapi">Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu  Landa 7 Desa di Lereng Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-  Gunung Merapi  yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, mengeluarkan awan panas.</p>
<p>Guguran awan panas yang terjadi Minggu (8/8) tersebut  tejadi sebanyak  tujuh kali selama enam . Yakni, mulai pukul 02.32 WIB hingga  pukul 08.32 WIB .</p>
<p>Akibatnya, sebanyak tujuh desa di dua kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Magelang dilanda hujan abu.</p>
<figure id="attachment_188990" aria-describedby="caption-attachment-188990" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-188990" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono-400x296.jpg" alt="Kalak BPBD " width="400" height="296" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono-400x296.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono-150x111.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-188990" class="wp-caption-text">Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Magelang , Edi Wasono. Foto : Yon</figcaption></figure>
<p>“ Ke tujuh desa yang dilanda hujan abu yakni, Desa Sengi,  Paten dan Krinjing, Kecamatan Dukun. Sedangkan, empa desa yang ada di Kecamatan Sawangan, yakni Desa Kapuhan, Gantang, Jati dan Krogowanan,” kata Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Magelang , Edi Wasono.</p>
<p>Edi mengatakan, awan panas  dari Gunung Merapi yang menyebabkan hujan abu tersebut dengan jarak luncuranmengakibatkan 1.100 meter hingga 3000 meter dari puncak Merapi</p>
<p>Edi mengatakan,  Dari tujuh kali terjadinya guguran  awan panas tersebut, dengan jarak luncuran.</p>
<p>Menurutnya, meskipun jarak luncuran awan panas mencapai 3000 meter dari puncak, masih tergolong aman. Karena, jarak luncuran awan panas tersebut masih jauh dari permukiman penduduk.</p>
<p>“Jarak luncuran awan panas masih jauh dari permukiman penduduk, karena luncuran awan panas mencapai 3000 meter dari puncak. Sedangkan, permukiman penduduk yang terdekat berjarak sekitar tujuh kilometer dari puncak,” kata Edi.</p>
<p>Edi menambahkan, meskipun terjadi hujan abu tetapi  untuk sementara tidak ada warga  yang diungsikan. Dan, aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa.</p>
<p>“Hingga saat ini belum ada warga  yang diungsikan. Kami akan mengungsikan warga bila ada rekomendasi dari BPPTKG Jogjakarta,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu,  untuk mengantisipasi adanya gangguan pernafasan akibat hujan abu tersebut, pihaknya telah membagikan masker ke masing-masing desa.</p>
<p>“Masker sudah kami bagikan ke  masing-masing desa yang terdampak hujan abu, masing-masing 10.000 dos,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, hingga saat ini status Merapi masih pada level ketiga atau siaga sejak 5 November 2020 lalu.</p>
<p>Sementara itu,  Ismanto salah satu warga  Dusun Candi ,Desa Sengi, Kecamatan Dukun mengatakan, di  sekitar tempat tinggalnya terjadi hujan abu sekitar puku 04.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/08/keluarkan-awan-panas-hujan-abu-landa-7-desa-di-lereng-merapi">Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu  Landa 7 Desa di Lereng Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/08/08/keluarkan-awan-panas-hujan-abu-landa-7-desa-di-lereng-merapi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>