<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Euro 2020 Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/euro-2020/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2021 02:51:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Euro 2020 Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>&#8220;Supermarket&#8221; Manusia dalam Industri Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/07/24/supermarket-manusia-dalam-industri-sepak-bola</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/07/24/supermarket-manusia-dalam-industri-sepak-bola#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2021 10:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Copa America]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2020]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=185795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kata kati, dialah kehendak bebas/ ke mana pun dia suka/ menikmati permainankah?/ atau menjadi gladiator/ mereka yang dibayar untuk bertarung/ dalam cencang kuasa agen/ kata hati, tak selalu seiring pasal-pasal/ tetapi lihatlah/ : dalam ketidakberdayaan mereka mendulang kemewahan?// (Sajak &#8220;Perbudakan Sepak Bola&#8221;, 2021) TIBA-TIBA kita akrab dengan nama De Paul. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/24/supermarket-manusia-dalam-industri-sepak-bola">&#8220;Supermarket&#8221; Manusia dalam Industri Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-185798 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kata kati, dialah kehendak bebas/ ke mana pun dia suka/ menikmati permainankah?/ atau menjadi gladiator/ mereka yang dibayar untuk bertarung/ dalam cencang kuasa agen/ kata hati, tak selalu seiring pasal-pasal/ tetapi lihatlah/ : dalam ketidakberdayaan mereka mendulang kemewahan?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Perbudakan Sepak Bola&#8221;, 2021)</strong></p>
<p><strong>TIBA-TIBA</strong> kita akrab dengan nama De Paul. Ya, Rodrigo Javier De Paul, pemberi umpan matang bagi gol Angel De Maria. Dia juga gigih &#8220;mencencang&#8221; ketrengginasan Neymar Junior sepanjang 90 menit dalam final Copa America, belum lama berselang.</p>
<p>Pemain 27 tahun yang ikut menyukseskan Lionel Messi meraih trofi pertamanya bersama tim nasional Argentina itu, akan segera berkostum Atletico Madrid di La Liga. Dia meninggalkan klub lamanya, Udinese di Liga Seri A.</p>
<p>Yang juga tiba-tiba moncer adalah Frederico Chiesa. Putra legenda Italia Enrico Chiesa itu segera menjadi magnet bagi klub-klub besar Eropa. Penampilan impresif bersama <em>Gli Azzurri</em> membuat posisi tawarnya naik di bursa transfer, namun Juventus mematok sikap takkan melepas aset futuristik ini.</p>
<p>Kisah De Paul dan Chiesa merupakan potret pasar pemain selepas perhelatan besar Piala Dunia, Euro 2020 dan Copa America 2021. Turnamen-turnamen kasta tertinggi itu menjadi &#8220;etalase&#8221; supermarket pemain bola. Percaturan tentang bintang incaran klub-klub, yang berkonsekuensi penjualan para pemain lainnya adalah realitas pergerakan pasar dalam industri kompetisi sepak bola.</p>
<p>Raheem Sterling, misalnya. Pemain sayap yang menjadi penentu mutlak kelolosan Inggris ke babak kedua, kini disebut-sebut dalam posisi yang siap dilepas oleh klubnya, Manchester City. Padahal kurang apa performa dan kontribusi pemain kelahiran Jamaika itu?</p>
<p>Anda mencatat pula Antoine Griezmann yang seolah-olah tidak pernah &#8220;aman&#8221; di Barcelona. Pemain Prancis ini tak bisa dibilang buruk di Euro 2020. Musim lalu dia juga makin nyaman beradaptasi di Camp Nou. Namun agenda mempertahankan Lionel Messi di tengah krisis keuangan klub, menjadikan manajemen Barca tidak punya pilihan lain kecuali menjual sejumlah pemainnya, termasuk Grizzou.</p>
<p>Jagoan Prancis lainnya, Paul Pogba, belum pasti bertahan di Manchester United. Walaupun Ole Gunnar Solskjaer menyiratkan jaminan mempertahankan, namun kebelummantapan kombinasi dengan Bruno Fernandes di lini tengah MU, membuat Pogba sering dispekulasikan. Kondisi ini diperparah oleh disharmoni sang agen, Mino Raiola dengan manajemen Setan Merah. Masa depan Pogba mewarnai kisah sukses MU mendatangkan Jadon Sancho, Raphael Varane, dan Kieran Trippier.</p>
<p>Paris St Germain telah memastikan membeli Sergio Ramos dari Real Madrid dan kiper AC Milan Gianluigi Donnarumma, Man of the Tournament Euro 2020. Les Parisiens terus berbenah, karena rasa kepenasaranan mewujudkan impian trofi Liga Champions.</p>
<p>Masih banyak publikasi transfer lain, yang dalam kemasan mediatika menjadi elemen budaya pop sepak bola. Dunia industri populer memang tidak jauh dari sergapan media. Informatika yang ter-setting dengan frame keriuhan lalu lintas transfer dan aneka komplikasinya, adalah bumbu subur budaya pop.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * *</strong></span></p>
<p><strong>DARI</strong> luar gegap gempita mediatika, <em>brand</em> profesionalisme sepak bola menyelipkan kisah-kisah muram &#8220;perdagangan manusia&#8221;. Andai tidak berlabel saga transfer, bursa pemain, agen pemain, dan klausul kontrak, hakikatnya dinamika pergerakan pemain dari satu klub ke klub lain, identik dengan praktik verbal &#8220;jual beli manusia&#8221;.</p>
<p>Migrasi bocah-bocah Afrika ke Eropa, bahkan Asia, misalnya, menjadi salah satu indikator penyimpangan di balik gebyar industri kompetisi. Laporan <em>wordpress.com</em> 25 September 2015 tentang eksploitasi anak-anak dari Afrika Barat di Laos, mengundang keprihatinan. Kata &#8220;eksploitasi&#8221; ini beraksen ketidakberdayaan, lingkaran gelap perdagangan manusia, penyiasatan aturan transfer pemain bola, dan kelengahan sistem pengawasan ketenagakerjaan.</p>
<p>Feature itu berjudul &#8220;<em>Perdagangan Manusia dan Perbudakan di Sepak Bola</em>&#8220;. Narasi ini memanggungkan kondisi paradoks dengan kemewahan hidup para pemain profesional di klub-klub Eropa. Pada sisi lain, tersirat benang merah tentang impian anak-anak negara dunia ketiga, perangkap mafia pencari bakat, dan praktik &#8220;perbudakan moderen&#8221; yang berbaju profesionalisme sepak bola.</p>
<p>Sukses Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Pedri Gonzales, Kai Havertz, dan para sepakbolawan kaya raya, pastilah menginspirasi para bocah dari seluruh dunia. Aturan ketenagakerjaan, batas minimal usia kerja, dan manajemen akademi klub memberi proteksi bagi hari depan seorang anak. Namun sikap kapitalistik klub untuk mengakumulasi sumberdaya anak-anak berbakat, acapkali tidak dapat menutupi, betapa relasi kontrak lebih beraksen perdagangan manusia.</p>
<p>Konsekuensi merebut survivalitas harus dihadapi oleh pemain sebagai syarat &#8220;profesionalitas&#8221;. Egy Maulana Vikri telah merasakan betapa berat perjuangan mendapatkan menit bermain di klub Lechia Gdanks.</p>
<p>Anda ingat kisah Odirtey Nii Lamptey, bocah Ghana yang pernah diproyeksikan sebagai The Next Pele? Talenta langkanya mencuat ketika memperkuat timnas kelompok umur Ghana. Pada awal 1990-an, dalam usia 17 dia &#8220;diselundupkan&#8221; ke Eropa dengan paspor palsu. Sebuah pelajaran bagi FIFA dan otoritas ketenagakerjaan antarnegara, betapa keserakahan agen, membuat Lamptey tidak fokus. Dia berpindah-pindah klub. Dunia pun tidak mendapatkan reinkarnasi kehebatan Pele pada diri Lamptey.</p>
<p>Atas nama profesionalitas, dunia industri, dan orbit para bintang, istilah perbudakan moderen boleh jadi lebih bersifat satiris. Akan tetapi istilah itu juga memuat pesan masih adanya potensi eksploitasi dalam lipatan-lipatan kompetisi di sejumlah negara. Realitas ini pernah terjadi di Indonesia, yakni perlakuan di luar standar profesionalisme berupa gaji telat, buruknya jaminan kesehatan, dan semacamnya.</p>
<p>Jual beli pemain terjustifikasi sebagai bagian dari industri kompetisi, yang di dalamnya bisa jadi terdapat bias &#8220;perdagangan manusia&#8221;.</p>
<p>Sementara itu, budaya pop menyajikannya dalam estetika elite harga diri pemain bola. Dalam konteks kisah sukses manusia, bukankah tidak mungkin menyebut Messi, Ronaldo, Ibrahimovic, atau Romelo Lukaku sebagai budak-budak moderen?</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/24/supermarket-manusia-dalam-industri-sepak-bola">&#8220;Supermarket&#8221; Manusia dalam Industri Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/07/24/supermarket-manusia-dalam-industri-sepak-bola/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapa Mampu Membaca Takdir Sepak Bola?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/07/17/siapa-mampu-membaca-takdir-sepak-bola</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/07/17/siapa-mampu-membaca-takdir-sepak-bola#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2021 10:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=184308</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // ada saat hadir, tiba-tiba/ yang tak pernah bisa dibaca/ garis hidup yang sejatinya ada/ dalam ketegasan takdir/ yang tak mungkin terpikir/ dari keterbatasan manusia/ akal itu ikhtiar/ dan sepak bola, ia hanya secuil hamparan nasib// (Sajak &#8220;Dalam Takdir Sepak Bola). PARA pundit sepak bola pun takkan mampu melawan suratan takdir. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/17/siapa-mampu-membaca-takdir-sepak-bola">Siapa Mampu Membaca Takdir Sepak Bola?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-184311 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// ada saat hadir, tiba-tiba/ yang tak pernah bisa dibaca/ garis hidup yang sejatinya ada/ dalam ketegasan takdir/ yang tak mungkin terpikir/ dari keterbatasan manusia/ akal itu ikhtiar/ dan sepak bola, ia hanya secuil hamparan nasib//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Dalam Takdir Sepak Bola)</strong>.</p>
<p><strong>PARA</strong> pundit sepak bola pun takkan mampu melawan suratan takdir. Tak jarang, arogansi lebih menjejali analisis yang sekadar menyalahkan, menyalahkan, dan mengeksploitasi kekurangan.</p>
<p>Saya paham, bukankah mereka hanya bagian dari keriuhan industri media dalam hiruk-pikuk budaya pop?</p>
<p>Roy Keane boleh menguliti Gareth Southgate. Gary Neville berhak bicara apa saja tentang pilihan eksekutor penalti tim nasional Tiga Singa. Silakan pula Hary Rekdnapp meyakini ucapannya soal &#8220;kepastian&#8221; Harry Kane bakal mencetak gol di partai final Euro 2020; tetapi apakah narasi-narasi tajam yang mereka sampaikan mampu menguak takdir?</p>
<p>Ketika ketus menyinyiri kinerja pelatih lain, boleh saja para analis berjustifikasi &#8220;tugas&#8221; pundit memang seperti itu. Namun apakah kritik-kritik itu selaras dengan capaian masa kemarin ketika mereka berada di wilayah kepelatihan?</p>
<p>Ada satu hal yang sering dilupakan: berlakunya takdir, pusaran nasib, dan pameo tentang bola bundar.</p>
<p>Copa America 2021 dan Euro 2020 diam-diam melahirkan premis eksklusif tentang takdir. Setidak-tidaknya dalam pemaknaan saya tentang sulitnya menerka jalan hidup manusia. Inilah aksioma yang seorang futurolog sehebat apa pun takkan mampu memecahkannya, &#8221;Tiga hal yang takkan bisa dibaca manusia adalah jodoh, kematian, dan &#8230; piala!&#8221;</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * *</strong></span></p>
<p><strong>DAN</strong>, para penggemar Lionel Messi pun pasti merasakan euforia kegembiraan, setelah Pemain Terbaik Dunia itu akhirnya meraih trofi bersama tim nasional Argentina. Dia telah membuktikan: bisa!</p>
<p>Sepanjang 17 tahun karier profesionalnya, 34 gelar sudah dibukukan untuk Barcelona. Enam trofi Ballon d’Or dibendaharakan sebagai sebuah rekor. Medali emas Piala Dunia U-20 tahun 2005 dan Olimpiade 2008 dikantungi. Orang mungkin berpikir, mungkinkah dalam usia yang menyenja untuk ukuran pesepak bola, dia mampu memberi gelar dari turnamen besar untuk Albiceleste?</p>
<p>Garis tangan manusia sudah digoreskan oleh Yang Maha Agung. Minggu lalu, Messi dan Argentina meraih Copa America setelah pernah tiga kali tersuruk di partai final. Nah, bukankah yang terlihat mustahil bisa menjadi mungkin?</p>
<p>Messi mengukuhkan keniscayaan hidup sebagai bagian dari jalan kariernya yang banyak dinyinyiri dan diperbandingkan dengan &#8220;manusia setengah dewa&#8221;, Diego Maradona. Seolah-olah dia belum layak disebut sebagai legenda Argentina kalau belum memberi bukti piala untuk timnasnya.</p>
<p>Ada &#8220;saat&#8221; yang akhirnya tiba. Itulah sejatinya yang disebut &#8220;momen&#8221; ketika takdir bicara. Titik pencapaian itu sudah tergariskan. Dia menjadi ayat-ayat kehidupan yang mengingatkan kepada kita tentang dalil keniscayaan lewat ikhtiar manusia yang tak kenal henti.</p>
<p>Peristiwa bersejarah di Stadion Maracana, Rio de Janeiro 10 Juli 2021 itu pun patut kita pahami sama dengan goresan nasib yang dialami oleh Inggris di Euro 2020.</p>
<p>Stadion Wembley, 11 Juli lalu memberi Harry Kane dkk realitas, betapa penantian 55 tahun untuk kembali mengangkat piala tak mewujud seperti mimpi football comes home yang terus menerus didengungkan.</p>
<p>Dalam pemaujudan garis hidup, Italia-lah yang berhak membawa pulang Piala Eropa. Detail elemen takdir itu memperlihatkan kepahlawanan Bonucci yang menyamakan skor, taktik tepat Mancini, ketangguhan kiper Donnarumma, dan kegagalan tiga eksekutor penalti Inggris: Rashford, Sancho, dan Saka.</p>
<p>Inggris boleh meratapi kegagalan untuk kali kesekian dalam turnamen besar. Dipahami pula mereka belum lepas dari trauma demi trauma adu penalti. Akan tetapi, dari pandangan positif, ada satu rangkaian perjalanan yang sebenarnya telah mereka rajut, yakni realitas kemajuan capaian dari event ke event.</p>
<p>Dua tahun lalu di Rusia, The Three Lions terhenti di semifinal Piala Dunia, dan kini mencapai final Eropa sebagai langkah terjauh dalam turnamen ini. Ada setapak langkah ke partai puncak setelah sejak 1966 mereka tak pernah lagi merasakan. Suka atau tidak suka, itulah progres yang bisa dipacu sebagai motivasi menuju Piala Dunia Qatar 2022.</p>
<p>Sikap positif, motivasi, ikhtiar tak kenal henti, inovasi, dan eksplorasi kreativitas adalah bagian dari perjuangan hidup menemui keberpihakan nasib. Manusia tak mungkin mengubah takdir, namun berhak berikhtiar mencapai yang terbaik.</p>
<p>Lionel Messi pun akhirnya meraih mimpi yang telah lama dia perjuangkan. Bahkan setelah sempat putus asa dengan menyatakan pensiun dari tim nasional.</p>
<p>Jadi siapa yang mampu membaca &#8220;takdir sepak bola&#8221;?</p>
<p>Dalam bahasa misteri sepak bola: siapa yang bisa menemukan ujung bundarnya bola?</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/17/siapa-mampu-membaca-takdir-sepak-bola">Siapa Mampu Membaca Takdir Sepak Bola?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/07/17/siapa-mampu-membaca-takdir-sepak-bola/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Telapak Laba-laba Donnarumma</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/07/12/telapak-laba-laba-donnarumma</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/07/12/telapak-laba-laba-donnarumma#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2021 00:53:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=183106</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS SELENTUR itu tubuh Jordan Pickford bergerak membendung peluru maut Andrea Belotti dan Jorginho&#8230; Tangannya seperti memanjang menjangkau bola. Kalau secara lebay saya gambarkan, dia mirip Pangeran Mlaar dalam komik superhero karya Hasmi pada 1980-an. Sayang, dua kali sukses menggagalkan eksekusi dalam drama adu penalti tak cukup menolong Inggris memenangi trofi yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/12/telapak-laba-laba-donnarumma">Telapak Laba-laba Donnarumma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong> <img loading="lazy" class="size-medium wp-image-183110 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/amir100.jpg" alt="" width="150" height="214" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/amir100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/amir100-105x150.jpg 105w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />SELENTUR</strong> itu tubuh Jordan Pickford bergerak membendung peluru maut Andrea Belotti dan Jorginho&#8230;</p>
<p>Tangannya seperti memanjang menjangkau bola. Kalau secara lebay saya gambarkan, dia mirip Pangeran Mlaar dalam komik superhero karya Hasmi pada 1980-an. Sayang, dua kali sukses menggagalkan eksekusi dalam drama adu penalti tak cukup menolong Inggris memenangi trofi yang dirindukan sejak 55 tahun silam.</p>
<p>Pickford seperti benteng kokoh, tetapi pasti Anda tak ragu-ragu menyebut Gianluigi Donnarumma lebih kokoh. Cool, selalu dalam posisi tepat, dan memberi rasa aman bagi lini pertahanan yang digalang Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Mungkin juga mereka saling menciptakan rasa aman. Donnarumma percaya diri dengan mental baja, karena &#8220;area suci&#8221; Gli Azzurri mantap dikawal para &#8220;gladiator&#8221; yang sarat pengalaman.</p>
<p>Betapa tepat refleks kiper kelahiran Castellammare di Stabia itu mengadang tembakan Jadon Sancho dan Bukayo Saka. Dia pun mengantar Italia memenangi drama yang lebih mirip &#8220;ruang penyiksaan&#8221; itu.</p>
<p>Telapak tangan laba-laba kiper muda, 22 tahun itu bagai membuat sempit gawang Italia. Dan, postur tinggi besar itu akan menjadi trauma hingga kapan pun: bagi Sancho dan Saka, juga Marcus Rashford yang eksekusinya membentur tiang gawang.</p>
<p>Tubuh gempal Donnarumma yang secara tidak langsung &#8220;mengintimidasi&#8221; para penendang penalti Inggris itu, mengingatkan pada &#8220;The Superman&#8221; Gianluigi Buffon, senior yang kini digantikannya.</p>
<p><strong>Star of the Tournament</strong><br />
Dan, terbilang langka seorang kiper terpilih sebagai Star of the Tournament dalam sebuah laga turnamen seperti Euro 2020 ini. Bukankah ini pengakuan absolut atas peran Donnarumma dalam mengantar Gli Azzurri meraih trofi Eropa sejak 1968?</p>
<p>Dua kali Italia gagal di final, yakni pada era kiper Francesco Toldo (2000), dan Gigi Buffon (2012). Sukses ini menunjukkan betapa kaya Italia akan kiper-kiper hebat. Catatlah misalnya legenda-legenda Dino Zoff, Walter Zenga, Angelo Peruzzi, Gianluca Pagliuca, Francesco Toldo, hingga Buffon.</p>
<p>Dalam sejarah turnamen besar, sepak bola mencatat momen-momen fenomenal kiper hebat. Lev Yashin, yang memenangi Ballon d’Or 1962 &#8212; satu-satunya kiper yang meraih trofi tersebut &#8212; mendapat julukan &#8220;Laba-laba&#8221;. Penampilan Yashin menginspirasi penerusnya di tim nasional Uni Soviet 1982, Renat Desayev.</p>
<p>Di Meksiko 1970, duel perempatfinal Brasil vs Inggris melahirkan momen penyelamatan legendaris kiper Gordon Banks. Tandukan Pele, yang &#8220;sudah 99 persen&#8221; gol, bisa digagalkan Banks lewat &#8220;lompatan ikan salmon&#8221; yang tidak masuk akal.</p>
<p>Empat tahun setelah itu, Piala Dunia 1974 mengukir nama Jan Tomazewski, kiper akrobatik yang mengantar Polandia sebagai juara ketiga. Pada turnamen yang sama, ketika itu, Jerman menghadirkan Sepp Maier yang tangguh. Kisah kehebatan kiper Jerman diteruskan oleh Oliver Kahn di Piala Dunia 2020, dan Manuel Neuer yang cemerlang di Brazil 2014.</p>
<p>Dari Piala Dunia 1982 muncul fenomena Thomas N’Kono, Singa Perkasa Kamerun yang lentur, akrobatik, dan membuat penyelamatan-penyelamatan nyaris mustahil. Kehebatan<br />
N’Kono diteruskan oleh Badou E-Zakki, penjaga gawang Maroko yang heroik pada 1986.</p>
<p>Di ajang Euro 1992, kepahlawanan Peter Schemichel mengantar Denmark membuat kejutan besar meraih trofi. Dari hanya sebagai tim pengganti Yugoslavia yang sedang terlibat perang saudara, The Danish Dynamite melumpuhkan kekuatan-kekuatan establish. Kehebatan Schmeichel diteruskan putranya, Kasper yang menggawangi tim Euro 2002.</p>
<p><strong>Kisah Epik Donnarumma</strong><br />
Penampilan Donnarumma menjadi warna epik Euro 2020 yang ditebari kiper-kiper tangguh. Selain Pickford ada Unai Simon, Kasper Schemichel, dan Yan Sommer. Sukses Donnarumma di partai pamungkas, memprasastikan sejarah Euro yang bakal terus dikenang.</p>
<p>Sejak 2017, ia telah terlibat dalam lima adu penalti yang kelima-limanya bisa dimenangi. Sudah 40 tendangan penalti yang dia hadapi sebelum final Euro 2020, 14 di antaranya berhasil ditepis dalam babak reguler (bukan adu penalti).</p>
<p>Dalam drama eksekusi, dia telah melakukan tujuh penyelamatan. Termasuk membendung eksekusi Alvaro Morata ketika mengalahkan Spanyol, lalu mementahkan sepakan Jadon Sancho dan Bukayo Saka di laga final.</p>
<p>Sebuah paradoks mengadang Donnarumma selepas menjadi pahlawan besar negerinya. Setelah euforia kemenangan di Wembley, kiper yang sejak 2013 menandatangani kontrak<br />
profesional dengan AC Milan itu, akan menghadapi suara-suara yang mengusik batin. Kepindahannya ke Paris St Germain, dengan penawaran gaji lebih tinggi, menimbulkan kekecewaan bagi mereka yang mengingini dia bertahan di San Siro.</p>
<p>Legenda AC Milan, Alessandro Nesta melihatnya sebagai masalah kesetiaan. Namun bagaimanakah kita memaknai kesetiaan dalam industri sepak bola? Patutkah mereka yang tidak menyukai kepergian Donnarumma memberi julukan nyinyir &#8220;Dollarumma&#8221;?</p>
<p>Tak jarang, pemain hanya menjadi bagian dari &#8220;faktor produksi&#8221;. Namun dalam beberapa segi, relasi kapitalisme juga tidak sepenuhnya menepikan ekspresi hati, rasa, dan cinta. Pemain bola merupakan faktor magnetik dalam budaya pop, dan bisa kita bayangkan betapa berat anak manusia seperti Donnarumma berselancar di tengah tuntutan-tuntutan orientasi mediatika.</p>
<p>Biarkanlah Gigi Donnarumma menikmati kemenangannya. Setidak-tidaknya dia mulai merintis jalan legenda seperti para pendahulunya, Dino Zoff dan Gigi Buffon yang bahkan mampu melewati batas-batas normal usia bagi kiprah pemain bola.</p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, kolumnis sepak bola, wartawan suarabaru.id &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/12/telapak-laba-laba-donnarumma">Telapak Laba-laba Donnarumma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/07/12/telapak-laba-laba-donnarumma/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>