<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Edy Susanto Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/edy-susanto/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Jan 2021 13:15:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Edy Susanto Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>2 Korban Longsor di Wonolelo Sempat Tertimbun Tanah Lebih 6 Jam; Satu Tewas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/13/2-korban-longsor-di-wonolelo-sempat-tertimbun-tanah-lebih-6-jam-satu-tewas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2021 13:13:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[bencana kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Susanto]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[tanah-longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=139897</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Hujan  yang mengguyur wilayah Kecamatan Sawangan , Kabupaten Magelang yang terjadi Selasa (12/1) kemarin, menimbulkan bencana tanah longsor di beberapa titik di wilayah itu. Seorang korban tewas dan seorang lainnya terselamatkan setelah tertimbun selama enam jam. Selain  menutup jalan utama Boyolali- Magelang di Dusun Wonolelo, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, tanah longsor juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/13/2-korban-longsor-di-wonolelo-sempat-tertimbun-tanah-lebih-6-jam-satu-tewas">2 Korban Longsor di Wonolelo Sempat Tertimbun Tanah Lebih 6 Jam; Satu Tewas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Hujan  yang mengguyur wilayah Kecamatan Sawangan , Kabupaten Magelang yang terjadi Selasa (12/1) kemarin, menimbulkan bencana tanah longsor di beberapa titik di wilayah itu. Seorang korban tewas dan seorang lainnya terselamatkan setelah tertimbun selama enam jam.</p>
<figure id="attachment_139899" aria-describedby="caption-attachment-139899" style="width: 401px" class="wp-caption alignleft"><img class="size-full wp-image-139899" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sekdes.jpg" alt="" width="401" height="540" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sekdes.jpg 401w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sekdes-297x400.jpg 297w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sekdes-111x150.jpg 111w" sizes="(max-width: 401px) 100vw, 401px" /><figcaption id="caption-attachment-139899" class="wp-caption-text">Trianto, Sekretaris Desa Wonolelo. Foto: Yon</figcaption></figure>
<p>Selain  menutup jalan utama Boyolali- Magelang di Dusun Wonolelo, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, tanah longsor juga terjadi di Dusun Batur.</p>
<p>Pada tanah longsor yang terjadi di jalan penghubung antara Dusun Windusajan dengan Dusun Batur  tersebut menimbulkan korban jiwa manusia. Yakni satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.</p>
<p>Kedua korban tersebut tertimbun tanah longsor yang terjadi di jalan penghubung antara Dusun Windusajan dengan Dusun Batur Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, lebih dari enam jam. Yakni,  Saiful (15) dan Feri Sugiantoro (12).</p>
<p>Pada kejadian tersebut Saiful ditemukan sudah tidak bernyawa lag, sedangkan temannyam Feri Sugiantoro mengalami luka dan mendapatkan perawatan di RSUD Muntilan.</p>
<p>Sekretaris Desa Wonolelo, Trianto mengatakan, kejadian yang menimpa kedua anak-anak di bawah umur tersebut pada  Selasa ( 12/1)  sekitar pukul 23.00 WIB.</p>
<p>“Saat itu   kedua korban melintas di jalan tersebut  dengan mengendarai sepeda motor pada  pukul 23.00 WIB. Dan, saat itu juga sedang  hujan rintik-rintik dan terjadi tanah longsor serta menimpa keduanya,” kata rianto, Rabu ( 13/1).</p>
<p>Trianto mengatakan,  kedua korban tertimbun longsoran hampir selama enam hingga delapan jam.  Keduanya  pertama kali diketahui oleh warga setempat yang hendak pergi ke ladang.</p>
<p>Korban yang pertama kali ditemukan dan selamat  yakni Feri Sugiantoro sekitar pukul 05.00 WIB. Sedangkan , Saiful yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi ditemukan sekitar pukul 06.50 WIB,</p>
<p>“Kedua korban sempat terbawa longsoran tanah dan ditemukan  di tengah tebing sekitar 15 meter  dari  bahu jalan.,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, korban yang selamat atas nama Feri  Sugiantoro saat ditemukan dalam posisi terjepit di rerumpunan bambu. Dan, tanah yang menimbunnya mencapai  sekitar 1,5 meter atau yang tertimbun bagian dada  hingga kaki.</p>
<p>Sedangkan, korban Saiful tertimbun tanah bersama sepeda motor yang dikendarainya. Saiful saat ditemukan  mengalami luka-luka yang cukup serius di bagian kepalanya.</p>
<p>“Sedangkan kondisi Feri yang saat ini dirawat di RSUD Muntilan, sudah mulai membaik kesehatannya,” ujarnya.</p>
<p>Trianto menjelaskan, setelah mengetahui adanya korban tanah longsor tersebut, masayarakat dusun setempat langsung memberikan pertolongan dengan cara manual. Yakni menggunakan cangkul untuk menolong korban.</p>
<p>Selanjutnya, korban yang mengalami luka-luka  langsung dilarikan ke RSUD Muntilan, sedangkan korban yang meninggal dunia disemayamkan di rumah keluarganya.</p>
<p>Sementara itu, tanah longsor juga  terjadi di Dusun Wonolelo dan menyebabkan jalan utama Boyolali- Magelang sempat tertutup longsoran tanah.Akibatnya, semua jenis kendaraan tidak bisa melintas di jalan tersebut. Termasuk sebuah mobil bak terbuka yang membawa barang-barang belanjaan untuk keperluan di rumah korban  meninggal dunia  akibat tanah longsor di Dusun Batur  itu.</p>
<p>Akhirnya, barang-barang tersebut diangkut secara estafet oleh sejumlah relawan. Dan, di seberang  tanah longsor  ada mobil lain yang membawanya  ke rumah duka di  dusun tersebut.</p>
<p><strong>Yon-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/13/2-korban-longsor-di-wonolelo-sempat-tertimbun-tanah-lebih-6-jam-satu-tewas">2 Korban Longsor di Wonolelo Sempat Tertimbun Tanah Lebih 6 Jam; Satu Tewas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peningkatan Aktivitas Merapi, Masih 120 Orang Kelompok Rentan Belum Mengungsi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/07/peningkatan-aktivitas-merapi-masih-120-orang-kelompok-rentan-belum-mengungsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2021 10:31:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas merapi]]></category>
		<category><![CDATA[bpbd kabupaten magerlang]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Susanto]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138324</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)- Masih ada 120 orang yang termasuk kelompok rentan yang belum mengungsi, terkait dengan aktivitas Gunung Merapi. Sebanyak 120 warga tersebut berasal dari di Dusun Batur Ngisor. Sedangkan 200 warga Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang kembali ke pengungsian di Tempat Evakuasi Akhir ( TEA) Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kamis (7/1). [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/peningkatan-aktivitas-merapi-masih-120-orang-kelompok-rentan-belum-mengungsi">Peningkatan Aktivitas Merapi, Masih 120 Orang Kelompok Rentan Belum Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)-</strong> Masih ada 120 orang yang termasuk kelompok rentan yang belum mengungsi, terkait dengan aktivitas Gunung Merapi. Sebanyak 120 warga tersebut berasal dari di Dusun Batur Ngisor.</p>
<p>Sedangkan 200 warga Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang kembali ke pengungsian di Tempat Evakuasi Akhir ( TEA) Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kamis (7/1).</p>
<p>Dengan mengungsinya 200 warga dari Dusun Babadan 2 tersebut, hingga saat ini tinggal satu dusun saja yang warganya belum mengungsi.</p>
<p>“Dari sembilan dusun dari tiga desa di Kecamatan Dukun yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi, saat ini tinggal satu dusun yang warganya belum mengungsi. Yakni, Dusun Batur Ngisor, Desa Ngargomulyo,” kata Camat Dukun, Amin Sudrajad di sela-sela memantau proses evakuasi warga Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kamis (7/1).</p>
<p>Amin mengatakan, tersebut hingga saat ini tercatat sebanyak 120 orang yang masuk kelompok rentan dan harus mengungsi terlebih dulu.</p>
<p>Menurutnya, warga di Dusun Batur Ngisor tersebut memilih belum mengungsi dengan alasan hingga saat ini masih menunggu hasil musyawarah dengan pihak terkait yakni pemerintah desa setempat .</p>
<p>Ia menambahkan, untuk warga dari Dusun Babadan 2 ini memilih kembali ke pengungsian di TEA Desa Mertoyudan, setelah mendapatkan sosialisasi dari BPPTKG Jogjakarta dua hari lalu.</p>
<p>“Setelah mendapatkan sosialisasi dari BPPTKG Jogjakarta mengenai kondisi Gunung Merapi yang terus mengalami peningkatan, akhirnya 200 orang kelompok rentan dari Dusun Babadan 2 ini mau untuk kembali ke pengungsian,” kata Amin.</p>
<p><strong>Baru Seminggu Lalu</strong></p>
<p>Kepala Dusun Babadan 2, Sudarno mengatakan,  para pengungsi dari dusun yang berjarak hanya  4 kilometer dari puncak Merapi tersebut, sebenarnya baru seminggu lalu meninggalkan pengungsian di Desa Mertoyudan.</p>
<p>Adapun alasan mereka  pulang kembali ke rumahnya masing-masing, karena mengalami kejenuhan selama di pengungsian sejak awal November 2020 kemarin.</p>
<p>“Sebenarnya kami baru seminggu lalu pulang dari lokasi pengungsian di Mertoyudan. Dan, kini memilih mengungsi kembali karena Merapi mengalami peningkatan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, proses keberangkatan warga yang tinggal di dusun yang berjarak sekitar 4 kilometer dari puncak Merapi menuju pengungsian di Desa Mertoyudan, sempat  tertunda sekitar satu jam. karena hujan cukup deras melanda dusun tersebut.</p>
<p>Semula, warga telah sepakat untuk meninggalkan rumahnya untuk kembali ke pengungsian pada pukul 12.00 WIB, dan karena hujan  mereka berkumpul sekitar pukul 13.00 WIB.</p>
<p>Sedangkan, puluhan mobil yang sebagian besar merupakan mobil ambulance telah bersiap di titik kumpul sejak pukul 10.00 WIB. Selain menggunakan mobil ambulans, dari Kodim 0705/ Magelang juga menyiapkan dua armada truk.</p>
<p>Tetapi, karena jalan masuk ke Dusun Babadan 2 terdapat Jembatan Kali Jagang yang tidak bisa dilakukan armada truk, truk milik Kodim0705/ Magelang terpaksa menunggu di jalan raya menuju Pos Pengamatan Merapi di Babadan.</p>
<p>Sedangkan untuk memudahkan para pengungsi yang sebagian besar merupakan kelompok rentan, yakni lansia, anak-anak, balita dan penyandang disabilitas, sebagian dari pengungsi terpaksa diangkut secara estafet menggunakan armada ambulans atau mobil pribadi, hingga di jalan raya yang berjarak  sekitar 500 meter dari dusun tersebut.</p>
<p>Sesampainya di TEA Desa Mertoyudan, para pengungsi sebelum masuk ke dalam ruangan yang telah disediakan, di rapid tes oleh tim kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/peningkatan-aktivitas-merapi-masih-120-orang-kelompok-rentan-belum-mengungsi">Peningkatan Aktivitas Merapi, Masih 120 Orang Kelompok Rentan Belum Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/06/137948</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 08:01:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Susanto]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137948</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus berupaya meminta semua warga  yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi, untuk mengungsi. “Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan  memberikan  himbauan agar warganya  di KRB III Merapi untuk mengungsi. Anjuran ini khusus  bagi  warga di kawasan tersebut  hingga saat ini belum mengungsi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/137948">Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus berupaya meminta semua warga  yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi, untuk mengungsi.</p>
<figure id="attachment_137952" aria-describedby="caption-attachment-137952" style="width: 551px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-137952" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto.jpg" alt="" width="551" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto.jpg 551w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-324x400.jpg 324w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-121x150.jpg 121w" sizes="(max-width: 551px) 100vw, 551px" /><figcaption id="caption-attachment-137952" class="wp-caption-text">Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto. Foto; Yon</figcaption></figure>
<p>“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan  memberikan  himbauan agar warganya  di KRB III Merapi untuk mengungsi. Anjuran ini khusus  bagi  warga di kawasan tersebut  hingga saat ini belum mengungsi, “ kata  Pelaksana tugas (Plt) Kepala  Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Rabu (6/12).</p>
<p>Edy mengatakan, selain bersama dengan pemerintah desa, dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogjakarta  juga turut memberikan sosialisasi kepada masyarakat tersebut terkait dengan kondisi Merapi saat ini.</p>
<p>Edy mengatakan, sesuai rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, di wilayah Kabupaten Magelang terdapat tiga desa  yang masuk  dalam KRB III Merapi.</p>
<p>Ketiga desa  yang ada di Kecamatan Dukun tersebut, yakni  Desa Ngargomulyo, Krinjing dan Paten.</p>
<p>Namun, karena perkembangan di masyarakat , terdapat satu desa lagi yang di luar perkiraan  rekomendasi bahaya  dari BPPTKG. Yakni Desa Keningar. “Warga Desa Keningar tersebut memilih ikut mengungsi karena merasa ketakutan dan masih  trauma atas  erupsi Merapi tahun 2010 lalu. Maka,  pemerintah desa setempat memfasilitasi warganya untuk mengungsi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, meskipun aktivitas vulkanik Merapi meningkat  namun  hingga saat belum semua warga mengungsi. Warga yang hingga saat ini belum mengungsi tersebut ada  di dua dusun . Yakni, di Dusun Babadan 2, Desa Paten dan Dusun  Batur Ngisor, Desa  Ngargomulyo.</p>
<p>Menurutnya, seiring dengan meningkatnya  aktivitas vulkanik Gunung Merapi,  tempat yang paling aman bagi warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi yakni di pengungsian.</p>
<p>“Sesuai konsep desa bersaudara,  wargalah yang mengungsi bukan diungsikan. Namun tentunya bila peningkatan cukup signifikan dan perlu dilakukan upaya upaya lebih memaksa. Orientasi kita adalah penyelamatan jiwa manusia,&#8221; kata  Edy yang juga menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Magelang.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/137948">Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muncul Lava Pijar Tanda Erupsi Merapi Semakin Dekat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/06/muncul-lava-pijar-tanda-erupsi-merapi-semakin-dekat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 07:55:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Susanto]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[lava pijar merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137941</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) -Terjadinya lava pijar di Gunung Merapi pada Senin (4/1) malam dan Selasa  (5/1) malam, merupakan  tanda-tanda erupsi Gunung Merapi semakin dekat. “Ini ( munculnya lava pijar, red) merupakan tanda awal mau berkembangnya erupsi eksplosif atau efusif  Merapi. Nanti kita lihat bersama, karena ini memang masih awal,&#8221; kata  Perekayasa Ahli Madya BPPTKG  Yogyakarta, Dewi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/muncul-lava-pijar-tanda-erupsi-merapi-semakin-dekat">Muncul Lava Pijar Tanda Erupsi Merapi Semakin Dekat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) </strong>-Terjadinya lava pijar di Gunung Merapi pada Senin (4/1) malam dan Selasa  (5/1) malam, merupakan  tanda-tanda erupsi Gunung Merapi semakin dekat.</p>
<p>“Ini ( munculnya lava pijar, red) merupakan tanda awal mau berkembangnya erupsi eksplosif atau efusif  Merapi. Nanti kita lihat bersama, karena ini memang masih awal,&#8221; kata  Perekayasa Ahli Madya BPPTKG  Yogyakarta, Dewi Sri Suyadi, usai Sosialisasi Aktivitas Merapi Terkini di Kantor Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Rabu (6/1/2021).</p>
<p>Dewi mengatakan, titik api diam  yang menempel yang ada di tebing sisa erupsi tahun 1997 dan menyala pijar, karena adanya temperatur tinggi Meskipun  sudah terjadi  titik api tersebut,  BPPTKG  Jogjakarta belum dapat memastikan kapan erupsi Merapi akan terjadi dan mengarah ke mana.</p>
<p>Ia menambahkan, dari pantauan BPPTKG, guguran material pijar tersebut mengarah ke arah  barat daya. Yakni, ke hulu Sungai Bebeng, Sungai  Krasak di Kabupaten Magelang dan Kali Boyong di Sleman.</p>
<p>“Luncuran guguran material pijar tersebut  masih di bagian atas hulu sungai  dekat dengan puncak. Dan, belum masuk ke lembah sungainya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Menurutnya, dengan adanya guguran material pijar  tersebut, mengakibatkan peningkatan aktivitas vulkanik gunung yang ada di perbatasan Provinsi Jateng dan DIY dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p>Selain itu, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi cukup tinggi. Dengan ditandai adanya deformasi (penggelembungan) tubuh gunung yang terus terjadi, dan  guguran di lereng- lereng Merapi.</p>
<p>Ia menegaskan, meskipun terjadi peningkatan aktivitas, namun secara spesifik masih dalam kategori aman bagi masyarakat.</p>
<p>“Dan hingga saat ini status aktivitas Merapi masih siaga atau level III dan rekomendasi BPPTKG  jarak aman untuk aktivitas manusia yakni pada  radius lima kilometer dari puncak Merapi,” ujarnya.<br />
Dewi juga meminta agar masyarakat masyarakat tidak perlu panik dengan fenomena titik api di wilayah puncak Gunung Merapi  tersebut.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/muncul-lava-pijar-tanda-erupsi-merapi-semakin-dekat">Muncul Lava Pijar Tanda Erupsi Merapi Semakin Dekat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebagian Warga Desa di Sekitar Gunung Merapi Mulai Mengungsi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/11/06/sebagian-warga-desa-di-sekitar-gunung-merapi-mulai-mengungsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2020 10:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[bpbd]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Susanto]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=124178</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sebagian warga yang tinggal di beberapa desa di sekitar kawasan Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Magelang, mulai mengungsi pada Jumat (6/11/2020), setelah status aktivitas gunung berapi itu dinaikkan menjadi siaga. Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, semalam ada kesepakatan dari aparat Desa Paten, Krinjing, dan Ngargomulyo di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/11/06/sebagian-warga-desa-di-sekitar-gunung-merapi-mulai-mengungsi">Sebagian Warga Desa di Sekitar Gunung Merapi Mulai Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sebagian warga yang tinggal di beberapa desa di sekitar kawasan Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Magelang, mulai mengungsi pada Jumat (6/11/2020), setelah status aktivitas gunung berapi itu dinaikkan menjadi siaga.</p>
<p>Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, semalam ada kesepakatan dari aparat Desa Paten, Krinjing, dan Ngargomulyo di Kecamatan Dukun, untuk mulai mengungsikan sebagian warga guna meminimalkan dampak jika Gunung Merapi meletus.</p>
<p>&#8221;Hal ini bisa dipahami, karena status Merapi menjadi siaga ditetapkan kemarin jam 12.00. Kalau sore hari mereka mengungsi belum cukup siap secara psikologi, dan baru hari ini bisa dilakukan evakuasi,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2020/11/06/ganjar-kunjungi-desa-tertinggi-di-merapi-sambil-berikan-edukasi/">Ganjar Kunjungi Desa Tertinggi di Merapi, sambil Berikan Edukasi</a></strong></p>
<p>Dia menjelaskan, konsep Desa Bersaudara dijalankan dalam pengungsian warga di desa-desa yang ada di sekitar Gunung Merapi.</p>
<p>Dalam hal ini, desa-desa yang berada di kawasan rawan bahaya dipersaudarakan dengan desa-desa penyangga di dekatnya. Yang antara lain akan menjadi tempat warga desa di kawasan rawan bahaya mengungsi.</p>
<p>Warga dari Desa Paten bisa mengungsi ke Desa Banyurojo di Kecamatan Mertoyudan, warga Desa Ngargomulyo bisa mengungsi ke Tamanagung di Kecamatan Muntilan, dan warga Desa Krinjing bisa mengungsi ke Desa Deyangan di Kecamatan Mertoyudan.</p>
<p><strong>Kelompok Rentan</strong><br />
&#8221;Jadi mereka mengungsi bukan diungsikan, karena konsep Desa Bersaudara adalah pemberdayaan masyarakat. Konsep manajemen pengungsian berbasis masyarakat itu berangkat dari pengalaman tahun 2010, sehingga dengan ini lebih tertata,&#8221; ujar Edy.</p>
<p>Dia menjelaskan, saat ini warga di Desa Krinjing sudah mulai mengungsi. Warga yang bergerak menuju tempat pengungsian, utamanya mereka yang termasuk dalam kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, orang sakit, warga lanjut usia, dan penyandang disabilitas.</p>
<p>Menurut Edy, pada Jumat (6/11/2020) ada 50 warga Dusun Trono, 50 warga Dusun Trayem, dan 60 warga Dusun Pugeran di Desa Krinjing yang mengungsi ke Desa Deyangan di Kecamatan Mertoyudan.</p>
<p>&#8221;Mereka mengungsi dengan kendaraan sendiri, disiapkan enam unit mobil kemudian dikawal ambulans. Memang konsepnya seperti itu, setiap kali perjalanan ada yang mengawal ambulans dan dari Polsek serta Koramil,&#8221; imbuh Edy.</p>
<p><em><strong>Ant/Yon-Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/11/06/sebagian-warga-desa-di-sekitar-gunung-merapi-mulai-mengungsi">Sebagian Warga Desa di Sekitar Gunung Merapi Mulai Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>