<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budaya Kudus Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/budaya-kudus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Oct 2025 01:06:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Budaya Kudus Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tradisi Guyang Cekathak Sunan Muria Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/14/guyang-cekathak-desa-colo-jadi-warisan-budaya-tak-benda-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 01:06:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[desa colo]]></category>
		<category><![CDATA[guyang cekathak]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten kudus]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan dawe]]></category>
		<category><![CDATA[pelana kuda sunan muria]]></category>
		<category><![CDATA[sunan muria]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi guyang cekathak]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[warisan budaya takbenda]]></category>
		<category><![CDATA[warisar budaya tak benda]]></category>
		<category><![CDATA[wbtb]]></category>
		<category><![CDATA[wbtb nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=501345</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Kudus. Tradisi Guyang Cekathak Kangjeng Sunan Muria yang berasal dari Desa Colo, Kecamatan Dawe, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Nasional oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Penetapan tersebut diumumkan setelah sidang Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda yang digelar pada Jumat (10/10) lalu. Tradisi yang erat kaitannya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/14/guyang-cekathak-desa-colo-jadi-warisan-budaya-tak-benda-nasional">Tradisi Guyang Cekathak Sunan Muria Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Kudus. Tradisi Guyang Cekathak Kangjeng Sunan Muria yang berasal dari Desa Colo, Kecamatan Dawe, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Nasional oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.</p>
<p>Penetapan tersebut diumumkan setelah sidang Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda yang digelar pada Jumat (10/10) lalu. Tradisi yang erat kaitannya dengan peninggalan Sunan Muria itu kini menjadi salah satu identitas budaya penting bagi masyarakat Kudus.</p>
<p>Plh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Jatmiko Muhardi, menyambut gembira keputusan ini. Ia menyebut, pengakuan tersebut menjadi hadiah istimewa bagi Kudus yang baru saja memperingati Hari Jadi ke-476 pada September 2025.</p>
<p>“Guyang Cekathak merupakan tradisi turun-temurun yang masih dijaga di Desa Colo. Ini menjadi bukti bahwa warisan leluhur kita tetap hidup di tengah masyarakat,” ungkap Jatmiko, Selasa (14/10).</p>
<p>Menurut Jatmiko, keberhasilan tradisi Guyang Cekathak lolos sebagai WBTB tak lepas dari nilai sejarah, keaslian, dan keberlanjutan pelestarian yang masih dijaga masyarakat.</p>
<p>Ia berharap, pengakuan nasional ini menjadi semangat baru bagi warga Kudus untuk terus nguri-nguri (melestarikan) warisan budaya lokal.</p>
<p>“Kami berharap masyarakat semakin bangga dan berkomitmen menjaga tradisi leluhur, termasuk Guyang Cekathak sebagai identitas budaya Kudus,” pungkasnya.</p>
<figure id="attachment_501346" aria-describedby="caption-attachment-501346" style="width: 681px" class="wp-caption alignleft"><img class="size-full wp-image-501346" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/78899829-E895-49A9-8EAC-D3FE1548D6A5.jpg" alt="" width="681" height="351" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/78899829-E895-49A9-8EAC-D3FE1548D6A5.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/78899829-E895-49A9-8EAC-D3FE1548D6A5-400x206.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/78899829-E895-49A9-8EAC-D3FE1548D6A5-150x77.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-501346" class="wp-caption-text">Cekathak atau pelana kuda Kangjeng Sunan Muria. foto: ist</figcaption></figure>
<p><strong>Makna dan Asal Usul Guyang Cekathak</strong></p>
<p>Tradisi Guyang Cekathak sudah ada sejak masa hidup Sunan Muria. Tradisi ini dilaksanakan setiap tanggal 19 bulan September yang merupakan puncak dari musim kemarau.</p>
<p>Juru kunci makam Sunan Muria H Bambang Budi Irianto mengatakan tradisi ini dulunya tradisi Guyang Cekathak awalnya memiliki dua istilah yakni Guyang Cekathak dan Sedekah Sendang Rejoso.</p>
<p>“Dulu kalau kita woro-woro ke masyarakat, istilahnya sedekah belik yang kemudian disebut juga sedekah sendang. Nah, pada kelanjutannya tradisi ini kemudian disebut Guyang Cekathak dan Sedekah Sendang Rejoso,”kata Budi.</p>
<p>Sementara, sesepuh Yayasan Makam dan Masjid Sunan Muria H Mastur mengatakan nama Guyang Cekathak sendiri berasal dari kata guyang yang berarti memandikan, dan cekathak yang mengacu pada pelana atau tapak kuda milik Sunan Muria.</p>
<p>“Dahulu yang dimandikan adalah kudanya langsung, namun setelah kuda tersebut tiada, masyarakat melanjutkan tradisi dengan memandikan pelana kudanya sebagai simbol keberkahan,” jelasnya.</p>
<p>Kuda sebagai alat transportasi menyiratkan bahwa Sunan Muria semasa hidupnya adalah tokoh yang selalu berbaur kepada masyarakat dalam menyampaikan dakwahnya.</p>
<p>Hingga kini, tradisi Guyang Cekathak masih rutin dilaksanakan sebagai simbol doa memohon hujan dan menjaga hubungan spiritual dengan peninggalan wali penyebar Islam di Kudus itu. Peninggalan berupa pelana kuda Sunan Muria pun masih terawat baik di Desa Colo.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/14/guyang-cekathak-desa-colo-jadi-warisan-budaya-tak-benda-nasional">Tradisi Guyang Cekathak Sunan Muria Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keris Pusaka Peninggalan Sunan Kudus Dijamas, Ini Ritual Langkanya!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/12/keris-pusaka-peninggalan-sunan-kudus-dijamas-ini-ritual-langkanya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2025 03:29:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Jamasan keris sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai cinthaka]]></category>
		<category><![CDATA[menara kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual kudus]]></category>
		<category><![CDATA[sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan masjid menara dan makam Sunan Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=478757</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Sebuah prosesi sakral kembali digelar di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Kamis (12/6/2025). Sebilah keris pusaka bernama Kiai Cinthaka, peninggalan Sunan Kudus, menjalani ritual jamásan atau pencucian yang telah berlangsung secara turun-temurun selama ratusan tahun. Sejak pagi, suasana di tajug (pendapa kecil) Masjid Menara terasa berbeda. Kepulan asap kemenyan memenuhi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/keris-pusaka-peninggalan-sunan-kudus-dijamas-ini-ritual-langkanya">Keris Pusaka Peninggalan Sunan Kudus Dijamas, Ini Ritual Langkanya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Sebuah prosesi sakral kembali digelar di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Kamis (12/6/2025). Sebilah keris pusaka bernama Kiai Cinthaka, peninggalan Sunan Kudus, menjalani ritual jamásan atau pencucian yang telah berlangsung secara turun-temurun selama ratusan tahun.</p>
<p>Sejak pagi, suasana di tajug (pendapa kecil) Masjid Menara terasa berbeda. Kepulan asap kemenyan memenuhi udara, menciptakan atmosfer sakral dan khusyuk. Rombongan para kiai, sesepuh, serta pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus yang lebih dulu berziarah ke makam, kemudian berkumpul di lokasi tajug.</p>
<p>Dengan iringan lantunan shalawat, seorang sesepuh mengambil sebuah kotak dari ruang penyimpanan di atap tajug. Di dalamnya tersimpan keris Kiai Cinthaka – keris berlekuk sembilan yang diyakini berasal dari akhir masa Kerajaan Majapahit dan termasuk dalam dapur “Panimbal”, simbol dari kebijaksanaan dan kekuasaan.</p>
<p>Ritual jamásan keris Kiai Cinthaka dilakukan oleh KH Fakihuddin, yang kini menjabat sebagai ahli penjamasan menggantikan mendiang KH Ahmad Bashir, ulama besar Kudus.</p>
<p>Proses diawali dengan menyiram keris menggunakan banyu landa (air rendaman merang ketan hitam) sebanyak tiga kali. Kemudian, keris dibersihkan dengan air jeruk nipis, dan dijemur di atas sekam ketan hitam hingga kering.</p>
<p>Setelah selesai, keris disimpan kembali di tempat semula, disaksikan para ulama dan tokoh masyarakat dengan iringan doa dan shalawat. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Buka Luwur Sunan Kudus, sekaligus menyambut datangnya Bulan Suro (Muharram).</p>
<p>“Jamásan pusaka Sunan Kudus sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu dan menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dilestarikan,” ujar KH Arinal Haq, Ketua Panitia Buka Luwur 2025.</p>
<p>Tradisi jamasan ini selalu digelar pada hari Senin atau Kamis pertama setelah hari Tasyrik (tiga hari setelah Idul Adha), menandai dimulainya bulan baru dalam penanggalan Hijriyah.</p>
<h5><strong>Keris Kiai Cinthaka dan Kisah Magisnya</strong></h5>
<p>Selain keris Kiai Cinthaka, dua pusaka lain berupa tombak trisula yang berada di mihrab Masjid Menara Kudus juga ikut dijamas dalam ritual tersebut.</p>
<p>Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, keris Kiai Cinthaka memiliki keistimewaan luar biasa. Konon, keris ini pernah dipinjam oleh Keraton Surakarta untuk memadamkan kebakaran besar. Sebagai bentuk penghormatan, pihak keraton bahkan rutin mengirimkan parfum khusus bernama kophok gajah kepada Sunan Kudus setiap tahun.</p>
<p>Hal unik dari prosesi ini adalah sajian hidangan yang disiapkan. Menu utama berupa jajan pasar dan nasi opor ayam. Jajan pasar melambangkan kesederhanaan dan kedekatan dengan rakyat, sementara opor ayam dikenal sebagai makanan favorit Sunan Kudus.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/keris-pusaka-peninggalan-sunan-kudus-dijamas-ini-ritual-langkanya">Keris Pusaka Peninggalan Sunan Kudus Dijamas, Ini Ritual Langkanya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KUDUS BERGEMA 2025: Gebrakan Metal Society Satukan Musik Metal dan Tradisi Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/05/kudus-bergema-2025-gebrakan-metal-society-satukan-musik-metal-dan-tradisi-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 00:10:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Event Musik Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Musik Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Musik Metal]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Metal Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS BERGEMA 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Metal Society Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Musik dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Rock Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Bukak Luwur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=472824</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID)  — Komunitas Metal Society Kudus kembali menggeliat lewat gelaran festival musik tahunan KUDUS BERGEMA 2025, yang akan digelar pada Sabtu, 4 Mei 2025, di Multifunction Sport Hall, Balai Jagong, Wergu Wetan, Kudus. Tahun ini, festival hadir dengan sentuhan khas budaya lokal, mengangkat tema “Bukak Luwur” yang terinspirasi dari tradisi masyarakat Kudus. Ketua Metal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/05/kudus-bergema-2025-gebrakan-metal-society-satukan-musik-metal-dan-tradisi-kudus">KUDUS BERGEMA 2025: Gebrakan Metal Society Satukan Musik Metal dan Tradisi Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)  </strong>— Komunitas Metal Society Kudus kembali menggeliat lewat gelaran festival musik tahunan KUDUS BERGEMA 2025, yang akan digelar pada Sabtu, 4 Mei 2025, di Multifunction Sport Hall, Balai Jagong, Wergu Wetan, Kudus.</p>
<p>Tahun ini, festival hadir dengan sentuhan khas budaya lokal, mengangkat tema “Bukak Luwur” yang terinspirasi dari tradisi masyarakat Kudus. Ketua Metal Society Kudus, Khoirur Rozaq, menyebut tema ini dipilih sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan leluhur yang masih hidup di tengah masyarakat.</p>
<p>“‘Bukak Luwur’ bukan hanya simbol tradisi, tapi juga jembatan untuk mengenalkan budaya Kudus kepada generasi muda lewat pendekatan kreatif,” ujar Rozaq saat ditemui usai acara pada Minggu (4/5).</p>
<p>Tak sekadar ajang musik keras, KUDUS BERGEMA menjadi wadah kolaborasi budaya dan ekspresi anak muda. Sebanyak 12 band lokal dari berbagai daerah di wilayah Karisidenan dijadwalkan tampil, ditambah dua bintang tamu spesial: Innerbeauty dari Jakarta dan Radang Kelamin asal Depok.</p>
<p>Panggung utama akan bergemuruh mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB dengan dentuman musik dari berbagai aliran keras seperti metal, punk, hardcore, hingga rock alternatif.</p>
<p>Deretan penampil lokal yang siap memanaskan suasana antara lain: Kurioz, Innocent Voice, Sick For It, Berzier, Altaraven, R.O.H, Disfixation, Ax6, Lenthog Riot, A.B.T.D, Ending Stories, dan Crowax.</p>
<p>Rozaq mengakui bahwa meskipun musik rock masih memiliki penggemar terbatas, semangat dan respons dari penonton tetap luar biasa.</p>
<p>“Euforianya luar biasa, dan alhamdulillah berlangsung aman dan tertib. Tantangan kami sekarang adalah memperluas apresiasi terhadap musik rock, khususnya di Kudus,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap KUDUS BERGEMA tak hanya menjadi agenda rutin komunitas, tetapi bisa tumbuh menjadi ikon budaya tahunan yang menarik perhatian wisatawan dan masyarakat dari luar kota.</p>
<p>“Semoga ke depan, event ini mendapat dukungan penuh dari pemda, aparat keamanan, dan instansi terkait, terutama dalam hal perizinan, agar festival budaya dan musik seperti ini bisa terus hidup,” tambahnya.</p>
<p>Rozaq juga menegaskan bahwa KUDUS BERGEMA telah digagas Metal Society Kudus sejak beberapa tahun terakhir sebagai ruang bagi musisi lokal untuk unjuk gigi sekaligus ajang pelestarian budaya.</p>
<p>“Dengan menggabungkan kekuatan musik dan nilai-nilai tradisi, kami ingin menjadikan KUDUS BERGEMA sebagai identitas budaya baru yang memperkaya wajah Kota Kretek,” tutupnya.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/05/kudus-bergema-2025-gebrakan-metal-society-satukan-musik-metal-dan-tradisi-kudus">KUDUS BERGEMA 2025: Gebrakan Metal Society Satukan Musik Metal dan Tradisi Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua DPRD Kudus Komitmen Terus Lestarikan Tradisi Sewu Kupat Sunan Muria</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/19/tradisi-sewu-kupat-sunan-muria-kudus-pelestarian-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2024 01:08:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan lokal Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata budaya Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian budaya Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Sunan Muria]]></category>
		<category><![CDATA[Sewu Kupat Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[sunan muria]]></category>
		<category><![CDATA[Syawalan Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Idul Fitri Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Sewu Kupat Sunan Muria]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=409797</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Sebagai wujud pelestarian budaya, Ketua DPRD Kabupaten Kudus H. Masan, SE, MM mendukung tradisi Sewu Kupat Sunan Muria terus dilestarikan. Selain sebagai bentuk silaturahmi antar warga, tradisi tersebut juga sebagai bentuk sikap tawadlu terhadap Sunan Muria sebagai salah satu Waliyullah dan penyebar agama Islam di Kudus. Pernyataan Masan tersebut disampaikan saat menghadiri [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/19/tradisi-sewu-kupat-sunan-muria-kudus-pelestarian-budaya">Ketua DPRD Kudus Komitmen Terus Lestarikan Tradisi Sewu Kupat Sunan Muria</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Sebagai wujud pelestarian budaya, Ketua DPRD Kabupaten Kudus H. Masan, SE, MM mendukung tradisi Sewu Kupat Sunan Muria terus dilestarikan. Selain sebagai bentuk silaturahmi antar warga, tradisi tersebut juga sebagai bentuk sikap tawadlu terhadap Sunan Muria sebagai salah satu Waliyullah dan penyebar agama Islam di Kudus.</p>
<p>Pernyataan Masan tersebut disampaikan saat menghadiri tradisi Sewu Kupat Sunan Muria yang dilaksanakan pada Rabu, (17/4) lalu di Taman Ria Colo, Dawe, Kudus. Masan yang hadir mendampingi Bupati Kudus dua periode H Musthofa, terlihat cukup antusias menyapa langsung masyarakat yang hadir.</p>
<p>Hadir pula dalam kegiatan tersebut Pj Bupati Kudus H Hasan Chabibie, Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto, Komandan Kodim 0722 Kudus, Letkol Inf Andreas Yudhi Wibowo, seluruh Kepala Desa di wilayah Kecamatan Dawe, serta sejumlah pimpinan OPD.</p>
<p>“Tradisi Sewu Kupat Sunan Muria ini bukan hanya tradisi biasa, tapi sebuah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas limpahan berkah hasil bumi yang melimpah,”tandasnya.</p>
<p>Ketua DPRD Kudus menyampaikan tradisi ini digelar untuk menjaga dan mempererat silaturahmi serta pelestarian budaya yang dibentuk dengan kolaborasi atas kreatifitas kearifan lokal.</p>
<p>“Tradisi ini digelar untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat dengan pemerintah desa. Sebagai hal terpenting yang perlu diwujudkan yakni melestarikan budaya yang terbentuk atas kreatifitas kearifan lokal dari masyarakat” ungkapnya.</p>
<p>Di sisi lain, Ketua DPRD Kudus mengajak masyarakat “Nguri-uri budoyo jowo” melestarikan budaya peninggalan Sejarah seperti Tradisi Sewu Kupat Sunan Muria ini. Masan berkomitmen akan terus melanjutkan tradisi Sewu Kupat Sunan Muria ini agar terus lestari hingga nanti.</p>
<p>“Apakah itu ada anggaran dari pemerintah daerah atau tidak, saya berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi ini,”tandasnya.</p>
<figure id="attachment_409799" aria-describedby="caption-attachment-409799" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-409799 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/sewu-kupat.jpg" alt="" width="681" height="388" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/sewu-kupat.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/sewu-kupat-400x228.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/sewu-kupat-150x85.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-409799" class="wp-caption-text">Tradisi Sewu Kupat Sunan Muria. foto: Ali Bustomi</figcaption></figure>
<p>Tradisi Sewu Kupat Sunan Muria merupakan salah satu tradisi Syawalan yang diselenggarakan setiap tahun pada hari ke – 7 usai Hari Raya Idul Fitri. Ribuan warga selalu membanjiri kegiatan tradisi tersebut.</p>
<p>Tradisi kupatan di Kawasan Makam Sunan Muria ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Namun, berkat inisatif Bupati Kudus H Musthofa di tahun 2008, tradisi ini dikembangkan menjadi salah stu destinasi wisata yang lebih menarik.</p>
<p>Banyak warga yang percaya tradisi ini mendatangkan keberkahan tersendiri. Ini tak lepas dari sosok Sunan Muria yang menjadi salah satu Walisongo yang dipercaya memiliki karomah tersendiri.</p>
<p>H Musthofa selaku Bupati Kudus kurun waktu periode 2008-2018 turut mengamini keberkahan dalam tradisi Sewu Kupat Sunan Muria. Sebagai penggagas tradisi tersebut, Musthofa bahkan membeberkan sejumlah rahasia dalam tradisi tersebut.</p>
<p>Menurutnya, tradisi Sewu Kupat Sunan Muria bukan hanya tradisi biasa, tapi sebagai ungkapan ketawadluan masyarakat Kudus terhadap Sunan Muria. Keberkahan tradisi tersebut, bahkan sudah dibuktikan oleh Musthofa sendiri.</p>
<p>“Saya dua kali jadi bupati dan dua kali jadi anggota DPR RI. Dulu ada Dandim yang hadir dalam tradisi ini, sekarang sudah berpangkat bintang dua. Belum lagi banyak yang lainnya,”tandasnya.</p>
<p><strong> Ads-Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/19/tradisi-sewu-kupat-sunan-muria-kudus-pelestarian-budaya">Ketua DPRD Kudus Komitmen Terus Lestarikan Tradisi Sewu Kupat Sunan Muria</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>