<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bencana Merapi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/bencana-merapi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Feb 2021 11:10:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Bencana Merapi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Isu Kubah Lava Baru Merapi, Ini Klarifikasi BPPTKG</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/02/isu-kubah-lava-baru-merapi-ini-klarifikasi-bpptkg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2021 11:10:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=144407</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kepala BPPTKG, Hanik Humaida memberikan klarifikasi terkait adanya berita di media sosial yang menyatakan bahwa terdapat kubah lava baru di lereng Gunung Merapi. Klarifikasinya disampaikan melalui Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, sore ini. Dalam rilisnya dijelaskan terkait berita tersebut. Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menegaskan bahwa meterial (gundukan) hitam yang terlihat bukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/02/isu-kubah-lava-baru-merapi-ini-klarifikasi-bpptkg">Isu Kubah Lava Baru Merapi, Ini Klarifikasi BPPTKG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>) &#8211; </strong>Kepala BPPTKG, Hanik Humaida memberikan klarifikasi terkait adanya berita di media sosial yang menyatakan bahwa terdapat kubah lava baru di lereng Gunung Merapi.</p>
<p>Klarifikasinya disampaikan melalui Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, sore ini. Dalam rilisnya dijelaskan terkait berita tersebut.</p>
<figure id="attachment_143455" aria-describedby="caption-attachment-143455" style="width: 562px" class="wp-caption alignleft"><img class="size-full wp-image-143455" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2.jpg" alt="" width="562" height="414" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2.jpg 562w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2-400x295.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2-150x110.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 562px) 100vw, 562px" /><figcaption id="caption-attachment-143455" class="wp-caption-text">Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto. Foto; suarabaru.id/ Yon</figcaption></figure>
<p>Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menegaskan bahwa meterial (gundukan) hitam yang terlihat bukan kubah lava baru. &#8220;Berdasarkan hasil observasi, material tersebut terlihat tidak berpijar, tidak teramati adanya asap di material tersebut, serta tidak terdapat rekahan di sekeliling material. Kami simpulkan material tersebut adalah material vulkanik yang terbawa oleh aliran awanpanas guguran,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi aktivitas Gunung Merapi dari sumber yang terpercaya. Informasi aktivitas Gunung Merapi dapat diakses melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website <a href="http://merapi.bgl.esdm.go.id/">merapi.bgl.esdm.go.id</a>, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG di Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180 -514192.</p>
<p><strong>Eko Priyono-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/02/isu-kubah-lava-baru-merapi-ini-klarifikasi-bpptkg">Isu Kubah Lava Baru Merapi, Ini Klarifikasi BPPTKG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengungsi Merapi Asal Dusun Babadan II Pulang, Ini Alasannya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/31/pengungsi-merapi-asal-dusun-babadan-ii-pulang-ini-alasannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2021 09:07:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi Erupsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=143826</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)-    Sebanyak 127 pengungsi  Merapi dari Dusun Babadan II, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, kembali pulang ke rumahnya. Mereka meninggalkan  Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang yang ditempati hampir tiga bulan lalu,  yakni sejak 6 November lalu. Ke-127 pengungsi tersebut tidak mengindahkan anjuran Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/31/pengungsi-merapi-asal-dusun-babadan-ii-pulang-ini-alasannya">Pengungsi Merapi Asal Dusun Babadan II Pulang, Ini Alasannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID</strong>)-    Sebanyak 127 pengungsi  Merapi dari Dusun Babadan II, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, kembali pulang ke rumahnya.</p>
<p>Mereka meninggalkan  Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang yang ditempati hampir tiga bulan lalu,  yakni sejak 6 November lalu.</p>
<p>Ke-127 pengungsi tersebut tidak mengindahkan anjuran Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen untuk bertahan di pengungsian yang  berkunjung ke TEA Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Kamis (28/1) lalu.</p>
<p>Dengan menggunakan delapan unit mobil bak terbuka, para pengungsi tersebut pulang ke dusunnya yang berjarak sekitar 5 kilometer dari puncak Merapi, Minggu (31/1) sekitar pukul 08.00 WIB.</p>
<p>Selain merasa jenuh di pengungsian, alasan lain mereka memilih kembali ke rumahnya tersebut, karena Dusun Babadan II yang selama ini ditempati, dirasakan sudah aman dari ancaman bahaya erupsi Merapi,</p>
<p>“Warga mempunyai patokan, karena saat ini Dusun Babadan II sudah tidak termasuk  daerah yang direkomendasikan oleh BPPTKG sebagai daerah rawan bencana Merapi,” kata Koordinator pengungsi Babadan II, Teimuri Suchini.</p>
<p>Suchini mengatakan, saat ini rekomendasi dari BPPTKG menyebutkan, daerah rawan bencana erupsi Merapi yakni  ke  arah selatan dan barat daya. Sedangkan, Dusun Paten  berada di sisi barat laut.</p>
<p>Meskipun demikian, warga menyatakan siap  bila diminta oleh pemerintah untuk mengungsi kembali, jika arah ancaman erupsi Merapi menuju arah barat laut. Ia menambahkan, dalam kepulangan tersebut pihaknya tidak melibatkan Pemerintah Desa Mertoyudan dan Pemerintah Desa Paten serta relawan.</p>
<p>“Karena tidak melibatkan pemerintah dan relawan, kami secara mandiri dan memakai kendaraan pribadi dan tidak melibatkan dari relawan,” katanya.</p>
<p>Suchini mengatakan, pihaknya juga tidak menerima bantuan kendaraan pengangkut dari pihak lain, karena situasi  penyebaran  covid-19 masih tinggi. Dan, dirinya juga khawatir bila menggunakan mobil dari luar bisa menularkan ke warga yang kondisinya sehat semua.</p>
<p>Ia menjelaskan, warga Dusun Babadan II mengungsi ke TEA Desa Mertoyudan sejak 6 November lalu. Dan pada 1 Januari lalu sempat pulang ke rumahnya masing-masing.</p>
<p>Setelah satu minggu berada di rumah, para penduduk setempat diminta oleh Pemerintah Kabupaten Magelang untuk kembali mengungsi ke TEA Desa Mertoyudan pada 7 Januari. Adapun alasannya, pada awal Januari Gunung Merapi mengalami peningkatan aktivitas vulkaniknya.</p>
<p><strong>Yon-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/31/pengungsi-merapi-asal-dusun-babadan-ii-pulang-ini-alasannya">Pengungsi Merapi Asal Dusun Babadan II Pulang, Ini Alasannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>121 Pengungsi Merapi Minta Pulang, Ini Alasan Mereka</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/22/121-pengungsi-merapi-minta-pulang-ini-alasan-mereka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2021 10:13:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi pulang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=141943</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sebanyak 121 pengungsi Gunung Merapi asal Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, yang selama 2,5 bulan berada di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, minta izin pulang ke rumahnya. Para pengungsi tersebut merupakan kelompok rentan, yakni para lansia, ibu-ibu hamil dan menyusui, anak-anak, balita dan penyandang disabilitas. Ke -121 warga tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/22/121-pengungsi-merapi-minta-pulang-ini-alasan-mereka">121 Pengungsi Merapi Minta Pulang, Ini Alasan Mereka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)</strong>&#8211; Sebanyak 121 pengungsi Gunung Merapi asal Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, yang selama 2,5 bulan berada di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, minta izin pulang ke rumahnya.</p>
<figure id="attachment_141951" aria-describedby="caption-attachment-141951" style="width: 344px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-141951" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail.jpg" alt="" width="344" height="415" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail.jpg 344w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail-332x400.jpg 332w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail-124x150.jpg 124w" sizes="(max-width: 344px) 100vw, 344px" /><figcaption id="caption-attachment-141951" class="wp-caption-text">Kepala Desa Krinjing, Ismail</figcaption></figure>
<p>Para pengungsi tersebut merupakan kelompok rentan, yakni para lansia, ibu-ibu hamil dan menyusui, anak-anak, balita dan penyandang disabilitas. Ke -121 warga tersebut berasal dari tiga dusun yang berada di dekat puncak Merapi, yakni Dusun Trono, Trayem dan Pugeran.</p>
<p>“Salah satu alasan mereka minta izin pulang ke rumahnya dengan alasan merasa jenuh tinggal di pengungsian sejak 6 November lalu,” kata Kepala Desa Krinjing, Ismail, Jumat ( 22/1).</p>
<p>Ismail mengatakan, alasan lain  mereka minta pulang ke rumahnya, karena  menilai saat ini aktivitas vulkanik Merapi  mengalami penurunan baik deformasi maupun kegempaan.</p>
<p>Menurutnya, sebenarnya dari Pemkab Magelang  belum memberikan izin bagi para pengungsi untuk pulang ke rumahnya, karena saat ini masa tanggap darurat masih berlangsung hingga 14 Februari mendatang.</p>
<p>“Namun, karena alasan kemanusiaan, BPBD memberikan izin untuk sementara boleh pulang. Dengan catatan, bila sewaktu-waktu  terjadi peningkatan kembali aktivitas vulkanik Merapi agar kembali ke pengungsian,” kata mantan petugas pengamatan Merapi di Pos Babadan ini.</p>
<p>Ia mengakui, para pengungsi dari Desa Krinjing tersebut merupakan pengungsi Merapi di wilayah Magelang yang paling lama menempati barak pengungsian. Mereka sudah tinggal di pengungsian sejak 6 November 2020 lalu. Sedangkan pengungsi lainnya yang berasal dari desa lain di Kecamatan Dukun dan ditampung di beberapa TEA.</p>
<p>“Penduduk kami merupakan pengungsi yang paling <em>krasan </em>(betah) di pengungsian.  Karena, mereka menilai tempat tinggalnya berada di daerah yang rawan bahaya dan hanya berjarak 5 kilometer dari puncak,” ujarnya.</p>
<p>Saat para pengungsi tersebut pulang ke rumahnya, dari TEA Deyangan mereka menumpang empat unit truk, sejumlah mobil bak terbuka dan mobil pribadi. Dalam perjalanan  hingga Desa Krinjing mereka mendapatkan pengawalan dari petugas Dinas Perhubungan dan sejumlah relawan.</p>
<p><strong>Yon-wied</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/22/121-pengungsi-merapi-minta-pulang-ini-alasan-mereka">121 Pengungsi Merapi Minta Pulang, Ini Alasan Mereka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Magelang Masih Kaji Rekomendasi Perubahan Zona Bahaya Merapi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/18/pemkab-magelang-masih-kaji-rekomendasi-perubahan-zona-bahaya-merapi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 13:17:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[edy susanti]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan zona bahaya merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=141041</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang telah menerima rekomendasi Badan Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta  terkait perubahan peta potensi daerah bahaya Merapi. “Rekomendasi tersebut menjadi bahan bahasan kami. Kami diskusikan bersama tim. Bagaimana sebaiknya kita merespons karena tinjauannya banyak sudut yang semuanya berorentasi pada penyelamatan jiwa,” kata Pelaksana tugas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/18/pemkab-magelang-masih-kaji-rekomendasi-perubahan-zona-bahaya-merapi">Pemkab Magelang Masih Kaji Rekomendasi Perubahan Zona Bahaya Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)- </strong>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang telah menerima rekomendasi Badan Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta  terkait perubahan peta potensi daerah bahaya Merapi.</p>
<p>“Rekomendasi tersebut menjadi bahan bahasan kami. Kami diskusikan bersama tim. Bagaimana sebaiknya kita merespons karena tinjauannya banyak sudut yang semuanya berorentasi pada penyelamatan jiwa,” kata Pelaksana tugas ( Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy  Susanto, Senin (18/1).</p>
<figure id="attachment_141047" aria-describedby="caption-attachment-141047" style="width: 681px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-141047" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-1.jpg" alt="" width="681" height="623" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-1-400x366.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-1-150x137.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-141047" class="wp-caption-text">Pelaksana tugas ( Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy  Susanto  . foto: suarabaru.id/ Yon</figcaption></figure>
<p>Edy mengatakan, selanjutnya kajian dari tim tersebut  untuk memberikan masukan  bagi Bupati  Magelang  untuk menentukan langkah selanjutnya. Menurutnya,  rekomendasi terbaru dari BPPTKG Jogjakarta tersebut menyebutkan potensi dan zona  bahaya erupsi Merapi berubah.</p>
<p>“Dari sebelumnya bahaya erupsi tersebut mengarah ke Barat dan Barat  Laut,  kini berubah arah ke sektor barat daya dan selatan dari puncak Merapi,” kata Edy..</p>
<p>Selain itu, potensi erupsi Merapi berupa eruspi efusif yang biasa mengikuti alur sungai. Yakni, Sungai Bedog, Boyong di Kabupaten Sleman dan untuk wilayah Kabupaten Magelang di Sungai Krasak.</p>
<p>Menurutnya,  dalam rekomendasi BPPTKG  terbaru  hanya merekomendasikan jarak potensi bahaya Merapi  yakni  lima kilometer dan tidak menyebutkan desa-desa terdampak.</p>
<p>“Desa-desa  yang kemarin direkomendasikan, tidak masuk dalam jangkauan sesuai skenario yang baru. Namun tidak serta merta  ketiga desa di Kecamatan Dukun yang kemarin  masuk daerah KRB III  aman dari bahaya Merapi,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, pada rekomendasi dari BPPTKG yang baru tersebut   juga menyebutkan  jarak aman lebih dari lima kilometer dari sungai yang kemungkingan dilalui  aliran awan panas maupun guguran lava. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Magelang, sejumlah wilayah yang ada di sepanjang Sungai Krasak jaraknya  lebih dari  lima kilometer.</p>
<p>“Tidak bisa diambil kesimpulan begitu saja. Tidak terlalu sederhana. Semua kemungkinan yang terjadi kami fasilitasi,” ujar Edy Susanto.</p>
<p>Edy menambahkan, prakiraan tipe erupsi Merapi 2021 ini  terus  berubah. Berdasarkan pantauan aktivitas vulkanik oleh BPPTKG hingga 16 Januari 2021, probalibitas mengarah pada erupsi efusif sebesar 40 persen.</p>
<p>“Kami belajar dari kemarin  berubah-ubah terus ancamannya.  Mulai eksplosif, efusif, eksplosif, efusif lagi, sampai akhirnya eksplosif dan turun drastis,” kata Edy yang juga menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Magelang.</p>
<p>Ia  menambahkan,  meskipun zona bahaya erupsi  Merapi telah bergeser , tetapi hingga saat ini Pemkab Magelang masih tetap melayani sejumlah pengungsi dari tiga desa di kawasan rawan bencana ( KRB) III, yakni warga Desa Keningar, Krinjing dan Paten , Kecamatan Dukun.</p>
<p>Layanan bagi para pengungsi dari tiga desa tersebut yang tersebar di Kecamatan Mertoyudan, Mungkid  itu langkah untuk penyelematan jiwa manusia.</p>
<p>“Kita belajar dari erupsi Gunung Semeru saat ini. Semeru erupsi saat statusnya masih waspada. Dan, erupsi Semeru tersebut sebagai suatu langkah tepat bagi BPBD Kabupaten Magelang  untuk menjalankan misinya yakni  penyelamatan jiwa manusia dengan melakukan evakuasi dari daerah KRB itu,”  ujarnya.</p>
<p><strong>Diperpanjang</strong></p>
<p>Sementara itu, Pemkab Magelang terhitung sejak 16 Januari kemarin hingg 14 Februari mendatang, kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana Gunung Merapi.</p>
<p>Edy menjelaskan,  Pemkab Magelang memperpanjang masa tanggap darurat tersebut, karena hingga saat ini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta belum merubah status Merapi.Yakni  level III atau siaga sejak 5 November 2020 kemarin.</p>
<p>“Perpanjangan tanggap daruat  Bencana Merapi ini merupakan dasar bagi  BPBD Kabupaten Magelang untuk melakukan Tindakan kedaruratan,”  katanya.</p>
<p><strong>Yon-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/18/pemkab-magelang-masih-kaji-rekomendasi-perubahan-zona-bahaya-merapi">Pemkab Magelang Masih Kaji Rekomendasi Perubahan Zona Bahaya Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sampai Sore Tadi Jumlah Pengungsi Merapi Mencapai 625 Warga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/07/sampai-sore-tadi-jumlah-pengungsi-merapi-mencapai-625-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2021 13:14:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[metapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138370</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Jumlah pengungsi beberapa warga desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang hari ini sebanyak 625 orang. Mereka itu warga beberapa desa di lereng Merapi. Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto memberikan data perlembangan jumlah pengungsi hari ini sampai pukul 18.00. Warga Desa Krinjing, dari Dusun Trono 24 orang mengungsi di Balaidesa Deyangan, Kecamatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/sampai-sore-tadi-jumlah-pengungsi-merapi-mencapai-625-warga">Sampai Sore Tadi Jumlah Pengungsi Merapi Mencapai 625 Warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>) &#8211; </strong>Jumlah pengungsi beberapa warga desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang hari ini sebanyak 625 orang.</p>
<p>Mereka itu warga beberapa desa di lereng Merapi. Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto memberikan data perlembangan jumlah pengungsi hari ini sampai pukul 18.00.</p>
<p>Warga Desa Krinjing, dari Dusun Trono 24 orang mengungsi di Balaidesa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Warga Dusun Pugeran 44 jiwa di Balaidesa Deyangan,  Mertoyudan. Warga Dusun Trayem 53 jiwa di Balaidesa Deyangan,  Mertoyudan. Jumlah pengungsi dari Desa Krinjing sebanyak 121 jiwa.</p>
<p>Sedangkan warga Desa Ngargomulyo dari Dusun Gemer  47 jiwa di tempat evakuasi akhir (TEA) Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan. Dari Dusun Ngandong 21 jiwa juga di Gedung TEA Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan. Dari Dusun Karanganyar 15 jiwa di TEA Desa Tamanagung.  Jumlah pengungsi dari Desa Ngargomulyo sebanyak 83 jiwa.</p>
<p>Lalu dari Desa Keningar, warga Dusun Banaran 20 jiwa di SDN 1 Ngrajek, Kecamatan Mungkid. Warga Dusun Banaran dan  Gondangrejo 35 jiwa di rumah Kades Ngrajek. Jumlah pengungsi dari Desa Keningar sebanyak 55 jiwa.</p>
<p>Selain itu warga Desa Paten, Dusun Babadan I 264 jiwa di TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Warga Dusun Babadan II sebanyak 102 jiwa di TEA Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan. Jumlah pengungsi dari Desa Paten sebanyak 366 orang.</p>
<p>Edi menambahkan, jumlah  pengungsi bertambah 102 jiwa dari Dusun Babadan II ke TEA Desa Mertoyudan. Selain itu Desa Keningar di luar rekomendasi prakiraan bahaya BPPTKG.</p>
<p>Namun atas dasar rasa takut dan trauma akibat kejadian erupsi Merapi tahun 2010 maka pemerintah desa setempat memfasilitasi evakuasi pengungsian. &#8220;Total pengungsi 625 jiwa di enam titik lokasi pengungsian,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terkait hal itu dilakukan beberapa penanganan. Antara lain, sektor dapur umum menyiapkan kebutuhan personil dan peralatan dapur umum di setiap barak. Mereka menyiapkan makanan bagi pengungsi dan petugas.</p>
<p>Di sektor kesehatan mendirikan pos layanan kesehatan yang meliputi cek kesehatan berkala di masing-masing barak. Juga memberikan layanan cek dan tracing Covid-19 bagi pengungsi. Lalu memberikan layanan kesehatan bagi pengungsi rentan. Juga ada  kegiatan <em>trauma healing</em> untuk para pengungsi.</p>
<p><strong>Eko Priyono-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/sampai-sore-tadi-jumlah-pengungsi-merapi-mencapai-625-warga">Sampai Sore Tadi Jumlah Pengungsi Merapi Mencapai 625 Warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Takut Suara Gemuruh Merapi, Warga Dusun Babadan 1 Kembali ke Pengungsian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/05/takut-suara-gemuruh-merapi-warga-dusun-babadan-1-kembali-ke-pengungsian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2021 09:05:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137579</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sekitar 300 orang warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang kembali ke Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Mereka kembali ke pengungsian tersebut,  menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi, Selasa ( 5/1). Proses pengungsian warga dari dusun yang berjarak sekitar 4,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/05/takut-suara-gemuruh-merapi-warga-dusun-babadan-1-kembali-ke-pengungsian">Takut Suara Gemuruh Merapi, Warga Dusun Babadan 1 Kembali ke Pengungsian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Sekitar 300 orang warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang kembali ke Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.</p>
<p>Mereka kembali ke pengungsian tersebut,  menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi, Selasa ( 5/1). Proses pengungsian warga dari dusun yang berjarak sekitar 4,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi tersebut menggunakan sekitar 20 mobil.</p>
<p>Dua buah truk, satu mobil patrol milik Kodim 0705/ Magelang, sejumlah mobil ambulans dari BPBD, Satpol PP, dan Damkar serta mobil ambulans milik beberapa pemerintah desa di wilayah Kecamatan Dukun. Selain itu, juga menggunakan mobil pribadi.</p>
<p>Menjelang tengah siang  Kepala Dusun Babadan 1, Bambang Pawitan mengumumkan melalui pengeras suara yang ada di depan rumahnya, meminta agar warga Dusun Babadan 1 yang termasuk kelompok rentan segera berkemas-kemas dan berkumpul di titik kumpul.</p>
<p>Mendengar seruan tersebut, mereka segera bergegas  sambil membawa sejumlah pakaian yang dimasukkan ke dalam tas atau tempat lainnya.</p>
<p>Sementara itu, puluhan relawan dari BPBD Kabupaten Magelang dan relawan lainnya dibantu dari unsur TNI dan Polri sudah bersiap dengan kendaraannya yang akan membawa mereka ke pengungsian yang sebelumnya  telah ditinggalkan sejak 14 Desember lalu.</p>
<p>Proses evakuasi berjalan lancar, tidak ada kepanikan warga saat mereka harus kembali ke pengungsian.</p>
<p>Salah satu  warga Dusun Babadan 1, Nur Intan mengaku, dirinya bersama para tetangganya berkeinginan kembali ke pengungsian.. Karena,  dalam beberapa hari terakhir rasa khawatir menghinggapi warga setempat, yang disebabkan peningkatan aktivitas  Gunung Merapi.</p>
<p>Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir warga setempat tidak bisa tidur nyenyak, karena  hampir setiap malam terdengar suara  gemuruh dari gunung yang berada di perbatasan Povinsi Jateng dan DIY itu,</p>
<p>Meskipun demikian, tidak semua kaum perempuan di dusun tersebut ikut mengungsi. Melainkan tetap tinggal di rumahnya bersama para suaminya untuk berjaga-jaga di rumah.Selain itu, mereka juga masih merawat hasil ladangnya serta hewan ternaknya.</p>
<p>Sementara itu, warga lainnya Warno mengaku seringnya  terdengar suara gemuruh dari perut gunung yang hanya berjarak 4,5 kilometer tersebut, menjadikan warga setempat terutama kaum laki-laki yang masih muda banyak berjaga-jaga di malam hari.</p>
<p>“<em>Nek ndalu kathah tiyang jaler sami  lek-lekan kalih rondha</em>, amargi kahanane Merapi meningkat (kalau malam hari banyak kaum laki-laki yang tidak tidur sambil ronda, karena kondisi aktivitas Merapi meningkat),” ujarnya.</p>
<p>Selain berjaga-jaga di beberapa pos ronda,  untuk memantau kondisi Merapi mereka juga memanfaatkan pesawat handy talki (HT), untuk memantau sinyal dari pos pengamatan Merapi yang dihubungkan melalui frekuensi radio komunikasi tersebut.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/05/takut-suara-gemuruh-merapi-warga-dusun-babadan-1-kembali-ke-pengungsian">Takut Suara Gemuruh Merapi, Warga Dusun Babadan 1 Kembali ke Pengungsian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lahar Dingin Merapi Dikendalikan 3 Sabodam Baru</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/23/lahar-dingin-merapi-dikendalikan-3-sabodam-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2020 02:30:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Lahar dingin]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.poskota.co.id/?p=134647</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) - Tiga buah sabodam siap untuk mengendalikan lahar dingin Gunung Merapi dan mengatur pengairan bagi ratusan petani di lereng Merapi. Ketiganya telah siap digunakan di musim hujan ini.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/23/lahar-dingin-merapi-dikendalikan-3-sabodam-baru">Lahar Dingin Merapi Dikendalikan 3 Sabodam Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>) &#8211; </strong>Tiga buah sabodam siap untuk mengendalikan lahar dingin Gunung Merapi dan mengatur pengairan bagi ratusan petani di lereng Merapi. Ketiganya telah siap digunakan di musim hujan ini.</p>
<p>Hal itu terungkap dalam acara tasyakuran selesainya pembangunan Sabodam Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Acara di Balaidesa Krogowanan itu ditandai selamatan dan pemotongan nasi tumpeng. Selasa (22/12).</p>
<p>Anggota Komisi V DPR RI Ir H Sudjadi sebagai tokoh yang memperjuangkan terealisasikannya sejumlah proyek itu melakukan sambutan secara virtual. Dia bersyukur bisa memperjuangkan sejumlah proyek vital itu demi kepentingan ribuan warga. Dia juga bangga dengan manfaatnya yang besar.</p>
<p>Kepala Satker Pelaksana Jaringan Sumber Air Serayu Opak, Kementerian PUPR, Gunawan Suntoro, menerangkan, di Magelang ada tiga paket sabodam. Yakni di Kapuhan Desa Nglumut, Kecamatan Srumbung, di Kali Bebeng membangun sabodan baru, dan di Kali Lamat, Desa Dukun membuat baru dan rehab irigasi.</p>
<p>Di Kapuhan selebar 113 meter, di Lamat kurang dari 100 meter, dan di Kali Bebang 100  meteran. &#8220;Total menghabiskan anggaran Rp 60 miliar,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dia berharap proyek tersebut bermanfaat bagi masyarakat di tengah pandemi corona. Manfaat sabodam, jelasnya, utamanya untuk mengendalikan lahar dingin Merapi. Karena ketika lahar dingin Merapi kena hujan, sabodam untuk menahan sedimen.</p>
<p>Sehingga tidak membahayakan di hilirnya. Keperluan lain tergantung kebutuhan masyarakat sekitar. Misalnya yang di Kali Pabelan, Desa  Krogowanan itu tujuan untuk irigaai. Ada empat desa yang menerima manfaat, yakni Kapuhan, Krogowanan, Butuh dan Jati.</p>
<p>Sedangkan yang di Kali Bebeng, Srumbung, selain untuk pengendali sedimen juga untuk jembatan dan irigasi teknis. Lalu yang di Dukun untuk pengendali sedimen dan irigasi desa. Disebutkan, total proyek itu sekitar Rp 60 miliar. Pemanfaatannya yang Kapuhan saja lebih dari 100 hektare. Yang lain bisa 150 sampai 250 ha sawah.</p>
<p>Dia menambahkan, proyek serupa tahun depan lebih dari Rp 60 miliar tergantung lelang. Rencana di Sungai Trising dan Senowo.</p>
<p>Kepala Desa Krogowanan, Sugiyono, mengaku bangga dengan selesainya sabodam di desanya. Kalau sebelum ada sabodam itu satu tahun hanya bisa dua kali menanam padi, kini bisa tiga kali.  &#8220;Awalnya saya usul ke Pak Sudjadi (anggota DPR RI) untuk dibuatkan bendungan. Terima kasih sekarang sudah bisa terwujud,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Eko Priyono-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/23/lahar-dingin-merapi-dikendalikan-3-sabodam-baru">Lahar Dingin Merapi Dikendalikan 3 Sabodam Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>