<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UD Jambul Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/ud-jambul/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Dec 2025 11:34:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>UD Jambul Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menebar Butir Pupuk Subsidi, Meruah Bulir Padi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/31/menebar-butir-pupuk-subsidi-meruah-bulir-padi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 11:33:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[i-Pubers]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[UD Jambul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537266</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; GARIS keriput di wajah Kamsiyah (70) samar-samar digelayuti bayangan caping yang ia kenakan. Akan tetapi, energinya tidak samar-samar sedikitpun. Kakinya tetap kokoh menopang badan, pada lembek tanah sawah itu. Punggungnya masih tegak. Pun, telapak tangannya terlampau akrab dengan kasap tanaman padi yang dipanen Berulang kali Kamsiyah berdiri lalu membungkuk untuk meraih potongan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/31/menebar-butir-pupuk-subsidi-meruah-bulir-padi">Menebar Butir Pupuk Subsidi, Meruah Bulir Padi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; GARIS </strong>keriput di wajah Kamsiyah (70) samar-samar digelayuti bayangan caping yang ia kenakan. Akan tetapi, energinya tidak samar-samar sedikitpun. Kakinya tetap kokoh menopang badan, pada lembek tanah sawah itu. Punggungnya masih tegak. Pun, telapak tangannya terlampau akrab dengan kasap tanaman padi yang dipanen</p>
<p>Berulang kali Kamsiyah berdiri lalu membungkuk untuk meraih potongan batang-batang padi yang ditumpuk. Segenggam demi segenggam diambilnya dengan kedua tangan. Kemudian diangkat ke atas lebih tinggi dari kepala. Sekuat tenaga dihantamkannya ke gebyok papan-papan kayu di bawah. Rontoklah bulir-bulir padi, melayang ke udara, lalu jatuh menjadi tumpukan gabah.</p>
<p>“<em>Kulo sampun pitung ndoso tahun mas</em> (usia saya sudah 70 tahun). (Masih kuat) Alhamdulillah,” katanya ramah dengan senyum sungging diikuti tawa ringan.</p>
<p>Tepat di sisi kirinya ada Sutinah (65). Pada gebyok kayu yang sama, keduanya bergiliran dalam merontokkan bulir-bulir padi dari tangkai. Usia keduanya memang sudah lanjut, meneruskan cerita yang saling terkait. Terus menjaga martabat profesi sebagai pahlawan pangan dari desa. Sekaligus tulang punggung swasembada pangan nasional.</p>
<p>Ya, musim panen padi tiba di area persawahan terasering, Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin, 22 Desember 2025. Hari-hari di penghujung tahun 2025 ini menjadi buah kebahagian bagi para petani setempat. Ketabahan mereka diganjar hasil yang cukup memuaskan.</p>
<p>Pun bagi perempuan buruh tani seperti Kamsiyah dan Sutinah. Mereka merupakan bagian dari salah satu tim pemanenan padi dari desa sekitar. Konsep pemanenan padi di wilayah ini masih dilakukan dengan cara tradisional. Ada yang memotong padi menggunakan ani-ani, merontokkan padi dengan gebyok, hingga memanggul karung-karung gabah ke tepi jalan.</p>
<p>Mentari pagi makin terik menuju tengah hari. Dari lembah itu, ada rasa syukur akan hasil panen yang melegakan hati. Tanahnya subur, dilewati aliran Kali Elo. Ketabahan mereka dijaga gunung-gunung api. Tampak gagah Gunung Merapi, Merbabu, dan Telomoyo di sisi Timur. Menghadap Gunung Sumbing dan Sindoro di sisi Barat.</p>
<p>Di antara pematang sawah, Kardi (55) tak ketinggalan semringah. Sesekali ia bercengkerama dengan para buruh tani yang sedang memanen padi itu. Petani penggarap sawah ini menanami sekira setengah hektare lahan. Hasilnya, akan berbagi kepada pemilik lahan.</p>
<p>Kardi merasa lega. Di hadapannya, bulir-bulir padi pada musim panen kali ini mentes (gemuk berisi), dan meruah. Hasilnya disebut melebihi dari panen pada musim tanam sebelumnya, termasuk tahun lalu. Diperkirakan, perolehan kali ini akan mencapai lebih dari 2,5 ton dari luasan enam petak sawah yang digarapnya.</p>
<p>”Ya, sudah lumayanlah. (Hasil) lebih bagus dari musim tanam sebelumnya. Tidak banyak dimakan tikus juga,” ucapnya.</p>
<figure id="attachment_537269" aria-describedby="caption-attachment-537269" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-537269" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537269" class="wp-caption-text">Kardi (55) petani pengggarap sawah melihat hasil panen padi yang disebut lebih bagus dari musim panen sebelumnya. Salah satu faktornya yakni pemupukan yang tepat waktu, dan akses pupuk subsidi yang mudah, di mana harganya juga turun 20%. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Akses dan Ketersediaan Pupuk Subsidi</strong></p>
<p>Kardi mengatakan, salah satu faktor penting yang memengaruhi hasil panen kali ini ialah akses dan ketersediaan pupuk bersubsidi. Di mana PT Pupuk Indonesia (Persero) punya tugas sebagai motor penyalur kepada masyarakat. Keberadaan nutrisi tanaman amatlah penting pada masa krusial pemupukan, yakni pertumbuhan tanaman padi.</p>
<p>Petani padi, kata Kardi, umumnya menggunakan pupuk subsidi jenis Pupuk Urea dan pupuk NPK Phonska. Misalnya, untuk enam petak sawah yang digarapnya, setidaknya membutuhkan empat karung, masing-masing berukuran 50 kilogram (kg). Artinya, kebutuhan pupuk subsidi tak sampai Rp400 ribu untuk enam petak sawah.</p>
<p>”Ya, mudah sekali dapat pupuk. Sekarang harganya Rp90 ribu, sebelumnya Rp120 ribu,” katanya.</p>
<p>Harga itu telah sesuai dengan kebijakan pemerintah yang resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sejumlah 20 persen sejak 22 Oktober 2025. Hal ini tertuang pada keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Kebijakan ini serasa bak hangatnya mentari pagi yang merambati punggung petani di tengah lelah.</p>
<p>Secara rinci harga sesuai HET terbaru, Pupuk Urea pada angka Rp1.800 per kilogram (kg) atau Rp90 ribu per karung berukuran 50 kg. Pupuk NPK Phonska seharga Rp1.840 per kg atau Rp92 ribu per karung ukuran 50 kg. Pupuk NPK Kakao seharga Rp2.640 per kg atau Rp132 ribu per karung ukuran 50 kg. Pupuk ZA seharga Rp1.360 atau Rp68 ribu per karung ukuran 50 kg. Selanjutnya Pupuk Organik Petroganik Rp640 atau Rp25.600 per karung 40 kg.</p>
<p>Selain harga pupuk subsidi yang sudah diturunkan, Kardi mengatakan, merasakan betul kemudahan dalam mengakses pupuk. Dalam menebus pupuk bersubsidi, petani hanya tinggal membelinya dengan membawa Karrtu Tani atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) terdekat. Di mana sudah menjadi penyalur resmi yang ditunjuk oleh PT Pupuk Indonesia.</p>
<p>Ganang Aswin (32), petani asal Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, juga merasakan hal yang sama. Lebih mudahnya petani baru dalam menebus pupuk subsidi dengan harga baru yang turun 20%. Menurutnya, untuk menebus pupuk subsidi, petani hanya perlu membawa kartu tani yang sudah terdaftar pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).</p>
<p>”Untuk pembelian, sudah tidak ribet lagi <em>kayak</em> dulu. <em>Kan </em>sebelumnya ribet, harus ada prosedur-prosedurnya seperti itu. Sekarang kalau saya cukup memakai kartu tani. <em>Enggak </em>perlu surat ini itu. Tinggal gesek (kartu), ada kuota diambil gitu,” ucapnya.</p>
<p>Ketersediaan pupuk kimia dan aksesnya menjadi penting. Meski demikian, Ganang mengatakan, perlu kombinasi pupuk kimia dan pupuk kandang. Ini sangat dibutuhkan tanaman pada masa pertumbuhannya. Tidak boleh terlambat.</p>
<p>”Kebutuhannya kondisional, tergantung jumlah tanaman. Saya mengombinasikan pupuk kimia dan pupuk kandang, supaya juga bisa menjaga kestabilan kesuburan tanah,” ucap petani hortikultura itu.</p>
<figure id="attachment_537270" aria-describedby="caption-attachment-537270" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537270" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537270" class="wp-caption-text">Fatkhul Arif, petugas Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) UD Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, melakukan simulasi membantu mendaftarkan petani pada aplikasi i-Pubers untuk menebus pupuk subsidi. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>i-Pubers, Digitalisasi untuk Keadilan Akses Pupuk Subsidi</strong></p>
<p>Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia, telah meluncurkan aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi (i-Pubers). Dirilisnya wadah digital ini digunakan untuk memantau, mencatat dan mengatur distribusi pupuk subsidi di seluruh Indonesia. Tidak lagi manual, setiap transaksi akan tercatat jelas, sehingga pemerintah dapat mengawasi langsung distribusi pupuk dari hulu hingga hilir.</p>
<p>Bahkan, sebagai petani muda seperti Ganang Aswin, tak kesulitan lagi mengakses pupuk subsidi. Padahal, ia tak memiliki Kartu tani sebagai syarat membeli pupuk pada regulasi sebelumnya. Dengan bermodalkan KTP yang telah didaftarkan di RDKK, Ganang bisa langsung datang ke PPTS. Petugas PPTS kemudian, akan membantu mendaftarkan diri di aplikasi i-Pubers.</p>
<p>Kemudahan metode digitalisasi tersebut direstui Fatkhul Arif, Pelaksana lapangan Usaha Dagang (UD) Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Inovasi itu diakuinya berdampak pada serapan pupuk bersubsidi oleh petani yang cukup signifikan hingga penghujung tahun 2025.</p>
<p>”Pupuk NPK Ponska sekitar 95% serapannya. Kalau Pupuk Urea kurang lebih 85%. Jadi harapannya petani agar segera menebusnya. Sayang kalau tidak diambil, karena sekarang aturannya sudah sangat dipermudah,” ucapnya.</p>
<p>Arif bilang, PPTS UD Jambul bertugas melayani 20 kelompok tani di empat desa di Kecamatan Secang. Di antaranya Desa Pucang, Purwosari, Donorojo, dan Secang. Butir-butir nutrisi tanaman itu berguna pada komoditas tanaman pangan unggulan setempat. Di antaranya padi dan tanaman hortikultura seperti jagung, ketela, hingga cabai.</p>
<p>Lebih lanjut, sebagai pelaksana lapangan, Arif harus memiliki strategi dalam mendistribusikan pupuk langsung ke tangan petani. Dia bekerja keras menyosialisasikan kemudahan pembelian pupuk agar terdistribusi ke sawah dan ladang-ladang petani. Salah satunya menyediakan fasilitas angkut dan antar, bekerja sama dengan kelompok tani setempat.</p>
<p>Pupuk telah menjadi salah satu instrumen vital menjaga kehidupan petani. Butir-butir pupuk itu ialah hak mereka. Akan sangat tidak adil, bila ketersediaannya tidak tepat sasaran.</p>
<p>Sejauh ini, dikatakan Arif, digitalisasi penyaluran pupuk subsidi melalui aplikasi i-Pubers cukup efektif dan tepat sasaran. Jejak digital penebusan pupuk subsidi oleh petani terpantau betul. Dengan begitu, jatah pupuk subsidi petani tidak akan diambil oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Pada arah yang sama, layanan ini mampu memberikan jawaban bagi petani muda. Para petani baru dari kalangan milenial maupun gen z yang berniat terjun di dunia pertanian. Mereka akan menjadi pewaris utama dalam menjaga kehormatan profesi petani. Sekaligus menafkahi bangsa ini dengan ketahanan pangannya.</p>
<p>“Para petani menyambut dengan senang hati dan gembira. Kalau dari sisi laporan sekarang lebih enak, karena sudah digitalisasi ya. Sebelumnya yang manual, sekarang lebih simpel lebih gampang dengan memakai <em>handphone</em> (gawai).  Jadi terobosan i-Pubers pakai KTP itu sangatlah membantu,” kata Arif.</p>
<figure id="attachment_537274" aria-describedby="caption-attachment-537274" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537274" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537274" class="wp-caption-text">Perempuan buruh tani melakukan memotong padi dengan cara tradisional di Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Serapan Pupuk Tinggi, Hasil Panen Melimpah Ruah</strong></p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, realisasi serapan pupuk bersubsidi pada 2025 di provinsi ini cukup apik. Angkanya mencapai 93,61% hingga 29 Desember 2025.</p>
<p>Rinciannya khusus untuk Pupuk Urea, dari alokasi 735.139.000 kg telah terdistribusikan ke petani mencapai 662.415.618 kg. Kemudian untuk Pupuk NPK Ponska dari alokasi 634.567.000 kg, telah terserap 626.261.314 kg. Secara umum ada lima jenis pupuk bersubsidi yakni Pupuk Urea, NPK Ponska, ZA, NPK Khusus, dan Organik Petroganik.</p>
<p>Frans bilang, angka serapan pupuk subsidi itu telah berkontribusi searah pada hasil panen yang mampu bertambah ruah. Bahkan, hasil panen komoditas padi, jagung, dan kedelai dari Jawa Tengah berkontribusi tiga besar nasional.</p>
<p>“Untuk padi, kontribusinya terhadap nasional nomor tiga. Jagung, kontribusinya terhadap nasional nomor dua, dan kedelai kontribusinya terhadap nasional nomor satu,” katanya.</p>
<p>Datanya, luas tanam padi di Jawa Tengah pada 2024 sebanyak 1.910.391 hektare menjadi 2.025.782 hektare pada 2026. Hasil produksi gabah kering panen (GKP) pada 2024 yakni 8.891.297 ton menjadi 9.397.904 ton pada 2025. Naik 5.066 ton, atau meningkat 0,06%.</p>
<p>Kemudian, luas tanam Jagung sebanyak 625.856 hektare pada 2024 menjadi 585.140 hektare. Hasil produksinya dari 3.282.384 ton menjadi 3.560.447 ton.  Naik 2.781 ton, atau 0,08%.</p>
<p>Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkiraan produksi beras secara nasional sepanjang Januari–Desember 2025 akan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54 persen dengan perbandingan periode yang sama tahun 2024.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji ismartini, mengatakan, angka itu dicatatkan dari data potensi luas panen padi Januari-Desember 2025 yang mencapai 11,35 juta hektare. Atau meningkat sebesar 12,98 persen dibandingkan Januari-Desember 2024.</p>
<p>”Produksi padi gabah kering giling (GKG) pada Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,34 juta ton,  atau meningkat sebesar 13,55 persen dibandingkan Januari-Desember 2024,” katanya, Senin, 3 November 2025, melansir laman Kementerian Pertanian.</p>
<figure id="attachment_537275" aria-describedby="caption-attachment-537275" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537275" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537275" class="wp-caption-text">Fatkhul Arif, petugas Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) UD Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, membantu mengirimkan pupuk subsidi ke kelompok tani di desa sebelah. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Meringkas Gemuknya Aturan Distribusi Pupuk</strong></p>
<p>Hasil produksi yang bertambah ruah itu, disebut Pudji, diawali dari kebijakan  pemerintah dalam memperkuat sektor hulu-hilir. Salah satunya  memudahkan proses penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, transparan, serta akuntabel.</p>
<p>Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, dahulu benang kusut distribusi pupuk harus melalui keputusan 12 menteri, 38 gubernur, dan 514 bupati/wali kota. Totalnya menggemuk 145 regulasi.</p>
<p>”Sekarang, cukup dari Kementerian Pertanian langsung ke pabrik. Pabrik langsung ke petani,&#8221; katanya dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Rabu 22 Oktober 2025.</p>
<p>Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan, perseroan mengalokasikan jatah 9,55 juta ton pupuk bersubsidi pada 2025. Jumlah itu harus segera terserap oleh petani dengan segala aspek kemudahan penebusannya.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya tata kelola korporasi, perusahaan juga melakukan pembenahan-pembenahan pada tata kelola penyediaan pupuk. Untuk itu kami mendorong petani di seluruh Indonesia dapat mengoptimalkan penebusan pupuk bersubsidi yang tahun ini dialokasikan pemerintah sebesar 9,55 juta ton,&#8221; kata Rahmad, dinukil dari rilis pada laman PT Pupuk Indonesia, Senin, 20 Oktober 2025.</p>
<p>Prusahaan, lanjut Rahmad, menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, serta Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya.</p>
<p>Dengan demikian, tugas PT Pupuk Indonesia dalam setiap jengkal pendistribusiannya dipastikan harus sesuai dengan prinsip 7T, yaitu tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu, dan penerima.</p>
<p>Perbaikan tata kelola telah dilakukan perseroan melalui implementasi sistem digitalisasi di sepanjang jalur proses bisnis PT Pupuk Indonesia. Dimulai dari pabrik, kios pengecer atau PPTS, hingga di tangan petani. Tiap butir pupuk subsidi yang dimanfaatkan petani, diharapkan akan memberikan hasil yang melimpah ruah untuk capaian swasembada pangan bangsa. (*)</p>
<p><strong><em>Diaz Azminatul Abidin</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/31/menebar-butir-pupuk-subsidi-meruah-bulir-padi">Menebar Butir Pupuk Subsidi, Meruah Bulir Padi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>