<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Suluk Maleman Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/suluk-maleman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jun 2025 12:05:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Suluk Maleman Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Suluk Maleman Edisi 162: Bahagia di Tengah Kemiskinan, Kenapa Bisa?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/23/suluk-maleman-edisi-162-bahagia-di-tengah-kemiskinan-kenapa-bisa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 12:05:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Sholeh Ba’asyin]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaji NgAllah]]></category>
		<category><![CDATA[Suluk Maleman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=480653</guid>

					<description><![CDATA[<p>PATI (SUARABARU.ID) – Di tengah ironi data kemiskinan yang dirilis Bank Dunia, Indonesia justru dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia oleh Universitas Harvard pada Mei lalu. Fenomena unik ini menjadi bahan diskusi dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-162 yang digelar Sabtu malam (21/6) di Rumah Adab Indonesia Mulia. Budayawan dan penggagas Suluk Maleman, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/23/suluk-maleman-edisi-162-bahagia-di-tengah-kemiskinan-kenapa-bisa">Suluk Maleman Edisi 162: Bahagia di Tengah Kemiskinan, Kenapa Bisa?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PATI (SUARABARU.ID)</strong> – Di tengah ironi data kemiskinan yang dirilis Bank Dunia, Indonesia justru dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia oleh Universitas Harvard pada Mei lalu. Fenomena unik ini menjadi bahan diskusi dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-162 yang digelar Sabtu malam (21/6) di Rumah Adab Indonesia Mulia.</p>
<p>Budayawan dan penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba&#8217;asyin, mengupas bagaimana masyarakat Indonesia bisa tetap tertawa dan merasa bahagia meski sebagian besar hidup dalam keterbatasan ekonomi.</p>
<p>“Menurut Bank Dunia, 68,2% penduduk Indonesia atau sekitar 194,4 juta orang masuk kategori miskin. Tapi uniknya, kita tetap bisa bahagia. Bahkan sekadar ngopi sambil tertawa bareng sudah cukup,” ujar Anis.</p>
<p>Kebahagiaan di Tengah Keterbatasan<br />
Anis menekankan, kebahagiaan masyarakat Indonesia tidak bersandar pada kekayaan materi. Ada dua &#8220;aset&#8221; penting yang menjadi sumber kebahagiaan rakyat: alam yang melimpah dan jaring sosial yang kuat. Budaya guyub rukun, gotong royong, hingga ikatan keagamaan yang kuat menjadi kekuatan sosial yang tidak dimiliki negara-negara maju.</p>
<p>“Di desa, kita masih bisa pinjam bumbu dapur ke tetangga tanpa rasa sungkan. Itu bentuk kekayaan sosial yang langka di negara lain,” jelasnya.</p>
<p>Perbandingan dengan Negara Maju<br />
Anis menyoroti bagaimana masyarakat di negara seperti Jepang, meskipun lebih sejahtera secara ekonomi, justru hidup dengan tingkat stres tinggi. Warga bekerja dari pagi hingga malam, dan melampiaskan stres di jalan atau tempat hiburan.</p>
<p>“Kebahagiaan di negara maju cenderung bersifat kuantitatif dan duniawi. Tapi itu meninggalkan kehampaan spiritual,” tegasnya.</p>
<p><strong>Paradoks Pertumbuhan: Kaya Belum Tentu Bahagia</strong></p>
<p>Anis juga menyinggung paradoks yang sering terjadi: makin kaya, belum tentu makin bahagia. Kebahagiaan pertama kali saat memiliki sesuatu akan memudar saat jumlahnya bertambah.</p>
<p>“Motor pertama bikin bahagia. Motor kedua, ketiga, kesepuluh? Rasa senangnya stagnan,” ujarnya.</p>
<p>Di Indonesia, justru banyak orang merasa cukup dan bahagia tanpa harus menjadi kaya. Kebahagiaan lebih bersifat kualitatif—dan ini adalah kekayaan sejati bangsa.</p>
<p>Guyub Rukun: Harta Karun Bangsa<br />
Menurut Anis, budaya guyub rukun adalah warisan berharga yang harus dijaga. Sayangnya, saat ini ada banyak narasi yang sengaja dibangun untuk memecah belah bangsa—baik soal etnis, agama, hingga sejarah.</p>
<p>“Strategi pecah belah adalah warisan penjajah. Dulu Belanda membenturkan Jawa dan Sunda, Islam dan kejawen. Babad Kediri yang seolah mengadu Islam dengan Jawa bahkan baru muncul pasca Perang Diponegoro,” jelasnya.</p>
<p><strong>Sudah Ada Nasionalisme Sebelum Indonesia Ada</strong></p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa jauh sebelum konsep nasionalisme modern muncul, Indonesia sudah punya rasa kebersamaan yang kuat. Contohnya, saat Kesultanan Demak dan Kalinyamat mengirim pasukan ke Malaka demi membela sesama umat di Johor dan Aceh.</p>
<p>“Kebersamaan kita dulu dibangun dari nilai agama dan budaya. Itu sudah ada sebelum Indonesia merdeka,” tegasnya.</p>
<p>Jangan Salin-Barat, Bangun Kearifan Sendiri<br />
Anis juga mengkritik kebiasaan membandingkan standar kehidupan Indonesia dengan negara-negara Barat. Menurutnya, tiap bangsa punya kearifan sendiri-sendiri yang tak bisa dipaksakan.</p>
<p>“Orang Barat mungkin anggap warga Papua tertinggal. Tapi coba orang Amerika tinggal di pedalaman Papua? Sama saja, seperti menyuruh ikan hidup di udara,” sindirnya.</p>
<p><strong>Penutup: Kebahagiaan Adalah Soal Rasa, Bukan Harta</strong></p>
<p>Diskusi Suluk Maleman edisi ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan sejati tak hanya diukur dari angka, tapi dari ketenangan batin, relasi sosial, dan kedekatan spiritual. Dan Indonesia—meski belum sempurna secara ekonomi—punya semua itu.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/23/suluk-maleman-edisi-162-bahagia-di-tengah-kemiskinan-kenapa-bisa">Suluk Maleman Edisi 162: Bahagia di Tengah Kemiskinan, Kenapa Bisa?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ngaji NgAllah Suluk Maleman Bahas Fenomena “Autoimun” dalam Kehidupan Sosial</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/18/ngaji-ngallah-suluk-maleman-fenomena-autoimun-sosial-budaya-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 May 2025 09:19:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Sholeh Ba’asyin]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Autoimun Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[konflik sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaji NgAllah]]></category>
		<category><![CDATA[Perpecahan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Seni dan Budaya Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Suluk Maleman]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Lokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=474918</guid>

					<description><![CDATA[<p>PATI (SUARABARU.ID) &#8211; Rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (17/5) menjadi tempat berlangsungnya Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-161 dengan tema menarik, Dongeng Peradaban Autoimun. Acara yang dipandu oleh Anis Sholeh Ba’asyin ini membahas fenomena autoimun tidak hanya dalam konteks medis, tetapi juga sebagai refleksi sosial budaya dalam masyarakat. Secara medis, sistem imun berfungsi sebagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/18/ngaji-ngallah-suluk-maleman-fenomena-autoimun-sosial-budaya-indonesia">Ngaji NgAllah Suluk Maleman Bahas Fenomena “Autoimun” dalam Kehidupan Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PATI (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (17/5) menjadi tempat berlangsungnya Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-161 dengan tema menarik, Dongeng Peradaban Autoimun. Acara yang dipandu oleh Anis Sholeh Ba’asyin ini membahas fenomena autoimun tidak hanya dalam konteks medis, tetapi juga sebagai refleksi sosial budaya dalam masyarakat.</p>
<p>Secara medis, sistem imun berfungsi sebagai pelindung tubuh dari ancaman virus dan bakteri dengan memproduksi antibodi. Namun, ketika sistem ini justru menyerang tubuh sendiri, itulah yang disebut kondisi autoimun. Anis mengangkat analogi ini ke ranah sosial, di mana munculnya sikap penolakan terhadap “unsur asing” dalam masyarakat bisa berkembang menjadi konflik internal yang merusak persatuan.</p>
<p>“Dalam kehidupan sosial, ada kecenderungan spontan menolak hal-hal yang dianggap asing,” jelas Anis. “Namun, jika sikap ini berkembang menjadi gejala autoimun, maka masyarakat bisa ‘menyerang’ dirinya sendiri, melemahkan harmoni dan kohesi sosial.”</p>
<p>Acara ini menyoroti sejumlah contoh nyata, seperti ketika tentara atau aparat hukum yang semestinya melindungi masyarakat justru memosisikan masyarakat sebagai ancaman. Atau politisi dan aparatur negara yang menyimpang dari perannya, sehingga menciptakan ketegangan sosial.</p>
<p>Lebih lanjut, Anis menyinggung bagaimana konflik identitas dan politik seperti isu nasab dan perpecahan kelompok “cebong” dan “kampret” menjadi rekayasa untuk memecah belah masyarakat. Fenomena ini menurutnya mirip dengan “autoimun sosial” yang berbahaya bagi stabilitas budaya dan sosial bangsa.</p>
<p>Ngaji NgAllah Suluk Maleman juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan nilai-nilai cinta dan benci dalam konteks Islam yang seimbang, sebagaimana diajarkan dalam hadis Nabi. Cinta dan benci harus berpusat pada Allah agar tidak menjadi destruktif dalam hubungan antarmanusia.</p>
<p>Selain itu, Anis menekankan pentingnya menjaga tradisi luhur dan budaya lokal sebagai “sistem imun” dalam menghadapi arus modernisasi yang tak selalu membawa kebaikan. “Nongkrong di pos ronda, saling bantu, itulah nilai sosial yang membuat bangsa ini bahagia meski secara ekonomi masih banyak tantangan,” ujarnya.</p>
<p>Suluk Maleman ini juga menyoroti peran penting tokoh agama dan masyarakat yang bebas dari kepentingan duniawi sebagai penuntun komunitas agar terhindar dari perpecahan. Sayangnya, tokoh-tokoh seperti ini sering menjadi sasaran perpecahan sosial.</p>
<p>Acara ini bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya dan nilai sosial dalam masyarakat yang semakin kompleks. Ngaji NgAllah Suluk Maleman terus menjadi ruang refleksi penting bagi masyarakat yang ingin memahami fenomena sosial dari perspektif budaya dan spiritual.</p>
<p>Ali Bustomi</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/18/ngaji-ngallah-suluk-maleman-fenomena-autoimun-sosial-budaya-indonesia">Ngaji NgAllah Suluk Maleman Bahas Fenomena “Autoimun” dalam Kehidupan Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>