<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Spanyol Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/spanyol/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Jun 2026 13:12:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Spanyol Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Vozinha Wujudkan Mimpi Rakyat Cape Verde</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/16/vozinha-wujudkan-mimpi-rakyat-cape-verde</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 13:12:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Latin]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Jorge Valdano]]></category>
		<category><![CDATA[Kiper Heroik]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Verde]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Vozinha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=564721</guid>

					<description><![CDATA[<p>ATLANTA (SUARABARU.ID)&#8211; Meski dikenal penggemar sepak bola dengan nama Vozinha, namun sedikit yang menyadari, kalau kiper heroik Tanjung Verde ini, hampir diberi nama seperti legenda Timnas Argentina, Jorge Valdano. Lahir dengan nama Josimar Dias, Vozinha baru saja mengukir namanya dalam sejarah sepak bola dunia, dengan menggagalkan kemenangan Spanyol dalam debut negaranya di Grup H Piala [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/16/vozinha-wujudkan-mimpi-rakyat-cape-verde">Vozinha Wujudkan Mimpi Rakyat Cape Verde</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ATLANTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Meski dikenal penggemar sepak bola dengan nama Vozinha, namun sedikit yang menyadari, kalau kiper heroik Tanjung Verde ini, hampir diberi nama seperti legenda Timnas Argentina, Jorge Valdano.</p>
<p>Lahir dengan nama Josimar Dias, Vozinha baru saja mengukir namanya dalam sejarah sepak bola dunia, dengan menggagalkan kemenangan Spanyol dalam debut negaranya di Grup H Piala Dunia FIFA 2026, pada Senin (15/6/2026) kemarin.</p>
<p>Fakta lain yang kurang diketahui, dia pernah menjadi pusat perdebatan unik antara Brazil dan Argentina, karena namanya. Pemenang perebutan nama di Amerika Latin itu, akhirnya diputuskan seorang petugas registrasi pada tahun 1986.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/16/hari-bhayangkara-jadi-momentum-wujudkan-komitmen-polri-pada-masyarakat">Hari Bhayangkara Jadi Momentum Wujudkan Komitmen Polri pada Masyarakat</a></strong></p>
<p>&#8221;Di dunia sepak bola, saya memang dikenal dengan nama Vozinha. Tapi saya ingin menyampaikan penghargaan kepada Jorge Valdano dan Josimar, keduanya adalah inspirasi di balik nama saya,&#8221; kata kiper itu, seperti dikutip dari laman resmi FIFA, setelah hasil imbang 0-0 Tanjung Verde melawan La Roja.</p>
<p>Setelah pertandingannya melawan Spanyol, Vozinha ingin mendedikasikan hasil imbang bersejarah ini kepada kakek dan neneknya. Dia ingin memberikan apresiaisnya itu, yang sekarang menatapku dari atas sana.</p>
<p>&#8221;Saya kehilangan nenek saya dua tahun lalu, dan kakek juga. Mereka membesarkan saya. Jika mereka masih hidup hari ini, mereka akan sangat bangga dengan cucunya. Itulah mengapa ini sangat berarti bagi saya. Ini adalah sesuatu yang diimpikan penduduk Tanjung Verde sepanjang hidup mereka,&#8221; tukas Vozinha.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/16/gelandang-timnas-indonesia-gabung-psis-semarang">Gelandang Timnas Indonesia Gabung PSIS Semarang</a></strong></p>
<p>Sementara itu laga lainnya di grup yang sama, Arab Saudi bermain imbang 1-1 lawan Uruguay, pada laga yang dimainkan di Stadion Miami, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) dini hari WIB.</p>
<p>Gol arab Saudi dicetak Abdulelah Al-Amri menit 41, dan Uruguay baru bisa membalas menit 80 melalui Maximilliano Araujo. Hasil imbang di dua laga perdana pada Grup H ini, akan makin memperketat persaingan lolos ke babak berikutnya.</p>
<p>Hasil yang sama juga tersaji di Grup G, yang ditempati Belgia, Mesir, Iran dan Selandia Baru. Laga Belgia vs Mesir berakhir 1-1, sedangkan Iran kontra Selandia Baru diakhiri dengan skor 2-2.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/16/vozinha-wujudkan-mimpi-rakyat-cape-verde">Vozinha Wujudkan Mimpi Rakyat Cape Verde</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Samurai Biru Tahan Imbang Tim Oranje</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/15/samurai-biru-tahan-imbang-tim-oranje</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 09:23:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Qatar 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Sempurna]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Dallas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Jepang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=564530</guid>

					<description><![CDATA[<p>DALLAS (SUARABARU.ID)&#8211; Timnas Jepang bermain imbang 2-2 melawan Belanda, pada laga Grup F yang digelar di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026). Jepang menyamakan skor 2-2 di menit akhir laga, saat sundulan pemain pengganti Koki Ogawa, dibelokkan Daichi Kamada. Pertandingan ini diawali gaya bermain kedua tim yang sama-sama berhati-hati. Pertandingan baru hidup, setelah Virgil van [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/15/samurai-biru-tahan-imbang-tim-oranje">Samurai Biru Tahan Imbang Tim Oranje</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DALLAS (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Timnas Jepang bermain imbang 2-2 melawan Belanda, pada laga Grup F yang digelar di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026). Jepang menyamakan skor 2-2 di menit akhir laga, saat sundulan pemain pengganti Koki Ogawa, dibelokkan Daichi Kamada.</p>
<p>Pertandingan ini diawali gaya bermain kedua tim yang sama-sama berhati-hati. Pertandingan baru hidup, setelah Virgil van Dijk menyundul bola ke arah gawang, dari umpan silang Ryan Gravenberch.</p>
<p>Jepang yang pernah mengalahkan Jerman dan Spanyol di Qatar 2022, langsung bangkit setelah kebobolan. Aktornya adalah Keito Nakamura, melalui tendangan menyusur tanahnya yang keras. Sayangnya, Summerville yang tampil untuk kali ketiga bersama Tim Oranje, berhasil mencetak gol melalui tendangan melengkung yang terukur sempurna.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/15/pasar-kawsama-vol-6-ruang-bertemu-inovasi-kewirausahaan-dan-kolaborasi-di-uksw">Pasar KAWSAMA Vol 6, Ruang Bertemu Inovasi, Kewirausahaan dan Kolaborasi di UKSW</a></strong></p>
<p>Usai laga, pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, seperti dikutip dari laman resmi FIFA, menyatakan kekecewaannya karena gagal menang di laga itu. Meskipun sempat tertinggal dua kali lebih dulu, para pemain tidak pernah menyerah.</p>
<p>&#8221;Meskipun agak mengecewakan, karena hanya mendapatkan satu poin, tetapi kami berhasil mendapatkan hasil melalui upaya kolektif. Kami bertahan dengan sabar dan kemudian mencoba untuk lebih agresif dalam menyerang. Para pemain menjalankan apa yang telah direncanakan dan persiapkan,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara itu, pencetak gol kedua Jepang, Daichi Kamada menyebutkan, laga berlangsung seimbang. Pertandingan berubah menjadi sulit, usai dua gol Belanda mengoyak gawang Tim Samurai Biru ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/15/program-strategis-universitas-bpd-semarang-untuk-tingkatkan-daya-saing-lulusan">Program Strategis Universitas BPD Semarang untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan</a></strong></p>
<p>&#8221;Melawan tim kuat seperti Belanda, jika Anda tertinggal 1-0, dengan mudah bisa menjadi 2-0 atau 3-0. Fakta bahwa kami berjuang keras dan meraih hasil imbang, menunjukkan karakter tim ini,&#8221; ungkap pemain tengah Crystal Palace itu.</p>
<p>Pada laga lainnya Grup F yang digelar di Stadion Monterrey, Kanada, Timnas Swedia menang telak atas Tunisia dengan skor 5-1. Lima gol kemenangan Swedia masing-masing dihasilkan, Yasin Ayari (7, 90+6), Alexander Isak (30), Viktor Gyokeres (59) dan Mattias Svanberd (84). Satu-satunya gol Tunisia dicetak Omar Rekik (43).</p>
<p>Sedangkan laga di Grup E, Jerman menghancurkan Timnas Curacao dengan skor 7-1. Gol-gol Jerman yang dihasilkan di Stadion Houston (AS) itu masing-masing dicetak Felix Nmecha (6), Nico Schlotterbeck (38), Kai Havertz (Penalti 45+5, 88), Jamal Musiala (47), Nathaniel Brown (68), Deniz Undav (78).</p>
<p>Partai lain di Grup E yang berlangsung di Stadion Philadelphia (AS), mempertemukan Pantai Gading, yang menang tipis 1-0 atas Ekuador. Satu-satunya gol yang tercipta di laga ini, dihasilkan Amat Diallo menit 90.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/15/samurai-biru-tahan-imbang-tim-oranje">Samurai Biru Tahan Imbang Tim Oranje</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>El Clasico, dan Musim Superior Barca</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/13/el-clasico-dan-musim-superior-barca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2025 08:43:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[El Clasico]]></category>
		<category><![CDATA[Katalonia]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Raja]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=474118</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS HASIL akhir 4-3 dalam el clasico pamungkas musim 2024-2025, menjadi penegasan dominasi Barcelona atas Real Madrid. Musim ini, La Liga ditandai empat laga dua musuh bebuyutan itu, yang semuanya dimenangi oleh Barca. Di La Liga (26/10/2024) Real Madrid kalah 0-4, lalu di Piala Super Spanyol (12/1/2025) Madrid tumbang 2-5. Dalam final [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/13/el-clasico-dan-musim-superior-barca">El Clasico, dan Musim Superior Barca</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-474119 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" /><strong>HASIL</strong> akhir 4-3 dalam <em>el clasico</em> pamungkas musim 2024-2025, menjadi penegasan dominasi Barcelona atas Real Madrid. Musim ini, La Liga ditandai empat laga dua musuh bebuyutan itu, yang semuanya dimenangi oleh Barca.</p>
<p>Di La Liga (26/10/2024) Real Madrid kalah 0-4, lalu di Piala Super Spanyol (12/1/2025) Madrid tumbang 2-5. Dalam final Copa del Rey (26/4/2025) Barcelona unggul 3-2, dan terakhir di pertandingan liga (11/5/2025) Barca melengkapi kemenangan 4-3.</p>
<p>Barca tak sekadar unggul. Lebih dari itu, membuat catatan hebat dengan mencetak total 16 gol dan hanya kebobolan tujuh kali. Blaugrana mengukir rekor mencetak 16 gol ke gawang Los Blancos dalam satu musim, melewati 13 gol pada 2011-2012 dan catatan Espanyol pada 1929-1930.</p>
<p>Secara keseluruhan, dalam sejarah <em>el clasico</em>, Real Madrid masih unggul 106-104 dari 261 pertemuan. Duel kedua klub itu selalu penuh komplikasi, aneka ketegangan dan unjuk para bintang sebagai aktor-aktor dengan bermacam kisah laga yang mengikuti.</p>
<p>Tak hanya menyimak sepak bola, di laga itu kita merasakan ketegangan dalam mempertaruhkan kehormatan, harga diri, identitas, aneka drama manusia yang beraroma kebencian dan permusuhan. Taktik dan teknik sepak bola seakan-akan larut menjadi urusan nomor sekian.</p>
<p>Pertemuan dua klub ini memberi warna yang berbeda dibandingkan dengan laga-laga klasik lain di sejumlah liga di Eropa.<em> El clasico</em> &#8212; di Bundesliga Jerman diberi label<em> Der Klassiker</em> antara Bayern Muenchen vs Borussia Dortmund, atau duel AC Milan vs Internazionale Milan di Liga Seri A Italia yang menyajikan Derby Della Madonnina, duel klasik Liverpool vs Manchester Unted di Liga Primer, dan <em>Le Classique</em> antara Marseille vs Paris St Germain di Ligue 1 Prancis.</p>
<p>Musim ini, duel dua klub elite Spanyol itu dinuansai dengan aneka tudingan keterlibatan wasit. Madrid beberapa kali curhat, dan pada saat yang sama Barca juga menyampaikan keluhan. Terakhir, menjelang final Copa del Rey, kubu Madrid mengapungkan opini di media mereka, bahwa penunjukan wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea beraroma <em>setting</em> La Liga yang merugikan mereka.</p>
<p>Opini tersebut membuat terganggu kehidupan keluarga sang wasit. Di sekolah, anaknya di-<em>bully</em>. Cara Madrid menuding wasit secara verbal mengundang antipati sejumlah pihak, yang menduga Los Merengues mencoba mengalihkan perhatian apabila kalah dari Barca.</p>
<p><strong>Nuansa Politik</strong><br />
Rivalitas dua tim besar itu memiliki sejarah panjang, terkait dengan dinamika politik Spanyol, dimulai dari partai-partai politik negeri itu yang menggunakan sepak bola sebagai bagian dari upaya mendulang massa.</p>
<p><em>El clasico</em> pertama kali digelar di Stadion Hipodromo Madrid pada 13 Mei 1902. Saat itu Barca menang 3-1.</p>
<p>Rivalitas Barcelona dan Madrid juga tak terlepas dari sejarah perang sipil, gesekan antara bangsa Spanyol dan orang-orang Catalunya. Real Madrid adalah representasi kaum Castille (kerajaan) Spanyol, sementara Barcelona mewakili Katalonia dari daerah otonomi yang pernah ditindas. Katalonia dicap sebagai pemberontak separatis.</p>
<p>Era kediktatoran Jenderal Franco (1939-1973) menjadikan Real Madrid sebagai representasi identitas. Dia membuat El Real superior, dengan mem-<em>pressure</em> klub-klub pesaing. Selain Barcelona yang mewakili Katalonia, Athletic Bilbao sebagai wajah Basque Country juga diposisikan menjadi musuh Madrid.</p>
<p>Pada 1941, Athletic dipaksa berganti nama menjadi Atletico, karena Sang Diktator melarang bahasa apa pun selain Castellano sebagai bahasa resmi Spanyol. Los Leones juga harus menghapus kebijakan yang hanya menggunakan pemain asal Basque.</p>
<p>Latar belakang sejarah itu memicu persaingan dan kebencian di dua kubu. Di era moderen, rivalitas makin terbumbui oleh tren mediatika dengan mencuatkan detail representasi identitas dalam berbagai sisi. Barcelona menjadi musuh bebuyutan Real Madrid!</p>
<p>Persaingan itu mewujud dalam laga yang selalu panas dan penuh komplikasi. Profesionalisme sepak bola, yang antara lain ditandai dengan kepindahan dari satu klub ke klub lain, mengetengahkan drama-drama menegangkan ketika pemain Madrid pindah ke Barca, atau sebaliknya.</p>
<p>Misalnya, kisah Luis Enrique yang hijrah dari Madrid ke Barca, lalu Luis Figo dari Barca ke Madrid, menjadi bumbu panas dalam setiap <em>el clasico</em>. Sebaliknya, Bernd Schuster, Michael Laudrup, lalu Ronaldo Luis Nazario adalah sebagian di antara pemain Barca yang memutuskan hengkang ke Madrid.</p>
<p><strong>Dominasi Barca</strong><br />
Musim 2024-2025 ini, dengan empat kemenangan beruntun, Barcelona memperlihatkan dominasi dalam <em>el clasico</em>. Sejarah terbaru mengetengahkan para pesepak bola dengan kemampuan eksepsional seperti Lamine Yamal, Raphinha, Robert Lewandowski, Fermin Lopez, Ferran Torres, atau Pedri Gonzales beradu kepandaian dengan Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham, Luka Modric, atau Rudrygo.</p>
<p>Hasil empat laga klasik terakhir itu menegaskan, Barca memiliki jalan keluar dan mentalitas untuk memenangi persaingan yang kini terus dipersubur oleh media dengan segala keunikan dan pernak-perniknya.</p>
<p>Betapa kompleks: saling curiga dan menuding keberpihakan wasit, bagaimana adu skema taktik antara kedua pelatih, dan formula untuk meracik potensi-potensi pembeda yang dimiliki. Ya, <em>el clasico</em> tak ada matinya&#8230;</p>
<p><em>// bukan sembarang pertandingan/ dua raksasa beradu kesaktian/ duel klasik memuat gengsi/ kehormatan yang melewati sepak bola/ dia telah menjadi kehidupan/ bahkan lebih dari itu&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “El Clasico”, 2025)</strong></p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan Suarabaru.Id, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/13/el-clasico-dan-musim-superior-barca">El Clasico, dan Musim Superior Barca</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatih Fisik PSIS Mengundurkan Diri</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/07/pelatih-fisik-psis-mengundurkan-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2025 08:46:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Alberto Garcia]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[MAHESA JENAR]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Tim]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatih Fisik]]></category>
		<category><![CDATA[PSIS Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=473199</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Manajemen Tim PSIS Semarang dan Alberto Garcia, menyatakan diri resmi berpisah, pada Selasa (6/5/2025). Hal ini lantaran, pelatih fisik asal Spanyol itu, memilih mengundurkan diri sebelum kontraknya berakhir pada akhir musim nanti. Manajemen PSIS pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi Alberto Garcia, selama menjadi pelatih fisik PSIS di Liga 1 musim 2024/2025. Selain itu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/07/pelatih-fisik-psis-mengundurkan-diri">Pelatih Fisik PSIS Mengundurkan Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Manajemen Tim PSIS Semarang dan Alberto Garcia, menyatakan diri resmi berpisah, pada Selasa (6/5/2025).</p>
<p>Hal ini lantaran, pelatih fisik asal Spanyol itu, memilih mengundurkan diri sebelum kontraknya berakhir pada akhir musim nanti. Manajemen PSIS pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi Alberto Garcia, selama menjadi pelatih fisik PSIS di Liga 1 musim 2024/2025.</p>
<p>Selain itu, manajemen PSIS juga memuji atas jalinan kerja samanya selama mengarungi musim kompetisi yang panjang dan berat ini. Kinerja Alberto juga dinilai sudah cukup bagus, yang dibuktikan dengan semangat bertanding tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/07/mahasiswa-farmasi-unissula-mengenal-tanaman-obat-di-tawangmangu">Mahasiswa Farmasi Unissula Mengenal Tanaman Obat di Tawangmangu</a></strong></p>
<p>&#8221;<em>Coach</em> Alberto mengundurkan diri, dan kami menghormati keputusan itu. Atas dedikasinya selama ini, kami sampaikan terima kasih. Semoga <em>coach</em> Alberto selalu diberi kesuksesan di tempat yang lebih baik lagi,&#8221; kata Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang, Agung Buwono dalam keterangannya, Selasa (6/5/2025) di Semarang.</p>
<p>Seperti dikabarkan sebelumnya, peluang PSIS untuk lolos dari jurang degradasi musim ini sangat kecil. Saat ini tim asuhan Gilbert Agius ini ada di posisi terbawah dari 18 tim Liga 1. Alfeandra Dewangga sudah memainkan 31 laga, dengan koleksi 25 poin, dan tersisa tiga pertandingan lagi.</p>
<p>Dua tim yang juga terancam degradasi yakni, Barito Putera dengan poin 30, dan PSS (Sleman/25 poin). Bila ingin lolos degradasi, PSIS harus bisa memenangkan sisa laga, di antaranya melawan PSS (Jumat 9/5/2025), Maluku Utara United (16/5/2025) dan Barito Putera (25/5/2025).</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/07/pelatih-fisik-psis-mengundurkan-diri">Pelatih Fisik PSIS Mengundurkan Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lamine Yamal, Meroket dengan Rekor</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/13/lamine-yamal-meroket-dengan-rekor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 10:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Adrien Rabiot]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[Man of the Match]]></category>
		<category><![CDATA[prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=424692</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS AKHIRNYA, dia betul-betul menjadi cahaya. Seperti sepotong puisi saya, “Lamine Yamal” dalam BOLA-BOLA edisi 9 September 2023. // cahaya bisa muncul dari mana saja/ kaukah terang itu, anak muda?/ benderang yang lahir dari lorong sejarah/ bisa saja tak ternyana&#8230;// Dan, ketika Spanyol menundukkan Prancis 2-1 dalam semifinal Euro 2024 di Allianz [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/13/lamine-yamal-meroket-dengan-rekor">Lamine Yamal, Meroket dengan Rekor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-424693 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong>AKHIRNYA</strong>, dia betul-betul menjadi cahaya. Seperti sepotong puisi saya, “Lamine Yamal” dalam BOLA-BOLA edisi 9 September 2023.</p>
<p><em>// cahaya bisa muncul dari mana saja/ kaukah terang itu, anak muda?/ benderang yang lahir dari lorong sejarah/ bisa saja tak ternyana&#8230;//</em></p>
<p>Dan, ketika Spanyol menundukkan Prancis 2-1 dalam semifinal Euro 2024 di Allianz Arena, Muenchen, 10 Juli lalu, tak pelak bocah berdarah campuran dari ayah berdarah Maroko dan ibu dari Guinea Ekuator itu menjadi pusat perhatian dunia.</p>
<p>Ya, Lamine Yamal menjadi pahlawan penyama skor ketika Spanyol tertinggal 0-1 dari Prancis. Dengan gerakan mengecoh Adrien Rabiot, dia mengirim bola dengan kaki kiri ke gawang Mike Maignan. Tendangan lengkungnya bersarang indah ke pojok atas kanan gawang Mike Maignan. Berkat impresivitasnya sepanjang laga, dia terpilih sebagai <em>man of the match</em>.</p>
<p>Anak muda kelahiran Esplugues de Llobregat alumni Akademi La Masia yang menjalani debut bersama Barcelona pada 29 April 2023 itu telah menjadi pemain kunci tim nasional La Furia Roja.</p>
<p>Pelatih Luis de la Fuente Castello memberinya tempat saat Spanyol menang telak 7-1 atas Georgia pada kualifikasi Euro 2024, 8 September 2023. Dia bermain mengesankan sebagai calon bintang. Debut ini menjadi lompatan prestasi buat Yamal yang sudah memperkuat Spanyol U-15.</p>
<p>Di Euro 2024 dia mengukir rekor sebagai pemain termuda yang tampil dengan usia 16 tahun 338 hari. Yamal mematahkan catatan pemain Polandia, Kacper Kozlowski yang berusia 17 tahun 246 hari di Euro 2020.</p>
<p>Rekor demi rekor kemudian dia bukukan, Di fase gugur, dengan usia 16 tahun 353 hari Yamal memperbarui rekor gelandang Inggris, Jude Bellingham saat mengalahkan Georgia 4-1.</p>
<p>Golnya yang bersejarah ke gawang Prancis menambah rekor di arena ini. Dia menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah &#8212; 16 tahun 262 hari. Yamal menumbangkan catatan pemain Swiss Johan Vonlanthen yang membobol gawang Prancis di Euro 2004 dalam usia 18 tahun 141 hari.</p>
<p>Dalam peta turnamen mayor, Yamal juga mengalahkan rekor Pele sebagai pemain termuda pencetak gol termuda saat berusia 17 tahun 244 hari di Piala Dunia 1958.</p>
<p><strong>Perhatian de la Vluente</strong><br />
Pelatih nasional Luis de la Fuente memberinya perhatian khusus ketika Yamal masih berlatih di akademi. “Kami menemuinya di Spanyol. Dia andalan tim junior dan pesepak bola dengan kekuatan luar biasa, seolah-olah disentuh oleh tongkat sihir Tuhan. Dia berbeda&#8230;” (<em>goal.com</em>, 1 September 2023).</p>
<p>Pujian De la Fuente boleh jadi hiperbolik: “tongkat sihir Tuhan”, namun ketajaman naluri kepelatihannya menyiratkan ungkapan kegembiraan menemukan “perbedaan” yang dia butuhkan untuk menyusun berkeping <em>puzzle</em> Tim Matador.</p>
<p>Dalam perjalanannya, Lamine Yamal menoreh sejarah. Dalam usia 15 tahun 290 hari, ketika menggantikan Gavi pada menit ke-83 dalam laga melawan Real Betis di La Liga 2022, Barcelonistas tahu mereka bakal memiliki pahlawan baru.</p>
<p>Pelatih (waktu itu), Xavi Hernandez tahu bagaimana menyampaikan “kabar bahagia” kepada fans. Pada awal 2023 Yamal sudah ditampilkan sebagai <em>starter</em>. Dan, dia langsung menjanjikan perbedaan dalam permainan Blaugrana yang puluhan tahun bergantung pada eksepsionalitas Lionel Messi.</p>
<p>Yamal juga bermain impresif dalam turnamen Joan Gampar Trophy melawan Tottenham Hotspur, yang dimenangi Barcelona 4-3. Dia bahkan menjadi <em>man of the match</em> ketika menundukkan Real Villareal 4-3 dalam pertandingan reguler La Liga di Stadion De La Ceramica.</p>
<p>Ada yang istimewa dalam laga tersebut, Lamine Yamal secara khusus mendapat <em>standing ovation</em> dari suporter Villareal ketika digantikan oleh Ansu Fati menit ke-76, yang tentu mengekspresikan harapan besar orang-orang Spanyol bahwa La Furia Roja bakal mendapat amunisi baru.</p>
<p>Di Barcelona, bocah berusia 16 itu tak canggung bermain di tengah nama-nama besar Robert Lewandowski, Ilkay Guendogan, Frankie de Jong, dan Ferran Torres, juga dua <em>wonderkid</em> Gavi dan Pedri.</p>
<p>Dengan status sebagai penguak sejarah bagi Spanyol, De la Fuente bakal makin mempercayainya sebagai senjata utama di samping Dani Olmo, Nico Williams, Marc Cucurella, Nacho, Rodri, Mikel Oyarzabal, Joselu, atau Alvaro Morata. Sejauh ini, pelatih kelahiran Kota Haro itu menjaga Yamal dari kemungkinan ketergelinciran akibat pengaruh publisitas media.</p>
<p>Kini Lamine Yamal menjadi kunci penting bagi Spanyol untuk mengejar Piala Eropa ketiga setelah 1964, 2008, dan 2021. Kali ini, pada Senin dini hari (15 Juli) WIB, Pasukan De la Fuente akan bertarung dengan “Three Lions” Inggris yang mencanangkan tekad Football Coming Home.</p>
<p>Rekor sudah dibukukan, perbaikan catatan tentu masih dia kejar. Legenda Inggris, Gary Lineker menggambarkan, dengan usia yang masih 16, Yamal bergerak ke kualitas Maradona dan Lionel Messi.</p>
<p>Mengamati visi dan ketenangannya, gambaran Lineker itu tidaklah berlebihan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/13/lamine-yamal-meroket-dengan-rekor">Lamine Yamal, Meroket dengan Rekor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pergerakan Konstelasi dan Tradisi Sepak Bola Eropa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/29/pergerakan-konstelasi-dan-tradisi-sepak-bola-eropa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jun 2024 10:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Multikultur]]></category>
		<category><![CDATA[Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Staying Power]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=422497</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pada peta tradisi/ pada peta konstelasi/ sepak bola bergerak dinamis/ menembus lorong-lorong kesempatan/ kita menangkap lolong sang jagoan/ pun kita simak gelora sang penantang// (Sajak “Peta Euro 2024”, Juni 2024) CUKUP kuatkah Inggris, tuan rumah Jerman, Prancis, dan Italia menjadi gantungan perkiraan merajai Euro 2024? Inggris dengan kematangan kompetisi liganya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/29/pergerakan-konstelasi-dan-tradisi-sepak-bola-eropa">Pergerakan Konstelasi dan Tradisi Sepak Bola Eropa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-422499 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pada peta tradisi/ pada peta konstelasi/ sepak bola bergerak dinamis/ menembus lorong-lorong kesempatan/ kita menangkap lolong sang jagoan/ pun kita simak gelora sang penantang//</em><br />
<strong>(Sajak “Peta Euro 2024”, Juni 2024)</strong></p>
<p><strong>CUKUP</strong> kuatkah Inggris, tuan rumah Jerman, Prancis, dan Italia menjadi gantungan perkiraan merajai Euro 2024?</p>
<p>Inggris dengan kematangan kompetisi liganya, Jerman dengan basis <em>staying power</em>-nya, atau Prancis yang selalu mengetengahkan tim multikultur berteknik luar biasa.</p>
<p>Juga, pasti, Anda tak bisa mengabaikan Italia, Spanyol, Belanda, dan Portugal sebagai jagoan-jagoan dengan karakter bermain yang sarat dengan tradisi dan faktor pembeda?</p>
<p>Putaran final Piala Antarnegara Eropa tahun ini memaparkan jawaban atas usikan pertanyaan-pertanyaan semacam itu.</p>
<p>Jawabannya bisa membuat dahi berkerut. Konstelasi bergerak, walaupun diyakini belum berubah. Peta perlahan-lahan bergeser, dan kita mesti menskemakan ulang kekuatan Eropa lewat pergelaran Euro 2024, kali ini.</p>
<p>Hasil-hasil pertandingan, dan laju sejumlah tim dari grup penyisihan menyisakan pertanyaan serupa kajian: seperti apakah kemajuan-kemajuan yang dicapai Albania, Georgia, Slovenia, juga mengapa terjadi kemelempeman sejumlah kekuatan tradisi yang selama ini memberi warna di panggung Eropa, bahkan dunia?</p>
<p>Ketika harus berhadapan dengan Georgia di babak gugur 16 besar, Luis de la Fuente, pelatih Spanyol menyalakan tanda bahaya. La Furia Roja &#8212; juara 2008 dan 2012 &#8212; menyatakan respeknya menghadapi Khvicha Kvaratskhelia dkk.</p>
<p>“Kami sangat menghormati mereka. Mereka adalah tim yang menjalani turnamen ini dengan hebat, mengalahkan Portugal. Dan, berdasarkan pengalaman, kami melihat kinerja mereka meningkat dan mengalami kemajuan. Kami harus memberikan versi terbaik kami agar bisa lolos,” tutur de la Fuente, seperti dilansir <em>cnnindonesia.com</em> dari <em>Football Espana</em>.</p>
<p>Kata de la Fuenta, “Kami melihat mereka telah mengubah sistem, tetapi bukan ide yang mereka miliki, dengan pemain-pemain yang keluar dengan sangat cepat saat melakukan transisi. Kami harus sangat berhati-hati”.</p>
<p>Pelatih 63 tahun itu menyebut, motivasi dan konfidensi mereka makin kuat setelah mengalahkan Portugal 2-0 di babak grup. Tim racikan legenda Prancis Willy Sagnol itu makin berbahaya.</p>
<p>Di babak 16 besar, juara bertahan Italia ditantang Swiss, Jerman vs Denmark, Inggris vs Slovakia, Spanyol vs Georgia, Prancis vs Belgia, Portugal vs Slovenia, Belanda vs Rumania, dan Austria vs Turki.</p>
<p><strong>Sekadar Kejutankah?</strong><br />
Dinamika pergeseran kekuatan adalah sisi lain yang ditunggu-tunggu oleh para pemuja kejutan. Itu adalah romantisme hasil dalam sebuah kompetisi. Sebaliknya, <em>status quo</em> tetap menginginkan peta dan konstelasi tak berubah, memuja kekuatan lama dengan segala warnanya. Yang berbicara hanya tradisi dan tradisi&#8230;</p>
<p>Dalam catatan, “kejutan” berupa kemenangan “hanya” 1-0 Inggris atas Serbia, misalnya, lalu imbang 1-1 dengan Denmark, dan 0-0 versus Slovenia, dari sisi mediatika adalah hasil yang mencengangkan. Juga Belanda yang kalah 2-3 dari Austria, lalu dipuncaki dengan Portugal yang dilibas 0-2 oleh Georgia.</p>
<p>Pada satu sisi, hasil-hasil itu bisa dimaknai sebagai “kejutan” karena keterusikan tim-tim <em>status quo</em>; namun pada sisi lain menggambarkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang bisa mengklaim kemenangan atas tim-tim yang dipandang ada di bawah level mereka.</p>
<p>“Kejutan-kejutan” itu juga membuka mata dunia bahwa Georgia, Albania, Slovenia, Austria, juga Swiss tak bisa lagi dipandang hanya sebagai penggembira di kancah Eropa. Bagaimanapun, ini adalah pesan tersirat bahwa negara-negara itu mulai melepaskan diri dari inferioritas.</p>
<p><strong>Kecewa pada Inggris</strong><br />
Pada sisi lain, kekecewaan terutama teralamat kepada Inggris yang menjadi favorit kandidat juara. Juga pada beberapa segi, Italia dan tuan rumah Jerman. Empat tahun silam Italia juara. Jerman juga sedang membangun kekuatan Die Manschaaft setelah melemem di sejumlah turnamen mayor.</p>
<p>Dengan deretan pemain top yang bermain di liga-liga terpenting, The Three Lions menjanjikan untuk menampilkan impresivitas yang berbeda dari tim-tim lainnya. Apakah Hary Kane dkk kembali ke “kebiasaan”, bahwa mereka justru akan bermain buruk justru ketika diunggulkan, seperti di turnamen-turnamen sebelumnya?</p>
<p>Pelatih Gareth Southgate disorot keras para legenda Inggris karena mencoret Marcus Rashford dan Jack Grealish. Performa defensif dalam tiga laga di Euro 2024 akhirnya mengecewakan banyak orang. Para pemain dengan karakter ofensif macam Jude Bellingham, Declan Rice, Phil Foden, Bukayo Saka, dan Kobbie Mainoo tidak bermain dalam bentuk terbaik seperti di klub, dan malah seperti “hilang”.</p>
<p>Performa minimalis juga dirasakan dari pertunjukan Italia dan Jerman.</p>
<p>Dari sisi sejarah dan tradisi, kurang apa Italia? Namun, haruslah diakui, di bawah <em>allenatore</em> Luciano Spaletti <em>Squadra Azzurra</em> sedang kekurangan talenta. Yang menonjol dan makin matang hanya kiper Gianluigi Donnarumma. Hampir di semua posisi, tidak ada yang bisa diandalkan dengan kapasitas sebagai sosok pembeda.</p>
<p>Jerman juga mengalami hal serupa, meskipun Julian Nagelsmann sebenarnya memiliki pilar Ilkay Gundogan, Jamal Musiala, Florian Wirts, dan Kai Havertz. Juga senior seperti Toni Kroos, Antonio Rudiger, Manuel Neuer, dan Tomas Mueller.</p>
<p>Akan kita lihat, apakah performa tim-tim unggulan di babak gugur akan berubah. Masih ditunggu apakah Spanyol, Italia, Inggris, Jerman, Portugal dan Prancis akan larut dalam konfidensi tim-tim medioker yang sudah terbukti memberi kesulitan di fase grup.</p>
<p>Apakah Euro 2024 akan dikuasai oleh kekuatan tradisi, atau akan ada kejutan yang berlanjut?</p>
<p>Saya masih melihat, dinamika yang berlangsung di fase grup baru merupakan pergerakan, bukan pergeseran. Baru kejutan-kejutan instan, dan belum menggambarkan perubahan peta.</p>
<p>Rasa kepenasaran seperti ini justru akan menjadikan sepak bola makin menarik dalam kekukuhan ekspresi imajinasinya&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/29/pergerakan-konstelasi-dan-tradisi-sepak-bola-eropa">Pergerakan Konstelasi dan Tradisi Sepak Bola Eropa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kontroversi Mbappe, dan Kerinduan Mengangkat Trofi Euro</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/22/kontroversi-mbappe-dan-kerinduan-mengangkat-trofi-euro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2024 10:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Brazil]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[uruguay]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=421092</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // patutkah dia mempersoalkan/ mana yang lebih baik/ : Eropa atau Latin?/ atau ia hanya bunga media/ yang menyempurnakan budaya pop/ untuk menyulut kegempitaan global?// (Sajak “Mbappe dan Kebanggaan Eropa”, Juni 2024) AMERIKA Latin memang hanya diwakili tiga negara pemegang trofi dunia: Brazil, Argentina, dan Uruguay, sedangkan Eropa membendaharakannya lewat Jerman, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/22/kontroversi-mbappe-dan-kerinduan-mengangkat-trofi-euro">Kontroversi Mbappe, dan Kerinduan Mengangkat Trofi Euro</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-421093 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// patutkah dia mempersoalkan/ mana yang lebih baik/ : Eropa atau Latin?/ atau ia hanya bunga media/ yang menyempurnakan budaya pop/ untuk menyulut kegempitaan global?//</em><br />
<strong>(Sajak “Mbappe dan Kebanggaan Eropa”, Juni 2024)</strong></p>
<p><strong>AMERIKA</strong> Latin memang hanya diwakili tiga negara pemegang trofi dunia: Brazil, Argentina, dan Uruguay, sedangkan Eropa membendaharakannya lewat Jerman, Italia, Prancis, Spanyol, dan Inggris.</p>
<p>Dari sisi jumlah piala, Latin mencatat 10 kali juara. Brazil lima kali (1958, 1962, 1970, 1994, 2006), Argentina tiga kali (1978, 1986, 2022), dan Uruguay dua kali (1930, 1950).</p>
<p>Eropa memboyong piala 12 kali dari lima negara. Italia empat kali (1934, 1938, 1982, 2006), Jerman empat kali (1954, 1974, 1990, 2014), Prancis dua kali (1998, 2018), Inggris (1966), dan Spanyol 2010.</p>
<p>Apakah angka-angka kuantitatif itu menggambarkan dalam peta sepak bola dunia Eropa unggul atas Latin, atau sebaliknya?</p>
<p>Bertepatan dengan putara final Euro 2024 di Jerman kali ini, bintang Prancis Kylian Mbappe melontarkan pernyataan kontroversial. Secara tidak langsung dia menyebut, pamor Piala Eropa jauh lebih mencorong ketimbang Piala Dunia. Menurut dia, Euro jauh lebih menyulitkan.</p>
<p>Kapten Prancis itu pun kembali “diserang” para pemain Amerika Selatan. Setelah keberatan Lisandro Martinez dan Lionel Messi, giliran <em>winger</em> Brazil Raphinha yang mereaksi. Mereka berkesimpulan, Piala Dunia jauh lebih menantang ketimbang Piala Eropa.</p>
<p>Secara tidak langsung, eks bintang Paris St Germain yang musim depan berseragam Real Madrid itu melihat kualitas sepak bola Eropa lebih superior. Mbappe juga pernah memicu kegeraman karena menyebut level sepak bola Eropa jauh di atas Amerika Latin.</p>
<p><strong>Kecewa Hasil Final?</strong><br />
Reaksi Lionel Messi dkk bisa dimaklumi, mengingat merekalah yang membawa pulang Piala Dunia ke Buenos Aires dengan mengalahkan Prancis di final.</p>
<p>Dengan mengulik kembali final di Qatar 2022, Raphinha seolah-olah hendak menyebut Kylian Mbappe boleh jadi dikecewakan oleh hasil final, ketika sebenarnya dia bermain gemilang untuk memimpin perjuangan Les Bleus.</p>
<p>Penyerang sayap Barcelona itu juga menyinggung tantangan besar pertandingan-pertandingan zona CONMEBOL untuk menaklukkan kawasan tinggi yang “ditakuti” seperti di La Paz, Bolivia. “Tim-tim Eropa belum tentu bisa menghadapi itu,” ungkapnya.</p>
<p>Lionel Messi menanggapi Kylian Mbappe dengan pernyataan cerdas, “Jelas, Euro adalah turnamen yang sangat penting dengan tim-tim terbaik, tetapi (turnamen ini) tidak memiliki Argentina, juara dunia tiga kali, Brazil, juara dunia lima kali, dan Uruguay, juara dunia dua kali. Ada terlalu banyak juara dunia untuk menyatakan bahwa itu adalah hal yang paling sulit. Secara umum, Piala Dunia adalah rumah bagi juara dunia terbaik. Semua orang ingin menjadi juara,” tutur peraih delapan kali Ballon d’Or itu seperti dilansir <em>ESPN</em>.</p>
<p>Bagi Mbappe, Euro adalah satu-satunya yang belum dia menangi. Piala Dunia (2018) sudah, UEFA Nations League (2020-2021), juga oke. Sebagai kapten, dia merasa ini adalah tantangan tersendiri.</p>
<p>“Saya sangat ingin memenangkan ini. Kompetisi pertama saya sebagai kapten, jadi ini sangat penting bagi saya, dan selalu penting bagi negara. Dan, kami ingin mereka bangga kepada kami. Ini kesempatan lain untuk menulis sejarah negara saya,” katanya.</p>
<p><strong>Ekosistem Industri</strong><br />
Tentu Mbappe berhak memberi penilaian apa saja tentang kualitas Euro sebagai turnamen tertinggi UEFA. Yang agak sembrono adalah kesimpulan yang pernah dia sampaikan jauh sebelumnya bahwa level sepak bola Amerika Selatan di bawah Eropa.</p>
<p>Secara nyata, klub-klub liga Eropa membutuhkan “penguatan” dari para pemain Latin yang memiliki eksepsionalitas dan eksotika teknik. Apakah itu diartikan bahwa para pemain Amerika Selatan membutuhkan medium representatif bagi pengembangan kemampuannya, di klub-klub dengan organisasi dan manajemen yang baik?</p>
<p>Apakah Raphinha bisa berkembang sebaik sekarang jika hanya bermain untuk Vitoria Guimares, dan akhirnya memilih bertualang ke Sporting Lisbon, Rennes, Leeds United, dan Barcelona?</p>
<p>Lisandro Martinez, apakah dia akan semoncer sekarang bersama Manchester United apabila dia bertahan di Newell’s Old Boy tidak memilih Ajax Amsterdam?</p>
<p>Pun, apakah mutiara yang mengeram dalam diri Lionel Andres Messi akan tergosok semengkilap itu jika dia tidak hijrah ke Barcelona dari Newell’s Old Boys?</p>
<p>Artinya, ekosistem industri sepak bola akan memosisikan pemain sebagai “pusat” yang saling bergantung antara klub dengan sumberdaya manusia. Maka Eropa akan terus bergantung pada bakat-bakat alamiah pemain Latin untuk memperkuat performa industrialnya.</p>
<p>Begitu pula sebaliknya, pemain Latin juga butuh pengembangan karier seperti halnya perjalanan Diego Simeone dari peran sebagai pemain sampai menjadi pelatih hebat. Arthur Coimbra Zico, Ronaldo Nazario, Ronaldinho, juga Leonardo meniti perjalanan panjang dengan rute yang mirip. Lionel Messi juga bergelut dalam industri sepak bola Eropa bersama Barcelona dan PSG. Bahkan kini bersiap mengakhiri karier bersama Inter Miami di Major League Soccer.</p>
<p>Persoalan pembandingan Eropa dan Amerika Latin tak akan berhenti hanya dari pernyataan Kylian Mbappe. Semua akan bergulir sebagai “peta” mediatika. Budaya pop akan terus mengolah pendapat Mbappe sebagai picu untuk meniupkan pancaran publikasi yang menghidupkan paradoks demi paradoks relasi industrial.</p>
<p>Wajar apabila Messi, Martinez, Raphinha, dan pasti masih banyak pemain Latin yang gusar dan tidak terima dengan penilaian Mbappe, namun sejatinya itu tidak akan berhenti, seperti ketika Pele memberi kesimpulan kontroversial bahwa Cristiano Ronado dan Neymar Junior lebih baik ketimbang Lionel Messi. Juga dirinya berada di level yang berbeda dibandingkan dengan Diego Maradona.</p>
<p>Atau anggap saja Kylian Mbappe begitu merindukan trofi Eropa lebih dari segalanya. Sebagai kapten, juga sebagai bintang tim nasional negaranya&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/22/kontroversi-mbappe-dan-kerinduan-mengangkat-trofi-euro">Kontroversi Mbappe, dan Kerinduan Mengangkat Trofi Euro</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepak Bola Kita, dalam Kebebasan Rindu dan Mimpi&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/06/24/sepak-bola-kita-dalam-kebebasan-rindu-dan-mimpi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2023 10:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Gelora Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=346968</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // antarkan rinduku kepada mimpi/ kita bebas merajutnya bukan?/ wujudkan rindu ke dalam mimpi/ pastikan menjadi nyata/ dan kita meraihnya&#8230;// (Sajak “Mimpi Sepak Bola”, 2023) SEPAK bola mengantar rindu untuk bebas bermimpi, dan mengembangkannya. Keingarbingaran rasa dan cahaya di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (19/6) malam dalam laga tim nasional Indonesia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/24/sepak-bola-kita-dalam-kebebasan-rindu-dan-mimpi">Sepak Bola Kita, dalam Kebebasan Rindu dan Mimpi&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-346970 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// antarkan rinduku kepada mimpi/ kita bebas merajutnya bukan?/ wujudkan rindu ke dalam mimpi/ pastikan menjadi nyata/ dan kita meraihnya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Mimpi Sepak Bola”, 2023)</strong></p>
<p><strong>SEPAK</strong> bola mengantar rindu untuk bebas bermimpi, dan mengembangkannya.</p>
<p>Keingarbingaran rasa dan cahaya di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (19/6) malam dalam laga tim nasional Indonesia melawan juara dunia Argentina, adalah gambaran tentang mimpi, rindu, dan ikhtiar mewujudkan.</p>
<p>Kau pasti merasakan ketakjuban, bukan? Pun kau lihat ada histeria. Ada gumpal kebanggaan. Juga menyembul harapan-harapan.</p>
<p>Sama, seperti dulu ketika sejumlah negara “antar berantah” dalam bulu tangkis mengembarakan mimpi, dan pada titik tertentu kemudian meraihnya.</p>
<p>Spanyol, Jerman, Rusia tercatat sebagai bukan negara badminton, tetapi sejak olahraga yang identik dengan Indonesia, Cina, dan Denmark ini resmi menjadi matacabang Olimpiade, mereka berlomba mengembangkan, lalu melahirkan atlet-atlet di level elite.</p>
<p>Dalam sepak bola, Indonesia juga “bukan siapa-siapa”, bahkan bisa dikategorikan sebagai “negara dunia ketiga”. Secara antropometris kita tidak punya “tongkrongan” untuk masuk ke jajaran unggul. Sepak bola seolah-olah tak bertakdir untuk kita.</p>
<p>Akan tetapi, bukankah mimpi adalah lintasan waktu yang sah? Angan adalah juga bagian dari hak asasi manusia. Tak ada bangsa mana pun yang berhak melarang Indonesia merenda mimpi, sama seperti kita tak punya wewenang apa pun menghalangi impian bangsa lain mempelajari dan menekuni bulu tangkis.</p>
<p>Lihatlah, nyatanya Korea dan Jepang kini masuk dalam jajaran elite sepak bola. Sistematika pengembangan liga profesional mereka menjadi bentuk ikhtiar tekun untuk membuktikan bahwa Asia tak perlu inferior terhadap superioritas Eropa, Amerika Latin, dan Afrika.</p>
<p>Kedua negara Asia Timur itu berhasil “melembagakan” langkah pencapaian yang mematok nilai-nilai kesederajatan. Sama seperti Iran, Arab Saudi, dan Irak yang juga punya posisi sebagai negara-negara pesat berkembang dalam peta sepak bola dunia.</p>
<p><strong>Pembelajaran Total</strong><br />
Kekalahan Indonesia dari Argentina dalam FIFA <em>matchday</em> kemarin memang sudah diperkirakan. Tanpa Lionel Messi, Angel Di Maria, dan Nico Otamendi pun Albiceleste yang ranking pertama FIFA tetap “tim dewa” di hadapan Pasukan Garuda.</p>
<p>Pada sisi lain, target Asnawi Mangkualam dkk memberi perlawanan ketat, bagaimanapun cukup berhasil. Kekalahan “hanya” 0-2 menjadi bagian dari fakta bahwa anak-anak Indonesia “menolak dipermalukan” dengan skor besar.</p>
<p>Pelatih Shin Tae-yong mengapresiasi performa tim asuhannya. Netizens juga menghargai perjuangan mereka. Artinya, yang dinilai adalah “proses”, bukan sekadar hasil. Kerja keras, semangat, dan konfidensi unjuk teknis menjadi elemen-elemen yang lebih utama untuk diperlihatkan. Seandainya bisa mencetak gol dari sejumlah peluang yang didapat, tentu kebanggaan bakal semakin lengkap.</p>
<p>Laga-laga internasional melawan tim-tim kuat dengan nama besar lebih menjadi aksen membangun proses pembelajaran. Atas nama <em>transfer of professional mindset, transfer of experiences, transfer of mental</em>, dan <em>transfer of technology</em>.</p>
<p>Ya, agar kita yang baru berjuang untuk dominan di kawasan regional Asia Tenggara ini tidak “cupu” dan “kuper” dalam pergaulan sepak bola internasional.</p>
<p>Lalu mimpi apa yang selanjutnya perlu kita rajut agar mewujud?</p>
<p>Peta jalan membangun kualitas kompetisi liga, itu jawabannya. Jepang dan Korea memperoleh kemajuan seperti sekarang karena sukses pengembangan J-League dan K-League. Arab Saudi juga sedang menggeber amunisi untuk membangun cahaya Saudi Pro-League, sama seperti Qatar yang telah terlebih dahulu mewujudkannya.</p>
<p>Bahkan Malaysia, Vietnam, dan Thailand juga mensistematisasi liga pro-nya untuk berlomba ke <em>road map</em> elite Asia. Bedanya, bertahun-tahun liga pro kita mengalami pasang surut dalam dinamika pengelolaan, yang bahkan beberapa kali “macet” karena bersinggungan dengan energi politik kekuasaan.</p>
<p>Laga melawan Argentina, juga sebelumnya medali emas SEA Games 2023, sudah sepatutnya memacu adrenalin untuk membangun kompetisi liga yang betul-betul mengentaskan tim nasional kita mewujudkan kerinduan tentang mimpi-mimpi dan kejayaan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/24/sepak-bola-kita-dalam-kebebasan-rindu-dan-mimpi">Sepak Bola Kita, dalam Kebebasan Rindu dan Mimpi&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Spanyol Tersingkir, Busquets Mundur dari Timnas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/16/spanyol-tersingkir-busquets-mundur-dari-timnas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2022 15:43:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[busquets]]></category>
		<category><![CDATA[Mundur]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=300804</guid>

					<description><![CDATA[<p>(SUARABARU.ID) &#8211; Kapten timnas Spanyol, Sergio Busquets, menyatakan mengundurkan diri dari sepak bola internasional setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia dikalahkan Maroko pada babak 16 besar. Busquets, 34 tahun, merupakan satu-satunya anggota tim Spanyol yang tersisa yang memenangkan Piala Dunia di Afrika Selatan pada 2010 dan dia telah berbicara tentang keinginannya untuk menjadi pemain Spanyol [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/16/spanyol-tersingkir-busquets-mundur-dari-timnas">Spanyol Tersingkir, Busquets Mundur dari Timnas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kapten timnas Spanyol, Sergio Busquets, menyatakan mengundurkan diri dari sepak bola internasional setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia dikalahkan Maroko pada babak 16 besar.</p>
<p>Busquets, 34 tahun, merupakan satu-satunya anggota tim Spanyol yang tersisa yang memenangkan Piala Dunia di Afrika Selatan pada 2010 dan dia telah berbicara tentang keinginannya untuk menjadi pemain Spanyol pertama yang memenangkan kompetisi dua kali. Namun, setelah gagal di Qatar, pemain yang menempati posisi gelandang itu memutuskan untuk berhenti dan fokus pada karirnya di klub yang tinggal beberapa tahun lagi.</p>
<p>Busquets merupakan salah satu dari tiga eksekutor Spanyol yang gagal mencetak gol saat adu penalti babak 16 besar melawan Maroko setelah mereka ditahan imbang tanpa gol sampai dengan perpanjangan waktu.</p>
<p>&#8220;Saya ingin mengumumkan bahwa setelah hampir 15 tahun berkiprah dan tampil di 143 pertandingan, saatnya tiba bagi saya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional,&#8221; kata Busquets, seperti dikutip dari espn.com.</p>
<p>“Merupakan suatu kehormatan untuk mewakili negara saya dan membawanya ke level tertinggi, untuk menjadi juara dunia dan Eropa, menjadi kapten dan telah memainkan begitu banyak pertandingan, dengan lebih atau kurang sukses tetapi selalu memberikan segalanya.&#8221;</p>
<p>Setelah melakukan debut internasionalnya pada tahun 2009, Busquets menjadi bagian penting dari tim Spanyol yang memenangkan Piala Dunia 2010 dan Kejuaraan Eropa 2012 di bawah Vicente Del Bosque.</p>
<p>Dia selalu hadir di bawah Julen Lopetegui dan Luis Enrique, serta pelatih sementara Fernando Hierro dan Robert Moreno, dan telah ambil bagian dalam empat Piala Dunia dan tiga Kejuaraan Eropa. Secara total, ia mengumpulkan 143 caps untuk negaranya saat itu, mencetak dua gol.</p>
<p>Busquets, yang merupakan bagian dari generasi emas Spanyol di lini tengah bersama Andres Iniesta dan Xavi Hernandez, meninggalkan generasi baru dengan bakat baru. Rekan setim Barca Pedri dan Gavi, berusia 20 dan 18 tahun, telah menjadi pemain tetap di tim Luis Enrique, mendorong pemain seperti Koke dan Thiago keluar dari tim dalam prosesnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/16/spanyol-tersingkir-busquets-mundur-dari-timnas">Spanyol Tersingkir, Busquets Mundur dari Timnas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Enrique: Tanggung Jawab Ada pada Saya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/07/enrique-tanggung-jawab-ada-pada-saya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2022 22:43:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[enrique]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=298488</guid>

					<description><![CDATA[<p>(SUARABARU.ID) &#8211; Pelatih Spanyol Luis Enrique mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan timnya yang mengejutkan dari Piala Dunia di tangan Maroko pada Selasa malam (Rabu dinihari WIB) di Education City Stadium, Qatar. Meskipun Spanyol mendominasi penguasaan bola dan menahan Maroko untuk waktu yang lama selama 120 menit lebih dari waktu normal dan perpanjangan waktu, pertandingan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/07/enrique-tanggung-jawab-ada-pada-saya">Enrique: Tanggung Jawab Ada pada Saya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Pelatih Spanyol Luis Enrique mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan timnya yang mengejutkan dari Piala Dunia di tangan Maroko pada Selasa malam (Rabu dinihari WIB) di Education City Stadium, Qatar.</p>
<p>Meskipun Spanyol mendominasi penguasaan bola dan menahan Maroko untuk waktu yang lama selama 120 menit lebih dari waktu normal dan perpanjangan waktu, pertandingan berakhir 0-0 dan berlanjut ke adu penalti. Spanyol memiliki dua tembakan yang diselamatkan kiper Yassine Bounou dan satu lagi membentur tiang gawang sebelum Achraf Hakimi mencetak gol kemenangan dari titik penalti untuk tim Afrika itu.</p>
<p>&#8220;Tanggung jawab ada pada saya,&#8221; kata Enrique usai pertandingan, seperti dikutip espn.com. &#8220;Saya memilih tiga penendang penalti pertama, yang menurut saya merupakan spesialis terbaik di lapangan. Kami bahkan tidak mencapai yang keempat. Bounou adalah penjaga gawang yang spektakuler; dia memiliki persentase yang tinggi dalam melakukan tendangan ke kanan. Cara dia hebat.&#8221;</p>
<p>Ini adalah kedua kalinya dalam banyak Piala Dunia di mana Spanyol tersingkir dalam adu penalti &#8212; kalah dari tuan rumah Rusia dari adu penalti pada 2018 &#8212; dan mantan manajer Barcelona itu menyesali ketidakmampuan timnya memanfaatkan keunggulan besar mereka dalam penguasaan bola. .</p>
<p>&#8220;Sepak bola adalah olahraga yang luar biasa dan penuh gairah, tetapi sebuah tim bisa menang tanpa menyerang,&#8221; kata Enrique. &#8220;Maroko menyerang sekali atau dua kali dan berbahaya, tapi kami mendominasi permainan sepenuhnya, dan mencoba menciptakan peluang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami ingin menciptakan lebih banyak. Itu sulit bagi kami. Kami memiliki 11 tembakan, tetapi sedikit yang mengarah ke gawang. Di akhir tembakan Pablo Sarabia membentur tiang. Adu penalti sulit bagi kami. Tapi saya bangga dengan para pemain saya.&#8221;</p>
<p>Spanyol memiliki skuad termuda ketiga di Piala Dunia, dengan Gavi, 18, dan Pedri, yang berusia 20 tahun selama turnamen, menunjukkan kedewasaan melebihi usia mereka di lini tengah tim. Sementara penyerang berusia 20 tahun Ansu Fati dan Nico Williams tampak penuh potensi ketika mereka masuk dari bangku cadangan.</p>
<p>Namun, Enrique berterus terang dalam penilaian terakhirnya tentang hasil tersebut, sekaligus membahas masa depannya sebagai manajer tim nasional.</p>
<p>&#8220;Kita harus mengucapkan selamat kepada para pemenang,&#8221; kata Enrique. &#8220;Mereka memainkan permainan mereka, ternyata bagus, mereka lebih baik dari kami dalam adu penalti. Saya pikir anak-anak harus belajar bagaimana kalah, terlepas dari apakah Anda pantas atau tidak.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saat ini saya menantikan untuk pulang untuk melihat keluarga saya dan anjing saya dan bersama mereka. Saya kira mulai minggu depan, ketika presiden (Luis Rubiales) menganggapnya tepat waktu, kita akan berbicara tentang apa yang bisa terjadi di masa depan. Saat ini tidak berarti apa-apa bagi saya, karena kita perlu menyikapi kekecewaan ini dan menghadapinya dengan cara terbaik.&#8221;</p>
<p>Gelandang veteran Spanyol Sergio Busquets juga berspekulasi tentang apa yang mungkin terjadi setelah kekalahan tersebut dan mengatakan bahwa memutuskan pertandingan dari titik penalti selalu merupakan proposisi 50-50 setelah melihat salah satu tendangan penaltinya digagalkan oleh Bounou.</p>
<p>&#8220;Kami ingin melanjutkan (kompetisi),&#8221; kata Busquets. &#8220;Saya pikir kami melakukannya dengan baik, itu adalah pertandingan fisik yang sulit; seiring berjalannya waktu kami menemukan lebih banyak ruang, dan dalam perpanjangan waktu itu sama. Kami bahkan memiliki peluang oleh Sarabia dan kemudian adu penalti adalah cara paling kejam.&#8221;</p>
<p>Spanyol, yang menjuarai Piala Dunia 2010, kini gagal mencapai perempat final dalam empat dari lima penampilan terakhirnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/07/enrique-tanggung-jawab-ada-pada-saya">Enrique: Tanggung Jawab Ada pada Saya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>