<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PGN Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/pgn/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Oct 2025 08:52:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>PGN Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Biosalin vs Rob, Harapan Ketahanan Pangan Masa Depan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/10/biosalin-vs-rob-harapan-ketahanan-pangan-masa-depan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 08:44:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Biosalin]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[PGN]]></category>
		<category><![CDATA[rob]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=214409</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Kelurahan Mangunharjo, Bahrun (50), terlihat bungah. Hamparan kuning padi biosalin yang dipanen menggunakan traktor harvester seolah menjanjikan masa depan yang sejahtera. Bagi para petani se-Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu dan sekitarnya, padi biosalin telah mengubah kehidupan mereka yang sebelumnya selalu terdampak rob. Persawahan yang dulunya merupakan lahan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/10/biosalin-vs-rob-harapan-ketahanan-pangan-masa-depan">Biosalin vs Rob, Harapan Ketahanan Pangan Masa Depan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong> &#8211; Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Kelurahan Mangunharjo, Bahrun (50), terlihat bungah. Hamparan kuning padi biosalin yang dipanen menggunakan traktor harvester seolah menjanjikan masa depan yang sejahtera.</p>
<p>Bagi para petani se-Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu dan sekitarnya, padi biosalin telah mengubah kehidupan mereka yang sebelumnya selalu terdampak rob.</p>
<p>Persawahan yang dulunya merupakan lahan yang tidak bisa ditanami karena air asin, kini dengan adanya padi biosalin para petani bisa gembira ria merasakan panen, bahkan sampai meningkat hingga 50 persen saat panen di akhir April 2025.</p>
<p>Lokasi utama implementasi program ini berada di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, yang kini menjadi model pertanian berkelanjutan bagi daerah pesisir lainnya seperti Mangkang Kulon dan Mangkang Wetan.</p>
<p>Program padi biosalin pertama kali diuji coba pada Juli 2024 di area seluas 2.800 meter persegi. Keberhasilannya mendorong ekspansi hingga 20 hektare pada musim tanam Desember 2024 – April 2025.</p>
<p>Inovasi ini bahkan mendapat apresiasi dari Mantan Presiden RI Joko Widodo, yang secara langsung meninjau implementasi program pada 18 Januari 2025.</p>
<p>&#8220;Kami berharap program ini terus berlanjut dan diperluas ke wilayah pesisir lainnya yang menghadapi masalah serupa,” ujar Bahrun.</p>
<p>Dalam sejarahnya, varietas padi Biosalin ini merupakan hasil riset dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yang diterapkan di lahan salin.</p>
<p>Melalui risetnya, BRIN berhasil menciptakan padi varietas Biosalin yang dapat ditanam meskipun di lahan salin.</p>
<p>Lahan salin merupakan tanah yang memiliki kandungan natrium kadar garam netral larut dalam air berada di atas ambang batas kritis, atau ambang batas toleransi tanaman.</p>
<p>Berikut keunggulan utama padi biosalin yang menjadikannya solusi berkelanjutan bagi pertanian pesisir, seperti tahan air payau dan rob, mampu tumbuh di lahan yang terpapar air asin, menjadikannya solusi ideal bagi pertanian di pesisir.</p>
<p>Hasil panen lebih tinggi, produktivitas mencapai 5–6 ton per hektare, lebih tinggi dibanding varietas padi konvensional. Ramah lingkungan, lebih tahan terhadap hawar daun bakteri dan kresek hingga 90%, mengurangi ketergantungan petani pada pestisida.</p>
<p>Berbasis kearifan lokal, sistem pengelolaan air dilakukan secara gotong royong, dengan mekanisme buka-tutup pintu air untuk menjaga keseimbangan ekosistem sawah pesisir.</p>
<p>Keberhasilan padi biosalin bukan hanya masalah solusi pertanian, tetapi juga simbol ketahanan, inovasi, dan gotong royong dalam menghadapi perubahan iklim.</p>
<p>Dengan komitmen kuat terhadap pertanian berkelanjutan, Kota Semarang tidak hanya bertransformasi menjadi kota metropolitan yang maju, tetapi juga model inovasi pertanian pesisir yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>Benih padi varietas Biosalin ini ditanam dengan menggunakan pupuk khusus untuk lahan salin, sehingga memiliki beberapa kelebihan yang bisa dimanfaatkan.</p>
<p>Di antaranya, tanamannya tahan terhadap genangan air rob, usia panen pendek, tahan terhadap serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) seperti gulma, hama, dan virus. Serta memiliki potensi produksi yang tinggi.</p>
<p>Nantinya, setelah 21 hari masa tanam, padi akan dipindahkan ke tanah yang sudah diolah dan digemburkan menggunakan traktor berbahan Petasol.</p>
<p>Plt. Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, mengatakan, Kota Semarang menjadi pilot project BRIN untuk pengembangan padi Biosalin yang ada di Jawa Tengah.</p>
<p>Dirinya menyebut, akan ada perlakuan khusus dalam penanaman Padi Biosalin ini. Hal ini lantaran benih padi yang ditanam ini memang hasil riset BRIN. Termasuk pemupukan juga menggunakan formula khusus.</p>
<p>&#8220;Penanaman padi Biosalin yang ditebar tersebut memiliki dua jenis, yakni Biosalin 1 dan 2. Bibit yang ditebar 5 kg untuk jenis Biosalin 1 dan 5 kg untuk Biosalin 2,” katanya.</p>
<p>Komposisi penanamannya, untuk 5 kg benih bisa ditanam di sawah payau seluas 2.500 meter persegi atau seperempat hektar. Sedangkan untuk waktu tanam kurang lebih 100 hari agar padi Biosalin ini bisa dipanen.</p>
<p>Selain bisa bertahan di kawasan pesisir, varietas padi biosalin juga memiliki keunggulan yaitu hasil panen yang lebih banyak. Padi biosalin bisa menghasilkan 6-7 ton per hektar.</p>
<p>Sebagai perbandingan, padi inpari 32 hanya bisa menghasilkan 3 ton per hektar. Adapun untuk perawatannya, para petani mengaku tidak jauh berbeda antara kedua varietas tersebut.</p>
<p>Wakil Kepala BRIN, Amarullah Octavian, mengungkapkan, pihaknya akan terus mendampingi program penanaman padi Biosalin di kawasan lahan pesisir.</p>
<p>BRIN mendukung penelitian tentang penanaman padi di atas laut, dengan tujuan untuk meningkatkan kadar nutrisi padi dan mengurangi stunting di masyarakat.</p>
<p>Dengan inisiatif ini, Pemkot Semarang dan BRIN berupaya untuk menjadikan Kota Semarang sebagai pionir dalam budidaya pangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, demi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;BRIN menyiapkan teknologi penyimpanan untuk hasil padi, sehingga petani dapat mengantisipasi fluktuasi harga saat panen raya. Harapannya, semua upaya ini dapat memberikan keuntungan bagi petani dan memperkuat sektor pertanian di Semarang,” katanya.</p>
<p>Berdasarkan penelitian yang dipimpin Peneliti Ahli Utama BRIN, Dr. Tri Martini Patria, mengintegrasikan metode Life Cycle Assessment (LCA) untuk memastikan dampak lingkungan yang minimal dalam setiap tahap pengelolaan lahan.</p>
<p>Program penanaman padi biosalin, yang dimulai pada tahun 2024 di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, mentargetkan perluasan hingga 400 hektar lahan tidur.</p>
<p>Padi varietas Biosalin 1 dan 2 yang tahan salinitas diharapkan dapat menghasilkan pangan berkualitas tinggi dan meningkatkan ketahanan pangan Kota Semarang.</p>
<p>“Melalui riset dan inovasi, kami mengubah tantangan rob menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan keberlanjutan,” ujar Tri.</p>
<p>Selain padi biosalin, riset ini juga mengungkapkan potensi biomassa dari lahan salin, seperti residu pertanian dan rumput laut, sebagai sumber bioenergi.</p>
<p>Analisis LCA menunjukkan bahwa pemanfaatan biomassa ini dapat mendukung transisi energi berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.</p>
<p>Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui inovasi pengolahan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif yang disebut Petasol.</p>
<p>Teknologi Pirolisis Multi Kondensor ini telah diaplikasikan di Kecamatan Tambak Lorok dan berpotensi menyediakan energi murah dan ramah lingkungan bagi petani.</p>
<p><strong>Dukungan PGN dalam Pengembangan Padi Biosalin</strong></p>
<p>Pengembangan padi Biosalin tak hanya melibatkan instansi pemerintah kota semarang, akademisi dunia pendidikan, atau badan penelitian, tapi juga stakeholder lain, salah satunya PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina.</p>
<p>Melalui lingkup bantuan CSR, PGN turut memberikan bantuan berupa pengembangan produksi padi Biosalin yang dilaksanakan dari Desember 2024 – April 2025 yang terdiri dari bantuan benih dan pupuk dan dilanjutkan pendampingan pasca panen dan pengolahan prosesing benih sampai Desember 2025</p>
<p>“Langkah PGN dalam budidaya Biosalin merupakan bagian dari komitmen PGN untuk memberikan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar,&#8221; kata Direktur infrastruktur dan Teknologi PGN, Harry Budi Sidharta.</p>
<p>Menurutnya, melalui pemanfaatan lahan tidur ini, juga bagian dari dukungan PGN untuk menjaga ketahanan pangan, selaras dengan program ketahanan pangan Presiden RI.</p>
<p>Tercatat, pada saat musim panen di pertengahan tahun 2025 menghasilkan total produksi sebesar 116,95 ton Gabah Kering Panen (GKP), dengan rata-rata produktivitas mencapai 5,85 ton per hektare.</p>
<p>Varietas padi Biosalin 1 memberikan hasil panen sebesar 6,03 ton per hektare, sementara Biosalin 2 mencatat produktivitas sebanyak 5,67 ton per hektare.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Fajriyah Usman, mengungkapkan, capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi pertanian adaptif terhadap salinitas tinggi, sekaligus menunjukkan dampak positif dari sinergi antara energi, riset, dan pemberdayaan masyarakat melalui program Social Responsibility (CSR) PGN.</p>
<p>“Keberhasilan panen padi Biosalin ini menunjukkan bahwa upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga riset, dan dunia usaha mampu mewujudkan ketahanan pangan di wilayah yang menantang. PGN bangga bisa berkontribusi nyata bagi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan tidur yang kini menjadi sumber harapan baru,” katanya.</p>
<p>Setelah sukses panen di bulan April 2025, PGN terus melanjutkan budidaya padi Biosalin tahap dua dengan luas 20 hektare. Adapun lahan budidaya padi yang dimanfaatkan PGN untuk program ini bisa dikembangkan lagi menjadi 100 hektare.</p>
<p>PGN tidak hanya menyuplai energi bersih, tapi juga berupaya memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar melalui program CSR yang berdampak langsung ke masyarakat.</p>
<p>Lingkup bantuan PGN ini berupa pengembangan produksi padi Biosalin yang terdiri dari bantuan benih dan pupuk, yang dilanjutkan pendampingan pascapanen dan pengolahan prosesing benih yang berlangsung sampai Desember 2025.</p>
<p><a href="http://HeryPriyono.com"><strong>Hery Priyono</strong></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/10/biosalin-vs-rob-harapan-ketahanan-pangan-masa-depan">Biosalin vs Rob, Harapan Ketahanan Pangan Masa Depan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PGN Bersama Pemkab Jepara dan BRIN Kembangkan 10 Hektare Padi Biosalin di Pesisir Jepara</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/01/pgn-bersama-pemkab-jepara-dan-brin-kembangkan-10-hektare-padi-biosalin-di-pesisir-jepara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 07:16:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Padi Biosalin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[PGN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=493785</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Sebagai Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terus mengembangkan program mendukung ketahanan pangan dan lingkungan dengan memberikan dukungan terhadap pengembangan padi biosalin di wilayah pesisir Kabupaten Jepara. Inisiatif ini melanjutkan kesuksesan program Biosalin di Kota Semarang yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jepara [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/01/pgn-bersama-pemkab-jepara-dan-brin-kembangkan-10-hektare-padi-biosalin-di-pesisir-jepara">PGN Bersama Pemkab Jepara dan BRIN Kembangkan 10 Hektare Padi Biosalin di Pesisir Jepara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Sebagai Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terus mengembangkan program mendukung ketahanan pangan dan lingkungan dengan memberikan dukungan terhadap pengembangan padi biosalin di wilayah pesisir Kabupaten Jepara.</p>
<p>Inisiatif ini melanjutkan kesuksesan program Biosalin di Kota Semarang yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jepara dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta kelompok tani setempat, yang bertujuan menjawab tantangan intrusi air laut terhadap lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat pesisir.</p>
<p>Program penanaman padi biosalin ini akan dilaksanakan di lahan pertanian seluas 10 hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Sari Mulyo yang berlokasi di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Selama bertahun-tahun, kawasan ini terdampak intrusi air laut yang membuat petani kesulitan menanam padi varietas konvensional.</p>
<p>Pada tahap awal, sebanyak 400 kilogram benih padi biosalin akan ditanam di lahan tersebut. Kehadiran varietas padi biosalin yang mampu tumbuh di lahan dengan kadar garam atau salinitas tinggi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi petani pesisir untuk kembali produktif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan regional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman mengatakan, dukungan terhadap program pengembangan padi biosalin sejalan dengan komitmen PGN dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, selain fokus pada penyediaan energi bersih dan ramah lingkungan, PGN juga memiliki tanggung jawab sosial untuk turut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di daerah pesisir yang rentan terdampak perubahan iklim.</p>
<p>“Kami berkomitmen menghadirkan kontribusi yang lebih luas, tidak hanya menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan. Dukungan pada pengembangan padi biosalin ini kami harapkan dapat menjadi solusi bagi petani pesisir yang menghadapi keterbatasan lahan akibat intrusi air laut, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Fajriyah, Senin (1/9/2025).</p>
<p>“Dengan hadirnya varietas padi yang lebih adaptif akan berdampak positif pada kesejahteraan petani yang ada di pesisir pantai. Kehadiran padi biosalin tidak hanya membuka peluang peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga memberikan harapan baru bagi petani untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya.</p>
<p>Fajriyah menegaskan, dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan, PGN akan terus menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi multipihak menjadi kunci agar program-program CSR yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Kami percaya pembangunan berkelanjutan hanya bisa terwujud apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama. Karena itu, kami berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam setiap inisiatif, termasuk dalam pengembangan padi biosalin ini,” ungkap Fajriyah.</p>
<p>Ketua Poktan Sari Mulyo, Ahmad Suyono menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh PGN. Menurutnya, kehadiran varietas padi biosalin menjadi harapan baru bagi para petani pesisir yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akibat lahan mereka terintrusi air laut.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/01/pgn-bersama-pemkab-jepara-dan-brin-kembangkan-10-hektare-padi-biosalin-di-pesisir-jepara">PGN Bersama Pemkab Jepara dan BRIN Kembangkan 10 Hektare Padi Biosalin di Pesisir Jepara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PGN &#8211; BRIN Panen Perdana 116 Ton Padi Biosalin di Semarang, Bukti Nyata Inovasi Produksi Pangan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/04/27/pgn-brin-panen-perdana-116-ton-padi-biosalin-di-semarang-bukti-nyata-inovasi-produksi-pangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2025 05:29:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Padi Biosalin]]></category>
		<category><![CDATA[Panen]]></category>
		<category><![CDATA[PGN]]></category>
		<category><![CDATA[Subholding Gas Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=471529</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui keberhasilan panen padi Biosalin seluas 20 hektare di wilayah Pesisir Utara Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang, Jawa Tengah. Panen ini menjadi penanda suksesnya implementasi Program Riset Smart Farming Biosalin 1 dan 2 yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/27/pgn-brin-panen-perdana-116-ton-padi-biosalin-di-semarang-bukti-nyata-inovasi-produksi-pangan">PGN &#8211; BRIN Panen Perdana 116 Ton Padi Biosalin di Semarang, Bukti Nyata Inovasi Produksi Pangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui keberhasilan panen padi Biosalin seluas 20 hektare di wilayah Pesisir Utara Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang, Jawa Tengah.</p>
<p>Panen ini menjadi penanda suksesnya implementasi Program Riset Smart Farming Biosalin 1 dan 2 yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan PGN pada Desember 2024 lalu.</p>
<p>Padi Biosalin merupakan varietas benih padi yang tahan terhadap kadar garam tinggi, menjadikannya solusi inovatif bagi lahan-lahan pesisir yang sebelumnya tidak produktif akibat intrusi air laut. Sebagian besar lahan seluas 20 hektare yang dipanen itu merupakan lahan tidur salin milik Kelompok Tani Sumber Rezeki di desa setempat.</p>
<p>Lahan tidur tersebut sudah tidak lagi dimanfaatkan sejak kejadian gagal panen akibat salinitas atau tingkat keasinan dalam air yang tinggi pada tahun 2021, sehingga Biosalin menjadi tanaman yang cocok untuk menghidupkan kembali lahan pesisir.</p>
<p>Adapun panen kali ini menghasilkan total produksi sebesar 116,95 ton Gabah Kering Panen (GKP), dengan rata-rata produktivitas mencapai 5,85 ton per hektare. Varietas padi Biosalin 1 memberikan hasil sebesar 6,03 ton per hektare, sementara Biosalin 2 mencatat produktivitas 5,67 ton per hektare.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Fajriyah Usman mengungkapkan, capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi pertanian adaptif terhadap salinitas tinggi, sekaligus menunjukkan dampak positif dari sinergi antara energi, riset, dan pemberdayaan masyarakat melalui program Social Responsibility (CSR) PGN.</p>
<p>“Keberhasilan panen padi Biosalin ini menunjukkan bahwa upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga riset, dan dunia usaha mampu mewujudkan ketahanan pangan di wilayah yang menantang. PGN bangga bisa berkontribusi nyata bagi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan tidur yang kini menjadi sumber harapan baru,” ungkap Fajriyah Usman, Sabtu (26/4/2025).</p>
<p>Setelah sukses panen di bulan ini, PGN akan melanjutkan budidaya padi Biosalin tahap dua dengan luas 20 hektare. Adapun lahan budidaya padi yang dimanfaatkan PGN untuk program ini bisa dikembangkan lagi menjadi 100 hektare.</p>
<p>PGN tidak hanya menyuplai energi bersih, tapi juga berupaya memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar melalui program CSR yang berdampak langsung ke masyarakat. Lingkup bantuan PGN ini berupa pengembangan produksi padi Biosalin yang terdiri dari bantuan benih dan pupuk, yang dilanjutkan pendampingan pascapanen dan pengolahan prosesing benih yang berlangsung sampai Desember 2025.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/27/pgn-brin-panen-perdana-116-ton-padi-biosalin-di-semarang-bukti-nyata-inovasi-produksi-pangan">PGN &#8211; BRIN Panen Perdana 116 Ton Padi Biosalin di Semarang, Bukti Nyata Inovasi Produksi Pangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Riwayat Seabad Rumah Kopi Sangrai Saksi Metamorfosis Energi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/31/riwayat-seabad-rumah-kopi-sangrai-saksi-metamorfosis-energi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2023 15:44:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dharma Boutique Roastery]]></category>
		<category><![CDATA[LNG]]></category>
		<category><![CDATA[pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[PGN]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Kopi Margo Redjo]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tan Tjoan Pie]]></category>
		<category><![CDATA[Widayat Basuki Dharmowiyono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=378960</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Rumah Kopi Margo Redjo berusia satu abad itu masih menjaga ruhnya. Eksistensi Rumah Kopi itu mewariskan mesin sangrai tua memanfaatkan energi gas dari zaman kolonial Belanda hingga sekarang. Jatidirinya juga bertransformasi mengikuti zaman, hingga menarik perhatian lintas generasi dari 1928 hingga hari ini, dalam menikmati kopi&#8230;&#8221; ADITYO (42), duduk santai menyeruput secangkir kopi di lorong [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/31/riwayat-seabad-rumah-kopi-sangrai-saksi-metamorfosis-energi">Riwayat Seabad Rumah Kopi Sangrai Saksi Metamorfosis Energi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Rumah Kopi Margo Redjo berusia satu abad itu masih menjaga ruhnya. Eksistensi Rumah Kopi itu mewariskan mesin sangrai tua memanfaatkan energi gas dari zaman kolonial Belanda hingga sekarang. Jatidirinya juga bertransformasi mengikuti zaman, hingga menarik perhatian lintas generasi dari 1928 hingga hari ini, dalam menikmati kopi&#8230;&#8221;</em></p>
<p><strong>ADITYO</strong> (42), duduk santai menyeruput secangkir kopi di lorong jalan dengan lebar tak lebih dari 1,5 m. Jalan kecil itu berada di sisi kanan ruang workshop yang sekaligus Rumah Kopi Margo Redjo yang kini sejak 2016 berubah nama menjadi Dharma Boutique Roastery. Rumah Kopi ini dahulu pabrik terbesar di Kota Semarang, yang berada di kawasan Pecinan Jalan Wotgandul Barat nomor 14, Jawa Tengah.</p>
<p>Area workshop itu berada satu tempat dengan bangunan tua dengan arsitektur masa kolonial Belanda. Bangunan yang berlantai dua itu bergaya arsitektur Art Deco Eropa dengan pilar-pilar beton. Rumah inilah yang lama ditinggali oleh Widayat Basuki Dharmowiyono/Tan Tjoan Pie (78), generasi ketiga Rumah Kopi Margo Redjo.</p>
<p>Jelang tengah hari, Selasa (24/10/2023), Ryan Renaldi salah satu barista bercengkerama menemani Adityo yang ternyata seorang pelanggan baru di Dharma Boutique Roastery. Adityo ternyata juga mahir bermain gitar akustik, dan bersama dua barista mereka menyanyikan beberapa lagu.</p>
<p>&#8221;Saya itu pecinta kopi betul mas, jenis apa saja saya hajar kopi sachet juga. Karena saya dulu suka fitnes, kalau konsumsi kopi powernya keluar. Tapi suatu saat saya tipes, mungkin berlebihan asam lambung saya naik saya gak tahu. Jantung berdebar, tepar saya dan dibawa ke rumah sakit. Berkali-kali saya begitu, itu tahun 2012 langsung saya berhenti kopi,&#8221; kata sosok yang cukup hafal seluk beluk Kota Semarag itu.</p>
<p>Ketidaktahuan Adityo perihal cara mengonsumsi kopi yang benar itu membuatnya harus rutin konsumsi obat dan berhenti minum kopi selama enam tahun. Hingga pada 2018 dia kembali berani menyeruput kopi dengan cara yang berbeda.</p>
<p>&#8221;Saya diajak teman saya barista yang ngerti kopi. Dia bilang kalau minum kopi kapan waktu yang pas, seperti apa cara menyeduhnya, dan memang harus makan dulu ya perut harus terisi. Yang baik dua kali pas pagi dan malam,&#8221; katanya.</p>
<p>Adityo juga baru tahu keberadaan Dharma Boutique Roastery sekira satu bulan terakhir, usai diajak temannya.</p>
<p>&#8221;Tapi akhirnya saya hampir tiap hari kesini terus. Saya ngopi di sini itu beda mulai cara mengolahnya, seperti yang saya minum ini bisa keluar seperti rasa jeruknya. Saya lama di Semarang, Saya jatuh cinta lagi sama kopi padahal sebelumnya membenci karena sakit itu,&#8221; kata dia.</p>
<figure id="attachment_378971" aria-describedby="caption-attachment-378971" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-378971" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.37.33.jpeg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.37.33.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.37.33-400x267.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.37.33-150x100.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-378971" class="wp-caption-text"><br />Widayat Basuki Dharmowiyono/Tan Tjoan Pie (78), Generasi ketiga Rumah Kopi legendaris Margo Redjo, saat menemani sejumlah tamu. Foto: Diaz Azminatul Abidin</figcaption></figure>
<p><strong>Menyangrai Kopi dengan Mesin Tua</strong><br />
Di jarak tiga meter dari tempat duduk Adityo, Ahmad Agung pegawai di Rumah Kopi itu bersiap menyangrai 5 kg biji-biji kopi Kintamani FW. Sesuai dengan namanya biji-biji kopi mentah itu berasal dari Kintamani Bali.</p>
<p>Uniknya, alat sangrai kopi yang dipakai Ahmad Agung merupakan mesin tua berkapasitas 5 kg yang usianya masuk seabad. Satu lagu alat sangrai kuno itu berkapasitas 500 gram, yang berada di dalam workshop.</p>
<p>Ada dua alat penyangraian kopi manual tua yang bermerk Henneman konon buatan Belanda. Sebuah alat dari Eropa, cikal bakal merek Probat. Dua alat sangrai tua berbeda ukuran masih digunakan, dengan teknik pembakaran kopi mengenakan gas.</p>
<p>Ahmad Agung memasukkan 5 kg kopi ke dalam alat sangrai tua itu. Di mana alat itu sudah tersambung ke tabung gas biru Pertamina berukuran 12 Kg.</p>
<p>Setelahnya, dia memantik api yang dinyalakan ke sumbu alat sangrai itu. Mesin ini memadukan dua energi, yakni gas untuk pembakaran biji kopi dan listrik untuk memutar tungku putar.</p>
<p>Sesekali Ahmad Agung menyusupkan besi untuk menjumput beberapa biji kopi yang disangrai. Hal itu dilakukannya untuk mengetahui tingkat kematangan kopi.</p>
<p>&#8221;Rata-rata butuh 20 menit untuk biji kopi ini matang. Tapi memang sesekali dicek sudah sejauh apa tingkat kematangannya, karena alat ini manual, ya jadi pakai perasaan juga. Kalau mesin modern itu kan sudah tahu berapa suhu tungkunya ada indikatornya, jadi pasti tahu sudah matang atau belum biji kopi itu,&#8221; jelas dia.</p>
<figure id="attachment_378972" aria-describedby="caption-attachment-378972" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-378972" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.31.35.jpeg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.31.35.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.31.35-400x267.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.31.35-150x100.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-378972" class="wp-caption-text">Mbak Sri pegawai Rumah Kopi Margo Redjo secara menual menyangrai biji kopi ukuran 500 gram menggunakan alat tua memanfaatkan energy gas elpiji. Foto: Diaz Azminatul Abidin</figcaption></figure>
<p>Hal yang sama dilakukan Mbak Sri, satu-satunya pegawai perempuan Dharma Boutique Roastery itu juga menyangrai kopi di dalam workshop. Namun kapasitas alat sangrai itu hanya berkapasitas 500 gram. Adapun metodenya sama menggunakan pembakaran tabung gas 12 kg.</p>
<p>&#8221;Tapi ini harus diputar manual pakai tangan. Diputar terus biar matang merata, ya kira-kira lima menit matang,&#8221; paparnya.</p>
<p>Basuki, generasi ketiga Kopi Margo Redjo bilang, bisnis Rumah Kopi yang kini dijalankannya sejak 2016 itu, telah berganti nama menjadi Dharma Boutique Roastery, agar lekat di benak kalangan milenial.</p>
<p>Dharma Boutique Roastery setidaknya memiliki 60 jenis kopi dari berbagai wilayah Nusantara. Mulai dari Sabang sampai Merauke. Misalnya untuk kopi yang dinamai Ciwidey Honey, Ijen Natural, Papua Paniai, Kintamani Honey, Bajawa Arabica, Toba Arabica, dan lainnya.</p>
<p>&#8221;Kalau kopi dari sekitar Semarang itu ada yang dinamai Temanggung Rob, Temanggung Honey, Temanggung SW, Candiroto Wone, Banjarnegara, Merbabu, hingga Posong Anaerob N,&#8221; lanjut dia.</p>
<figure id="attachment_378973" aria-describedby="caption-attachment-378973" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-378973" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.29.24.jpeg" alt="" width="681" height="492" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.29.24.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.29.24-400x289.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.29.24-150x108.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-378973" class="wp-caption-text">Suasana museum Rumah Kopi Margo Redjo, penuh dengan mesin-mesin sagrai atau roasting kopi raksasa yang memanfaatkan energi gas dan kayu bakar digerakkan mesin kapal. Foto: Diaz Azminatul Abidin</figcaption></figure>
<p><strong>Sejarah Rumah Kopi dari Marga Tan</strong><br />
Pada 1928 Rumah Kopi Margo Redjo telah mendapat izin dari pemerintah di masa itu untuk izin usaha pabrik sangrai kopi. Bahkan menjadi pabrik kopi terbesar di masanya yang mampu untuk skala ekspor.</p>
<p>Basuki menceritakan, leluhur pertamanya yang datang ke Nusantara kala itu merupakan marga Tan dari Hokkian/Fujian, Tiongkok bernama Tan Bing atau Juragan Bing pada 1790-an.</p>
<p>Tan Bing belum memulai usaha kopi saat itu. Sosok cicit Tan Bing bernama Tan Ing Tjong (1837-1899) lantas membeli rumah di kawasan Pecinan itu, dari kerabat yang merugi atas usahanya. Tan Ing Jong dahulu pemegang pacht garam dan opium pada akhir abad ke-19.</p>
<p>&#8221;Lalu anak dari Tan Ing Jong bernama Tan Tjien Gwan (1861-1914) mewariskan rumah itu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Anak Tan Tjien Gwan, yakni Tan Tiong Le (1883-1949), merupakan sosok pertama yang memulai bisnis Kopi Margo Redjo, namun tidak di Semarang. Tan Tiong Le adalah generasi pertama, sekaligus kakek dari Widayat Basuki Dharmowiyono.</p>
<p>Menurut Basuki, Tan Tiong Le merantau pada 1916 dan membuat usaha Margo Redjo di Cimahi, Jawa Barat. Sekira hampir sepuluh tahun kemudian sekira 1925, Tan Tiong Le memboyong segala peralatan pabrik sangrai kopi untuk kembali ke Semarang.</p>
<p>&#8221;Kakek saya berganti usaha di Cimahi. Mulai dari usaha roti, kayu, dan beberapa lainnya. Pernah merugi. Terakhir mendirikan Margo Redjo ini dan dibawa ke Semarang. Pabriknya di belakang Rumah Kopi ini. Peralatan-peralatan tua masih di simpan,&#8221; ungkap Basuki.</p>
<p>Pabrik penyangraian kopi sebetulnya bernama Eerste Bandoengsche Electrische Koffiebranderij &#8220;Margo-Redjo&#8221;. Dalam bahasa Jawa, kata Basuki, Margo Redjo, berarti &#8220;jalan kemakmuran&#8221;, bisnis kopi.</p>
<p>&#8221;Dulu memproduksi jenis-jenis merek kopi bubuk kemasan. Di antaranya, Tjap Grobak Idjo, Tjap Pisau, Tjap Orang-Matjoel, Koffie Sentoso, Koffie Mirama, dan Koffie Sari Roso, hingga Tjap Margo Redjo. Saat ini merek Mirama digunakan untuk merek kecap produksi adik dari kakek saya,&#8221; cerita Basuki lagi.</p>
<p>Lebih jauh, saat ini Margo Redjo tidak lagi membuat kopi saset bermerek. Pangsa pasarnya berubah dari Consumer Good, menjadi Lifestyle Good. Dengan nama baru Dharma Boutique Roastery, ia mewariskan ragam rasa kepada generasi milenial.</p>
<p>&#8221;Sekarang bukan lagi orang tua yang menikmati kopi. Minum kopi bukan untuk kenyang, tapi gaya hidup. Namun tetap sederhana, karena kita bicara rasa dan makna. Dharma Boutique Roastery ini tidak memaksa orang meminum kopi, tapi menceritakan sebuah riwayat rasa,&#8221; kata dia mengibaratkan.</p>
<p>Apalagi sejak booming film Filosofi Kopi, membuat pangsa pasarnya semakin bergairah menjangkau kalangan anak muda.</p>
<p>&#8221;Sebelum ini, Rumah Kopi sangrai punya pelanggannya tersendiri, ya sudah lama. Namun sejak adanya Filosofi Kopi, memang menjadi tren tersendiri. Kami coba berkembang, sekarang pengunjung banyak yang datang dari luar kota. Ya mencoba melihat sejarah tempat ini, sekaligus melihat proses menyangrai kopi hingga menyeruputnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pak Basuki begitu nama akrab generasi ketiga dari pendiri Pabrik Kopi/Rumah Kopi Margo Redjo, sengaja tetap mewariskan alat-alat kuno dalam menyangrai kopi. Mayoritas alat-alat itu berasal dari Belanda.</p>
<p>Selain alat sangrai kopi, di dalam museum yang terletak di belakang rumah terdapat mesin dua mesin sangrai raksasa berbahan bakar gas. Satu alat berkapasitas 120 Kg, satu lainnya 60 Kg.</p>
<p>Kemudian ada tiga alat sangrai kopi lain menggunakan kayu bakar. Dua alat berkapasitas 60 kg, satu lainnya 30 kg. Semua mesin-mesin itu digerakkan dengan mesin kapal.</p>
<p>Adapun untuk proses penggilingan kopi juga menggunakan beberapa mesin tua, di mana masih menggunakan gerinda batu sebagai penghancurnya.</p>
<p>&#8221;Semua alat ini termasuk sangrai kopi yang kecil itu, merupakan alat paling modern di masa itu. Semua masih terawat. Namun sekarang hanya dua alat sangrai kopi kecil saja yang digunakan, yakni kapasitas 5 kg, dan 500 gram. Itu sudah cukup,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Basuki menjelaskan, dahulu Rumah Kopi Margo Redjo dalam menyangrai kopi menggunakan pasokan energi gas, dari pabrik gas di Jalan Sleko, Kota Semarang.</p>
<p>&#8221;Sejak dahulu ya pakai gas. Dahulu suplainya dari Gas Kota (pabrik Gas Sleko kini menjadi PT PGN) sejak zaman kolonial hingga mandeg di era 1980-an,&#8221; sambung dia.</p>
<p>Basuki menerangkan, Gas Kota yang dimaksudnya dahulu tersambung ke pipa-pipa dan digunakan sejumlah kalangan masyarakat Kota Semarang, hingga industri bahkan rumah sakit.</p>
<p>&#8221;Tapi dahulu kan gasnya kotor ya, berpengaruh pada kopinya. Karena dibuat dari pembakaran batu bara. Kalau gas sekarang pakai gas tabung, sekarang lebih bersih dan lebih aman untuk kopi yang disangrai,&#8221; lanjutnya.</p>
<figure id="attachment_378974" aria-describedby="caption-attachment-378974" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-378974" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.28.21.jpeg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.28.21.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.28.21-400x267.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.28.21-150x100.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-378974" class="wp-caption-text">Suasana bekas pabrik gas era kolonial Belanda di Jalan Sleko dulu milik Nederlandsch Indische Gas Maatschappij (NIGM), hingga dinasionalisasi PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) sebagai anak usaha PT Pertamina pada 1965. Foto: Diaz Azminatul Abidin</figcaption></figure>
<p><strong>Gas Kota</strong><br />
Rumah Kopi Margo Redjo yang berubah nama menjadi Dharma Boutique Roastery merupakan saksi transformasi energi gas dari masa ke masa. Dimulai dari suplai gas era kolonial yang dimiliki perusahaan konsesi asal Belanda Nederlandsch Indische Gas Maatschappij (NIGM), hingga dinasionalisasi PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN), sebagai anak usaha PT Pertamina pada 1965.</p>
<p>Pegiat sejarah Kota Semarang, Rukardi, mengamini hal tersebut. Di mana dahulu gas yang dikelola NIGM menyuplai kebutuhan energi di Kota Semarang.</p>
<p>Metamorfosis energi dimulai dari energi kotor batubara, hingga kini menjadi yang lebih ramah lingkungan yakni gas alam yang disuplai PT PGN.</p>
<p>&#8221;NIGM itu perusahaan gas swasta dari Belanda, berdiri di beberapa daerah selain Semarang, ada di seperti Cirebon, Makassar, dan Jakarta. Dahulu di Semarang itu mensuplai energi untuk lampu jalanan kota, rumah sakit juga, dan beberapa kalangan industri,&#8221; kata dia.</p>
<p>NIGM itu, lanjutnya, memulai pendirian konsesi di Rotterdam, Belanda pada 1863 dan selesai pada 1896. Begitu mendapatkan konsesi, NIGM memulai pengelolaan industri gas di Semarang. Prosesnya berlanjut membangun gedung di Sleko itu pada 1897,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Rukardi melanjutkan, NIGM tak langsung memproduksi gas. Namun dimulai dengan proses pendirian infrastruktur dan lainnya. Barulah sekira 1898 produksi dimulai dengan menggunakan bahan bakar batu bara.</p>
<p>Melansir laman <em><a href="http://cagarbudaya.semarangkota.go.id">cagarbudaya.semarangkota.go.id</a>,</em> di era masa perang dunia, produksi gas dari pabrik gas Sleko NIGM telah menyuplai kebutuhan masyarakat Kota Semarang, mulai dari penggunaan rumah tangga, hotel, barak, rumah yatim piatu, rumah sakit, hingga, penjara.</p>
<p>Seiring dengan pertumbuhan industri, maka kebutuhan gas sebagai sumber energi meningkat tajam. Setelah proklamasi kemerdekaan, maka pemerintahan RI membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga, dan ketika dilaksanakan nasionalisasi maka PN Gas mengambil alih pengelolaannya.</p>
<p>Kemudian berubah nama menjadi Perusahaan Gas Negara pada tahun 1965, perusahaan tersebut kini menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Ketika sumber energi beralih ke gas cair, maka pabrik gas berbahan baku batu bara tersebut berhenti beroperasi dan pemanfaatan bangunan beralih menjadi gudang LNG.</p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_378976" aria-describedby="caption-attachment-378976" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-378976" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.27.56.jpeg" alt="" width="681" height="477" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.27.56.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.27.56-400x280.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-31-at-21.27.56-150x105.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-378976" class="wp-caption-text">Suasana rumah warga Kota Semarang memasak menggunakan energi gas dari jaringan gas PT PGN. Foto: dok/kemenesdm</figcaption></figure>
<p><strong>Gaskita</strong><br />
PT PGN sebagai subholding PT Pertamina (Persero), menghadirkan alternatif energi biru melalui gas alam. Salah satu program yang dimiliki yakni Gaskita, untuk mendukung kebutuhan rumah tangga maupun industri kecil.</p>
<p>Penggunaan energi biru ramah lingkungan untuk skala rumah tangga (SR) dan industri kecil dengan gas alam, dimulai dengan pembangunan jaringan gas atau jargas di sejumlah kota-kota di Indonesia. Salah satu kota yang sudah menikmati Gaskita yakni Kota Semarang.</p>
<p>Melansir laman Kementerian ESDM, Pejabat Pembuat Komitmen Jargas Kota Semarang dan Kabupaten Blora, Risris Risdianto, menjelaskan, pada tahun 2020 lalu misalnya, Pemerintah melalui Kementerian ESDM membangun 11.325 SR jargas di Kota Semarang dan Kabupaten Blora.</p>
<p>Jumlah jargas yang dibangun di Kota Semarang sebanyak 7.106 SR dan tersebar di tujuh kelurahan, yaitu Krobokan 1.019 SR, Karangayu 878 SR, Anjasmoro 624 SR, Bojong Salaman 1.019 SR, Puspowarno 815 SR, Gisikdrono 1.000 SR, Kalibanteng 1.751 SR.</p>
<p>&#8221;Jargas Kota Semarang telah rampung dibangun pada Desember tahun 2020, serta mengalir secara bertahap sejak Januari 2021. Hingga saat ini, seluruh rumah telah teraliri. Sumber gas untuk jargas Kota Semarang dan Kabupaten Blora berasal dari CPP Gundih-Blora,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sosialisasi manfaat jargas juga dilakukan, agar infrastruktur yang dibangun dengan dana APBN ini, dapat digunakan masyarakat untuk mengakses energi biru itu.</p>
<p>Masyarakat juga bisa memantau berapa penggunaan besaran gas bumi yang dipakainya sehari-hari melalui aplikasi PGN Mobile.</p>
<p>Lebih jauh, masih menurut laman Kementerian ESDM, pemerintah dengan dana APBN sejak 2009 dan hingga 2020, telah membangun jargas sebanyak 535.555 SR. Kemudian tahun 2021 direncanakan dibangun 120.776 SR di 21 kabupaten/kota.</p>
<p>Adapun Pembangunan jargas dilakukan di daerah yang memiliki sumber gas, atau dekat dengan sumber gas. Misalnya di Kota Semarang, mendapat suplai dari Kabupaten Blora.</p>
<p>Dengan begitu, jargas yang dibangun PT PGM hingga 2022 di Kota Semarang ini, mendapat pasokan gas dari CPP Gundih, PT Pertamina EP 4 Cepu, dengan alokasi sebesar 0,25 MMSCFD.</p>
<p>Selain mendukung suplai gas skala rumah tangga, PT PGN secara Nasional juga menyuplai kebutuhan gas untuk skala industri hingga transportasi.</p>
<p>Lebih jauh, PT PGN juga melebarkan sayapnya. Pada 26 Juni 2012, didirikan PT PGN LNG Indonesia (PGN LNG), yang merupakan anak perusahaan dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).</p>
<p>Adapun tujuan membangun bisnis LNG, yang terdiri dari LNG Liquifection, penyimpanan dan pengiriman LNG, dan regasifikasi gas alam, untuk mendukung bisnis utama PGN, dalam transportasi dan distribusi gas kepada konsumen.</p>
<p>Sejak Juli 2014, PGN LNG telah mengoperasikan Floating Storage Regastification Unit (FSRU), yang terletak kurang lebih 21 Km lepas pantai dari Labuhan Maringgai, Lampung, dengan kapasitas 1,5-2 MTPA, dengan limit pengiriman hingga 250 MMSCFD.</p>
<p><em><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/31/riwayat-seabad-rumah-kopi-sangrai-saksi-metamorfosis-energi">Riwayat Seabad Rumah Kopi Sangrai Saksi Metamorfosis Energi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>