<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Khoja Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/khoja/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Feb 2026 07:46:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Khoja Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenalkan Kuliner Legendaris Bolu Lapis Khoja Kelas Atas di Kota Semarang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/15/mengenalkan-kuliner-legendaris-bolu-lapis-khoja-di-kota-semarang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 07:44:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Bolu]]></category>
		<category><![CDATA[Khoja]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Memasak]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=544716</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Komunitas Budaya Khoja Semarang (Khojas) menggelar Lomba Memasak Bolu Lapis Khoja, di Kampung Begog Pekojan, Kota Semarang, Sabtu, 14 Februari 2026.  Agenda ini sekaligus mewariskan budaya turun-temurun masyarakat Khoja di Kota Semarang utamanya kepada Gen Z sebagai penerus warisan kuliner khas Khoja. Ketua Khojas M Sholeh Jaelani, mengatakan, Bolu Lapis Khoja merupakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/15/mengenalkan-kuliner-legendaris-bolu-lapis-khoja-di-kota-semarang">Mengenalkan Kuliner Legendaris Bolu Lapis Khoja Kelas Atas di Kota Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> – Komunitas Budaya Khoja Semarang (Khojas) menggelar Lomba Memasak Bolu Lapis Khoja, di Kampung Begog Pekojan, Kota Semarang, Sabtu, 14 Februari 2026.  Agenda ini sekaligus mewariskan budaya turun-temurun masyarakat Khoja di Kota Semarang utamanya kepada Gen Z sebagai penerus warisan kuliner khas Khoja.</p>
<p>Ketua Khojas M Sholeh Jaelani, mengatakan, Bolu Lapis Khoja merupakan salah satu warisan kuliner yang memiliki kelas teratas di kalangan masyarakat Khoja. Akan tetapi orang umum belum menganalnya lebih dekat.</p>
<p>“Makanan ini hanya muncul sebagai sajian pada momentum Lebaran dan pelengkap makanan di kamar pengantin Khoja, jadi belum tentu setiap hari ada. Kami menilainya sebagai sajian eksklusif,” ucapnya.</p>
<p>Lomba ini diikuti 15 peserta yang umumnya piawai dan terbiasa membuat Bolu Lapis Khoja. Keterampilan ini berasal dari warisan keterampilan di lingkungan keluarga.</p>
<p>“Umumnya mendapatkan ketrampilan dari orang tua atau neneknya. Yang membedakan, memiliki bumbu rempah khas masing-masing,” katanya.</p>
<p>Dikatakan Sholeh, Khoja adalah sebutan bagi masyarakat keturunan Gujarat atau India yang tiba di Indonesia sejak abad 17 dan menetap serta berkembang melalui asimilasi dengan warga pribumi. Mereka disebut Khoja karena sebagai pelaku usaha rempah-rempah, dan banyak yang mengajar ilmu agama.</p>
<p><strong>Cita Rasa</strong></p>
<p>Bolu Lapis Khoja memiliki cita rasa yang khas dan beda dengan bolu maupun kue lain. Makanan ini menggunakan bumbu khas Khoja yanag diantaranya rempah kapulaga, ala, kayu manis dan serutan kulit jeruk.</p>
<p>Bahan dasarnya memakai telur ayam berjumlah minimal 15 butir untuk ukuran diameter Loyang 18 cm. Hanya menggunakan beberapa sendok makan terigu, gula, margarin dan minyak samin.</p>
<p>Maka sudah bisa dibayangkan bagaimana citarasanya yang manis, empuk, berlemak dan beraroma rempah khas Khoja. Bolu Lapis Khoja menjadi sajian eksklusif saat perayaan Lebaran idul Fitri. Hampir masyarakat Khoja di Semarang yang cukup berada, menyajikan makanan ini di meja tamunya.</p>
<p>Mereka seolah merasa bangga dan bahagia apabila bisa menjamu tamu dengan sajian Bolu Lapis Khoja. Tamu dari keluarga atau Bani Khoja pasti akan menikmatinya sebagai tamu yang terhormat.</p>
<p>Ketua Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Khoja, Anissa Devi Ika mengaku penyelenggaraan Lomba Bolu Lapis Khoja ini selain untuk memopulerkan ke khalayak umum. Selain itu juga untuk mengangkat para pembuatnya sebagai UMKM yang berkelas.</p>
<p>“Tujuan kami ingin memberdayakan mereka agar lebih professional sehingga memiliki daya saing dengan produsen kuliner yang telah eksis. Semakin banyak masyarakat yang mengenal, maka akan bedampak ekonomi bagi mereka,” ucapnya.</p>
<p>Sementara sesepuh Khoja di Kota Semarang, Ustaz Muhammad Faiq Hafidh sangat mendukung upaya Khojas mempopulerkan kembali melalui lomba kuliner tersebut.</p>
<p>“Ini kompetisi yang belum pernah ada dalam sejarah Khoja di Semarang maupun Indonesia. Saya melihatnya tidak sekadar kompetisi, namun sebagai cara membangun silaturahmi antara pembuat juga wahana mempertemukan konsumen dengan produsen,” katanya.</p>
<p>Dia berharap, melalui lomba ini mereka jadi bisa sharing pengalaman juga belajar mengembangkan kreatifitas masing-masing,” ucapnya yang juga owner Madina Kebab.</p>
<p>Pada akhirnya, juri yang terdiri dari Chef Arie, Lilis dai Disbudpar Kota Semarang, M Faiq Hafidh dan Ketua UMKM Khoja Anissa Devi memilih lima juara. Kelimanya yakni, Nuri  Aska, Nanahe, Maimun, Azizah dana Fatimah Mustafa Heimi.</p>
<p>Hadiah lomba berupa uang pembinaan akan diserahkan pada kegiatan Pasar Kuliner Khas Khoja (Paku Khoja) yang akan digelar Sabtu-Ahad (21-22/2/2026) di depan Masjid Jami Pekojan.</p>
<p>Paku Khoja akan banyak menjajakan makanan Khas Khoja untuk kebutuhan takjil buka puasa. Akan dibuka mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. (*)</p>
<p><strong>Diaz A Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/15/mengenalkan-kuliner-legendaris-bolu-lapis-khoja-di-kota-semarang">Mengenalkan Kuliner Legendaris Bolu Lapis Khoja Kelas Atas di Kota Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiprah Komunitas Khoja India di Semarang, Kenalkan Warisan Budaya Nenek Moyang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/26/kiprah-komunitas-khoja-india-di-semarang-kenalkan-warisan-budaya-nenek-moyang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 09:57:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Khoja]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=498236</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Komunitas Seni dan Budaya Khoja Semarang (Khojas) terbentuk pada 2020, oleh masyarakat keturunan Khoja, Gujarat, India. Melalui sejumlah pentas kebudayaan di tengah ruang publik, mereka ingin mengenalkan budaya leluhur yang juga telah banyak berakulturasi dengan masyarakat lintas etnis di Kota Semarang. Ketua Khojas Semarang, M Soleh MD, mengatakan, masyarakat keturunan Khoja memiliki [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/26/kiprah-komunitas-khoja-india-di-semarang-kenalkan-warisan-budaya-nenek-moyang">Kiprah Komunitas Khoja India di Semarang, Kenalkan Warisan Budaya Nenek Moyang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) –</strong> Komunitas Seni dan Budaya Khoja Semarang (Khojas) terbentuk pada 2020, oleh masyarakat keturunan Khoja, Gujarat, India. Melalui sejumlah pentas kebudayaan di tengah ruang publik, mereka ingin mengenalkan budaya leluhur yang juga telah banyak berakulturasi dengan masyarakat lintas etnis di Kota Semarang.</p>
<p>Ketua Khojas Semarang, M Soleh MD, mengatakan, masyarakat keturunan Khoja memiliki sejarah yang panjang saat masuk ke nusantara. Leluhur mereka diperkirakan datang ke nusantara untuk berdgang dan berdakwah pada sekira abad ke-16 dan 17.</p>
<p>Di Kota Semarang, khususnya, masyarakat Khoja telah berbaur dengan penduduk lokal. Bahkan banyak juga yag menikah lintas etnis, baik dengan orang Jawa, Tionghoa, Arab, dan lainnya. Orang-orang Khoja di Indonesia memiliki beragam profesi, baik pedagang, pengusaha, seniman, jurnalis, pegawai negeri, hingga politisi.</p>
<p>Meskipun berabad-abad telah hidup berdampingan dengan masyarakat nusantara, budaya-budaya leluhur terus eksis diwariskan lintas generasi. Khususnya kuliner khas Khoja yang diterima dengan baik dengan lidah masyarakat di Kota Semarang khususnya. Di antaranya seperti nasi kebuli, kemudian bubur India yang disediakan saat buka puasa di Masjid Jami Pekojan.</p>
<p>“Jadi sekarang sudah melebur ke-sini (masyarakat lokal), ya sudah banyak orang yang tahu. Akan tetapi kalau masakan itu dibuat oleh orang Khoja, rasanya akan berbeda dengan yang lain,” kata dia kepada Suarabaru.id, usai Pentas Budaya bertema &#8216;Khoja Folklore&#8217; dalam Festival Kota Lama Semarang 2025, belum lama ini.</p>
<p>Dalam Khoja Folklore itu, diperkenalkan kepada pengunjung sejumlah kebudayaan masyarakat Khoja. Kebudayaan yang masih eksis turun-temurun telah memberikan pengaruh akulturasi budaya di Kota Lumpia Semarang. Selain baju Kurta, ada kuliner Bubur India, seni terbangan Persatuan Majelis Muslimin (PMM) Khoja Semarang, Pengantin Sunat Khoja, dan Orkes Melayu (OM) Sinar Mutiara Muda Khoja.</p>
<p>Sejumlah budaya tersebut dalam lima tahun terakhir sering ditampilkan masyarakat Khoja dalam menunjukkan identitas mereka.</p>
<p>Orang Khoja juga berbeda dengan orang keturunan Arab di Semarang (Kauman), yang secara stigma masih terbesit dalam benak masyarakat. Salah satu buktinya yakni pada pengucapan bahasa, orang Khoja menggunakan diksi-diksi dalam bahasa Urdu. Berbeda dengan orang Arab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/26/kiprah-komunitas-khoja-india-di-semarang-kenalkan-warisan-budaya-nenek-moyang">Kiprah Komunitas Khoja India di Semarang, Kenalkan Warisan Budaya Nenek Moyang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejumput Gembira bersama Khoja India di Semarang, Warnai Keberagaman Budaya Kota Lumpia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/20/sejumput-gembira-bersama-khoja-india-di-semarang-warnai-keberagaman-budaya-kota-lumpia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 09:58:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Khoja]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=497230</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Komunitas Seni dan Budaya Khoja Semarang (Khojas) terus menggaungkan tradisi leluhur. Memiliki akar keturunan dari wilayah Gujarat, India, tradisi Khoja berakuluturasi dengan budaya lokal. Baik dari kuliner, bahasa, hingga seni. Warisan leluhur itu terus dijaga dan diperkenalkan kepada publik, mengisi keberagaman etnis di Kota Semarang” SEBUTIR sore merekah, melemparkan teduh dari cakrawala. Cahaya kuning keemasan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/20/sejumput-gembira-bersama-khoja-india-di-semarang-warnai-keberagaman-budaya-kota-lumpia">Sejumput Gembira bersama Khoja India di Semarang, Warnai Keberagaman Budaya Kota Lumpia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“Komunitas Seni dan Budaya Khoja Semarang (Khojas) terus menggaungkan tradisi leluhur. Memiliki akar keturunan dari wilayah Gujarat, India, tradisi Khoja berakuluturasi dengan budaya lokal. Baik dari kuliner, bahasa, hingga seni. Warisan leluhur itu terus dijaga dan diperkenalkan kepada publik, mengisi keberagaman etnis di Kota Semarang”</em></p>
<p><strong>SEBUTIR </strong>sore merekah, melemparkan teduh dari cakrawala. Cahaya kuning keemasan dan jingga memadu. Memancar, merambati gedung-gedung tua di Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 12 September 2025. Diserap dinding-dinding putih art deco dari bangunan cagar budaya (BCB) peninggalan era kolonial Belanda itu.</p>
<p>Di jantung Kota Lama, bangunan heritage Gedung Marba tampak menyala dengan warna merah batu bata. Dia menjadi salah satu gedung ikonik selain Gereja Blenduk, dan sering menjadi spot foto pengunjung. Rona Gedung Marba seolah selaras dengan warna-warni busana Kurta khas India yang sedang dikenakan puluhan orang keturunan Khoja di panggung kecil tepat di halaman gedung itu.</p>
<p>Anak-anak hingga dewasa, menebarkan gembira dengan tarian Sammer khas India kepada wisatawan yang datang, baik dalam negeri maupun mancanegara. Pandangan sebagian pengunjung mengarah ke atas panggung yang langsung beratap langit sore. Sebagian wisatawan tak tertahankan untuk ikut bergembira menari ala-ala film Bollywood itu. Apalagi diiringi langsung oleh music tradisional orkes melayu.</p>
<p>Ya, pentas budaya bertema &#8216;Khoja Folklore&#8217; sedang berlangsung menyemarakkan Festival Kota Lama Semarang 2025. Khoja Folklore dibawakan oleh Komunitas Seni dan Budaya Khoja Semarang (Khojas).</p>
<p>Mereka merupakan salah satu etnis masyarakat, yang leluhurnya disebut berasal dari wilayah Gujarat, India.</p>
<p>Ada versi sejarah menyebut mereka telah tinggal di Semarang sejak berabad-abad lalu. Eksistensi peradabannya kini mewarnai Kota Semarang dengan identitas multikultural atau keberagamannya. Pengaruh akulturasi budaya Khoja telah membersamai etnis lain yang tinggal di Kota Pelabuhan itu. Ada Jawa, Arab, Tionghoa, dan lainnya.</p>
<p>Radha Mardhatilla Reisa (18), berdiri di sisi Timur panggung. Menghadap ke Barat searah Gereja Blenduk. Gadis muda Khoja ini mengamati para seniornya dari kalangan orang tua yang mengenakan baju Kurta dan menampilkan tarian Sammer. Dia masih tampak malu-malu untuk ikut tampil.</p>
<p>Akan tetapi Radha merasa bangga, tradisi leluhurnya terus eksis dan secara khusus diterima dan berakulturasi dengan budaya masyarakat Kota Semarang. Sebagai generasi muda Khoja di Semarang, dia senang pada sore itu komunitasnya bisa tampil mengenalkan budaya leluhur, dan diterima masyarakat dengan baik.</p>
<p>&#8220;(Senang) beragam banget budayanya, pokoknya bagus,&#8221; kata dia yang saat ini mengeyam pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang.</p>
<p>Pada Khoja Folklore itu, juga diperkenalkan sejumlah kebudayaan lain yang masih terus eksis turun-temurun dan memberikan pengaruh akulturasi budaya di Kota Lumpia Semarang. Selain baju Kurta, ada kuliner Bubur India, seni terbangan Persatuan Majelis Muslimin (PMM) Khoja Semarang, Pengantin Sunat Khoja, dan Orkes Melayu (OM) Sinar Mutiara Muda Khoja.</p>
<p>&#8220;Harapan saya komunitas ini semakin lanjut terus, jangan sampai putus budaya khasnya (Khoja) gitu. Tetap dilanjutin sampai nanti cucu-cucu sampai pokoknya generasi selanjutnya,&#8221; ucap Radha.</p>
<p>Tradisi sederhana turun-temurun leluhurnya, diakui dia, terus diajarkan oleh orang tua di rumah. Salah satunya kuliner, yakni Kue Bolu khas Khoja. Kue Bolu Khoja, merupakan kuliner khas yang diajarkan turun-temurun khususnya saat perayaan Hari Raya Idul Fitri, bagi umat muslim Khoja.</p>
<p>Ketua Khojas, M Soleh MD, menuturkan, Khoja di Kota Semarang sudah ada sejak beberapa abad lalu. Salah satu bukti fisiknya yakni peninggalan Kampung Pekojan, juga ada Masjid Jami Pekojan. Sama halnya dengan etnis lain, seperti Pecinan untuk Tionghoa, dan Kauman untuk oranng-orag Arab. Akan tetapi, dia mengatakan, Orang Khoja berbeda dengan Arab.</p>
<p>“Orang Khoja berasal dari Gujarat, India. Rata-rata memang orang muslim. Makannya ada juga salah satu tradisi selawatan dengan seni terbangan khas turun-temurun,” katanya.</p>
<p>Dahulu kala versi sejarah, kata Soleh, kedatangan orang Khoja ke Indonesia secara umum untuk berdagang dan berdakwah. Pengaruhnya yang terus bertahan dan diwariskan saat ini di antaranya seperti kuliner Nasi Kebuli, Ketan Srikaya, Bolu Khoja, Pistuban, hingga Bubur India. Uniknya, Bubur India hanya disediakan saat bulan Ramadan di Masjid Jami Pekojan.</p>
<p>“Ternyata sudah banyak yang tahu memang Bubur India (Khoja) ini lama ada di Kota Semarang ada. Masjid Pekojan itu sudah abad ke-18. Berarti perkiraan bubur Khoja itu sudah ada waktu itu juga,” ucapnya.</p>
<p>Saat ini, profesi orang-orang Khoja bermacam-macam. Ada pedagang seperti Soleh, pegawai negeri, jurnalis, politisi, hingga seniman. Sosok seniman berdarah Khoja asal Kota Semarang yang pernah terkenal yakni actor dan penyanyi bernama (almarhum) Ahmad Rafiq. Salah satu putrinya saat ini seorang politisi dan menjadi Bupati Pekalongan, yakni Fadia A Rafiq.</p>
<p>Melalui Khojas, Soleh mengatakan, ingin mengenalkan lebih luas kebudayaan masyarakat Khoja. Selain itu sekaligus mengenalkan kepada masyarakat, di mana Khoja bukanlah orang Arab. Orang Khoja memiliki identitas dan kebudayaannya sendiri. Sejak komunitas Khojas berdiri pada 2020, kata dia, masyarakat makin mengenal Khoja sebagai etnis yang berasal dari India, khususnya wilayah Gujarat.</p>
<p>“Nah, mulai berapa tahun ini (masyarakat) makin mengetahui yang namanya Khoja itu bukan Arab,” kata Soleh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/20/sejumput-gembira-bersama-khoja-india-di-semarang-warnai-keberagaman-budaya-kota-lumpia">Sejumput Gembira bersama Khoja India di Semarang, Warnai Keberagaman Budaya Kota Lumpia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khoja Folklore Warnai Festival Kota Lama Semarang 2025, Potret Akulturasi Budaya Masyarakat Keturunan India di Indonesia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/12/khoja-folklore-warnai-festival-kota-lama-semarang-2025-potret-akulturasi-budaya-masyarakat-keturunan-india-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 06:59:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Akulturasi]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[festival kota lama]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Khoja]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=495672</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Komunitas Seni dan Budaya Khoja Semarang (Khojas) bakal tampil kembali di Festival Kota Lama Semarang, di depan Gedung Marba, Kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Jumat, 12 September 2025, mulai pukul 15.30 WIB. Mengambil tema Khoja Folklore, komunitas masyarakat Indonesia keturunan dari wilayah Gujarat, India atau dikenal dengan Khoja bakal menampilkan warisan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/12/khoja-folklore-warnai-festival-kota-lama-semarang-2025-potret-akulturasi-budaya-masyarakat-keturunan-india-di-indonesia">Khoja Folklore Warnai Festival Kota Lama Semarang 2025, Potret Akulturasi Budaya Masyarakat Keturunan India di Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Komunitas Seni dan Budaya Khoja Semarang (Khojas) bakal tampil kembali di Festival Kota Lama Semarang, di depan Gedung Marba, Kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Jumat, 12 September 2025, mulai pukul 15.30 WIB.</p>
<p>Mengambil tema Khoja Folklore, komunitas masyarakat Indonesia keturunan dari wilayah Gujarat, India atau dikenal dengan Khoja bakal menampilkan warisan budaya leluhur. Sejumlah kesenian, hingga kuliner, telah berakulturasi dengan masyarakat lokal.</p>
<p>Khojas akan menampilkan Festival Kurta-kurti, Bubur India Khoja, Seni Terbangan Persatuan Majelis Muslimin (PMM), Pengantin Sunat Khoja, hingga Orkestra Melayu (OM) Sinar Mutiara Muda.</p>
<p>Komunitas itu juga bakal memberikan hadiah bagi pengunjung dengan penampilan busana India terunik, dan terbaik.</p>
<p>Sebagai informasi, eksistensi masyarakat Khoja di Semarang terus diangkat dalam penampilan seni budaya dalam sejumlah event-event lokal melalui komunitas tersebut.</p>
<p>Hal tersebut, turut menunjukkan identitas multikultural atau keberagaman masyarakat di Kota Semarang sejak tempo dahulu. Ada keturunan masyarakat Khoja, Tionghoa, Jawa, hingga Arab, yang telah saling mengisi kebersamaan dan toleransi hingga saat ini.</p>
<p>Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan, Festival Kota Lama 2025 digelar mulai 6-14 September 2025. Di mana telah berjalan ke-14 kalinya. Dalam agenda itu, akan dimeriahkan banyak pertunjukan yang menunjukkan identitas Kota Semarang sebagai masyarakat multikultural sejak dahulu.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan bisa menjadi energi positif yang mengalir. Merajut perbedaan dan menampakkannya dalam keindahan Festival Kota Lama,&#8221; katanya, saat seremonial pembukaan Semarang 2025 bertema &#8216;Color of Unity&#8217; di Laroka Teater, Jalan Cendrawasih, Kawasan Kota Lama Semarang, Senin, 8 September 2025 malam.</p>
<p>Festival Kota Lama, kata dia, menjadi salah satu upaya menjaga identitas budaya multikultural dengan melibatkan banyak masyarakat dan komunitas-komunitas lokal, serta internasional. Dengan begitu, pariwisata di Kota Semarang juga diharapkan bisa tumbuh selaras dengan identitas wilayah. (*)</p>
<p style="text-align: left;"><em><strong>Diaz A Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/12/khoja-folklore-warnai-festival-kota-lama-semarang-2025-potret-akulturasi-budaya-masyarakat-keturunan-india-di-indonesia">Khoja Folklore Warnai Festival Kota Lama Semarang 2025, Potret Akulturasi Budaya Masyarakat Keturunan India di Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>