<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dukun Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/dukun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Feb 2021 00:49:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Dukun Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polres Tegal Kota Ringkus Dukun Palsu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/19/polres-tegal-kota-ringkus-dukun-palsu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2021 00:19:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=149881</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Satreskrim Polres Tegal Kota, telah menangkap Nawa Rikie (35) warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang mengaku sebagai dukun dan bisa menarik perhiasan emas secara gaib. Pelaku sebelumnya dilaporkan korban, M (25), setelah merasa tertipu dan mengalami kerugian hingga mencapai Rp 43 juta. Pelaku kini mendekam di Mapolres Tegal Kota dan dijerat pasal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/19/polres-tegal-kota-ringkus-dukun-palsu">Polres Tegal Kota Ringkus Dukun Palsu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Satreskrim Polres Tegal Kota, telah menangkap Nawa Rikie (35) warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang mengaku sebagai dukun dan bisa menarik perhiasan emas secara gaib.</p>
<p>Pelaku sebelumnya dilaporkan korban, M (25), setelah merasa tertipu dan mengalami kerugian hingga mencapai Rp 43 juta. Pelaku kini mendekam di Mapolres Tegal Kota dan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong><br />
<a href="https://suarabaru.id/2021/02/19/lapas-tegalandong-slawi-dirazia-hasilnya-mengejutkan/"><strong>&#8211; Lapas Tegalandong Slawi Dirazia, Hasilnya Mengejutkan</strong></a><br />
<a href="https://suarabaru.id/2021/02/19/kejari-tegal-usut-dugaan-korupsi-dana-covid-19/"><strong>&#8211; Kejari Tegal Usut Dugaan Korupsi Dana Covid-19</strong></a><br />
<a href="https://suarabaru.id/2021/02/19/ratusan-warga-tegalsari-kota-tegal-berebut-air-bersih/"><strong>&#8211; Ratusan Warga Tegalsari Kota Tegal Berebut Air Bersih</strong></a></p>
<p>Kasatreskrim, AKP Syuaib Abdullah mengungkapkan, korban sebelumnya merasa tertipu karena sudah beberapa kali memberikan uang namun emas yang dijanjikan tak kunjung diberikan. “Karena yang dijanjikan tidak pernah terwujud, merasa tertipu dan dirugikan, korban akhirnya melapor ke polisi,” ungkap AKP Syuaib di Mapolres Tegal Kota, Rabu (18/2/2021).</p>
<p>Kejadian bermula, saat korban yang bekerja di salah satu bank dikenalkan oleh temannya dengan pelaku pada Juni 2020 lalu. Awalnya pelaku berjanji akan turut mencari nasabah. Setelah korban ke rumah pelaku, pelaku mengaku sebagai dukun yang mengetahui hal-hal mistis. Bahkan pelaku awalnya menyebut jika korban sedang diikuti oleh mahluk gaib seperti tuyul saat datang ke rumahnya.</p>
<p>Pelaku kemudian menyatakan akan membantu menjauhkan tuyul itu. Selanjutnya pelaku meminta uang untuk membeli peralatan ritual. Korban pun percaya hingga merasa sudah tidak ada mahluk gaib yang mengikutinya. Karena terperdaya, komunikasi berlanjut hingga pelaku menawarkan untuk menarik harta karun berupa emas secara gaib. Korban pun secara bertahap memberikan sejumlah uang hingga mencapai Rp 43.520.000.</p>
<p>“Kejadiannya berlangsung sejak Juni 2020 hingga Desember 2020,” ungkapnya.</p>
<p><strong>Nino Moebi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/19/polres-tegal-kota-ringkus-dukun-palsu">Polres Tegal Kota Ringkus Dukun Palsu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agar Ilmu Manjur dan Berkah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/29/agar-ilmu-manjur-dan-berkah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2021 11:28:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisikan]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[santet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=143438</guid>

					<description><![CDATA[<p>DALAM perjalanan ke luar kota, saat di rumah makan mendengar tiga orang asyik membahas kesaktian ustad muda di desanya. Sekilas isi  perbincangan itu tentang ustad yang dapat berjalan di atas air. Karena ceritanya menarik, saya izin gabung.  Setelah menyimak  apa yang mereka bicarakan, saya lalu minta alamat ustad itu. Berbekal alamat yang diberikan, saya melacaknya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/29/agar-ilmu-manjur-dan-berkah">Agar Ilmu Manjur dan Berkah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-140441" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>DALAM </strong>perjalanan ke luar kota, saat di rumah makan mendengar tiga orang asyik membahas kesaktian ustad muda di desanya. Sekilas isi  perbincangan itu tentang ustad yang dapat berjalan di atas air.</p>
<p>Karena ceritanya menarik, saya izin gabung.  Setelah menyimak  apa yang mereka bicarakan, saya lalu minta alamat ustad itu. Berbekal alamat yang diberikan, saya melacaknya dengan bantuan ojek.</p>
<p>Akhirnya saya bertemu sosok ustad muda itu. Setelah memperkenalkan diri, saya bertanya info dari warga tentang berjalan di atas air. Tuan rumah tersenyum dan  mengatakan yang dibicarakan warga itu benar, namun sudah dibumbui hingga beritanya lebih besar dari yang dialaminya.</p>
<p>Perbincangan kami lebih cair ketika tuan rumah itu saya beri tahu salah satu narasumber di buku saya adalah seniornya waktu di pesantren, hingga dia yang semula hemat komentar, setelah itu lebih terbuka soal banyak hal, termasuk berlari di atas air yang dialaminya.</p>
<p>Dia membenarkan hal itu terjadi, namun itu bukan faktor ilmu kesaktian, melainkan maunah atau pertolongan langsung dari Allah. Saat saya tanya apakah ada amalan tertentu? Dijawab, “Sejak nyantri usia 17 tahun, amalan yang istikamah itu salawat dan istighfar.”</p>
<p>Dia mengisahkan, kejadian yang menjadi buah bibir warga itu berawal saat dia ceramah. Karena isinya dianggap menyinggung profesi tertentu, selesai ceramah dia dilempari batu oleh sekumpulan para blandong (penjarah hutan jati).</p>
<p>Pada kegelapan malam dia berlari untuk menyelamatkan diri.  Saat posisi  terdesak,  samar-samat dia melihat ada jalan mulus warna putih. Dia lalu berlari dan berhasil menyeberang menjauh dari masa yang mengejarnya.</p>
<p>Sampai ujung “jalan putih”, dia menolah ke belakang. Ternyata yang semula dianggap  jalan itu tidak ada. Dia baru sadar  yang dia pijak tadi itu sungai. Yang dia tidak habis pikir, dalam waktu singkat dia sudah berada di seberang sungai.</p>
<p>Ketika saya tanya apakah dia memiliki amalan khusus selain salawat? Dia menjawab, “Istighfar!”  Amalan lain yang berkaitan dengan tarekatnya, semata-mata untuk ibadah, sedangkan amalan yang diprogram untuk kesaktian atau kekeramatan, apalagi  ilmu ringan tubuh hingga mampu berjalan diatas air, tak pernah dipelajarinya.</p>
<figure id="attachment_143441" aria-describedby="caption-attachment-143441" style="width: 614px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-143441 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/wali-1.jpg" alt="" width="614" height="347" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/wali-1.jpg 614w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/wali-1-400x226.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/wali-1-150x85.jpg 150w" sizes="(max-width: 614px) 100vw, 614px" /><figcaption id="caption-attachment-143441" class="wp-caption-text">Ilustrasi. Foto: Ist</figcaption></figure>
<p><strong>Hikmah Salawat</strong></p>
<p>Menurut para ahli hikmah, selain nilai ibadahnya, Salawat termasuk  efektif diamalkan oleh orang yang hidup pada zaman serba sibuk ini.  Bahkan oleh sesepuh, saya pernah dimotivasi dengan bahasa khasnya yang nyentrik.</p>
<p>Yaitu, “Jika setiap saat bibir dan hatimu selalu berzikir <em>shallallah ‘alaa Muhammad</em> (saja), sedikitnya selama satu tahun, jika hidupmu tidak sukses dan bahagia, ludahi mukaku, dan caci-maki aku!”</p>
<p>Yang berkaitan dengan istighfar, Nabi SAW bersabda :“Barangsiapa senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.”<em>(HR. Abu­ Daud &amp; Ibnu Majah).</em></p>
<p>Berapa banyak istighfar diamalkan dalam satu hari? Kata para Guru, lazimnya 100 kali, jika sedang ada masalah yang harus diselesaikan yang berkaitan dengan rezeki atau masalah rumit, tirulah Ibnu Taimiyah yang beristighfar 1.000 kali.</p>
<p>Pada zaman manusia serba sibuk, konsep olah batin versi “singkat, padat, berisi” itu layak dijadikan pilihan. Sedangkan konsep yang berat dan panjang, seperti hizib, biarlah itu bagian orang-orang khusus yang memang disitu dunianya.</p>
<p>Warga Gunung</p>
<p>Konsep “mengundang” atau menghimpun energi supranatural itu bukan hanya milik kelompok tertentu. Manusia dari berbagai tingkat spiritualnya punya hak yang sama bermohon kepada-Nya.</p>
<p>Tahun 70-an ada kejadian yang saya lihat langsung. Saat itu awal  masa “alih teknologi” transportasi desa dari andong ke mobil. Sebagian warga dari wilayah pegunungan yang biasa melintas desa saya itu belum  paham prosedur turun dari mobil umum.</p>
<p>Mereka main loncat tanpa memberitahu kernet saat mobil masih melaju kencang. Akibatnya, diantara mereka banyak yang cidera. Namun, dari sekian yang asal loncat itu ada seorang yang membuat orang kagum.</p>
<p>Dia bukan hanya “terjun bebas” namun sarungnya nyantol pada engsel pintu mobil hingga dia terseret lebih sekitar 200 meter. Ketika warga di pasar dan di pinggiran jalan berteriak-teriak, mobil baru berhenti.</p>
<p>Saat itu kondisi jalan raya belum beraspal dan hanya tanah diuruk pecahan batu kali. Penumpang itu lalu diajak  ke Puskesmas desa. Anehnya, walau diseret mobil dia tidak mengalami luka, padahal baju dan sarungnya rusak dan itu membuat  Pak Mantri Sarijan menggeleng-gelengkan kepala.</p>
<p><strong>Konsep Cekak Aos</strong></p>
<p>Sepuluh tahun kemudian, saya melacak kediaman bapak itu. Saat saya tanya punya ilmu kebal? dia menjawab, tidak. Satu-satunya amalan yang dijadikan pegangan itu  ilmu warisan leluhurnya. Konsepnya sederhana. Setiap akan bepergian, dia kontrol nafas. Yaitu, dari dua lobang hidung itu bagian mana yang lebih longgar.</p>
<p>Jika lobang hidung kiri yang lebih longgar, saat keluar rumah,  dia mendahulukan kaki kiri. Dan pada langkah yang ketuju, berhenti sesaat dan berdoa mohon selamat dan dimudahkan semua urusan.</p>
<p>Kesimpulannya, “keampuhan” dan keberkahan suatu ilmu itu, bukan  dari beratnya tirakat,  panjangnya mantra atau amalan, dan bukan pula  besarnya mahar, melainkan sejauh mana sikapnya menjaga familiar dengan ilmunya.</p>
<p>Karena itu, suatu kalimat yang cekak aos (padat – berisi) pun bisa mengundang keajaiban dibanding amalan yang panjang bacaannya, berat syarat dan maharnya, kalau diamalkan sambil lalu, tetap saja menang yang diasah rutin.</p>
<p>Al Istaqamah khairun min alfi karamah (Istiamakah itu lebih baik dari seribu karamah).</p>
<p><em>Masruri, praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan, Cluwak, Pati</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/29/agar-ilmu-manjur-dan-berkah">Agar Ilmu Manjur dan Berkah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pawang Beras</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/01/pawang-beras</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2021 12:23:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun]]></category>
		<category><![CDATA[klenik]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[pawang beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=136648</guid>

					<description><![CDATA[<p>WARGA desa saya aslinya buruh tani. Belakangan menjadi dukun dengan spesialisasi unik, yaitu “pawang beras”. Di pedesaan, profesi ini sering dimanfaatkan warga yang sedang punya kerja seperti pernikahan, sunatan, dll. Dalam sebuah perhelatan yang ditunggui pawang beras, yang punya rumah lebih tenang dan sekaligus “untung”, karena tamu yang datang, nafsu makannya terkendali. Istilah mereka, tamu-tamu itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/01/pawang-beras">Pawang Beras</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-136651" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>WARGA</strong> desa saya aslinya buruh tani. Belakangan menjadi dukun dengan spesialisasi unik, yaitu “pawang beras”. Di pedesaan, profesi ini sering dimanfaatkan warga yang sedang punya kerja seperti pernikahan, sunatan, dll.</p>
<p>Dalam sebuah perhelatan yang ditunggui pawang beras, yang punya rumah lebih tenang dan sekaligus “untung”, karena tamu yang datang, nafsu makannya terkendali. Istilah mereka, tamu-tamu itu didekatkan dengan air dan dijauhkan dari beras, sehingga para tamu lebih selera untuk minum.</p>
<p>Kesannya, mereka yang punya kerja itu hanya mau menerima sumbangan namun ogah memberi. Tapi, benarkah demikian? Saat saya tanya kepada tetangga yang pernah memanfaatkan jasa “pawang beras” dalihnya bukan soal untung &#8211; rugi, melainkan biar cukup.</p>
<p>Sekilas, cara ini hanya mengejar sisi komersialnya saja. Tuan rumah lebih “mengejar target” sumbangan dari warga atau tamu, atau minimal bisa balik modal dari perhelatan yang mereka lakukan itu.</p>
<p>Salah satu pawang yang saya temui mengatakan, orang punya kerja yang  menggunakan “pawang beras” itu lebih disebabkan kebiasaan para tamu  itu <em>ngeceh-ngeceh</em> atau memubazirkan  makanan, terutama suguhan  nasi. Atau jika mereka itu makan, paling hanya beberapa sendok.</p>
<p>Selebihnya, sisa makanan itu mubazir. Nah, kebiasaan memubazirkan nasi itu karena di desa acara pernikahan itu sering pada hari dan bulan-bulan tertentu yang dianggap baik, sehingga dalam satu hari, warga bisa mendatangi beberapa undangan, baik itu tetangga satu desa, maupun dari tetangga desa.</p>
<p>Dengan kata lain, memanfaatkan jasa pawang beras itu tujuannya bukan sekedar mengejar keuntungan materi saja. Melainkan agar tidak memubazirkan suguhan. Apalagi, dalam tradisi Jawa, nasi dianggap benda yang layak disakralkan, bahkan sejak usia kanak-kanak, orangtua sudah menanamkan keyakinan bahwa nasi yang tidak dimakan, atau disia-siakan itu juga menangis.</p>
<figure id="attachment_136650" aria-describedby="caption-attachment-136650" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-136650" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/desaku-1.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/desaku-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/desaku-1-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/desaku-1-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-136650" class="wp-caption-text">Sughan dalam perhelatan di desa-desa di Jawa. Foto: Ilustrasi</figcaption></figure>
<p><strong>Cukup dan Berkah</strong></p>
<p>Ada juga dukun yang berusaha agar beras yang sedikit tu bisa mencukupi kebutuhan tamu yang banyak. Maka, walaupun tamu berdatangan dan berasnya sedikit, insya Allah tidak habis-habis, bahkan sampai acara berakhir pun, cukup atau bahkan lebih.</p>
<p>Bahkan kalangan santri (ahli hikmah) juga mengenal konsep serupa dengan cara yang berbeda. Jika cara tradisional dengan mantra, para ahli hikmah membuat sarana itu melalui sejumput beras dan berbagai bumbu dapur lalu dibacakan ayat-ayat tertentu, kemudian dicampurkan pada beras dan bumbu yang nanti untuk suguhan para tamu.</p>
<p>Tujuannya semata-mata untuk keberkahan dari suguhan yang dihidangkan tuan rumah kepada para tamu, itu agar lebih berkah, yaitu sedikitnya mencukupi, banyaknya tidak mubazir atau berlebih-lebihan. Kalau cara yang demikian ini kita bisa sepakat.</p>
<p>Biasanya ilmu pawang beras itu satu paket dengan ilmu pawang hujan.  Kenapa? Prinsipnya tuan rumah itu semestinya memosisikan tamu sebagai raja. Apalagi tamu itu datang karena diundang pada acara yang spesial, maka sudah selayaknya mereka dijamu dengan suguhan yang spesial juga.</p>
<p>Karena itu, jangan ada upaya untuk “menahan”, karena saat kita memuliakan tamu, berarti kita juga membuka pintu rezeki sendiri. Dan agama pun  memerintahkan kita untuk memuliakan tamu, apalagi tamu itu kita undang secara khusus, pada momen yang khusus pula.</p>
<p>Aktivitas memawangi itu masuk dalam kategori bakhil atau pelit jika tujuannya untuk mengendalikan selera para tamu, dan lebih fokus mengharap sumbangan. Jika niatnya yang seperti itu, maka dukun atau pawang, juga tuan rumah pun ikut berdosa, karena dia bersekongkol  untuk berhutang kepada alam.</p>
<p><strong>Alamiah</strong></p>
<p>Banyak warga merasa -dan belum pasti benar- terpengaruh pawang beras, karena saat datang pada undangan pernikahan atau sunatan itu, mereka mengaku lebih selera minum, sedangkan nafsu makannya menurun.</p>
<p>Bahkan, saat mereka sudah duduk dan didepannya tersedia berbagai suguhan, mereka mengaku sudah merasa kenyang, atau lebih tepat disebut malas atau ogah-ogahan menikmati suguhan itu.</p>
<p>Beberapa orang mengaku punya pengalaman ganjil karena nafsu makannya menurun, bahkan diantara mereka menduga terpengaruh energi ilmu pawang beras. Fenomena itu menjadikan “pawang beras” dan tuan rumah sebagai  tertuduh.</p>
<p>Kita tidak tahu pasti, apakah itu karena sesuatu yang alamiah atau faktor metafisis. Karena kejadian itu sering terjadi saat seseorang berada pada lokasi yang disitu banyak hidangan.  Nafsu makan hilang atau menurun ketika  melihat berbagai jenis suguhan.</p>
<p>Padahal, fenomena ini bisa jadi karena mata mereka “lelah” akibat melihat berbagai hidangan dan itu menyebabkan selera mereka juga ikut lelah atau dalam istilah Jawa disebut <em>mblenger</em>.</p>
<p>Sebenarnya, tidak pakai cara magis pun, tuan rumah itu lebih banyak “untung”-nya  jika dia termasuk pribadi, ramah dan  supel dalam pergaulan, apalagi jika dia dikenal suka berbagi. Karena bukan hanya manusia yang menyenanginya, Tuhan pun senang dan akan selalu mencukupi keperluannya.</p>
<p>Jika hajatan niatnnya untuk mencari untung, suatu saat akan<em> keweleh</em> atau ditegur oleh alam. Bukankah hajatan itu mestinya niat utamanya mohon doa restu dan memuliakan tamu yang diundang?</p>
<p>Namun demikian, ilmu “pawang beras” ini tetap ada sisi baiknya terutama jika diterapkan secara benar dengan niat yang benar pula. Termasuk  jika diterapkan bagi mereka yang sedang diet atau oleh medis disarankan membatasi mengonsumsi nasi, karena diabet atau yang sedang diet.</p>
<p><em>Masruri konsultan dan praktisi metafisika tinggal di Sirahan, Cluwak, Pati</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/01/pawang-beras">Pawang Beras</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>