<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>destinasi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/destinasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 May 2025 11:53:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>destinasi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>UKSW International Day 2025, Mengenal Lebih Dekat Budaya Negara Manca</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/31/uksw-international-day-2025-mengenal-lebih-dekat-budaya-negara-manca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 11:53:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Atmosfer]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Interdisiplin]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Student Center]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[UKSW International Day 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Kristen Satya Wacana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=476983</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU.ID)&#8211; Student Center Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, berubah menjadi sebuah panggung budaya dunia, dalam pameran budaya bertajuk &#8216;Destinasi Pariwisata (Despar) UKSW International Day 2025&#8217;. Kegiatan ini diselenggarakan Program Studi Destinasi Pariwisata, Fakultas Interdisiplin (FId), Rabu (28/5/2025). Dalam event ini, pengunjung seolah diajak untuk merasakan pengalaman berkeliling dunia. Jajaran booth dari enam negara, Korea, Cina, Kosta [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/31/uksw-international-day-2025-mengenal-lebih-dekat-budaya-negara-manca">UKSW International Day 2025, Mengenal Lebih Dekat Budaya Negara Manca</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Student Center Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, berubah menjadi sebuah panggung budaya dunia, dalam pameran budaya bertajuk &#8216;Destinasi Pariwisata (Despar) UKSW International Day 2025&#8217;.</p>
<p>Kegiatan ini diselenggarakan Program Studi Destinasi Pariwisata, Fakultas Interdisiplin (FId), Rabu (28/5/2025). Dalam event ini, pengunjung seolah diajak untuk merasakan pengalaman berkeliling dunia.</p>
<p>Jajaran booth dari enam negara, Korea, Cina, Kosta Rika, Inggris, Jepang, hingga Prancis, dilengkapi dengan dekorasi tematik dan hiasan khas unik, berhasil menyulap area Student Center UKSW, menjadi tempat penuh atmosfer akan kekayaan budaya global.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/31/tiang-listrik-dan-pohon-tumbang-melintang-jalan-wonogiri-pacitan-macet">Tiang Listrik dan Pohon Tumbang Melintang Jalan, Wonogiri-Pacitan Macet</a></strong></p>
<p>Keenam booth negara itu, menampilkan kekhasan budayanya masing-masing, mulai dari makanan khas, pakaian dan permainan tradisional, pertunjukan seni, hingga berbagai aktivitas interaktif lainnya. Acara semakin istimewa, dengan menghadirkan volunteer asli dari keenam negara itu, untuk memperkenalkan budaya mereka.</p>
<p>Berlangsung sejak pagi hingga sore, para pengunjung baik dari sivitas akademika UKSW, sejumlah siswa SMA dan SMK di Salatiga dan sekitarnya, antusias memadati area.</p>
<p>Ketua Prodi Despar, Rini Kartika Hudiono SPd MA dalam keterangannya menjelaskan, kegiatan ini merupakan perwujudan untuk mengekspresikan kreativitas mahasiswa, melalui pertunjukan seni dan booth budaya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/31/kecelakaan-truk-vs-sepeda-motor-di-grobogan-sabtu-dinihari-pengendara-meninggal-dunia">Kecelakaan Truk vs Sepeda Motor di Grobogan Sabtu Dinihari, Pengendara Meninggal Dunia</a></strong></p>
<p>&#8221;Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan warna internasionalisasi, yang selaras dengan tagline Despar, &#8216;Goes to Global&#8217;. Sedangkan tujuan dari acara ini, untuk memberikan eksposur tentang dunia global dan internasional, kepada mahasiswa,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Karena kali ini melibatkan enam negara, yang menghadirkan momen inspiratif, sekaligus menyatukan berbagai ekspresi budaya dari berbagai belahan dunia, dalam suasana inklusif, meriah, dan edukatif.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Dekan FId, Priyo Hari Adi PhD menambahkan, pihaknya merasa bangga dengan kegiatan internasional ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/31/pembukaan-forkab-kormi-kabupaten-jepara-2025-meriah">Pembukaan FORKAB KORMI Kabupaten Jepara 2025, Ali Hidayat: Jepara Berada Diperingkat 3 Jawa Tengah</a></strong></p>
<p>&#8221;Event ini bisa menjadi jembatan untuk menjalin hubungan dengan berbagai negara,&#8221; jelas Priyo Hari Adi, yang juga merupakan Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW.</p>
<p>Disampaikan juga, kegiatan ini mewadahi mahasiswa bahkan masyarakat umum, untuk mengenal lebih dekat dengan budaya luar negeri, sekaligus membangun jalinan kerja sama lintas negara.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang volunteer, Yuyun dari Korea Selatan, mengaku senang dan bahagia, karena diberikan kesempatan untuk memperkenalkan budayanya kepada para pengunjung.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/31/dari-liga-petani-menyeruak-ke-elite-eropa">Dari “Liga Petani” Menyeruak ke Elite Eropa</a></strong></p>
<p>&#8221;Saya semangat sekali, bisa memperkenalkan budaya Korea kepada mahasiswa dan para siswa yang mengunjungi acara ini. Terima kasih kepada Indonesia, khususnya UKSW, karena sangat menghargai dan membuka diri terhadap budaya lain,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Rasa senang juga disampaikan salah satu pengunjung, Adelia Sofi Dasina, siswa dari SMK Saraswati Salatiga. &#8221;Melalui acara ini, saya diperkenalkan dengan berbagai budaya hingga makanan khas dari beberapa negara. Seperti diajak keliling dunia,&#8221; bebernya.</p>
<p>International Day ini menandaskan komitmen UKSW, untuk berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yakni pendidikan berkualitas, dan ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/31/uksw-international-day-2025-mengenal-lebih-dekat-budaya-negara-manca">UKSW International Day 2025, Mengenal Lebih Dekat Budaya Negara Manca</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Wisata di Jateng Diprediksi Paling Berpotensi Rawan Macet, Semarang Termasuk?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/23/4-wisata-di-jateng-diprediksi-paling-berpotensi-rawan-macet-semarang-termasuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 12:59:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[guci]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=453526</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan pada libur Nataru tahun ini akan ada sekitar 9,5 juta pergerakan orang keluar-masuk Jawa Tengah. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, mengatakan, angka itu untuk masyarakat yang bertujuan mudik, ibadah Natal, maupun liburan ke destinasi wisata. &#8220;Jawa Tengah sudah siap melayani masyarakat dengan baik selama libur Nataru. Komitmen [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/23/4-wisata-di-jateng-diprediksi-paling-berpotensi-rawan-macet-semarang-termasuk">4 Wisata di Jateng Diprediksi Paling Berpotensi Rawan Macet, Semarang Termasuk?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan pada libur Nataru tahun ini akan ada sekitar 9,5 juta pergerakan orang keluar-masuk Jawa Tengah.</p>
<p dir="ltr">Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, mengatakan, angka itu untuk masyarakat yang bertujuan mudik, ibadah Natal, maupun liburan ke destinasi wisata.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jawa Tengah sudah siap melayani masyarakat dengan baik selama libur Nataru. Komitmen tersebut juga bersinergi lintas instansi dan tokoh masyarakat,&#8221; kata dia saat membuka Posko Terpadu Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, di Kota Semarang pada Senin, 23 Desember 2024.</p>
<p dir="ltr">Nana melanjutkan, ada sejumlah wilayah yang perlu perhatian pada momen tersebut, di antaramya Guci (Kabupaten Tegal), Kawasan Dataran Tinggi Dieng (Wonosobo/Banjarnegara) Tawangmangu (Karangnyar), Candi Borobudur (Magelang).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Juga Pantai Menganti (Kebumen) yang memang banyak dikunjungi masyarakat,&#8221; kata dia.</p>
<p dir="ltr">Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng,  Henggar Budi Anggoro mengatakan,  masalah yang banyak terjadi selama libur Nataru adalah terkait transportasi.</p>
<p dir="ltr">Terutama di tempat wisata atau menuju kawasan wisata. Mengenai hal ini koordinasi terus dilakukan dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kemacetan rata-rata terjadi di Dieng, Guci, Bandungan, Tawangmangu. Kita sudah koordinasikan dengan Polda,&#8221; ujar Henggar yang juga merupakan Ketua Harian Posko Terpadu Pemprov Jateng ini.</p>
<p dir="ltr">Untuk laporan situasi kondisi libur Nataru,  akan di-<i>update</i> di media sosial dalam interval 15-30 menit. Penambahan titik CCTV juga dilakukan agar memudahkan pemantauan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Posko Nataru</strong></p>
<p dir="ltr">Nana Sudjana menerangkan Posko Terpadu Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) dibuka mulai 22 Desember 2024 sampai 4 Januari 2025.</p>
<p dir="ltr">Untuk mengoptimalkan posko tersebut, Pemprov Jateng menyiagakan sebanyak 40 posko pemantauan yang tersebar di sejumlah titik.</p>
<p dir="ltr">Posko tersebut akan memberikan laporan terkait situasi kondisi di sejumlah lokasi, termasuk tempat ibadah dan destinasi wisata.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita ada 40 posko yang tersebar di 23 terminal tipe B dan 16 terminal tipe A. Kami memantau melalui CCTV yang dipasang di sejumlah titik, untuk mengetahui perkembangan situasi selama Natal dan Tahun Baru,&#8221; kata Nana.</p>
<p dir="ltr">Selama libur Nataru, kata Nana, hal yang perlu diantisipasi adalah cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah daerah.</p>
<p dir="ltr">Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan mitigasi bencana maupun teknologi modifikasi cuaca (TMC).</p>
<p dir="ltr"><strong>Diaz Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/23/4-wisata-di-jateng-diprediksi-paling-berpotensi-rawan-macet-semarang-termasuk">4 Wisata di Jateng Diprediksi Paling Berpotensi Rawan Macet, Semarang Termasuk?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Sejarah Perkembangan Kereta Api dan Bangunan Lawang Sewu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/11/ini-sejarah-perkembangan-kereta-api-dan-bangunan-lawang-sewu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2022 07:50:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[lawang sewu]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=284141</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Warisan peninggalan sejarah, budaya dan seni telah lama memberikan kontribusi sebagai daya tarik tujuan wisata, khususnya di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika. Saat ini sumber daya warisan peninggalan sejarah adalah motivator yang sangat penting bagi dunia pariwisata dan telah mampu menciptakan trend, dimana berbagai obyek warisan peninggalan sejarah dijadikan sebagai produk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/11/ini-sejarah-perkembangan-kereta-api-dan-bangunan-lawang-sewu">Ini Sejarah Perkembangan Kereta Api dan Bangunan Lawang Sewu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Warisan peninggalan sejarah, budaya dan seni telah lama memberikan kontribusi sebagai daya tarik tujuan wisata, khususnya di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika.</p>
<p>Saat ini sumber daya warisan peninggalan sejarah adalah motivator yang sangat penting bagi dunia pariwisata dan telah mampu menciptakan trend, dimana berbagai obyek warisan peninggalan sejarah dijadikan sebagai produk destinasi kunjungan pariwisata.</p>
<p>Menurut Humas KAI Wisata, M Ilud Siregar, sejarah perkembangan kereta api di Indonesia dimulai pada masa pemerintahan Kolonial Belanda yang diawali sekitar tahun 1864, dengan dibangunnya jalur rel kereta api dari Samarang sampai Tanggung di Jawa Tengah.</p>
<p>Selanjutnya perkembangan kereta api begitu pesat dengan dibangunnya berbagai jalur dan jaringan kereta api yang menghubungkan sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi.</p>
<p>Seiring dengan sejarah pergantian zaman dari pemerintahan kolonial Belanda, masa kependudukan Jepang, masa kemerdekaan sampai sekarang, perjalanan panjang perkeretapian di Indonesia telah mengalami berbagai proses suka dan duka, dan meninggalkan berbagai aset baik berupa benda, catatan yang bermuatan nilai sejarah sosial budaya, maupun teknologi, serta peninggalan kawasan aktivitas perkeretapian, bangunan yang memiliki nilai arsitektur yang sangat luar biasa bahkan diantaranya telah berusia diatas 100 tahun.</p>
<p>Wisata berbasis warisan peninggalan sejarah merupakan salah satu industri pariwisata yang berkembang dengan pesat. Dimana adanya kenaikan volume wisatawan yang mencari petualangan budaya, sejarah, arkeologi dan interaksi dengan masyarakat.</p>
<p>Berdasarkan hal itu, warisan peninggalan sejarah perkeretapian di Indonesia sangatlah berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu obyek tujuan wisata di Tanah Air.</p>
<figure id="attachment_284144" aria-describedby="caption-attachment-284144" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-284144" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221011-WA0013-400x180.jpg" alt="" width="400" height="180" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221011-WA0013-400x180.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221011-WA0013-150x67.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221011-WA0013.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-284144" class="wp-caption-text">Wisata Lawang Sewu Kota Semarang. Foto: Dok/KAI Wisata</figcaption></figure>
<p>Sumber daya warisan peninggalan sejarah tersebut diharapkan mampu menumbuhkan berbagai kepentingan dan pemanfaatan diantaranya,</p>
<p>1. Membantu melestarikan warisan sejarah dan merupakan upaya penghargaan terhadap masa lalu yang dilestarikan untuk kepentingan generasi mendatang, guna memenuhi dan pemanfaatan masa kini</p>
<p>2. Memiliki dampak yang positif untuk memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi, bisa menciptakan lapangan kerja dan menciptakan penghasilan masyarakat yang pasti dan berkesinambungan, serta bisa meningkatkan pendapatan asli daerah dan pendapatan pajak dan pendapatan lain-lain</p>
<p>3. Menetapkan dan memperkuat identitas meningkatkan kualitas hidup dan membangun kebanggaan masyarakat</p>
<p>4. Memfasilitasi harmoni antar masyarakat</p>
<p>5. Mendukung dan membantu berbagai pengembangan diantaranya di dunia pendidikan</p>
<p>&#8220;Salah satu upaya agar sumber daya warisan peninggalan sejarah perkeretapian di Indonesia dapat dikembangkan menjadi salah satu kawasan destinasi wisata, kami telah mempersiapkan berbagai strategi yang harus dipenuhi dalam konteks pengembangan yang berkelanjutan,&#8221; ungkap Ilud, Selasa (11/10/2022).</p>
<p>Sementara itu, untuk Lawang Sewu sendiri digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang dibangun secara bertahap, yakni dimulai pada 27 Februari 1904 dan selesai pada Juli 1907. Sedangkan bangunan tambahan dibangun sekitar tahun 1916 dan selesai tahun 1918.</p>
<p>Bangunan Lawang Sewu ini didesain oleh arsitek dari Amsterdam, yaitu Prof. Klinkhamer dan BJ Oendaag, dan dirancang dengan mengadaptasi iklim Indonesia, dominan elemen lengkung dan sederhana. Bangunan didesain menyerupai huruf L serta memiliki jumlah pintu dan jendela yang banyak sebagai sirkulasi udara.</p>
<p>Bangunan Lawang Sewu ini memiliki ornamen kaca patri pabrikan Johannes Lourens Schouten yang menceritakan tentang kemakmuran dan keindahan Jawa, kekuasaan Belanda atas Semarang dan Batavia, kota maritim serta kejayaan kereta api.</p>
<p>Langgam bangunan                                                          Langgam arsitektur adalah neo-kolonial yang merupakan perpaduan arsitektur gaya Belanda dan arsitektur lokal<br />
Eropa (Belanda), sistem struktur dinding pemikul yang mengandalkan kekuatan pasangan batu bata membentuk dinding dan busur-busur.</p>
<p>Adaptasi rumah Jawa, bentuk atap limasan, tritisan, genting tanah liat dan atap cungkup.</p>
<p>Elemen estetis                                                                  Bangunan ini banyak memiliki elemen estetis yang dirancang untuk kepentingan keindahan dan keasrian bangunannya, diantaranya bentuk dan ornamen atap,<br />
menara dan atap conical dari plat tembaga dengan hiasan perunggu di puncaknya, serta atap-atap cungkup yang merupakan ventilasi udara dan dormers sebagai lubang pencahayaan alami bagi ruang atap.</p>
<p>Kaca patri                                                                                      Di ruang tangga utama terdapat kaca patri buatan Jalan Schouten dari studio&#8217;t Prinsenhof, Delft.</p>
<p>Salah satu ornamen kaca patri melukiskan roda terbang lambang kejayaan perkeretaapian di masa itu. Disamping itu juga dilukiskan flora, fauna, figur serta motif batik Jawa yang juga melambangkan keindahan alam dan seni budaya lokal. Elemen kaca patri ini menjadi daya tarik utama saat tertimpa sinar matahari.</p>
<p>Ornamen besi tempa                                                              Unsur besi tempa pada terali pintu, tangga putar dan railing tangga.</p>
<p>Pahatan pada batu granit<br />
Batu granit selain sebagai penguat struktur,juga mendapat sentuhan seni pahat.</p>
<p>Seni lukis dan ukir pada bentangan balok<br />
Lukisan keemasan pada balok baja dan ukiran pada balok kayu penguat plafond.</p>
<p>Sistem sirkulasi udara                                                        Koridor sebagai pendukung sistem sirkulasi udara di dalam gedung tersebut. Lubang pintu dan jendela sebagai saluran sirkulasi udara keluar masuk dalam ruang-ruang kantor. Pada masa itu dinding menggunakan batubata gamping dan kapur sehingga dindingnya memiliki pori-pori yang menghasilkan efek sejuk pada ruangan.</p>
<p>Sistem pencahayaan                                                                Sinar matahari sebagai sistem pencahayaan alami yang masuk melalui lubang pintu, jendela dan bouvenlicht.</p>
<p><strong>Ning Suparningsih</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/11/ini-sejarah-perkembangan-kereta-api-dan-bangunan-lawang-sewu">Ini Sejarah Perkembangan Kereta Api dan Bangunan Lawang Sewu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisata Destinasi di Saat Masa Pandemi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/19/wisata-destinasi-di-saat-masa-pandemi</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/05/19/wisata-destinasi-di-saat-masa-pandemi#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Priyono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2021 15:15:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=174348</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pergi tamasya ke wisata destinasi di saat hari raya Lebaran tidak akan pernah sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pandemi covid merubah cara orang menikmati liburan dan bersenang-senang di akhir pekan. &#160; Seperti yang terjadi pada keluarga Warih, warga Semarang asal Cilacap ini tidak bisa pulang mudik dikarenakan adanya larangan dari pemerintah. Dirinya bersama [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/19/wisata-destinasi-di-saat-masa-pandemi">Wisata Destinasi di Saat Masa Pandemi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>) – Pergi tamasya ke wisata destinasi di saat hari raya Lebaran tidak akan pernah sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pandemi covid merubah cara orang menikmati liburan dan bersenang-senang di akhir pekan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seperti yang terjadi pada keluarga Warih, warga Semarang asal Cilacap ini tidak bisa pulang mudik dikarenakan adanya larangan dari pemerintah. Dirinya bersama istri dan kedua anaknya menghabiskan libur Lebaran (13-14 Mei) dengan tetap di dalam kota dan berwisata ke tempat wisata lokal Kota Semarang pada akhir pekan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak hanya itu saja, dirinya juga sedikit tidak nyaman manakala berwisata namun tetap harus mengikuti protokol kesehatan dengan sangat ketat. Mulai dari harus menunggu giliran masuk tempat wisata yang dibatasi, menerapkan 3M, hingga pembatasan – pembatasan lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Mulai dari beli tiket sudah wajib cuci tangan dan pakai masker, itu pun juga harus menunggu giliran masuk bergantian karena ada pembatasan kapasitas 30 persen, sampai ke dalam (tempat wisata) masih harus menaati aturan jaga jarak dengan pengunjung lain,” katanya saat mengunjungi objek wisata Taman Lele Semarang diakhir pekan H+2 Lebaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Walau begitu dirinya tidak punya pilihan lain, karena bagaimanapun juga hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga keselamatan semua pihak, baik pengelola dan karyawan objek wisata hingga masyarakat lainnya yang berkunjung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Syawalan besok mau ke Kota Lama Semarang dan Lawang Sewu, biar anak-anak tidak bosan di rumah terus. Tapi kami mau berangkat pagi biar bisa masuk duluan dan tidak ngantre lama saat masuk, tentunya dengan melaksanakan prokes 3M,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h6><strong>Wisata Lokal Untuk Warga Lokal</strong></h6>
<p>Terpisah, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, saat dihubungi SuaraBaru.id mengatakan, untuk masa libur Lebaran 11 – 16 Mei, seluruh tempat wisata yang ada di Kota Semarang diterapkan peraturan ketat karena ada potensi keramaian orang – orang datang berwisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara umum, Pemkot Semarang melalui Disbudpar membuat kebijakan bahwasannya seluruh tempat wisata yang ada di Kota Semarang diperuntukkan hanya untuk warga Kota Semarang sendiri, dan tidak untuk orang luar kota selama masa pelarangan masuk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kita memahami saat ini sedang pandemi, tapi kita juga memahami kalau memang harus buka, tapi dengan prokes 3M yang ketat dan ini hanya untuk warga dalam kota saja. Istilahnya tempat wisata Kota Semarang hanya untuk masyarakat lokal saja, jadi warga Semarang jadi tuan rumah menikmati wisatanya sendiri,”  katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala dinas yang biasa disapa Iin ini mengaku, pihaknya melakukan upaya preventif jika ada tempat wisata yang berpotensi terjadinya kerumunan dan tidak terkendali maka akan dilakukan tindakan penutupan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebijakan larangan mudik dari pemerintah pusat tapi tetap memperbolehkan pariwisata dibuka, dimaksudkan agar masyarakat Kota Semarang yang tidak bisa mudik bisa menikmati liburannya tetap di dalam kota.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tentunya dari Disbudpar sendiri sebelumnya juga sudah melakukan imbauan bagi para pengelola pariwisata, baik dari industrinya hingga ke pengunjung harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan melaksanakan aturan 3M.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pengelola juga harus hati-hati, prokesnya harus ketat, kalau misal sudah ramai pengunjung maka harus dibatasi atau ditutup betul-betul. Selain itu dari dinas pun akan menerjunkan tim pengawas di seluruh wisata destinasi,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h6><strong>Kurasi Verifikasi Tempat Wisata</strong></h6>
<p>Kepala Disporapar Provinsi <a href="http://jatengprov.go.id">Jateng</a>, Sinoeng Rachmadi, saat dimintai keterangan terpisah mengatakan, di masa libur hari raya, 690 tepat wisata yang ada di Jateng diterapkan peraturan ketat keamanan (safety).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para pengelola tempat-tempat wisata diwajibkan untuk menerapkan prosedur standar operasi yang ketat, mulai dari operator peralatan, kelaikan sarana prasarana, adanya sarana penunjang yang mengutamakan keselamatan pengunjung, hingga protokol kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ini masa pandemi, jadi faktor keselamatan harus dipenuhi. Kalau itu semua tidak dipenuhi, maka dengan tegas ditutup,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai kelanjutan dari kebijakan tersebut, dari pihak dinas sendiri melakukan kurasi dan verifikasi ketat tempat-tempat wisata mana saja yang telah memenuhi standar prosedur keselamatan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dirinya mencontohkan, pada akhir pekan libur Lebaran dan Syawalan, objek wisata Guci dan Dusun Semilir terpaksa ditutup lebih cepat lantaran kapasitas pengunjung yang diperbolehkan hanya 30 persen saja dari kapasitas yang ada.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari pihak Disporapar menerjunkan tiga tim yang secara berkala terus melakukan pantauan pengawasan di semua objek wisata yang ada. Mereka mencermati apakah standar keselamatan dan protokol kesehatan dijalankan dengan benar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Objek wisata Owabong on the spot langsung kami tutup pada libur Lebaran H+2, pelanggaran terjadi karena tidak ada petugas pengawas di lapangan untuk menegur jaga jarak pengunjung, selain itu ditemukan pengunjung yang tidak pakai masker saat di lokasi. Ini tugas kita mengedukasi publik, selain ada pembolehan tapi juga ada pembatasan,” katanya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/19/wisata-destinasi-di-saat-masa-pandemi">Wisata Destinasi di Saat Masa Pandemi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/05/19/wisata-destinasi-di-saat-masa-pandemi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>