<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Pariwisata Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/info-pariwisata/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 03:08:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Info Pariwisata Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bulan Sura, Identik dengan Ritual Jamasan Pusaka</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/24/bulan-sura-identik-dengan-ritual-jamasan-pusaka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 03:08:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Solo Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=566074</guid>

					<description><![CDATA[<p>SURAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Bulan Sura, sesuai pemahaman Kejawen, identik dengan ritual jamasan pusaka. Demikian halnya dengan Sura Tahun Be 1960 (2026 M) saat ini. Jamasan pusaka di Bulan Sura, biasa dilakukan oleh Keraton Kasunanan dan Praja Mangkunegaran di Surakarta, Jawa Tengah, serta Keraton Kasultanan di Yogyakarta. Bahkan terhitung mulai Tanggal 23 sampai dengan 25 Juni 2026, jamasan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/24/bulan-sura-identik-dengan-ritual-jamasan-pusaka">Bulan Sura, Identik dengan Ritual Jamasan Pusaka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>SURAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211;</b> Bulan Sura, sesuai pemahaman Kejawen, identik dengan ritual jamasan pusaka. Demikian halnya dengan Sura Tahun Be 1960 (2026 M) saat ini. Jamasan pusaka di Bulan Sura, biasa dilakukan oleh Keraton Kasunanan dan Praja Mangkunegaran di Surakarta, Jawa Tengah, serta Keraton Kasultanan di Yogyakarta.<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span><span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;">Bahkan terhitung mulai Tanggal 23 sampai dengan 25 Juni 2026, jamasan yang dirangkai pameran pusaka digelar di Asta Buju Agung, di Desa Aeng Tong Tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Aeng Tong Tong, </span>terkenal sebagai desa dengan Empu (pembuat) keris terbanyak di dunia yang telah diakui oleh UNESCO.</p>
<p>Yang keberadaannya, menjadi salah satu dari 50 Desa Wisata terbaik di Tanah Air, sebagai penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia  ADWI. Aeng Tong Tong, dalam bahasa Madura berasal dari kata <i>aeng </i>yang berarti air, sementara <i>tong-tong</i> adalah bejana tempat air semacam <i>genthong</i>.</p>
<p>Desa Aeng Tong Tong terkenal sebagai desa industri kreatif pembuatan keris terbesar, dengan empu keris terbanyak di dunia. Ini yang kemudian menjadikan Sumenep dikenal dengan Kota Keris. Budaya penempaan keris, dimulai pada masa Aria Wiraraja, yakni Bangsawan Wengker yang dipindah tugaskan ke ujung Pulau Madura, dengan membawa serta orang-orang Wengker yang pandai membuat Keris.</p>
<p><span class="gmail-T286Pc">Pada Tahun 2014, Aeng Tong Tong dinobatkan oleh UNESCO sebagai desa dengan perajin (empu) keris terbanyak di dunia. Terdapat ratusan empu aktif (disebutkan ada sebanyak 640 orang empu) yang melestarikan tradisi pembuatan keris secara turun-temurun.</span><span class="gmail-T286Pc"> Keberadaan mereka yang begitu banyak, menjadikan Aeng Tong Tong dinobatkan sebagai desa wisata dengan predikat memiliki pembuat (empu) keris terbanyak di dunia.</span></p>
<p><span class="gmail-T286Pc">Tradisi pembuatan keris di Sumenep telah mendapat pengakuan internasional oleh UNESCO sebagai</span><span><span class="gmail-T286Pc"> </span><span title="Teks berbahasa Inggris"><i lang="en">Intangible cultural heritage (ICH), </i><span lang="en">yakni </span></span></span><span class="gmail-T286Pc">Warisan Budaya Tak Benda. </span><span class="gmail-T286Pc"><span class="gmail-Yjhzub">Sejarah panjang t</span>radisi penempaan keris di Sumenep merupakan warisan leluhur yang telah ada sejak zaman Kerajaan Sumenep, dan mengalami perkembangan pesat pada masa pemerintahan</span><span><span class="gmail-T286Pc"> </span><span class="gmail-Yjhzub">Pangeran Joko Tole</span> di abad Ke-XIV.</span></p>
<p><b>Merawat</b></p>
<p>Terkait dengan jamasan pusaka di Bulan Sura, Budayawan Jawa peraih anugerah Bintang Budaya, Kanjeng Raden Arya (KRA) Drs Pranoto Adiningrat MM, menyatakan, itu menjadi kegiatan rutin tahunan sebagai upaya merawat pusaka. Pranoto yang Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta ini, menyatakan, tradisi jamasan pusaka dituliskan pada halaman 257-260 dalam Ensiklopedi Kejawen Buku Bauwarna Adat Tata Cara Jawa (Drs R Harmanto Bratasiswara, Yayasan Suryasumirat Jakarta 2000).</p>
<figure id="attachment_566076" aria-describedby="caption-attachment-566076" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img class="size-full wp-image-566076" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/24fkeris1-wng-bp.jpg" alt="" width="500" height="309" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/24fkeris1-wng-bp.jpg 500w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/24fkeris1-wng-bp-400x247.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/24fkeris1-wng-bp-150x93.jpg 150w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-566076" class="wp-caption-text">Urut dari kiri ke kanan, Keris dengan warangka gagrak Surakarta model ladrang biasa, model Gabelan Sungging dan tipe Ladrang Pendok Topengan pakai Selut.(SB/Bambang Pur)</figcaption></figure>
<p>Pusaka yang dijamas pada Bulan Sura, meliputi <i>wesi aji </i>seperti keris, tombak, cundrik dan patrem. Juga benda-benda warisan lain yang memiliki nilai tinggi dan dipercayai memiliki tuah. Termasuk, kereta kencana milik raja, serta perabotan lain seperti gamelan <i>(bendhe)</i> milik keraton.</p>
<p>Jamasan dilakukan sebagai wujud perawatan, pemeliharaan dan pelestarian warisan leluhur. Yang teknisnya dilakukan secara adat, disertai kelengkapan aneka sesaji, doa dan puasa, sebagaimana dilakukan turun temurun dari kakek moyang.</p>
<p>Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pernah punya agenda wisata budaya jamasan pusaka milik Pangeran Sambernyawa. Tapi sejak pandemi Covid-19, agenda tahunan di Objek Wisata Tirta Waduk Gajah Mungkur tersebut ditiadakan. Ritual jamasan tetap diadakan oleh Tim Pusaka dari Praja Mangkunegaran, tapi tempatnya dipindahkan kembali ke Pendapa Kecamatan Selogiri, yang berdekatan dengan Tugu Ireng sebagai monumen penyimpanan pusaka Pangeran Sambernyawa.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wonogri Drs Sriyanto MM, menyatakan, jamasan pusaka Pangeran Sambernyawa Bulan Sura Tahun Be 1960 (2026 M), akan dilakukan Kamis (21/7/26) mendatang. &#8221;Tempatnya di Pendapa Kabupaten Wonogiri,&#8221; jelasnya.<b>(Bambang Pur)</b></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/24/bulan-sura-identik-dengan-ritual-jamasan-pusaka">Bulan Sura, Identik dengan Ritual Jamasan Pusaka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Semarang Tegaskan Budaya Jadi  Kekuatan Semarang Menuju Kota Modern yang Harmonis</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/22/wali-kota-semarang-tegaskan-budaya-jadi-kekuatan-semarang-menuju-kota-modern-yang-harmonis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 13:32:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=565794</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa budaya merupakan pondasi penting yang menjaga identitas sekaligus memperkuat kemajuan Kota Semarang. Di tengah perkembangan sebagai kota metropolitan dan pusat perdagangan jasa, Semarang terus berkomitmen melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya sebagai kekuatan pemersatu masyarakat. Hal tersebut disampaikan Agustina saat membuka Gelar Seni dan Budaya Kota [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/22/wali-kota-semarang-tegaskan-budaya-jadi-kekuatan-semarang-menuju-kota-modern-yang-harmonis">Wali Kota Semarang Tegaskan Budaya Jadi  Kekuatan Semarang Menuju Kota Modern yang Harmonis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID) –</strong> Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa budaya merupakan pondasi penting yang menjaga identitas sekaligus memperkuat kemajuan Kota Semarang.</p>
<p>Di tengah perkembangan sebagai kota metropolitan dan pusat perdagangan jasa, Semarang terus berkomitmen melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya sebagai kekuatan pemersatu masyarakat.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Agustina saat membuka Gelar Seni dan Budaya Kota Semarang bertajuk Harmoni Semarang di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu 21 Juni 2026.</p>
<p>Menurut Agustina, Kota Semarang memiliki sejarah panjang sebagai kota pelabuhan yang tumbuh dari perjumpaan berbagai budaya, mulai dari Jawa, Tionghoa, Arab, hingga berbagai unsur budaya Nusantara lainnya. Keberagaman tersebut menjadi modal sosial yang terus dijaga dan dirawat hingga saat ini.</p>
<p>&#8220;Kota Semarang hadir membawa cerita panjang tentang kota yang tumbuh dari pertemuan berbagai budaya. Keberagaman itu bukan menjadi pemisah, tetapi justru menjadi kekuatan yang membuat Semarang tumbuh sebagai kota yang harmonis dan maju,&#8221; ujarnya.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga  <a href="https://suarabaru.id/2026/06/22/wali-kota-semarang-siapkan-lebih-banyak-festival-seni-dan-budaya-pada-2027">Wali Kota Semarang Siapkan Lebih Banyak Festival Seni dan Budaya pada 2027</a></strong></span></p>
<p>Melalui pertunjukan Harmoni Semarang, masyarakat diajak menyaksikan perjalanan budaya Kota Semarang yang digambarkan melalui semangat kehidupan masyarakat, perjuangan para pahlawan dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang, hingga tradisi Dugderan yang menjadi simbol kebersamaan warga lintas agama dan lintas budaya.</p>
<p>Agustina menuturkan bahwa Dugderan merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Semarang. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi perayaan menyambut Ramadhan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.</p>
<p>&#8220;Dugderan menunjukkan bagaimana masyarakat Semarang hidup dalam keberagaman dan kebersamaan. Tradisi ini menjadi simbol bahwa budaya mampu menyatukan berbagai perbedaan menjadi kekuatan bersama,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Agustina juga menegaskan pentingnya penyelenggaraan festival dan pergelaran budaya secara berkelanjutan. Menurutnya, festival budaya bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang pembelajaran, regenerasi, dan penguatan ekosistem seni budaya.</p>
<p>&#8220;Festival budaya harus terus hidup. Dari festival lahir ruang kreativitas, ruang pembelajaran, dan ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus mencintai budayanya. Budaya akan terus berkembang jika diberikan panggung dan kesempatan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kota Semarang terus menghadirkan berbagai agenda budaya yang melibatkan komunitas seni dan masyarakat. Salah satu agenda besar yang akan digelar dalam waktu dekat adalah Festival Kota Lama pada September mendatang yang akan menampilkan berbagai atraksi budaya khas Semarang, mulai dari pertunjukan seni tradisional, wayang, kuliner khas, hingga berbagai aktivitas yang menggambarkan kehidupan Semarang tempo dulu.</p>
<p>Selain itu, Agustina juga menyampaikan optimisme bahwa para pelaku seni Kota Semarang memiliki peluang besar untuk tampil di tingkat nasional maupun internasional. Ia mencontohkan keberhasilan kelompok seni Kota Semarang yang baru saja melakukan pertunjukan budaya di Rotterdam, Belanda, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat internasional.</p>
<p>Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa seni dan budaya Semarang memiliki kualitas yang mampu bersaing sekaligus menjadi duta budaya Indonesia di dunia internasional.</p>
<p>&#8220;Kami ingin anak-anak muda yang menekuni seni memiliki masa depan yang baik. Seni budaya bukan hanya warisan yang dijaga, tetapi juga peluang yang dapat membawa mereka tampil dan berprestasi di tingkat dunia,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Melalui berbagai upaya tersebut, Agustina berharap budaya dapat terus menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antar masyarakat sekaligus memperkokoh posisi Semarang sebagai kota yang modern, maju, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan tradisi.</p>
<p>&#8220;Kami ingin setiap orang yang datang ke Semarang merasakan kehangatan masyarakatnya, menikmati kekayaan budayanya, lalu pulang dengan kerinduan untuk kembali lagi ke Kota Semarang,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong>Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/22/wali-kota-semarang-tegaskan-budaya-jadi-kekuatan-semarang-menuju-kota-modern-yang-harmonis">Wali Kota Semarang Tegaskan Budaya Jadi  Kekuatan Semarang Menuju Kota Modern yang Harmonis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Semarang Siapkan Lebih Banyak Festival Seni dan Budaya pada 2027</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/22/wali-kota-semarang-siapkan-lebih-banyak-festival-seni-dan-budaya-pada-2027</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 13:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=565789</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, berencana memperbanyak penyelenggaraan festival seni dan budaya di Kota Semarang pada tahun 2027. Hal itu menurut wali kota merupakan strategi guna memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Agustina menegaskan bahwa festival menjadi instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya. Menurutnya, ruang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/22/wali-kota-semarang-siapkan-lebih-banyak-festival-seni-dan-budaya-pada-2027">Wali Kota Semarang Siapkan Lebih Banyak Festival Seni dan Budaya pada 2027</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, berencana memperbanyak penyelenggaraan festival seni dan budaya di Kota Semarang pada tahun 2027. Hal itu menurut wali kota merupakan strategi guna memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p>Agustina menegaskan bahwa festival menjadi instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya. Menurutnya, ruang pertemuan yang rutin bagi para pelaku seni akan mendorong lahirnya kreativitas, regenerasi, dan peningkatan kualitas karya budaya.</p>
<p>“Saya minta dibuat festival tari dan budaya di Kota Semarang. Dan saya harap ini festival yang terus-menerus dilakukan terhadap semua ikon budaya yang ada di Kota Semarang. Tanpa festival seni budaya tidak akan maju,” kata Agustina, Minggu malam 21 Juni 2026 saat menghadiri gelar seni dan budaya Kota Semarang di TMII, Jakarta.</p>
<p>Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang akan menjadikan pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi sebagai tema pembangunan tahun 2027. Dalam kerangka tersebut, berbagai festival budaya akan diperkuat dan digelar secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal.</p>
<p>Agustina mengatakan, teori pengembangan seni dan budaya menunjukkan bahwa festival mampu mempertemukan para pelaku seni untuk berkompetisi secara sehat sekaligus saling belajar. Karena itu, festival harus menjadi agenda yang konsisten agar kualitas seni budaya terus meningkat dari waktu ke waktu.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Agustina juga menegaskan bahwa Kota Semarang merupakan kota yang tumbuh dari perjumpaan berbagai budaya dan telah lama menjadikan toleransi sebagai kekuatan utama pembangunan.</p>
<p>Melalui pertunjukan Harmoni Semarang, Pemkot Semarang memperkenalkan perjalanan sejarah kota, mulai dari dolanan bocah, semangat Pertempuran Lima Hari di Semarang, hingga tradisi Dugderan yang menjadi simbol persatuan warga lintas agama dan etnis.</p>
<p>Ia berharap semakin banyak panggung budaya yang digelar di Kota Semarang sehingga karya para seniman, pelajar, dan komunitas budaya dapat terus berkembang sekaligus menjadi daya tarik wisata.</p>
<p>Agustina menambahkan, rangkaian agenda budaya akan terus diperkuat, termasuk berbagai kegiatan dalam Festival Kota Lama pada September mendatang yang akan menampilkan pertunjukan seni, kuliner khas, jelajah sejarah, hingga berbagai atraksi budaya khas Semarang.</p>
<p>Dengan langkah tersebut, Pemkot Semarang menargetkan seni dan budaya menjadi salah satu penggerak utama pariwisata dan ekonomi kota pada tahun-tahun mendatang.</p>
<p><strong>Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/22/wali-kota-semarang-siapkan-lebih-banyak-festival-seni-dan-budaya-pada-2027">Wali Kota Semarang Siapkan Lebih Banyak Festival Seni dan Budaya pada 2027</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lawang Sewu Sambut Peserta Jasirah Heritage Cycling 2026</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/22/lawang-sewu-sambut-peserta-jasirah-heritage-cycling-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 13:25:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=565784</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Historic Building Lawang Sewu menjadi salah satu titik kunjungan penting dalam kegiatan Jasirah Heritage Cycling 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Sabtu 20 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 06.30 WIB hingga 06.50 WIB ini diikuti oleh 69 peserta yang berasal dari Bank Indonesia, pemerintah daerah, komunitas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/22/lawang-sewu-sambut-peserta-jasirah-heritage-cycling-2026">Lawang Sewu Sambut Peserta Jasirah Heritage Cycling 2026</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Historic Building Lawang Sewu menjadi salah satu titik kunjungan penting dalam kegiatan Jasirah Heritage Cycling 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Sabtu 20 Juni 2026.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung pukul 06.30 WIB hingga 06.50 WIB ini diikuti oleh 69 peserta yang berasal dari Bank Indonesia, pemerintah daerah, komunitas sepeda, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.</p>
<p>Pemilihan Lawang Sewu sebagai salah satu titik kunjungan dalam kegiatan ini menegaskan posisi kawasan heritage tersebut sebagai ikon destinasi wisata sejarah Kota Semarang yang terus menjadi daya tarik bagi berbagai kegiatan berbasis komunitas dan promosi pariwisata.</p>
<p>Di Lawang Sewu, peserta melaksanakan sesi dokumentasi foto dan video bersama sebagai bagian dari promosi wisata sejarah dan budaya Jawa Tengah.</p>
<p>Sesi dokumentasi ini menjadi momen berharga bagi para peserta untuk mengabadikan kebersamaan di tengah kemegahan arsitektur Lawang Sewu yang telah menjadi saksi perjalanan sejarah Indonesia selama lebih dari satu abad.</p>
<p>Manager Historical Building Lawang Sewu, Moedji Setiono, menyampaikan, hasil dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi media promosi yang efektif untuk mengenalkan kekayaan heritage Jawa Tengah kepada masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p>&#8220;Kami senang dan bangga Lawang Sewu menjadi bagian dari rangkaian Jasirah Heritage Cycling 2026. Kegiatan ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat melalui bersepeda, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan heritage Jawa Tengah kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Moedji.</p>
<p>Kehadiran 69 peserta dari berbagai latar belakang ini, tambah Moedji, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap wisata heritage yang dipadukan dengan gaya hidup sehat.</p>
<p>Jasirah Heritage Cycling 2026 merupakan kegiatan bersepeda lintas destinasi sejarah dengan rute Semarang-Ungaran-Ambarawa-Magelang/Borobudur. Rute ini dirancang secara strategis untuk menghubungkan berbagai destinasi heritage unggulan di Jawa Tengah, dimulai dari Lawang Sewu di Semarang, melintasi Museum Kereta Api Ambarawa, hingga mencapai mahakarya Borobudur di Magelang.</p>
<p>Selain sebagai sarana olahraga, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antar instansi, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah. Kolaborasi multipihak ini menjadi kunci keberhasilan dalam mempromosikan Jawa Tengah sebagai destinasi wisata heritage kelas dunia.</p>
<p>&#8220;Kami melihat potensi besar dalam kolaborasi antara KAI Wisata sebagai pengelola kawasan heritage dengan berbagai pihak seperti Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan komunitas sepeda. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menghadirkan program-program wisata yang holistik dan berdampak luas. Lawang Sewu akan selalu terbuka menjadi bagian dari inisiatif-inisiatif positif yang mendukung pertumbuhan pariwisata Jawa Tengah,&#8221; kata Moedji.</p>
<p>Kegiatan di Lawang Sewu berlangsung dengan lancar, tertib, dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta. Para peserta terlihat menikmati setiap momen kunjungan sambil mengabadikan keindahan arsitektur dan suasana kawasan heritage yang khas.</p>
<p>Kehadiran peserta Jasirah Heritage Cycling 2026 ini juga sekaligus memperkenalkan Lawang Sewu kepada peserta yang mungkin baru pertama kali berkunjung, sehingga membuka peluang untuk kunjungan-kunjungan berikutnya di masa mendatang.</p>
<p>Management Lawang Sewu terus terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan program-program positif yang mendukung promosi wisata heritage dan gaya hidup sehat.</p>
<p>Berbagai kegiatan berbasis komunitas yang menggabungkan wisata, olahraga, dan budaya akan terus dikembangkan untuk memperkaya ekosistem wisata di Lawang Sewu dan memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.</p>
<p>&#8220;Ke depannya, KAI Wisata akan selalu mendukung inisiatif-inisiatif yang memadukan wisata heritage dengan gaya hidup sehat seperti Jasirah Heritage Cycling. Lawang Sewu bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup yang terbuka bagi berbagai kegiatan positif masyarakat. Kami percaya kolaborasi seperti ini akan membawa manfaat besar bagi pertumbuhan pariwisata Jawa Tengah dan Indonesia secara keseluruhan,&#8221; tutup Moedji.</p>
<p><strong>Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/22/lawang-sewu-sambut-peserta-jasirah-heritage-cycling-2026">Lawang Sewu Sambut Peserta Jasirah Heritage Cycling 2026</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>International Yoga Day di Lawang Sewu Gelar, Hadirkan Kesehatan dan Kebersamaan di Kawasan Heritage</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/22/international-yoga-day-di-lawang-sewu-gelar-hadirkan-kesehatan-dan-kebersamaan-di-kawasan-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 13:16:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=565778</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; PT Kereta Api Pariwisata melalui Management Historic Building Lawang Sewu sukses menyelenggarakan kegiatan International Yoga Day di halaman tengah Lawang Sewu, Sabtu 20 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 98 peserta dan berlangsung mulai pukul 06.15 WIB serta dipandu langsung oleh Coach Imelda Saunders dan dimeriahkan dengan penampilan gamelan dari Ngesthi Budaya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/22/international-yoga-day-di-lawang-sewu-gelar-hadirkan-kesehatan-dan-kebersamaan-di-kawasan-heritage">International Yoga Day di Lawang Sewu Gelar, Hadirkan Kesehatan dan Kebersamaan di Kawasan Heritage</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> PT Kereta Api Pariwisata melalui Management Historic Building Lawang Sewu sukses menyelenggarakan kegiatan International Yoga Day di halaman tengah Lawang Sewu, Sabtu 20 Juni 2026.</p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh 98 peserta dan berlangsung mulai pukul 06.15 WIB serta dipandu langsung oleh Coach Imelda Saunders dan dimeriahkan dengan penampilan gamelan dari Ngesthi Budaya Semarang.</p>
<p>&#8220;International Yoga Day di Lawang Sewu diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye gaya hidup sehat melalui olahraga yoga yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental,&#8221; katanya usai acara kegiatan.</p>
<p>Suasana pagi yang sejuk di tengah kemegahan arsitektur kolonial Lawang Sewu memberikan pengalaman yoga yang berbeda dibandingkan dengan tempat lain.</p>
<p>Kombinasi antara udara segar, ketenangan kawasan heritage, dan alunan gamelan tradisional menghadirkan atmosfer yang sakral dan harmonis bagi setiap peserta.</p>
<p>Pemilihan Lawang Sewu sebagai lokasi penyelenggaraan International Yoga Day bukan tanpa alasan, karena kawasan ini memiliki ruang terbuka yang luas dan asri di tengah padatnya Kota Semarang, menjadikannya tempat ideal untuk praktik yoga yang membutuhkan ketenangan dan fokus.</p>
<p>&#8220;Kami sangat senang melihat antusiasme peserta yang tinggi pada International Yoga Day ini. Lawang Sewu tidak hanya sebagai destinasi wisata heritage, tetapi juga menjadi ruang yang tepat untuk menggelar kegiatan positif yang mendukung kesehatan dan kebersamaan masyarakat,&#8221; kata Manager Historical Building Lawang Sewu, Moedji Setiono.</p>
<p>Dirinya menjelaskan, kehadiran 98 peserta ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin antusias dengan kegiatan-kegiatan berbasis gaya hidup sehat yang diadakan di kawasan heritage, seperti di Lawang Sewu salah satunya.</p>
<p>Moedji menambahkan, pihaknya melihat bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kawasan heritage seperti Lawang Sewu dapat menjadi ruang multiguna yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga untuk mendukung gaya hidup sehat dan kebersamaan. PT Kereta Api Pariwisata sebagai pengelola Lawang Sewu akan selalu mendukung inisiatif-inisiatif positif yang membawa manfaat bagi masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain sebagai sarana olahraga dan relaksasi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar peserta serta memperkenalkan Lawang Sewu sebagai destinasi wisata heritage yang mampu mengakomodasi berbagai kegiatan edukatif dan berbasis komunitas.</p>
<p>Peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dan usia dapat berinteraksi dan berbagi pengalaman dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan mendapat respon positif dari seluruh peserta.</p>
<p>Banyak peserta yang menyampaikan apresiasi atas pengalaman unik beryoga di tengah kawasan bersejarah yang jarang ditemukan di tempat lain.</p>
<p>Penampilan gamelan dari Ngesthi Budaya Semarang juga menjadi nilai tambah yang membuat kegiatan ini semakin bermakna. Perpaduan antara praktik yoga yang berasal dari tradisi India dengan musik gamelan yang merupakan warisan budaya Indonesia menciptakan pengalaman lintas budaya yang harmonis dan penuh makna.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan semangat International Yoga Day yang dirayakan secara global, namun tetap mengakar pada kekayaan budaya lokal.</p>
<p>Dengan suksesnya pelaksanaan International Yoga Day ini, Management Lawang Sewu semakin optimis untuk terus menghadirkan program-program komunitas yang berkualitas di kawasan heritage ini.</p>
<p>Ke depannya, berbagai kegiatan berbasis komunitas seperti workshop seni, kelas budaya, hingga event olahraga lainnya akan terus dikembangkan untuk memperkaya pengalaman pengunjung dan memperkuat posisi Lawang Sewu sebagai pusat kegiatan kreatif dan budaya di Kota Semarang.</p>
<p>&#8220;Kami berharap kegiatan seperti International Yoga Day dapat menjadi rutinitas yang dinanti masyarakat. Lawang Sewu akan selalu menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk berkumpul, sehat, dan bersama. Inilah wujud nyata komitmen kami dalam menjadikan kawasan heritage sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang terus berdenyut dan relevan di setiap zaman,&#8221; kata Moedji.</p>
<p><strong>Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/22/international-yoga-day-di-lawang-sewu-gelar-hadirkan-kesehatan-dan-kebersamaan-di-kawasan-heritage">International Yoga Day di Lawang Sewu Gelar, Hadirkan Kesehatan dan Kebersamaan di Kawasan Heritage</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Grebeg Suran, Kenduri Massal Selamatan dan Labuhan Laut Selatan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/17/grebeg-suran-kenduri-massal-selamatan-dan-labuhan-laut-selatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 01:45:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=564740</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOGIRI (SUARABARU.ID) &#8211; Serangkaian kegiatan penyambutan Tanggal 1 Sura Tahun Baru Be 1960, dilaksanakan di sejumlah tempat di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Mulai dari prosesi Grebeg Suran di Pringgondani dan Kahyangan, kenduri massal selamatan nasi encek dan ritual labuhan laut selatan. Grebeg Suran di kompleks Stadion Pringgondani, Wonokarto, Wonogiri, dikemas dalam prosesi Kirab Lampah Hening. Ini dilakukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/17/grebeg-suran-kenduri-massal-selamatan-dan-labuhan-laut-selatan">Grebeg Suran, Kenduri Massal Selamatan dan Labuhan Laut Selatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span><b>WONOGIRI (SUARABARU.ID) &#8211;</b> </span>Serangkaian kegiatan penyambutan Tanggal 1 Sura Tahun Baru Be 1960, dilaksanakan di sejumlah tempat di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Mulai dari prosesi Grebeg Suran di Pringgondani dan Kahyangan, kenduri massal selamatan nasi <em>encek</em> dan ritual labuhan laut selatan.</p>
<p><span>Grebeg Suran di kompleks Stadion Pringgondani, Wonokarto, Wonogiri, dikemas dalam prosesi Kirab Lampah Hening. Ini dilakukan oleh Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri. Yang sebelumnya diawali dengan ritual pengambilan air suci dari tiga sendang. Yakni Sendang Mondrorini, </span>Sendang Siwani dan Sendang Sinangka.</p>
<p>Prosesi Kirab Suran Lampah Hening, dilakukan dengan tirakat tapa bisu (pantang bicara). Ritual Suran yang baru pertama kalinya dilaksanakan ini, menjadi bagian dari upaya napak tilas dari sebagian jejak sejarah perjuangan Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa.</p>
<p>Event wisata budaya Bulan Sura ini, diinisiasi para mahasiswa Jurusan Kepanditaan STABN Raden Wijaya. Prosesi Kirab Suran Lampah Hening ini, dijadikan sebagai ruang perenungan dan penghormatan terhadap warisan budaya Jawa yang sarat makna.</p>
<figure id="attachment_564747" aria-describedby="caption-attachment-564747" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-564747" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/17fsuran3-wng-bp.jpg" alt="" width="500" height="300" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/17fsuran3-wng-bp.jpg 500w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/17fsuran3-wng-bp-400x240.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/17fsuran3-wng-bp-150x90.jpg 150w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-564747" class="wp-caption-text">Prosesi Grebeg Suran di objek wisata religi Kahyangan, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, dilepas keberangkatannya oleh Bupati Setyo Sukarno (pegang bendera start).</figcaption></figure>
<p>Untuk diketahui, RM Said atau Pangeran Sambernyawa, dikenal sebagai sosok pahlawan legendaris yang gigih berjuang melawan ketidakadilan keraton dan penjajah Belanda. Sebelum akhirnya sukses sebagai tokoh sejarah pendiri Dinasti Mangkunegaran Surakarta.</p>
<p>Prosesi Kirab Suran jalan kaki Lampah Hening ini, dipimpin langsung oleh Ketua STABN Raden Wijaya, Dr Sulaiman PhD, bersama jajaran pimpinan kampus. Kirab melibatkan para mahasisa dan tokoh masyarakat, yang mengenakan busana Kejawen. Mereka juga membawa serta pelita api obor dan nyala lilin, untuk menerangi kegelapan malam. Juga menyertakan peserta kirab pembawa bendera dan umbul-umbul.</p>
<p><b>Samodera</b></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wonogiri, Sriyanto, menyatakan, untuk Labuhan Suran Laut Selatan, dilaksanakan oleh masyarakat adat di Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Dilaksanakan Selasa sore sampai malam Tanggal 16 Juni 2026. Ditandai dengan ritual <i>melabuh</i> (menghanyutkan) sesaji kepala sapi ke perairan samodera selatan.</p>
<p>Grebeg Suran di Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Selasa (16/6/26), digelar di lokasi wisata religi Kahyangan di kompleks Hutan Dlepih. Berlangsung semarak, dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara budaya, pentas seni, tari klasik dan kontemporer, pertunjukan kesenian Reog Ponorogo dan olahraga massal jalan sehat.</p>
<p>Kegiatan Suran ini diselenggarakan oleh Paguyuban Sekti, yakni dari komunitas para seniman seniwati Kecamatan Tirtomoyo bersama Pemerintah Desa Dlepih. Kegiatan Suran di Kahyangan ini, erat kaitannya dengan upaya memberikan makna pada Kahyangan sebagai petilasan pertapaan Danang Sutawijaya atau Panembahan Senapati. Yakni saat menggapai wahyu raja, sebelum akhirnya sukses menjadi tokoh pendiri dinasti Mataram Islam Tanah Jawa.</p>
<figure id="attachment_564749" aria-describedby="caption-attachment-564749" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-564749" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/17fsuran1-wng-bp.jpg" alt="" width="500" height="305" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/17fsuran1-wng-bp.jpg 500w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/17fsuran1-wng-bp-400x244.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/17fsuran1-wng-bp-150x92.jpg 150w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-564749" class="wp-caption-text">Kenduri massal selamatan nasi encek, dilakukan oleh masyarakat Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.</figcaption></figure>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak, yang telah berperan aktif menyelenggarakan Grebeg Suran Kahyangan. Tumbuh berkembangnya objek wisata, mampu memberikan dampak <i>multiplier effect</i> yang positif. Yakni mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor industri kreatif dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, personel Polri hadir dalam tugas memberikan pelayanan pengamanan, perlindungan dan pengayoman pada momentum keramaian kegiatan Suran yang dilaksanakan masyarakat. Pengamanan dipimpin Kapolsek Tirtomoyo Iptu Yuni Tri Suwarno dengan melibatkan prajurit TNI AD dari Koramil 07 Tirtomoyo dan Karang Taruna Desa Dlepih.</p>
<p>Sementara itu dari Kecamatan Pracimantoro dilaporkan, Suran di Dusun Pelem, Desa Watangrejo, semalam, dikemas sekaligus dalam kegiatan Bersih Dusun. Dimeriahkan pentas wayang kulit semalam suntuk. Menyajikan Lakon Asmoro Bumi dimainkan Dalang Ki Subarjo dari ISI Surakarta. Diawali kenduri massal selamatan, menyertakan sesaji nasi dan lauk pauk yang diwadah dalam ratusan <i>encek</i> (terbuat dari kelopak gedebog batang pisang).<b>(Bambang Pur)</b></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/17/grebeg-suran-kenduri-massal-selamatan-dan-labuhan-laut-selatan">Grebeg Suran, Kenduri Massal Selamatan dan Labuhan Laut Selatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentas Budaya Jaranan di Banyumanik, Wali Kota Apresiasi Karang Taruna Lestarikan Budaya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/16/pentas-budaya-jaranan-di-banyumanik-wali-kota-apresiasi-karang-taruna-lestarikan-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 00:23:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=564629</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan komitmennya untuk terus mendukung tumbuhnya kehidupan budaya sebagai bagian dari upaya membangun Kota Semarang yang berakar kuat pada identitas dan kebersamaan warganya. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Pentas Seni Budaya Jaranan yang digelar Karang Taruna Kelurahan Banyumanik di Lapangan Parikesit, Banyumanik, Minggu (14/6/2026). Dalam kesempatan itu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/16/pentas-budaya-jaranan-di-banyumanik-wali-kota-apresiasi-karang-taruna-lestarikan-budaya">Pentas Budaya Jaranan di Banyumanik, Wali Kota Apresiasi Karang Taruna Lestarikan Budaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) –</strong> Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan komitmennya untuk terus mendukung tumbuhnya kehidupan budaya sebagai bagian dari upaya membangun Kota Semarang yang berakar kuat pada identitas dan kebersamaan warganya.</p>
<p>Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Pentas Seni Budaya Jaranan yang digelar Karang Taruna Kelurahan Banyumanik di Lapangan Parikesit, Banyumanik, Minggu (14/6/2026).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Agustina mengapresiasi peran generasi muda yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-564634" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-13.12.361.jpeg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-13.12.361.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-13.12.361-400x267.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-13.12.361-150x100.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /></p>
<p>“Kota yang maju bukan hanya kota yang membangun fisiknya, tetapi juga kota yang mampu menjaga akar budayanya. Saya bangga melihat anak-anak muda Banyumanik mau terlibat langsung untuk uri-uri budaya dan meneruskannya kepada generasi berikutnya,” ujar Agustina.</p>
<p>Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut menghadirkan kelompok seni lokal Banyumanik, yakni Kridho Restu Bawono, Siswa Teguh Mbangun Budoyo, dan Langen Mudo Budoyo. Bagi Agustina, keterlibatan kelompok seni lokal menunjukkan bahwa budaya tumbuh dari masyarakat dan tetap hidup karena dirawat bersama oleh warga.</p>
<p>Menurutnya, ruang-ruang kebudayaan di kampung harus terus diperkuat karena menjadi tempat lahirnya nilai gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap daerah. Kehadiran anak-anak dan generasi muda dalam kegiatan budaya juga menjadi investasi sosial yang penting bagi masa depan Kota Semarang.</p>
<p>“Anak-anak yang hari ini melihat, belajar, dan ikut terlibat dalam kegiatan budaya nantinya akan menjadi generasi yang melanjutkan tradisi ini. Karena itu ruang-ruang budaya seperti ini harus terus kita jaga,” katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menyampaikan kabar baik bagi warga bahwa Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar Rp25 juta per RT per tahun mulai dapat dicairkan pada Juni 2026.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada masyarakat untuk menentukan kebutuhan lingkungannya secara mandiri melalui musyawarah.</p>
<p>Menurut Agustina, BOP tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan dan lingkungan hidup, tetapi juga untuk memperkuat kegiatan sosial, budaya, dan kebersamaan warga di tingkat kampung.</p>
<p>“Kalau warga sepakat untuk kegiatan budaya, pentas seni, atau kegiatan kemasyarakatan lainnya, silakan. Yang penting direncanakan bersama dan manfaatnya dirasakan bersama. Pemerintah hadir memberi ruang, sementara keputusan terbaik tetap lahir dari warga,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pembangunan Kota Semarang tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi juga melalui partisipasi aktif masyarakat yang menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, serta merawat kebudayaan yang menjadi identitas kota.</p>
<p>Selain menghadiri pentas budaya, Agustina juga mengajak masyarakat menjaga Lapangan Parikesit sebagai ruang publik bersama yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga, sosial, maupun kebudayaan.</p>
<p>Menurutnya, ruang publik yang hidup dan terawat akan menjadi tempat bertemunya warga, tumbuhnya kreativitas, serta semakin kuatnya ikatan sosial di tengah masyarakat.</p>
<p>“Semarang akan menjadi kota yang semakin hebat jika ruang-ruang publiknya hidup, budayanya tumbuh, dan warganya terus bergerak bersama membangun lingkungan masing-masing,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/16/pentas-budaya-jaranan-di-banyumanik-wali-kota-apresiasi-karang-taruna-lestarikan-budaya">Pentas Budaya Jaranan di Banyumanik, Wali Kota Apresiasi Karang Taruna Lestarikan Budaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Maling Semarang Dibuka Kembali, New PM Jadi Pusat Ekonomi, Kuliner, dan Kreativitas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/16/pasar-maling-semarang-dibuka-kembali-new-pm-jadi-pusat-ekonomi-kuliner-dan-kreativitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 20:31:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[New Pasar Maling]]></category>
		<category><![CDATA[pasar johar]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Maling]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Yaik]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=564623</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng terus berupaya menghidupkan kembali kawasan Pasar Johar sebagai pusat perdagangan sekaligus ruang aktivitas masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka kawasan New PM (New Pasar Maling/ Pasar Maling Baru) di kompleks Pasar Johar, Senin 15 Juni 2026. Saat meninjau langsung lokasi, Wali kota berharap kehadiran New [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/16/pasar-maling-semarang-dibuka-kembali-new-pm-jadi-pusat-ekonomi-kuliner-dan-kreativitas">Pasar Maling Semarang Dibuka Kembali, New PM Jadi Pusat Ekonomi, Kuliner, dan Kreativitas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) –</strong> Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng terus berupaya menghidupkan kembali kawasan Pasar Johar sebagai pusat perdagangan sekaligus ruang aktivitas masyarakat.</p>
<p>Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka kawasan <em>New PM (New Pasar Maling/ </em>Pasar Maling Baru<em>) </em>di kompleks Pasar Johar, Senin 15 Juni 2026.</p>
<p>Saat meninjau langsung lokasi, Wali kota berharap kehadiran New PM mampu menambah keramaian sekaligus memberikan ruang baru bagi para pedagang.</p>
<p>“Ya mudah-mudahan menjadi tambahan pedagang dan keramaian. Saya ingin Pasar Johar ramai dengan berbagai macam kegiatan yang tidak hanya berjualan, tetapi juga ada kegiatan seni, olahraga, dan lain-lain,” ujar Agustina.</p>
<p>Menurutnya, tantangan pasar tradisional saat ini berbeda dengan masa lalu. Perubahan pola belanja masyarakat yang beralih ke <em>platform</em> daring membuat pasar harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.</p>
<p>“Sekarang zamannya <em>online</em>. Banyak yang meninggalkan Pasar Johar karena berjualan secara <em>online</em>. Karena itu pasar harus menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan,” katanya.</p>
<p>Agustina menilai kawasan New PM memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang yang lebih kreatif. Selain aktivitas perdagangan, area tersebut dapat dipadukan dengan kegiatan seni budaya, pelatihan, hingga sentra kuliner khas Kota Semarang.</p>
<p>Ia bahkan mengungkapkan rencana memanfaatkan area kosong di bagian atas bangunan sebagai etalase produk UMKM yang ditampilkan secara bergantian.</p>
<p>“Yang kosong di ujung sana akan saya jadikan etalase berkala. Bisa gantian setiap minggu. Teman-teman pedagang di sini juga bisa ikut. Pelatihan juga bisa dilakukan di sini, jadi tidak perlu ke hotel,” jelasnya.</p>
<p>Agustina juga membuka kemungkinan hadirnya deretan kuliner khas Semarang yang menjadi daya tarik baru bagi pengunjung Pasar Johar.</p>
<p>“Mungkin bisa jadi kumpulan makanan khas Kota Semarang jadi satu. Ini sedang dicari formatnya. Karena pasar itu harus menyesuaikan dengan keinginan pelanggan,” tambahnya.</p>
<p><strong>Antusiasme Tinggi</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva mengatakan antusiasme pedagang terhadap New PM cukup tinggi.</p>
<p>Hingga saat ini tercatat sebanyak 912 pedagang telah mendaftar untuk menempati lapak yang disediakan.</p>
<p>“Ada 912 pedagang yang mendaftar. Harapan kami New PM ini bisa mengembalikan kejayaan Pasar Maling yang dulu menjadi ikon Kota Semarang,” kata Aniceto.</p>
<p>Menurutnya, konsep New PM tetap mempertahankan identitas Pasar Maling yang sudah dikenal masyarakat selama puluhan tahun, namun dikemas dengan tampilan dan suasana yang lebih baru.</p>
<p>“New PM itu Pasar Maling model baru. Jadi identitasnya tetap ada, hanya dikembangkan menjadi lebih baik,” ujarnya.</p>
<p>Saat ini tingkat keterisian lapak di kawasan tersebut telah mencapai lebih dari 80 persen atau sekitar 800 pedagang aktif. Mayoritas pedagang yang sudah menempati lokasi menjual pakaian dan produk kuliner.</p>
<p>“Yang sudah mengisi lebih banyak pakaian dan kuliner campuran. Nanti lantai 2, lantai 3, dan lantai 4 akan kita isi semua,” jelasnya.</p>
<p>Untuk menarik minat pengunjung, Disdag Kota Semarang akan melakukan sejumlah evaluasi dan strategi promosi. Salah satunya memastikan harga barang tetap kompetitif serta produk yang dijual memiliki karakter berbeda dengan area perdagangan lain di Pasar Johar.</p>
<p>Selain itu, promosi melalui influencer dan media juga akan diperkuat agar masyarakat mengetahui keberadaan wajah baru Pasar Johar tersebut.</p>
<p>“Kita akan menggandeng <em>influencer</em> dan media untuk memperkenalkan bahwa di Pasar Johar sekarang ada hal baru, yaitu New PM,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/16/pasar-maling-semarang-dibuka-kembali-new-pm-jadi-pusat-ekonomi-kuliner-dan-kreativitas">Pasar Maling Semarang Dibuka Kembali, New PM Jadi Pusat Ekonomi, Kuliner, dan Kreativitas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sura, Bulan Sakral untuk Menjalani Laku Tirakat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/15/sura-bulan-sakral-untuk-menjalani-laku-tirakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 01:55:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Solo Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=564424</guid>

					<description><![CDATA[<p>SURAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Dalam pemahaman Kejawen, Sura yang menjadi bulan awal Kalender Tahun Jawa, disebutkan sebagai bulan sakrai. Menjadi bulan untuk menjalani laku spiritual tirakat, dalam upaya memohon ridho perlindungan dan anugerah keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Itu dilakukan dengan menghindari untuk menggelar pesta suka ria, melakukan perjalanan jauh dan tidak menggelar hajatan. Dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/15/sura-bulan-sakral-untuk-menjalani-laku-tirakat">Sura, Bulan Sakral untuk Menjalani Laku Tirakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>SURAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211;</b> Dalam pemahaman Kejawen, Sura yang menjadi bulan awal Kalender Tahun Jawa, disebutkan sebagai bulan sakrai. Menjadi bulan untuk menjalani laku spiritual tirakat, dalam upaya memohon ridho perlindungan dan anugerah keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Itu dilakukan dengan menghindari untuk menggelar pesta suka ria, melakukan perjalanan jauh dan tidak menggelar hajatan. Dalam Kitab Primbon Betaljemur Adammakna halaman 21, Bulan Sura dinyatakan tidak baik untuk mengijabkan pengantin. Karena memberikan aura <i>tukar padu</i> (cekcok) dan <i>nemu kasusahan</i> (menemukan derita susah).</p>
<p>Betapa Sura ditempatkan sebagai bulan sakral untuk laku tirakat, Keraton Kasultanan Yogyakarta, setiap menyambut Bulan Sura, selalu menggelar prosesi kirab pusaka <i>Mubeng Beteng</i> (mengelilingi pagar tembok keraton). Demikian halnya dengan Keraton Kasunanan dan Parja Mangkunegaran di Surakarta.</p>
<p>Dari Yogyakarta diperoleh informasi, bahwa Ngarso Dalem HB X telah menetapkan Rabu Kliwon dinihari (17/6/26) lusa, untuk melakukan tirakat jalan kaki <i>Mubeng Beteng </i>atau mengelilingi pagar tembok <em>(beteng)</em> keraton, disertai <i>tapa bisu </i>(pantang berbicara). Menempuh jarak sekitar 5 KM start dan finish dari Pancaniti Kamandungan Lor. Routenya melewati Jalan (Jl) Rotowijayan, Jl Pekapalan, Jl Kauman, Jl Agus Salim, Jl Mayjend Sutoyo, Jl Brigjen Katamso dan Jl Ibu Ruswa. Ini akan berlangsung sampai Pukul 02.30 dinihari.</p>
<p>Untuk prosesi kirab pusaka Praja Mangkunegaran Surakarta, akan digelar Selasa malam (16/6/26). Tradisi menyambut Tanggal 1 Sura ini, memberikan makna tirakat dalam tiga hal. Pertama, makna Atita atau melepas (selamat tinggal ) tahun yang telah berlalu. Kedua, Atiki, berlangsung mulai tengah malam, dalam menyambut kehadiran sepenuhnya waktu Tahun Baru 1960 Jawa (J) yang telah tiba. Ketiga, Anagata, yakni untuk menyambut waktu akan datang, dengan menghaturkan sembah catur, demi memperoleh anugerah <i>laras ati </i>(ketenangan).</p>
<p>Terlepas dari konflik kepemimpinan dua raja Paku Buwono (PB) XIV (Gusti Purboyo dan Gusti Hangabehi), Keraton Kasunanan Surakarta Hadingrat, Selasa Wage malam Rebo Kliwon (17/6/26) akan menggelar prosesi kirab pusaka Tanggal 1 Sura Tahun Be 1960 (2026 M). Kirab pusaka Keraton Surakarta menyertakan pusaka Kerbau (Kebo) <i>bule</i> (warna putih kekuningan). Ini akan mengambil start dan finish dari Kamandungan, menempuh jarak sekitar 8 KM.</p>
<p><b>Abdi Dalem</b></p>
<p>Laku tirakat <i>mubeng beteng</i> di Yogyakarta dan kirab pusaka Keraton Kasunanan serta Praja Mangkunegaran di Surakarta, akan dilakukan oleh r<span class="gmail-T286Pc">ibuan peserta. Mereka terdiri para <em class="eujQNb">Abdi Dalem</em> dan masyarakat. Selama perjalanan kirab, mereka akan menjalani <i>tapa bisu</i>.  Sekaligus sebagai  </span><span class="gmail-T286Pc">bentuk refleksi diri, demi menggapai keheningan dengan senantiasa memanjatkan doa kepada </span><i>Gusti Murbeng Dumadi (</i>Tuhan Yang Maha Kuasa).<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span>Budayawan Jawa peraih anugerah Bintang Budaya, Drs Kanjeng Raden Arya (KRA) Pranoto Adiningrat MM, menyatakan, penjelasan Sura sebagai bulan istimewa dalam Kalender Jawa, dituliskan dalam Ensiklopedi Kejawen, Buku Adat Tata Cara Jawa, karya Drs R Harmanta Bratasiswara (Yayasan Surya Sumirat, Jakarta 2000). Yakni pada halaman 755-756.<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span>Tradisi menyambut Tahun Baru Jawa, disebut sebagai<em> Suran</em>, ditandai dengan tirakat <i>wungon</i> (pantang tidur) dan <i>tapa bisu </i>demi laku sipritual untuk mengasah rasa batin. Untuk ini, warga ada yang menjalani tirakat <i>sesaji harga </i>(di puncak gunung) <i>semedi </i>ke pesisir laut, atau laku <i>kungkum</i> (berendam) di sungai.<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span>Adalah Raja Mataram Islam Tanha Jawa, Sultan Agung, dalam mempersatukan rakyatnya telah menciptakan Kalender Jawa versi Mataram Islam Sultan Agung (MISA). Yakni memadukan Tahun Saka (Hindu) yang berpedoman pada peredaran matahari (Syamsiah), dan Tahun Hijriyah(Islam) yang memakai pedoman peredaran bulan (Qomariyah).<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span>Itu dimulai dari Tanggal 1 Sura Tahun 1555 Saka, yang bertepatan dengan Tanggal 1 Muharam Tahun 1043 Hijriyah. Ini terjadi pada Tanggal 8 Juli 1633 Masehi (M). Sejak itu, Praja Mataram Islam Tanah Jawa, menetapkan Tanggal 1 Sura sebagai Tahun Jawa. Yang senantiasa diperingati sebagai momentum <i>Suran, </i>untuk menandai datangnya Tahun Baru Jawa MISA. Yang itu disertai kegiatan spiritual dengan menjalani laku tirakat yang bersifat prihatin, untuk mawas diri dan pengendalian diri, yang sinergi dengan nilai sakral Bulan Sura.<b>(Bambang Pur)</b></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/15/sura-bulan-sakral-untuk-menjalani-laku-tirakat">Sura, Bulan Sakral untuk Menjalani Laku Tirakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dimeriahkan Batik Carnival dengan Busana Negeri Dongeng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/14/dimeriahkan-batik-carnival-dengan-busana-negeri-dongeng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 14:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Solo Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=564366</guid>

					<description><![CDATA[<p>SURAKARTA (SUARABARU.ID &#8211; Tradisi Bersih Dusun di Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Minggu (14/6/26) tampil beda. Dimeriahkan karnaval budaya, menampilkan Batik Carnival dengan busana layaknya dari negeri dongeng. Batik Carnival adalah parade budaya atau festival jalanan, yang menampilkan kostum-kostum megah, unik dan artistik, berbahan dasar kain batik didukung kelengkapan asesories [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/14/dimeriahkan-batik-carnival-dengan-busana-negeri-dongeng">Dimeriahkan Batik Carnival dengan Busana Negeri Dongeng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div><strong>SURAKARTA (SUARABARU.ID &#8211;</strong> Tradisi Bersih Dusun di Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Minggu (14/6/26) tampil beda. Dimeriahkan karnaval budaya, menampilkan Batik Carnival dengan busana layaknya dari negeri dongeng.</div>
<div><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Batik Carnival adalah parade budaya atau festival jalanan, yang menampilkan kostum-kostum megah, unik dan artistik, berbahan dasar kain batik didukung kelengkapan asesories menarik. Acara ini, memadukan unsur busana tradisional dengan koreografi modern, demi mewujudkan agenda wisata budaya. Event ini, hadir menjadi ajang pamer kreativitas para desainer dan masyarakat, dalam mengolah batik menjadi karya tiga dimensi.</div>
<div><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Kecuali Batik Carnival, pawai budaya Bersih Dusun di Pelem, Desa Watangrejo tersebut, juga menampilkan drum band pelajar dan pawai kendaraan hias serta kemunculan tokoh Kethek Ogleng. Disamping tampilan bercorak tradisional, yang mewarnai tradisi Bersih Dusun. Yaitu kirab usungan gunungan yang dirangkai dari beragam hasil bumi petani.</div>
<div><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Bersih Dusun, menjadi tradisi yang setiap tahun digelar. Dimeriahkan dengan hiburan wayang kulit semalam suntuk. Untuk pagelaran wayang kulit akan dilaksanakan Selasa malam Tanggal 16 Juni 2026. &#8221;Akan menyajikan Lakon Asmoro Bumi, yang dimainkan Dalang Ki Subarjo dari ISI Solo,&#8221; ujar Parmin. Salah satu warga Dusun Pelem ini, menyatakan, dalam rangkaian Bersih Dusun, juga digelar turnamen bola voli.</div>
<div>
Dalam Bersih Dusun, pagelaran wayang kulit semalam suntuk sering disertakan sebagai media hiburan dan sekaligus menjadi sarana untuk tirakat pantang tidur semalam. Tujuannya, agar permohonan warga dusun senantiasa dikabulkan Tuhan. Yakni supaya warga dusun senantiasa dalam lindungan dan keberkahan Tuhan, serta menjadi sarana tolak balak supaya dijauhkan dari lilitan panandang sebel sial.</div>
<div><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Pagelaran wayang kulit semalam suntuk, sebelumnya dipentaskan dalam tradisi Bersih Desa yang digelar oleh warga Dusun Bogor, Blotan dan Dusun Tegalrejo. Lokasinya di Balai RW 2, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo. Menyajikan Lakon Wahyu Kamulyan oleh Dalang Ki Sri Susilo Tengkleng.</div>
<div></div>
<div><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><b>Reog</b></span></div>
<div><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><b><br />
</b></span>Di Desa Kebonagung, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Bersih Dusun dimeriahkan pentas Reog Dadak Merak dari Group Krido Taruno. Juga wayangan semalam suntuk Lakon Bharata Yuda, oleh dua dalang Ki Gede Ariawan WK dari Kediri, Jawa Timur, dan Ki Budi Warsito dari Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.</div>
<div><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Di Dusun Sambirejo, Desa Celep, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, tradisi Bersih Desa juga dimeriahkan pentas wayang kulit semalam suntuk. Menyajikan Lakon Ndaru Pringgondani, dimainkan Dalang Ki Dunung Siswoyo. Sebelumnya, wayangan Bersih Dusun di Sengon, Desa dan Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, menampilkan Dalang Ki Hanggoro Murti SSn, dengan Lakon Wahyu Katetreman.</div>
<div>
Di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tradisi Bersih Dusun ada yang dikemas sebagai event wisata religi Nyadran Gedong Pulungsari. Ini dilakukan oleh warga Dusun Dondong, Desa Pundungsari. Diawali prosesi kirab gunungan dan sesaji ayam panggang. Kemudian melakukan ritual berdoa di Makam Eyang Sumadi dan Eyang Sudarminah. Kedua tokoh ini, dikenal sebagai putra-putri Ke 53 dan Ke 59 Ngarso Dalem Hamengku Buwono (HB) Ke-II.</div>
<div><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Budayawan Jawa peraih anugerah Bintang Budaya, Drs Kanjeng Raden Arya (KRA) Pranoto Adiningrat MM, menyatakan, Bersih Dusun memiliki sejarah panjang di masyarakat Jawa. Keberadaannya, dituliskan pada Ensiklopedi Kejawen, Buku Bauwarna Adat Tata Cara Jawa karya Drs R Harmanto Bratasiswara pada halaman 123-124.<br />
<span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Bersih Dusun, menjadi tradisi masyarakat Jawa yang dimensional. Yaitu sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Yakni dzat yang telah memberikan anugerah rezeki atas diperolehnya panen hasil bumi yang melimpah. Melalui Bersih Dusun, warga juga memaknai keberadaan Danyang Cikal Bakal, yakni tokoh pendahulu yang berjasa telah membuat dusun untuk pemukiman. Juga menjadi media permohonan doa tolak balak, untuk membersihkan desa dari gangguan gaib negatif, agar warga senantiasa selamat, aman dan tenteram.<b>(Bambang Pur)</b></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/14/dimeriahkan-batik-carnival-dengan-busana-negeri-dongeng">Dimeriahkan Batik Carnival dengan Busana Negeri Dongeng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>