<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Pariwisata Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/info-pariwisata/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 00:49:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Info Pariwisata Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Kota Semarang Siapkan Heritage Tour Religi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/03/tuan-rumah-mtq-nasional-xxxi-kota-semarang-siapkan-heritage-tour-religi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 00:49:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=562454</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kota Semarang terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur&#8217;an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Selain menyiapkan venue musabaqah dan layanan hospitality bagi ribuan peserta dari seluruh Indonesia, Pemkot Semarang juga menggandeng Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) untuk menghadirkan program heritage tour wisata religi yang akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/03/tuan-rumah-mtq-nasional-xxxi-kota-semarang-siapkan-heritage-tour-religi">Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Kota Semarang Siapkan Heritage Tour Religi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Pemerintah Kota Semarang terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur&#8217;an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.</p>
<p>Selain menyiapkan venue musabaqah dan layanan hospitality bagi ribuan peserta dari seluruh Indonesia, Pemkot Semarang juga menggandeng Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) untuk menghadirkan program <em>heritage tour</em> wisata religi yang akan menjadi bagian dari pengalaman peserta dan tamu selama berada di Kota Semarang.</p>
<p>Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan bahwa MTQ tidak hanya menjadi ajang syiar Al-Qur’an, tetapi juga momentum memperkenalkan sejarah panjang peradaban Islam dan wajah toleransi Kota Semarang kepada masyarakat Indonesia.</p>
<p>“Semarang adalah kota yang dibangun oleh banyak peradaban. Melalui heritage tour religi ini, kami ingin para tamu MTQ pulang membawa cerita tentang jejak ulama, sejarah penyebaran Islam, dan semangat kerukunan yang hidup di Kota Semarang hingga hari ini,” ujar Agustina.</p>
<figure id="attachment_562456" aria-describedby="caption-attachment-562456" style="width: 560px" class="wp-caption alignleft"><img class="size-full wp-image-562456" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/MTQ.jpeg" alt="" width="560" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/MTQ.jpeg 560w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/MTQ-329x400.jpeg 329w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/MTQ-123x150.jpeg 123w" sizes="(max-width: 560px) 100vw, 560px" /><figcaption id="caption-attachment-562456" class="wp-caption-text">Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. Foto: Dok</figcaption></figure>
<p>Program wisata yang disiapkan bersama ASITA tersebut akan mengajak peserta menelusuri sejumlah destinasi religi dan bersejarah, mulai dari Makam Sunan Terboyo, Makam KH Sholeh Darat, Makam Ki Ageng Pandanaran, hingga Masjid Kauman Semarang.</p>
<p>Selain paket wisata religi Islam, ASITA juga menyiapkan paket wisata heritage yang menghubungkan kawasan Kota Lama, Lawang Sewu, Gereja Blenduk, hingga Pura Agung Giri Natha sebagai representasi keberagaman budaya dan keagamaan Kota Semarang.</p>
<p>Persiapan tersebut menjadi bagian dari strategi <em>hospitality</em> MTQ Nasional XXXI yang menempatkan pengalaman budaya sebagai salah satu aspek pelayanan tamu.</p>
<p>MTQ Nasional XXXI sendiri akan memanfaatkan berbagai venue yang tersebar di Kota Semarang, di antaranya Masjid Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Kampus UIN Walisongo, Universitas Diponegoro, hingga sejumlah gedung pemerintahan dan fasilitas publik lainnya.</p>
<p>Melalui kolaborasi dengan ASITA tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI tidak hanya sukses dari sisi perlombaan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang Semarang sebagai kota yang merawat sejarah, memperkuat syiar, dan merayakan keberagaman dalam satu harmoni.</p>
<p><strong>Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/03/tuan-rumah-mtq-nasional-xxxi-kota-semarang-siapkan-heritage-tour-religi">Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Kota Semarang Siapkan Heritage Tour Religi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Bersih Dusun, Lestari Secara Turun Temurun</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/02/tradisi-bersih-dusun-lestari-secara-turun-temurun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 06:53:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=562379</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOGIRI (SUARABARU.ID) &#8211; Bersih Dusun, merupakan tradisi Jawa yang lestari turun-temurun sejak nenek moyang. Digelar oleh komunitas warga di masing-masing pedusunan. Tradisi yang menjadi event wisata budaya ini, sering disebut pula sebagai Bersih Desa, Memetri Desa atau Rasulan. Diselenggarakan setiap tahun sekali, seusai kaum agraris memetik panen. Utamanya dilakukan warga di pedesaan kawasan selatan-selatan Pula [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/02/tradisi-bersih-dusun-lestari-secara-turun-temurun">Tradisi Bersih Dusun, Lestari Secara Turun Temurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>WONOGIRI (SUARABARU.ID) &#8211;</b> Bersih Dusun, merupakan tradisi Jawa yang lestari turun-temurun sejak nenek moyang. Digelar oleh komunitas warga di masing-masing pedusunan. Tradisi yang menjadi event wisata budaya ini, sering disebut pula sebagai Bersih Desa, Memetri Desa atau Rasulan.</p>
<p>Diselenggarakan setiap tahun sekali, seusai kaum agraris memetik panen. Utamanya dilakukan warga di pedesaan kawasan selatan-selatan Pula Jawa wilayah Pawonsari. Yakni di Kabupaten PAcitan (Jawa Timur), Kabupaten WONogiri (Jawa Tengah) dan WonoSARI Gunungkidul (Daerah Istimewa Yogyakarta/DIY).</p>
<p>Biasanya, ramai digelar pada Bulan Besar dan Sura. Ini menjadikan Bulan Besar dan Sura, sebagai bulan gampang nonton wayang. Sebab, hampir semua pedusunan yang mengadakan tradisi Bersih Dusun, selalu menyertakan pagelaran wayang kulit. Disamping acara baku kenduri selamatan, sebagai media pemanjatan doa dan pernyataan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Sebagaimana yang terjadi Malam Selasa Kliwon atau Senin malam (1/6/26) misalnya. Di Dusun Keblokan, Desa Sendang Ijo, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, menggelar wayang kulit semalam suntuk. Menyajikan lakon Bimo Suci oleh Dalang Ki Anjat Sutrisno. Diiringi Group Seni Karawitan Bagaskara Kusuma Laras dari Dusun Sukorejo, Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Dimeriahkan Bintang Tamu Pelawak Gareng Semarang.</p>
<p>Pada waktu bersamaan, wayangan Bersih Dusun di Dusun Kajar, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, menyajikan Lakon Semar Ngejawantah. Dimainkan Dalang Ki Widodo Wilis, menyertakan Bintang Tamu Gareng Tralala dan Mboke Ganden.</p>
<p>Bersih Dusun di Dusun Dawe, Desa Watu Agung, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, semalam, menggelar wayang kulit Lakon Tinuntun Wahyu Sejati. Dimainkan Dalang Ki Bagong Yunioko. Dalang Ki Bagong Yunioko, sebelumnya juga tampil di Bersih Dusun Ngulu Wetan, Desa Praci, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Menyajikan Lakon  Wahyu Makutarama.</p>
<p>Dalang Ki Jangkung Sugiyanto SSn, mendalang di acara Bersih Dusun Ngululor, Desa Praci, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Kemudian Dalang Muda Ki Rama (Sahrul Oktavian Ramadhan, mendalang di acara Bersih Dusun di Dusun Brubuh, Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.</p>
<p><b>Duet Mawut</b></p>
<p>Ki Rama, Mahasiswa ISI Surakarta ini, pernah meraih juara lomba dalang remaja tingkat Kabupaten Wonogiri. Dia tampil bersama dalang cilik Kenzo Gibran El Barra (Kelas 2 SD negeri Purworejo). Lakon yang dibawakan Rama Tambak. Menampilkan Bintang Tamu Bagong Soemantri dari Kabupaten Boyolali.</p>
<figure id="attachment_562383" aria-describedby="caption-attachment-562383" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-562383" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/2ebersihdusun1-wng-bp.jpg" alt="" width="500" height="306" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/2ebersihdusun1-wng-bp.jpg 500w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/2ebersihdusun1-wng-bp-400x245.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/2ebersihdusun1-wng-bp-150x92.jpg 150w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-562383" class="wp-caption-text">Bintang Tamu Bagong Soemantri dari Kabupaten Boyolali, tampil meramaikan wayangan semalam suntuk di acara Bersih Dusun di Dusun Brubuh, Desa Ngadirojolor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Ist)</figcaption></figure>
<p>Sebelumnya, Ki Rama, dalam Bersih Dusun di Dusun Ngaglik, Desa Pulutan Kulon, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, tampil mendalang dalam atraksi &#8216;duet mawut&#8217; bersama Dalang Ki Alifian Nur Rohmad Arif. Yakni dalang muda yang tengah naik daun, yang mahir memainkan sabet dan piawai menampilkan gerak wayang secara atraktif.</p>
<p>Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Widiyatno SH, mengatakan, Bersih Dusun memang identik dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Wakil Rakyat yang pernah menjabat Kepala Desa (Kades) ini, menyatakan, hampir semua dusun menggelar wayangan saat melaksanakan tradisi Rasulan.</p>
<p>Parmin, salah seorang warga Dusun Pelem, Desa Watangrejo, menyatakan, sumber dana untuk Bersih Dusun, dikumpulkan dari iuran warga. Setiap warga memberikan iuran masing-masing Rp 165 ribu. &#8221;Disamping wayangan, juga dilaksanakan turnamen bola voli berhadiah,&#8221; ujar Parmin.</p>
<p>Budayawan Jawa peraih anugerah Bintang Budaya, Drs Kanjeng Raden Arya (KRA) Pranoto Adiningrat MM, menyatakan, Bersih Dusun memiliki sejarah panjang di masyarakat Jawa. Keberadaannya, dituliskan pada Ensiklopedi Kejawen, Buku Bauwarna Adat Tata Cara Jawa karya Drs R Harmanto Bratasiswara. pada halaman 123-124.</p>
<p>Bersih Dusun, menjadi tradisi masyarakat Jawa yang dimensional. Satu sisi, sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang telah memberikan anugerah rezeki atas diperolehnya panen hasil bumi yang melimpah. Melalui Bersih Dusun, warga juga memaknai keberadaan Danyang Cikal Bakal, yakni tokoh pendahulu yang berjasa telah membuat dusun sebagai hunian tempat tinggal. Juga menjadi media permohonan doa tolak balak, untuk membersihkan desa dari gangguan gaib negatif, agar warga senantiasa selamat, hidup aman dan tenteram.<b>(Bambang Pur)</b></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/02/tradisi-bersih-dusun-lestari-secara-turun-temurun">Tradisi Bersih Dusun, Lestari Secara Turun Temurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesona Gembira Loka Zoo hadir di The Park Mall Semarang, Cek Jadwalnya!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/29/pesona-gembira-loka-zoo-hadir-di-the-park-mall-semarang-cek-jadwalnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 06:08:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Gembira Loka]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[mall]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[the park]]></category>
		<category><![CDATA[Zoo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561938</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka Zoo Yogyakarta bakal menghadirkan edukasi satwa interaktif di The Park Mall Semarang, pada 12–21 Juni 2026. Head of Public Relations and Marketing Communications Gembira Loka Zoo, Leonardus Wical Z A, mengatakan, kegiatan bertema &#8216;Pesona Gembira Loka&#8217;  itu akan mengusung konsep edukasi, interaksi, dan hiburan keluarga. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/29/pesona-gembira-loka-zoo-hadir-di-the-park-mall-semarang-cek-jadwalnya">Pesona Gembira Loka Zoo hadir di The Park Mall Semarang, Cek Jadwalnya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka Zoo Yogyakarta bakal menghadirkan edukasi satwa interaktif di The Park Mall Semarang, pada 12–21 Juni 2026.</p>
<p>Head of Public Relations and Marketing Communications Gembira Loka Zoo,<br />
Leonardus Wical Z A, mengatakan, kegiatan bertema &#8216;Pesona Gembira Loka&#8217;  itu akan mengusung konsep edukasi, interaksi, dan hiburan keluarga.</p>
<p>&#8220;Menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat dunia satwa. Selain itu sekaligus menikmati berbagai aktivitas menarik khas Gembira Loka Zoo,&#8221; katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 Mei 2026.</p>
<p>Lebih rinci, Leon mengatakan, Pesona Gembira Loka mengusung program pertunjukkan edukasi yang membawa pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kombinasi edukasi<br />
konservasi, permainan interaktif, dan hiburan kreatif dalam suasana pusat perbelanjaan.</p>
<p>Selama sepuluh hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti beragam games edukatif dan interaktif. Di antaranya, Blooket, Minzoo Berkata, Puzzle, Herping, Bird Watching, Eatbulaga, Tebak Gambar, Scavenger Hunt, Bisa / Tidak Berbisa, hingga Pilah Pilih.</p>
<p>&#8220;Berbagai permainan tersebut dirancang untuk memperkenalkan pengetahuan satwa dan lingkungan secara menyenangkan untuk anak-anak maupun keluarga,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selain permainan, Leon bilang, Pesona Gembira Loka juga menghadirkan rangkaian program edukasi satwa. Mulai dari Presentasi Edukasi Satwa (PES), keeper talk enrichment, hingga enrichment class atau workshop yang mengajak pengunjung memahami perilaku satwa, enrichment, serta pentingnya konservasi.</p>
<p>Selain itu, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif bersama satwa. Mulai dari photobooth Aves dan Kapibara, feeding + photo Ceko dan Aviary, hingga, feeding Kambing serta Kura-kura + Koi yang memberikan pengalaman lebih dekat dengan satwa secara aman dan edukatif.</p>
<p>Suasana acara akan disemarakkan dengan berbagai penampilan hiburan seperti drama musikal, drama teatrikal, mini karnaval, dan flashmob.</p>
<p>&#8220;Kami ingin menunjukkan, kebun binatang bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar mengenai konservasi dan kesejahteraan satwa,” ucap Leon.</p>
<p>Lebih lanjut, Leon mengatakan, meskipun menghadirkan satwa ke dalam area mall, Gembira Loka Zoo tetap menerapkan standar animal welfare atau kesejahteraan satwa sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Dikatakannya, seluruh satwa yang terlibat berada dalam pengawasan tim profesional dan melalui prosedur yang telah disesuaikan dengan standar pengelolaan satwa modern.</p>
<p>&#8220;Mulai dari pengaturan durasi tampil,<br />
kondisi kandang, hingga pendampingan keeper selama kegiatan berlangsung,”<br />
katanya. (*)</p>
<p><em><strong>Oleh: Diaz A Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/29/pesona-gembira-loka-zoo-hadir-di-the-park-mall-semarang-cek-jadwalnya">Pesona Gembira Loka Zoo hadir di The Park Mall Semarang, Cek Jadwalnya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Garang Asem, Dapat untuk Menyembuhkan Sakit Cangkrangan ?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/28/garang-asem-dapat-untuk-menyembuhkan-sakit-cangkrangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 04:44:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Solo Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561791</guid>

					<description><![CDATA[<p>SURAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Proses pembuatannnya tanpa dipanggang (garang), juga tidak menyertakan asam atau asem (Tamarindus indica). Tapi kuliner berbahan ayam yang dimasak dengan bungkus daun pisang ini, populer dinamakan Garang Asem dan diyakini dapat menjadi sarana penyembuh sakit Cangkrangan. Sebagai makanan khas Jawa, keberadaan Garang Asem dituliskan dalam referensi buku kuno Serat Centhini. Makanan tradisional Jawa Tengah ini, tercatat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/28/garang-asem-dapat-untuk-menyembuhkan-sakit-cangkrangan">Garang Asem, Dapat untuk Menyembuhkan Sakit Cangkrangan ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>SURAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID" target="_blank" rel="noopener" data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?q=http://SUARABARU.ID&amp;source=gmail&amp;ust=1780029239942000&amp;usg=AOvVaw2HLJDYjyWLgouzpZTOGkZ0">SUARABARU.ID</a>) &#8211;</b> Proses pembuatannnya tanpa dipanggang <i>(garang)</i>, juga tidak menyertakan asam atau asem <i>(Tamarindus indica)</i>. Tapi kuliner berbahan ayam yang dimasak dengan bungkus daun pisang ini, populer dinamakan Garang Asem dan diyakini dapat menjadi sarana penyembuh sakit Cangkrangan.<br />
<span style="font-family: arial, sans-serif;"><br />
</span>Sebagai makanan khas Jawa, keberadaan Garang Asem dituliskan dalam referensi buku kuno Serat Centhini. Makanan tradisional Jawa Tengah ini, tercatat dalam naskah klasik tersebut, sebagai salah satu hidangan istimewa yang disajikan dalam perjamuan.<br />
<span style="font-family: arial, sans-serif;"><br />
</span>Di dalam Serat Centhini, khususnya pada Pupuh Dhandanggula, Jilid III, Garang Asem disebut bersama hidangan tradisional lainnya seperti Bongko dan Pelas. Hal ini membuktikan bahwa kuliner bercita rasa asam, pedas dan gurih ini, telah menjadi bagian dari kekayaan budaya dan tradisi boga masyarakat Jawa sejak berabad-abad lalu.<br />
<span style="font-family: arial, sans-serif;"><br />
</span>Penulisan Serat Centhini diprakarsai oleh KGPAA Amangkunagara (kemudian hari bertahta sebagai Sunan Pakubuwana V). Penyusunan mahakarya ini, dikerjakan oleh tiga pujangga keraton Surakarta, yaitu Ki Ngabehi Ranggasutrasna, Raden Tumenggung Sastranegara (RNg. Yasadipura II) dan Ki Ngabehi Sastradipura.<br />
<span style="font-family: arial, sans-serif;"><br />
</span>Gagasan penulisan kitab ensiklopedia kebudayaan Jawa ini, dimulai pada Tahun 1814 dan selesai pada Tahun 1823. <span id="m_-6713853129655631541gmail-mwDg">Serat Centhini</span> juga disebut Suluk<span id="m_-6713853129655631541gmail-mwEg"> Tambanglaras</span> atau <span id="m_-6713853129655631541gmail-mwFA">Suluk Tambangraras-Amongraga dan menjadi </span>contoh karya sastra Kesusastraan Jawa Baru, yang menghimpun segala macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan Jawa. Tujuannya, supaya tidak punah dan tetap terlestarikan sepanjang waktu.<br />
<span style="font-family: arial, sans-serif;"><i><br />
</i></span><span id="m_-6713853129655631541gmail-mwGA">Serat</span> <span id="m_-6713853129655631541gmail-mwGQ">Centhini</span><i> </i>menjadi refleksi dalam melihat kebudayaan masyarakat Jawa dari isi tekstualitasnya, yang disampaikan dalam bentuk tembang atau suluk. Penulisannya dikelompokkan menurut jenis lagunya.</p>
<p id="m_-6713853129655631541gmail-mwHg">Serat Centhini digubah atas kehendak Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom di Surakarta, putra Sunan Paku Buwana (PB) IV, yang kemudian bertakhta sebagai Sunan PB V.</p>
<p>Sangkala Serat Centhini berbunyi <i id="m_-6713853129655631541gmail-mwJw">paksa suci sabda ji</i> yang berarti Tahun 1742 (Jawa) atau Tahun 1814 Masehi.<br />
<span style="font-family: arial, sans-serif;"><br />
</span><b>Penyembuh</b><br />
<span style="font-family: arial, sans-serif;"><br />
</span>Garang Asem adalah makanan tradisional khas yang berasal dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Tapi, kini Garang Asem populer di Kabupaten Kudus dan juga di berbagai Kota/Kabupaten di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti di Solo, Sragen, Wonogiri, Semarang, Magelang, Demak, Kudus, Pati dan Pekalongan serta sejumlah Kabupaten di DIY.<br />
<span style="font-family: arial, sans-serif;"><br />
</span><span style="font-family: arial, sans-serif;">Generasi sepuh (tua), menjadikan Garang Asem tidak sekadar lauk pauk pelengkap untuk makan nasi. Tapi diyakini dapat menjadi obat penyembuh sakit Cangkrangan. Yakni p</span>enyakit cacar air <i>(</i><em>varicella</em><i>) </i>yang memunculkan infeksi menular akibat virus <em>Varicella-zoster</em>.<br />
<span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Kemunculan penyakit Cangkrangan, ditandai dengan ruam kemerahan berisi cairan yang terasa gatal di sekujur tubuh, demam dan lemas. Virus ini, menyebar dengan sangat mudah melalui udara (bersin/batuk) atau kontak langsung dengan cairan lepuhan.<br />
<span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span><span style="font-family: roboto, sans-serif;">Para sepuh dari generasi tua, menyatakan, penyakit tersebut dapat disembuhkan dengan mengonsumsi Garang Asem. Kuliner ini, berbahan baku ayam, yang diberikan aneka rempah-rempah sebagai bumbunya. Sebelum dibungkus daun pisang, lebih dulu disertakan santan kelapa sebagai kuahnya. Disertakan pula daun salam, lengkuas (laos), irisan buah tomat <i>(Solanum lycopersicum atau L</i></span><i>ycopersicon esculentum)</i> dan belimbing wuluh <i>(</i><i>Averrhoa bilimbi L).</i></p>
<p>Bila suka pedas, sertakan lombok atau cabai<i> </i><span style="font-family: roboto, sans-serif;">rawit. Garang Asem, enak untuk lauk makan nasi, apalagi ditambah dengan taburan bawang merah goreng. Tapi Garang Asem sebagai penyembuh penyakit Cangkrangan, kiranya itu masih perlu dilakukan penelitian secara ilmiah. Bisa jadi, ini berkaitan dengan kandungan gizi Garang Asem, yang mampu memperbaiki imunitas, stamina dan ketahanan tubuh penderita, untuk melawan virus </span><em>Varicella-zoster.</em><b>(<wbr />Bambang Pur)</b></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/28/garang-asem-dapat-untuk-menyembuhkan-sakit-cangkrangan">Garang Asem, Dapat untuk Menyembuhkan Sakit Cangkrangan ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Delman, Kereta Kuda yang Menjadi Ikon Wisata Jogja Istimewa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/23/delman-kereta-kuda-yang-menjadi-ikon-wisata-jogja-istimewa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 07:11:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561171</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. Naik delman istimewa ku duduk di muka. Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja. Mengendarai kuda supaya baik jalannya. Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk Tuk tik tak tik tuk tik tak suara spatu kuda&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Lagu Naik Delman adalah nyanyian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/delman-kereta-kuda-yang-menjadi-ikon-wisata-jogja-istimewa">Delman, Kereta Kuda yang Menjadi Ikon Wisata Jogja Istimewa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>YOGYAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211;</b> <i>Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. </i><i>Naik delman istimewa ku duduk di muka. </i><i>Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja. M</i><i>engendarai kuda supaya baik jalannya. </i><i>Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk</i><br />
<i>Tuk tik tak tik tuk tik tak suara spatu kuda&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</i></p>
<p>Lagu Naik Delman adalah nyanyian populer anak-anak, ciptaan Pak Kasur, salah satu tokoh pendidikan di Indonesia. Soerjono atau yang biasa dipanggil Pak Kasur, adalah sosok yang begitu akrab di telinga anak-anak sejak era 1970-an.</p>
<p><span class="gmail-ILfuVd" lang="id"><span class="gmail-hgKElc gmail-pOOWX">Delman atau andong, adalah kereta kuda yang sekarang menjadi ikonik wisata di Kota Yogyakarta. </span></span>&#8221;Kalau ke rumah produksi kue Bakpia, taripnya seratus ribu. Tapi bila keliling sampai keraton Rp 250 ribu,&#8221; kata kusir delman (andong) Supriyanto. Pria berusia 65 tahun ini, mengaku telah menekuni sebagai kusir selama kurang lebih 15 tahun.<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span>Warga pendatang dari Tasikmasdu, Surakarta, ini beristri dengan wanita Prambanan Yogyakarta. Dia memiliki 3 anak dan menjadi kakek dari 5 cucu. Biasa mangkal di dekat Stasiun Tugu Yogyakarta. Delmannya ditarik satu kuda. &#8221;Kuda ini, dulu saya beli Rp 45 juta, saat usianya masih 1,5 tahun,&#8221; tuturnya. Bodi kereta delmannya, kosongan (belum dilengkapi dengan asesories), harganya juga Rp 45 juta.<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span>Supriyanto, menyatakan senang menjadi warga Yogyakarta. &#8221;Ngarso dalem Hamengku Buwono (Gubernur DIY) itu orang baik, peduli terhadap pentingnya melestarikan delman,&#8221; pujinya. Dia menyatakan sangat berkesan, tatkala Ngarso Dalem menggelar <i>tingalan dalem</i> (ulang tahun) Ke-80.  Sebanyak 145 pedagang angkringan diborong, untuk memberikan layanan gratis makan minum bagi warga Yogyakarta, termasuk para kusir delman. &#8221;Makan di tempat, tidak boleh dibawa pulang,&#8221; jelas Supriyanto.<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span>Delman adalah kereta kuda tradisional, beroda empat, yang awalnya merupakan kendaraan eksklusif bagi para bangsawan Keraton Mataram (Islam) di Tanah Jawa. Baru memasuki Abad Ke-20, moda angkutan darat tradisional ini, pemakaiannya mulai dibuka untuk kalangan umum. Keberadaannya, kini menjadi kendaraan wisata yang ikonik dengan wisata Yogyakarta.<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span><b>Belanda</b><br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span>Pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono (HB) VII, delman edisi mewah hanya digunakan oleh keluarga keraton. Rakyat jelata dilarang menggunakannya, dan hanya diperbolehkan memakai gerobak sapi.<br />
<span style="color: #000000; font-family: Source Sans Pro, sans-serif;"><br />
</span>Secara mekanis, memiliki roda empat. Roda depan, berukuran lebih kecil, dibandingkan dengan roda bagian belakang. Roda depan mempunyai jeruji 12 dan roda belakang 14 jeruji. Mempunyai nama-nama komponen, seperti buntutan, palangan, per, as roda, bos mangkokan, gulungan, cincin, ruji, bengkok, pelah ban karet dan roda.<br />
<span style="color: #000000; font-family: Source Sans Pro, sans-serif;"><br />
</span>Bahan utama kerangkanya dari kayu dan besi. Yakni dari kayu Jati (<em class="eujQNb">Tectona grandis) </em>atau kayu Waru <i>(</i><i>Hibiscus tiliaceus) </i>berkualitas. <span class="gmail-Yjhzub">Pada Abad Ke-20, d</span>i masa Sultan HB VIII, penggunaannya diperluas untuk masyarakat umum. <span class="gmail-T286Pc">Seiring berkembangnya zaman, kini beralih fungsi menjadi transportasi wisata. Yang <i>ngetem</i> (menanti penumpang) di tempat strategis, menyambut para wisatawan dan siap mengantarkan untuk rekreasi ke Keraton Yogyakarta. Atau menyusuri sepanjang Jalan Malioboro yang legendaris. Siap pula mengantar ke rumah produksi Bakpia, kue khas Yogyakarta, dan menikmati menu kuliner Gudeg Yogya</span>.<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span>Pemerintah DIY memberikan proteksi agar andong atau delman tetap lestari. Kata Supriyanto, Yogya memiliki sekitar 450 delman. Bahkan Yogya punya Kampung Andong. Lokasinya di kawasan Bantul, tepatnya di Kampung Kenalan, Padukuhan Nglaren, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span>Menurut sejarahnya, kereta kuda ini pertama kali dicetuskan oleh Insinyur Belanda yang bernama Charles Theodore Deelman. Ia merupakan seorang ahli irigasi Belanda, yang bertugas untuk membangun sejumlah objek strategis di Jakarta. Konon, istilah “delman,” berasal dari kata “Deelman,” nama belakang Charles.<b>(Bambang Pur)</b></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/delman-kereta-kuda-yang-menjadi-ikon-wisata-jogja-istimewa">Delman, Kereta Kuda yang Menjadi Ikon Wisata Jogja Istimewa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terima Kunjungan Dubes Spanyol, Semarang Siap Jadi Tuan Rumah Even Seni Budaya Internasional</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/21/terima-kunjungan-dubes-spanyol-semarang-siap-jadi-tuan-rumah-even-seni-budaya-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 02:04:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=560759</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mulai menjajaki kerja sama seni dan budaya dengan Pemerintah Spanyol. Salah satu rencana yang mengemuka yakni penyelenggaraan even budaya kolaboratif antara Kedutaan Besar Spanyol dan Pemerintah Kota Semarang pada semester pertama tahun 2027. Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan kehormatan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, H.E. Mr. Bernardo [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/21/terima-kunjungan-dubes-spanyol-semarang-siap-jadi-tuan-rumah-even-seni-budaya-internasional">Terima Kunjungan Dubes Spanyol, Semarang Siap Jadi Tuan Rumah Even Seni Budaya Internasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mulai menjajaki kerja sama seni dan budaya dengan Pemerintah Spanyol. Salah satu rencana yang mengemuka yakni penyelenggaraan even budaya kolaboratif antara Kedutaan Besar Spanyol dan Pemerintah Kota Semarang pada semester pertama tahun 2027.</p>
<p>Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan kehormatan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, H.E. Mr. Bernardo de Sicart Escoda, yang diterima langsung Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng di Kantor Wali Kota Semarang, Selasa 19 Mei 2026.</p>
<p>Duta Besar Spanyol menyampaikan ketertarikannya menghadirkan kegiatan budaya bersama di Kota Semarang sebagai bagian penguatan hubungan antara Indonesia dan Spanyol.</p>
<p>“Kami berharap tahun depan dapat menyelenggarakan acara budaya bersama di Kota Semarang. Kami sangat terbuka menerima ide dan gagasan dari Pemerintah Kota Semarang untuk dipersiapkan bersama,” ujar Bernardo.</p>
<p>Tak hanya itu, Kedutaan Besar Spanyol juga menawarkan kemungkinan menghadirkan pameran budaya bertema warisan Muslim di Spanyol, termasuk pameran tentang Alhambra yang sebelumnya digelar di Kota Tua Jakarta.</p>
<figure id="attachment_560761" aria-describedby="caption-attachment-560761" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-560761" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-20-at-15.32.542.jpeg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-20-at-15.32.542.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-20-at-15.32.542-400x267.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-20-at-15.32.542-150x100.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-560761" class="wp-caption-text">Wali Kota Semarang menyerahkan kenang-kenangan kepada Dubes Spanyol untuk Indonesia H.E. Mr. Bernardo de Sicart Escoda. Foto: Humas</figcaption></figure>
<p>Agustina menyambut positif tawaran tersebut. Menurutnya, kolaborasi budaya internasional menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi Kota Semarang sebagai kota kreatif dan kota bersejarah yang terbuka terhadap jejaring global.</p>
<p>“Kota Semarang memiliki karakter yang sangat dekat dengan kota-kota bersejarah di Spanyol. Kami sama-sama kota pesisir yang hidup dari perjumpaan budaya, perdagangan, dan sejarah panjang,” kata Agustina dalam sambutannya.</p>
<p>Ia menggambarkan hubungan Kota Semarang dan Spanyol layaknya sebuah gramofon klasik yang menyimpan rekaman panjang peradaban dunia. Kota Lama Semarang dan kota-kota tua di Spanyol disebutnya sebagai “piringan hitam sejarah” yang terus dijaga agar tetap hidup dan relevan.</p>
<p>Selain budaya, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama di sektor pariwisata, pengembangan kota bersejarah, teknologi lingkungan, hingga smart city. Pemerintah Kota Semarang tertarik mempelajari pengelolaan kota dan teknologi lingkungan dari sejumlah kota di Spanyol seperti Barcelona dan Valencia.</p>
<p>Agustina juga membuka peluang pengembangan wisata kapal pesiar internasional melalui Pelabuhan Tanjung Emas agar wisatawan mancanegara, termasuk dari Spanyol, dapat menikmati destinasi sejarah dan budaya di Kota Semarang.</p>
<p>“Kami terbuka terhadap peluang investasi dan transfer teknologi, terutama terkait pengelolaan lingkungan dan ketahanan air bersih di wilayah pesisir,” tambahnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Spanyol turut memperkenalkan Camino de Santiago, jalur ziarah berusia lebih dari 1.200 tahun di Spanyol yang menjadi salah satu simbol persatuan budaya Eropa. Ia menyebut, sejarah panjang dan kekayaan budaya menjadi salah satu alasan kuat wisatawan Indonesia tertarik datang ke Spanyol.</p>
<p>Pertemuan itu menjadi langkah awal penguatan hubungan Kota Semarang dengan Spanyol, sekaligus membuka peluang hadirnya event budaya internasional yang dapat mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan diplomasi budaya Kota Semarang ke depan.</p>
<p><strong>Hery Pryono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/21/terima-kunjungan-dubes-spanyol-semarang-siap-jadi-tuan-rumah-even-seni-budaya-internasional">Terima Kunjungan Dubes Spanyol, Semarang Siap Jadi Tuan Rumah Even Seni Budaya Internasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kucing Jadi Bagian Ekosistem Lawang Sewu, Kolaborasi dengan Cat Lovers</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/18/kucing-jadi-bagian-ekosistem-lawang-sewu-kolaborasi-dengan-cat-lovers</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 23:12:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=560088</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) melalui Management Lawang Sewu menggelar pertemuan hangat dan konstruktif dengan komunitas pecinta kucing (cat lovers) Semarang, Minggu 17 Mei 2026. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaborasi. Kehadiran komunitas cat lovers ini menunjukkan kepedulian masyarakat yang tinggi terhadap kesejahteraan hewan, khususnya kucing-kucing yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/18/kucing-jadi-bagian-ekosistem-lawang-sewu-kolaborasi-dengan-cat-lovers">Kucing Jadi Bagian Ekosistem Lawang Sewu, Kolaborasi dengan Cat Lovers</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) melalui Management Lawang Sewu menggelar pertemuan hangat dan konstruktif dengan komunitas pecinta kucing (<em>cat lovers</em>) Semarang, Minggu 17 Mei 2026.</p>
<p>Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaborasi. Kehadiran komunitas <em>cat lovers</em> ini menunjukkan kepedulian masyarakat yang tinggi terhadap kesejahteraan hewan, khususnya kucing-kucing yang telah lama menjadi bagian dari kawasan Lawang Sewu dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.</p>
<p>PT Kereta Api Pariwisata sangat peduli dengan keberadaan kucing di wilayah Lawang Sewu. Kucing-kucing yang hidup di kawasan <em>heritage</em> ini bukan sekadar penghuni, melainkan telah menjadi bagian dari ekosistem dan pesona Lawang Sewu yang memberikan nuansa hangat dan humanis bagi setiap pengunjung yang datang.</p>
<p>KAI Wisata sebagai pengelola selalu menjaga keberadaan kucing-kucing tersebut dengan penuh perhatian dan tanggung jawab, serta memastikan bahwa kesejahteraan mereka tetap terjaga dengan baik.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Management Lawang Sewu menegaskan bahwa tidak pernah ada ultimatum terkait pembuangan kucing dari kawasan Lawang Sewu. Management juga membantah informasi yang beredar mengenai pemecatan petugas terkait isu tersebut.</p>
<p>Penegasan ini penting untuk meluruskan berbagai informasi yang tidak akurat yang telah beredar di masyarakat, sehingga masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang benar mengenai sikap dan kebijakan KAI Wisata yang sangat peduli terhadap keberadaan kucing di kawasan Lawang Sewu.</p>
<p>Manager of Asset Operation PT Kereta Api Pariwisata, Moedji Setiono, yang menyambut langsung pertemuan tersebut menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan dari komunitas <em>cat lovers</em>.</p>
<p><strong>Bagian Daya Tarik Wisata</strong></p>
<p>&#8220;Lawang Sewu sebagai kawasan <em>heritage</em> berkomitmen menjaga keharmonisan antara pelestarian bangunan bersejarah dengan keberadaan kucing yang telah menjadi bagian dari daya tarik unik dan humanis bagi pengunjung. PT Kereta Api Pariwisata sangat peduli dengan keberadaan kucing di wilayah Lawang Sewu dan kami akan terus memastikan kesejahteraan mereka terjaga,&#8221; katanya.</p>
<p>Melalui komunikasi yang baik, Management Lawang Sewu dan komunitas cat lovers sepakat untuk membangun sinergi positif dalam menjaga keberadaan kucing-kucing di kawasan Lawang Sewu agar tetap sehat, terawat, dan nyaman.</p>
<p>Keberadaan kucing dinilai memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi salah satu daya tarik yang membuat pengunjung merasa lebih dekat dan nyaman. Banyak pengunjung yang bahkan secara khusus datang untuk berinteraksi dengan kucing-kucing di Lawang Sewu, sehingga keberadaan mereka menjadi nilai tambah yang tidak terpisahkan dari pengalaman berkunjung ke kawasan <em>heritage</em> ini.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen kolaborasi, dalam waktu dekat kedua belah pihak berencana menyelenggarakan berbagai kegiatan positif, di antaranya event edukasi dan kontes kucing. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana hiburan, edukasi, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan.</p>
<p>Even edukasi akan menghadirkan materi tentang cara merawat kucing dengan baik, pemahaman mengenai kesehatan hewan, serta pentingnya sterilisasi untuk pengendalian populasi kucing secara bertanggung jawab. Sementara itu, kontes kucing diharapkan dapat menjadi ajang yang menyenangkan sekaligus meningkatkan awareness masyarakat terhadap kesejahteraan hewan secara lebih luas.</p>
<p>&#8220;Kami melihat potensi besar dalam kolaborasi ini. Kucing-kucing di Lawang Sewu bukan hanya penghuni, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan pesona kawasan ini. PT Kereta Api Pariwisata sangat peduli dengan keberadaan mereka dan melalui sinergi dengan komunitas cat lovers, kami yakin keberadaan kucing dapat dikelola dengan lebih baik, tetap sehat dan terawat, tanpa mengganggu pelestarian bangunan <em>heritage</em> yang menjadi tanggung jawab kami,&#8221; kata Moedji.</p>
<p>Management Lawang Sewu mengapresiasi dukungan seluruh pihak dan berharap kolaborasi ini dapat menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi kucing, pengunjung, serta pelestarian kawasan heritage secara berkelanjutan.</p>
<p>Kolaborasi ini juga menjadi contoh nyata bahwa isu-isu terkait keberadaan hewan di kawasan publik dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif dan kerja sama yang positif, tanpa perlu langkah-langkah yang merugikan pihak mana pun.</p>
<p>&#8220;Ke depannya, Management Lawang Sewu akan selalu membuka ruang komunikasi dengan komunitas cat lovers dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan kawasan yang ramah hewan, nyaman bagi pengunjung, dan tetap menjaga kelestarian nilai sejarah Lawang Sewu. PT Kereta Api Pariwisata akan selalu peduli dan menjaga kucing-kucing di wilayah Lawang Sewu karena mereka telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keistimewaan kawasan ini,&#8221; kata Moedji.</p>
<p><strong>Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/18/kucing-jadi-bagian-ekosistem-lawang-sewu-kolaborasi-dengan-cat-lovers">Kucing Jadi Bagian Ekosistem Lawang Sewu, Kolaborasi dengan Cat Lovers</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Batam, Bagai Surganya Wisatawan Malaysia dan Singapura</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/14/batam-bagai-surganya-wisatawan-malaysia-dan-singapura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 12:03:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=559649</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (SUARABARU.ID) &#8211; Saat terlibat percakapan di sebuah hotel bertingkat sembilan, seorang Encik dari Malaysia, menjawab bahwa dirinya ke Kota Batam bukan karena urusan bisnis. &#8221;Untuk holiday, bermain golf,&#8221; ujarnya singkat. Barangkali pengakuan Encik dari Malaysia ini, menjadi bukti bahwa pembangunan sektor pariwisata di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), diminati oleh wisatawan manca negara. Ini menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/14/batam-bagai-surganya-wisatawan-malaysia-dan-singapura">Batam, Bagai Surganya Wisatawan Malaysia dan Singapura</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div><b>BATAM (SUARABARU.ID) &#8211;</b> Saat terlibat percakapan di sebuah hotel bertingkat sembilan, seorang Encik dari Malaysia, menjawab bahwa dirinya ke Kota Batam bukan karena urusan bisnis. &#8221;Untuk <i>holiday</i>, bermain golf,&#8221; ujarnya singkat.</div>
<div><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Barangkali pengakuan Encik dari Malaysia ini, menjadi bukti bahwa pembangunan sektor pariwisata di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), diminati oleh wisatawan manca negara. Ini menjadi salah satu daya dukung tumbuh berkembangnya pariwisata di Kota Batam.</div>
<p><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Batam, diibaratkan menjadi surganya orang Malaysia dan Singapura. Ini memungkinkan bagi mereka, karena letaknya relatif dekat. Kurs ringgit dan dolar Singapura begitu tinggi terhadap mata uang rupiah. Saat ini, Satu Ringgit setara dengan Rp <span class="gmail-DFlfde gmail-SwHCTb">4.463,17. Satu dollar Singapura, sekarang mencapai Rp 13.400,-,. Wartawan Bambang Pur yang pada Tahun 2009 pernah tugas jurnalistik ke Singapura, saat itu nilai kurs baru mencapai Rp 9 ribu.</span></p>
<p>Jarak geografis Batam dengan Singapura hanya 20 Kilometer (KM) atau 12,4 mil laut, bisa ditempuh dengan kapal ferry 45 menit. Karena dekat, dalam bahasa canda, Singapura sering dianggap sebagai &#8221;kecamatan ke 13&#8221; bagi Kota Batam. &#8221;Orang Singapura suka belanja barang-barang <i>branded </i>di Batam, karena harganya dianggap lebih murah,&#8221; jelas Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan.</p>
<p>Disebutkan, pariwisata, menjadi salah satu dari empat pilar prioritas pembangunan di Kota Batam. Disamping sebagai pusat penguatan ekonomi melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), prioritas investasi industri dan daya saing.</p>
<p>Upaya memacu sektor pariwisata, diharapkan mampu menaikkan APBD melalui Pendapatan Aseli Daerah (PAD) Kota Batam. Itu bukan sesuatu yang jauh panggang dari api. Terbukti, bahwa APBD Kota Batam sekarang mencapai Rp 4,7 Triliun dan PAD-nya Rp 2,7 Triliun.</p>
<p><b>Long Stay</b></p>
<p>Angka kunjungan wisatawan kini meningkat menjadi 2 sampai 2,3 juta per tahun. Mampu menempatkan Batam sebagai destinasi wisata nasional di peringkat kedua, setelah Bali dan Jakarta. Rata-rata lama kunjungan <i>(long stay)</i> wisatawan di Batam sekitar 2 sampai 3 hari. Yang masing-masing wisatawan, rata-rata membelanjakan uangnya di Batam sekitar Rp 5 juta sampai Rp 7 juta per orang.<br />
<span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span><span style="font-family: roboto, sans-serif;">Kota Batam, maju pesat karena diibaratkan layaknya satu perahu yang memiliki dua mesin penggerak, yakni Pemkot dan Badan Otorita. Untuk memfasilitasi i</span>nvestasi, dilakukan dengan mempermudah prosedur dan menyediakan sarana bagi investor.<br />
<span style="font-family: Google Sans, Arial, sans-serif;"><br />
</span>Di pilar daya saing, berupaya meningkatkan promosi dan keunggulan kompetitif Kota Batam, yang didukung oleh infrastruktur strategis, industri dan sektor perdagangan serta jasa. Prioritas pembangunan ini, bertujuan memaksimalkan posisi geografis strategis Batam di jalur internasional.</p>
<div>
<figure id="attachment_559651" aria-describedby="caption-attachment-559651" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-559651" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/14ebatam1-wng-bp.jpg" alt="" width="500" height="316" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/14ebatam1-wng-bp.jpg 500w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/14ebatam1-wng-bp-400x253.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/14ebatam1-wng-bp-150x95.jpg 150w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-559651" class="wp-caption-text">Wisatawan yang rekreasi ke Batam, tengah membuat foto kenang-kenangan dengan latar belakang Jembatan Balerang yang ikonik dengan wisata Batam.(SB/Bambang Pur)</figcaption></figure>
<p><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Pemandu wisata, Oky, mengajak Rombongan Pimpinan DPRD Wonogiri bersama awak media yang melakukan studi banding ke Batam, untuk menyempatkan membuat foto kenangan dengan latar belakang Monumen &#8221;Welcome to Batam&#8221; di Bukit Clara, Batam Centre. Karena dapat menjadi kenangan bahwa pernah berkunjung ke Batam.<br />
<span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Monumen Welcome to Batam,  dibangun pada Tahun 2010 dengan biaya APBD sekitar Rp 472 juta. Tujuannya, untuk menyambut kedatangan para wisatawan, termasuk yang dari dari Singapura dan Malaysia. Monumen Welcome to Batam, sepanjang 120 meter dan menjadi simbol ikonik ini, dibangun dengan inspirasi gaya <i>Hollywood Sign </i>yang mendunia di Amerika Serikat (AS).<br />
<span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span><b>Balerang</b><br />
<span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Tulisan berukuran raksasa Wellcome to Batam, terletak di lokasi strategis, yakni di Bukit Clara, Teluk Tering, Kota Batam. Monumen ini, berada di ketinggian 52 Meter (M) dari permukaan laut (dpl), dan menghadap ke Pelabuhan Feri Internasional Batam Center. Masing-masing huruf, memiliki ukuran 10&#215;5 Meter (M) dengan berat bervariasi masing-masing antara 3 hingga 4,5 ton.Keberadaannya, menjadi ikon penyambutan utama kedatangan bagi wisatawan.</p>
</div>
<div>Tapi, berkunjung ke Batam, rasanya tidak lengkap manakala tidak memiliki dokumen foto dengan latar belakang Jembatan Balerang. Ini seperti saat berwisata ke Singapura, tidak berswafoto <i>(selfie)</i> di depan Patung Merlion yang legendaris di Negara Singa tersebut.</div>
<div><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Jembatan Barelang, adalah rangkaian 6 jembatan dengan berbagai tipe yang dibangun pada tahun 1997. Menghubungkan jalur darat di gugusan Pulau Batam, Pulau Galang dan Pulau Rempang sepanjang 52 Kilometer (KM). Sering disebut sebagai Jembatan Habibie, karena diprakarsai oleh BJ Habibie (Presiden Ketiga RI) pada Tahun 1990-an, untuk menghubungkan jalur industri dan wisata.</div>
<div><span style="font-family: roboto, sans-serif;"><br />
</span>Pulau Batam, pertama kali dihuni oleh Orang Melayu dengan sebutan Orang Selat sejak Tahun 231 Masehi (M). Pulau yang pernah menjadi medan perjuangan Laksamana Hang Nadim dalam melawan penjajah, ini digunakan oleh pemerintah pada dekade 1960-an sebagai basis logistik minyak bumi di Pulau Sambu.Pariwisata di Pulau Batam menawarkan kombinasi menarik antara wisata pantai, destinasi buatan, wisata sejarah, wisata kuliner dan wisata belanja. Batam juga punya Taman Rusa Sekupang seluas 9 Hektare (Ha), Panbil Natute Reserve sebagai kawasan wisata alam dan konservasi. Objek wisata sejarah, di Kampung Vietnam (Galang), yang merupakan bekas kamp pengungsi Vietnam dengan situs sejarah yang terjaga. Juga memiliki Maha Vihara Duta Maitreya, yang menjadi salah satu vihara terbesar di Asia Tenggara.<b>(Bambang Pur)</b></p>
</div>
<div>
<div>
<div></div>
</div>
</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/14/batam-bagai-surganya-wisatawan-malaysia-dan-singapura">Batam, Bagai Surganya Wisatawan Malaysia dan Singapura</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Spektakuler, Festival Makan Bakso Sebanyak 5.000 Porsi Secara Cuma-cuma</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/08/spektakuler-festival-makan-bakso-sebanyak-5-000-porsi-secara-cuma-cuma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 11:09:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=558558</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOGIRI (SUARABARU.ID) &#8211; Festival makan bakso sebanyak 5.000 porsi secara cuma-cuma. Ini barangkali menjadi peristiwa spektakuler yang pertamakalinya di Indonesia. Event kuliner yang spektakuler ini, Jumat (8/6/26), digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Mestinya, ini layak dicatatkan dalam pemecahan rekor MURI. Bagian Porkopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, dalam festival makan bakso gratisan sebanyak 5.000 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/08/spektakuler-festival-makan-bakso-sebanyak-5-000-porsi-secara-cuma-cuma">Spektakuler, Festival Makan Bakso Sebanyak 5.000 Porsi Secara Cuma-cuma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id=":pa" class="Am aiL Al editable LW-avf tS-tW tS-tY" tabindex="1" role="textbox" contenteditable="true" spellcheck="false" aria-label="Isi Pesan" aria-multiline="true" aria-owns=":1dx" aria-controls=":1dx" aria-expanded="false"><b>WONOGIRI (SUARABARU.ID) &#8211;</b> Festival makan bakso sebanyak 5.000 porsi secara cuma-cuma. Ini barangkali menjadi peristiwa spektakuler yang pertamakalinya di Indonesia. Event kuliner yang spektakuler ini, Jumat (8/6/26), digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Mestinya, ini layak dicatatkan dalam pemecahan rekor MURI.</p>
<p>Bagian Porkopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, dalam festival makan bakso gratisan sebanyak 5.000 porsi tersebut, digelar dalam ikut memeriahkan perayaan peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-285 Tahun 2026. Bersama itu, juga disediakan mie ayam gratis sebanyak 500 porsi.</p>
<p>Festival makan bakso gratis ini dibuka Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Diawali dengan senam sehat massal. Ditandai pula dengan penyerahan bantuan dana pemugaran Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan pemberian bantuan sumur pantek kepada petani.</p>
<p>Menurut Ketua Paguyuban Bakso Wonogiri, Maryato, festival makan bakso gratis massal, ini digelar sebagai momentum penting untuk memperkenalkan bakso Wonogiri, sebagai identitas kuliner daerah yang memiliki potensi mendunia. Bakso Wonogiri, bukan hanya sekedar makanan khas, tapi menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.</p>
<p>Selain membagikan ribuan porsi bakso gratis, panitia juga melibatkan masyarakat dalam edukasi pembimbingan praktik membuat pentol bakso. Kegiatan ini, menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Wonogiri. Yang ini identik dengan tema peringatan Hari Jadi Ke-285 Kabupaten Wonogiri, yang dikemas dalam “Manunggal Sedya.”</p>
<p>Tema tersebut bermakna menyatukan seluruh elemen masyarakat, demi mewujudkan Wonogiri yang maju, sejahtera dan berdaya saing. Utamanya dalam ikut mendorong pengembangan sektor informal dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta sektor pariwisata di Kabupaten Wonogiri.</p>
<p><b>Dinasti Ming</b></p>
<p>Wartawan Bambang Pur yang pernah dua kali melakukan tugas jurnalistik ke Cina (Tahun 1990 ke Beijing dan Guangxu, kemudian Tahun 2007 ke Naning), memperoleh informasi bahwa bakso memiliki sejarah panjang. Keberadaannya dimulai sejak Dinasti Ming (1368-1644). Ini bermula dari seorang pemuda bernama Meng Bo yang ingin memasakkan daging empuk dan lembut, untuk sang ibu. Ia terinspirasi dari Kue Mochi, camilan yang terbuat dari ketan yang ditumbuk agar halus, sehingga makanan ini terasa lembut.</p>
<p>Meng Bo, menumbuk daging yang alot, untuk membentuk bulatan-bulatan kecil. Kemudian dimasak dengan dilengkapi bumbu rempah-rempah yang membuat rasa lezat, yang kemudian dihidangkan bersama kaldu hangat. Berawal dari daging tumbuk ini, kemudian populer ke seluruh Kota Fuzhou hingga ke seluruh Tiongkok. Makanan ini, secara turun-temurun mewaris dari satu generasi ke generasi bangsa Tiongkok.</p>
<p>Bakso diperkirakan masuk ke Nusantara pada Abad 17, melalui para imigran dari Tiongkok. Nama Bakso, berasal dari kata Bak-So. Yang dalam Bahasa Hokkien, secara harfiah berarti daging yang digiling. Namun, di Nusantara, bahan baku bakso tidak menggunakan daging daging. Tapi memakai daging sapi, kambing, ayam atau kerbau.</p>
<p>Bakso berkembang hingga ke seluruh pelosok Tanah Air, karena rasanya yang nikmat dan cocok dengan lidah masyarakat Nusantara. Akulturasi budaya pun terjadi, hingga terdapat berbagai variasi-variasi resep bakso menyesuaikan lokasi. Kemunculan beragam varian masakan bakso di Indonesia, karena Nusantara sangat kaya akan bumbu-bumbu rempah yang membuat bakso semakin sedap.</p>
<p>Kiranya bukan sesuatu yang berlebihan, bila Wonogiri bertekad menjadikan bakso dapat menjadi kuliner yang mendunia. Sebab, banyak warga Wonogiri yang sukses merantau ke berbagai kota besar di Indonesia dengan berjualan bakso.</p>
<p>Contohnya, Bakso Lapangan Tembak Jakarta yang terkenal dan juga digemari oleh para pejabat, termasuk diantaranya Wakil Presiden Hamengku Buwono (HB) Ke-IX, itu milik Widiyanto asal Desa Sendang Ijo, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Bakso Titoti yang legendaris, itu milik Slamet Riyanto warga asal Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.<b>(Bambang Pur) </b></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/08/spektakuler-festival-makan-bakso-sebanyak-5-000-porsi-secara-cuma-cuma">Spektakuler, Festival Makan Bakso Sebanyak 5.000 Porsi Secara Cuma-cuma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Disajikan Sebanyak 5 Ribu Porsi Bakso Secara Cuma-cuma</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/05/disajikan-sebanyak-5-ribu-porsi-bakso-secara-cuma-cuma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 08:39:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=557878</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOGIRI (SUARABARU,ID) &#8211; Dalam rangka menyambut peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-285 Tahun 2026, Jumat pagi (8/5/26) mendatang, akan digelar festival mie ayam dan bakso. Event wisata kuliner ini, menyajikan sebanyak 5 ribu porsi bakso dan 500 porsi mie ayam secara cuma-cuma. Ini akan menjadi momentum bersejarah, makan bakso gratis secara massal yang baru pertama [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/05/disajikan-sebanyak-5-ribu-porsi-bakso-secara-cuma-cuma">Disajikan Sebanyak 5 Ribu Porsi Bakso Secara Cuma-cuma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>WONOGIRI (SUARABARU,ID) &#8211;</b> Dalam rangka menyambut peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-285 Tahun 2026, Jumat pagi (8/5/26) mendatang, akan digelar festival mie ayam dan bakso. Event wisata kuliner ini, menyajikan sebanyak 5 ribu porsi bakso dan 500 porsi mie ayam secara cuma-cuma. Ini akan menjadi momentum bersejarah, makan bakso gratis secara massal yang baru pertama kalinya terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.</p>
<p>Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, penyajian bakso dan mie ayam dalam jumlah besar secara gratisan tersebut, akan dilakukan di Alun-alun Giri Krida Bakti depan Kantor Bupati Wonogiri. Itu disediakan untuk warga masyarakat, sekaligus demi membumikan popularitas wisata kuliner Bakso Wonogiri agar mendunia.</p>
<p>Bersamaan festival makan bakso secara cuma-cuma secara massal dalam jumlah porsi yang banyak tersebut, di alun-alun dilaksanakan olahraga senam sehat massal. Hari itu, juga digelar gerak jalan napak tilas beregu (@ 5 orang), yang mengambil start dari depan Monumen Batu Gilang Nglaroh di Desa Pule, Kecamatan Selogiri, dan finish di Alun-alun Giri Krida Bakti, Kecamatan Wonogiri Kota.</p>
<p>Rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-285, juga ditandai dengan peluncuran pekan Cek Kesehatan Gratis (CKG) gratis kepada masyarakat. Ini dilaksanakan mulai Tanggal 4 sampai dengan 9 Mei 2026, berlangsung serentak di 34 Puskesmas yang tersebar di 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri. Yang kegiatan CKG ini, telah diawali dari Kecamatan Eromoko Selasa (28/4/26) lalu. Dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).</p>
<p>Jumat (5/5/26), di SMA Negeri 1 Wonogiri dan di SMA Negeri 1 Sidoharjo, digelar kegiatan Wonogiri Aksi Bergizi. Yakni pemberian edukasi tentang makanan bergizi kepada para siswa, ditandai dengan makan bersama, masing-masing 100 porsi makanan bergizi secara gratis kepada para pelajar.</p>
<p>Rabu (13/5/26), di Puskesmas Slogohimo dan Puskesmas Purwantoro, dibuka pelayanan konseling kesehatan dan pemasangan kontrasepsi Keluarga Berencana (KB), secara cuma-cuma kepada para akseptor.</p>
<p><b>Ziarah</b></p>
<p>Acara ziarah ke makam para leluhur, diagendakan Sabtu (16/5/26). Yakni ziarah ke Makam Gunung Wijil, Keblokan, Mantenan dan Karangtengah di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Ke makam Bupati Pertama di Ambar Ketawang, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. Yang dirangkai ziarah ke makam Pangeran Sambernyawa di Astana Mangadeg di Matesih, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.</p>
<p>Senin (18/5) di Pendapa Kabupaten Wonogiri, akan dilaksanakan pengukuhan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Kemudian Selasa pagi (19/5/26) sebagai hari H puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri, digelar resepsi forum silaturahmi di pendapa Kabupaten Wonogiri.</p>
<p>Respsi akan digelar dalam warna Kejawen sebagai wujud pelestarian nilai-nilai perjuangan RM Said (Pangeran Sambernyawa). Hadirin mengenakan pakaian Kejawen Jangkep (lengkap). Untuk pria memakai beskap, berkain jarik dengan menyelipkan keris. Kemudian perempuan berkebaya.</p>
<p>Resepsi akan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati, bersama Forkopimda, Sekda beserta para kepala dinas dna instansi, seluruh camat. Juga Pimpinan dan para Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri. Rencananya, akan dimeriahkan dengan sajian Tari Gambyong dan musik Orkes Keroncong.</p>
<p>Bersamaan itu, Bupati akan menyematkan anugerah Satya Lencana Karya Satya dari Presiden, kepada para aparat yang telah memberikan pengabdian tanpa cela selama kurun 10 tahun dan 20 tahun. Juga akan diserahkan piala kejuaraan lomba gerak jalan napak tilas, dan penghargaan kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) inovatif dan yang memiliki pengabdian tanpa batas.</p>
<p>Upacara bendera, akan digelar Rabu (20/5/26), bersamaan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Minggu (24/5/26), akan digelar event touring Waduk Gajahmungkur. Diikuti para pecinta sepeda motor, dengan route start dari Alun-alun Giri Krida Bakti Kota Wonogiri, dan finish di Objek Wisata Bahari di Pantai Klotok Kecamatan Paranggupito. Dengan singgah di objek wisata Monumen Kars Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, dan ditandai bakti sosial (Baksos) pemberian bantuan kepada warga kurang mampu di Pantai Klotok.<b>(Bambang Pur)</b></p>
<div><span style="font-size: large;"> </span></div>
<div></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/05/disajikan-sebanyak-5-ribu-porsi-bakso-secara-cuma-cuma">Disajikan Sebanyak 5 Ribu Porsi Bakso Secara Cuma-cuma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>