Oleh : Muhammad Fikri Haikal
Nama Troso kini identik dengan tenun Troso. Kain-kain hasil karya para perajin dari desa di Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, ini telah dikenal luas dan dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Namun di balik perkembangan industri tersebut, masyarakat Troso mewarisi sebuah cerita yang menghubungkan lahirnya tradisi tenun dengan pertemuan dua tokoh yang dihormati, yakni Ki Senu dan Datuk Singorojo.
Menurut cerita yang berkembang secara turun-temurun, kisah itu bermula ketika Datuk Gunardi atau Datuk Singorojo datang ke permukiman Ki Senu dalam rangka menyebarkan ajaran Islam. Kedatangannya disambut dengan penuh penghormatan oleh Ki Senu beserta keluarganya.
Konon, pada saat penyambutan tersebut, Ki Senu dan istrinya mengenakan pakaian kebesaran yang biasa digunakan oleh kalangan bangsawan. Pakaian itu memiliki bentuk yang indah dan berbeda dari pakaian yang biasa dikenakan masyarakat pada masa itu. Keindahannya menarik perhatian banyak orang yang hadir menyaksikan pertemuan kedua tokoh tersebut.

Masyarakat yang melihat pakaian itu kemudian merasa kagum dan berusaha menirunya. Keinginan warga untuk memiliki pakaian serupa semakin besar seiring seringnya cerita tentang keindahan busana tersebut diperbincangkan di tengah masyarakat.
Melihat ketertarikan warga, Ki Senu disebut mulai mengajarkan keterampilan membuat kain dan sulaman kepada masyarakat sekitar. Keterampilan itu kemudian berkembang menjadi kegiatan yang dilakukan oleh banyak keluarga di permukiman tersebut.
Di sisi lain, Datuk Singorojo yang berasal dari Singaraja, Bali, dipercaya turut memberikan sentuhan pada perkembangan kerajinan tersebut. Menurut cerita masyarakat, berbagai motif yang dibawanya dari daerah asal kemudian dipadukan dengan keterampilan yang telah diajarkan Ki Senu kepada warga.

Perpaduan antara kemampuan membuat kain dan pengembangan motif tersebut dipercaya menjadi cikal bakal lahirnya tradisi tenun di Troso. Meski kisah ini hidup dalam bentuk cerita lisan dan diwariskan dari generasi ke generasi, masyarakat masih menjadikannya sebagai salah satu bagian penting dari sejarah budaya desa.
Seiring berjalannya waktu, keterampilan menenun terus berkembang. Awalnya kegiatan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan lingkungan sekitar. Namun karena kualitas hasil tenun yang semakin baik, kerajinan ini mulai dikenal oleh masyarakat dari daerah lain.
Dari generasi ke generasi, kemampuan menenun diwariskan kepada anak-anak dan cucu-cucu para perajin. Tradisi yang berawal dari kerajinan rumah tangga perlahan tumbuh menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Troso.
Perkembangan terbesar terjadi ketika para perajin mulai melakukan berbagai inovasi motif, warna, dan teknik produksi. Kain tenun yang sebelumnya hanya digunakan untuk kebutuhan tertentu mulai dipasarkan ke berbagai kota. Permintaan yang terus meningkat mendorong semakin banyak warga menekuni profesi sebagai penenun maupun pengusaha tenun.
Kini, Troso dikenal sebagai salah satu sentra tenun terbesar di Jawa Tengah. Deretan rumah produksi, galeri, dan usaha tenun dapat ditemukan di berbagai sudut desa. Produk Tenun Troso tidak hanya digunakan sebagai bahan pakaian, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif seperti tas, aksesori, dekorasi interior, hingga busana modern.
Meski telah berkembang mengikuti zaman, masyarakat Troso tetap menjaga cerita tentang asal-usul tenun yang diwariskan para leluhur. Bagi mereka, Tenun Troso bukan sekadar produk ekonomi, melainkan warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas desa.
Di balik setiap helai kain yang dihasilkan, tersimpan kisah tentang pertemuan Ki Senu dan Datuk Singorojo, tentang kreativitas masyarakat, serta tentang perjalanan panjang sebuah tradisi yang terus bertahan hingga hari ini. Dari sebuah keterampilan yang tumbuh di tengah permukiman sederhana, Tenun Troso menjelma menjadi kebanggaan masyarakat dan salah satu ikon budaya Kabupaten Jepara.
Penulis adalah Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Unisnu Jepara yang Mengikuti Program Magang di SUARABARU.ID













