blank
Ketua DPRD Sriyono, Bupati Setyo Sukarno dan Wakil Bupati Imron Rizkyarno (kelima, keempat dan ketiga dari kanan) foto bersama dengan para peraih juara lomba.(SB/Bambang Pur)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Ti Ji Ti Beh artinya Mukti Siji Mukti Kabeh atau Mati Siji Mati Kabeh (Bahagia satu bahagia semua atau Mati satu mati semua), merupakan spirit perjuangan Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa. Semangat ini dikumandangkan saat melawan ketidakadilan keraton dan penjajah Belanda.

Semangat tokoh pendiri Dinasti Mangkunegaran Surakarta tersebut, Selasa (19/5/26), mengemuka saat Pemkab Wonogiri menggelar resepsi peringatan Hari Jadi Ke-285 Tahun 2026. Sebab spirit tersebut perlu dilestarikan, dan dinilai masih relevan dengan upaya untuk melaksanakan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Tapi betapa beratnya untuk mewujudkan mimpi Tiji Tibeh,” tegas Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri, Sriyono. Penegasan orang pertama di jajaran lembaga legislatif Kabupaten Wonogiri ini, disampaikan saat memberikan sambutan pada acara resepsi peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-285 Tahun 2026.
Oleh karena itu, Sriyono, mohon maaf bila saat ini mimpi untuk mewujudkan Mukti Siji Mukti Kabeh belum dapat diwujudkan di Kabupaten Wonogiri. Sebab, betapa berat mewujudkan mimpi ini, terlebih lagi untuk mewujudkan zero kemiskinan di Kabupaten Wonogiri. Karena saat ini, Wonogiri masih memiliki sekitar 9 persen warga miskin.
Disebutkan, selama ini anggaran sudah diarahkan untuk mewujudkan Mukti Siji Mukti kabeh. Hasilnya, dilaporkan angka pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wonogiri mencapai sebesar 5,59 persen. Tapi dengan lugas, Sriyono, menyatakan, terhadap capaian ini merasa hampir tidak percaya.
Resepsi peringatan hari jadi, digelar dalam warna Kejawen berlangsung di Pendapa Kabupaten Wonogiri, mengambil tema ”Manunggal Sedya.” Ikut pula memberikan sambutan, Sekda FX Pranata, tokoh masyarakat Suprapto (mantan Sekda Wonogiri) dan Bupati Setyo Sukarno. Hadir Wakil Bupati Imron Rizkyarno, staf ahli bupati, Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo bersama jajaran Forkopimda, para Pimpinan dan Anggota legislatif.
Mangkunegaran
Juga hadir para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pimpinan Legiun Veteran RI, Pimpinan Pepabri, Pimpinan Purnawirawan Angkatan Darat, Pimpinan berbagai organisasi kemasyarakatan, perwakilan Kepala Sekolah, akademisi, media, Pimpinan Paguyuban Pengusaha Bakso, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat. Dari Praja Mangkunegaran mengirimkan KRA Nugroho Hari Sasongko sebagai utusan yang mewakili KGPAA Mangkunegara Ke-X.
Berbagai tembang dalam irama langgam dan keroncong serta nyanyian musik pop, didendangkan silihb berganti untuk memberikan warna kemeriahan. Juga ditampilkan tari Rubiah dari Sanggar Tari Dharma Giri Budaya. menampilkan tari prajurit wanita yang sigrak, penuh semangat, sebagai bagian penggambaran dari perjuangan Sambernyawa.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda FX Pranata selaku Ketua Panitia, melaporkan semua kegiatan yang telah dan sedang serta yang akan dilakukan terkait peringatan Hari Jadi Ke-285. Termasuk dilaporkan beragam prestasi hasil pembangunan Kabupaten Wonogiri. Untuk upacara akan dilaksanakan Rabu besok (20/5/26) disatukan dengan peringatan Harkitnas.
Mewakili Tokoh Masyarakat, Mantan Sekda Suprapto, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pembangunan Wonogiri, termasuk sejumlah prestasi yang berhasil diraih. Demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Suprapto, berharap, pembangunan harus pro-rakyat.
Pemkab Wonogiri, tambah Suprapto, hendaknya membuka kemudahan untuk menarik investor. Masyarakat, mendukung pendidikan gratis, seragam siswa gratis, pemberian beasiswa bagi anak berprestasi dari keluarga miskin. ”Pengelolaan APBD harus efektif efisien, tepat sasaran, dengan senantiasa meminimalkan kebocoran,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati memimpin penyerahan hadiah lomba kejuaraan. Meliputi lomba napak tilas, baik untuk kategori umum maupun pelajar. Juga diserahkan tropi dan hadiah lomba desa/kelurahan, yang dimenangi oleh Desa Karangtengah sebagai juara pertama, Desa Bero juara kedua dan Desa Tunggur juara tiga.
Dalam kesempatan itu, juga diserahkan anugerah Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Prabowo. Yakni anugerah untuk para pegawai yang memiliki pengabdian tanpa cela selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun.(Bambang Pur)