blank
PKMNU-DIKPOL 2026 berlangsung dengan konsep Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan setelah sesi pemaparan materi oleh para pemateri yang kompeten di bidangnya.. Foto: Dok Panitia

JEPARA (SUARABARU.ID)  — Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (BEM PTNU Jateng) menggelar Pelatihan Kader Muda Nahdlatul Ulama dan Pendidikan Politik (PKMNU-DIKPOL) 2026 pada Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Gedung Shima Pendopo Jepara

Kegiatan ini diikuti sebanyak 58 Presiden Mahasiswa dan delegasi BEM PTNU se-Jawa Tengah dari berbagai perguruan tinggi. Dalam pelaksanaannya, BEM Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan.

PKMNU-DIKPOL 2026 berlangsung dengan konsep Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan setelah sesi pemaparan materi oleh para pemateri yang kompeten di bidangnya. Melalui konsep tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga aktif berdiskusi dan bertukar gagasan terkait isu organisasi, kepemimpinan, hingga kebijakan publik.

blank
Peserta pelatihan Kader Muda Nahdlatul Ulama dan Pendidikan Politik (PKMNU-DIKPOL) 2026 pada Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Gedung Shima Pendopo Jepara

Materi pertama membahas tentang Aswaja, NU, dan NKRI yang disampaikan oleh Fikri Muh Ansor, S.H., selaku Bidang Hasratnas BEM PTNU Nusantara. Selanjutnya, materi mengenai Keorganisasian dan Historiografi BEM PTNU Nasional disampaikan oleh Achmad Baha’ur Rifqi selaku Presiden BEM PTNU Nasional.

Pada sesi ketiga, peserta menerima materi Entrepreneurship dan Asymetris Warfare dari Arif Muztabasani. Dalam pemaparannya, peserta diajak untuk menelaah serta membedah analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats). Peserta dibagi ke dalam empat kelompok sesuai aspek SWOT untuk kemudian mempresentasikan hasil diskusi secara runtut dan terstruktur.

Materi berikutnya membahas Advokasi dan Kebijakan Publik yang disampaikan oleh Tita Gangga Setiawan, S.H., M.H., selaku Bendahara BEM PTNU Nasional. Kemudian, peserta juga memperoleh materi Leadership dan Manajemen organisasi dari Nana Annisa Qoni’atus Sa’adah.

Sementara itu, materi terakhir membahas Media, Cyber, dan Literasi Digital yang disampaikan oleh Muhammad Iksannur Rizqi, S.Pd., berkolaborasi dengan Polres Jepara yang secara langsung mengundang Kasat Binmas (Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat), Iptu Happy Nawang Kuncoro, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., M.I.K. Materi tersebut menekankan pentingnya literasi digital dan pemanfaatan media secara bijak di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Presiden BEM PTNU Nasional, Achmad Baha’ur Rifqi, menyampaikan bahwa pelaksanaan PKMNU-DIKPOL menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan kapasitas keilmuan serta pola pikir Presiden Mahasiswa maupun delegasi BEM PTNU se-Jawa Tengah.

“PKMNU-DIKPOL ini menjadi salah satu cara peningkatan kapasitas ilmu dan meningkatkan cara berpikir dari tiap Presiden Mahasiswa atau delegasi BEM PTNU se-Jawa Tengah,” ujarnya.

Kegiatan hari pertama berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme peserta. Keberhasilan pelaksanaan acara tidak terlepas dari kolaborasi dan koordinasi seluruh panitia yang terarah, sehingga suasana kegiatan berjalan tertib, interaktif, dan menyenangkan.

Hadepe – Fadhilatul HR