blank
Iwak kali segar di warung ikan goreng Luk Tuti Kaliori, Banyumas.(Foto:SB/Komper Wardopo)

PURWOREJO (SUARABARU.ID) – Warung sederhana, tapi rasa istimewa. Penggemar kuliner sembari traveling, ada beberapa warung makan dengan citarasa istimewa di Jateng selatan wajib dikunjungi.

Bukan tanpa alasan. Lima warung makan sederhana ini tidak hanya memiliki citarasa tinggi namun juga lezat. Bahkan mempunyai kekhasan masing-masing. Ditambah lokasinya tidak di dalam kota, namun harus menyempatkan diri sembari melancong dan menikmati keindahan wisata alam.

Lima warung makan tradisional ini juga tergolong legendaris. Masing-masing memiliki keunggulan dan menjadi referensi atau jujugan bagi konsumen penghobi keplek ilat. Yang pasti para pemburu kuliner spesial dijamin tak akan kecewa saat datang ke warung makan tersebut.

Keistimewaan menu yang ada di warung makan di daerah Purworejo, Kebumen dan Banyumas ini juga tak perlu diragukan. Ada yang menyajikan nasi oyek atau nasi tiwul plus ikan sungai, ayam panggang sayur, bakmi Jowo spesial, hingga aneka iwak kali segar dari Sungai Serayu.

1. Warung Pojok Mbah Tinah Kemiri, Purworejo.

Warung makan sederhana satu ini agak sulit dijangkau. Karena berada di ruas jalan Kemiri-Bruno Purworejo. Tepatnya di Desa Karangduwur, Kemiri. Letaknya juga nylempit dekat jembatan dan tikungan tajam.

Namun bagi penggemar kuliner, Warung Pojok Mbah Tinah ini sudah tak asing lagi. Bahkan di hari tertentu seperti hari libur atau Minggu kadang menu andalannya sudah keburu habis diborong rombongan para pelancong atau ibu-ibu sosialita.

Menu khas andalan di Warung Pojok Mbah Tinah ini adalah ayam kampung panggang sayur. Sensasi rasa ayam panggang ini beda dari umumnya. Setelah dipanggang, dimasak dengan sayur atau diberi kuah sedikit pedas. Citarasanya khas, karena ada kuah santan pedas dan daging ayam kampung.

Warung ini kabarnya berdiri sejak 1975. Awalnya dirintis oleh Mbah Rantinah. Kini diteruskan oleh putranya, bernama Yuwantoro. Uniknya, Yuwantoro ini selain koki masak juga seorang pelatih sepak bola bagi anak-anak remaja di desanya.

Menu lain di warung Mbah Tinah ada iwak kali cebo, sayur lodeh tempe dan tahu yang super kental dan ramesan lengkap. Tak lupa di warung ini ada cemilan gorengan, minuman kopi dan teh kental hingga minuman kekinian tersedia.

Suasana warung ini juga layaknya rumah kampung. Asri dan nyantai. Tarif di warung Mbah Tinah ini tergolong ekonomis. Konsumen Warung Pojok Mbah Tinah beragam. Mulai warga biasa hingga pejabat. Penulis pernah datang di hari Minggu pas jam makan siang, tenyata stoknya telah menipis

“Kebetulan tadi ada rombongan gowes dai Bank Jateng, pak,”ucap Yuwantoro, bernada ramah. Dari arah Purworejo, bisa dijangkau melalui jalan lintas Purworejo utara Brejan, terus ke kanan atau arah Prembun-Kebumen.

Dari Kutoarjo juga bisa ke utara sesampai di Kemiri belok kiri ke arah Bruno. Dekat pertigaan lanjut ke arah Bruno, akan melewati jembatan dan segera berhenti. Warung Pojok Mbah Tinah ada di utara jalan.

blank
Menu bakmi jowo mbah Tusiyem plus ayam goreng di Desa Pucangan Ambal, Kebumen.(Foto:SB/Komper Wardopo)

2. Bakmi Jowo Cokroyasan Ngombol, Purworejo

Bagi pecinta makanan yang aman dan sehat, bakmi Jowo Cokroyosan di Kecamatan Ngombol, Purworejo ini  bisa menjadi alternatif. Lokasi bakmi Jowo Cokroyasan ini agak nyemplit juga, namun mudah dijangkau kendaraan.

Berada di dekat Jembatan Cokroyasan, sebelah timur. Dari pertigaan Pasar Grabag Purworejo belok kiri atau ke timur sekitar dua kilometer. Setelah melalui Jembatan Cokroyasan, segera belok ke kiri atau utara jalan.

Bakmi Jowo Cokroyasan memang hanya menyediakan menu bakmi goreng, bakmi rebus, bakmi nyemek serta ayam goreng. Porsinya juga pas. Keunggulannya karena rempah bumbu tradisional  dan ayam kampung.

Bakmi Cokroyasan ini buka siang hari saja. Bagi pelanggan sudah hafal akan langsung datang ke lokasi di ruas jalan Grabag-Ngombol. Begitu buka Pukul 10.00 pelanggan akan berdatangan menggunakan kendaraan  roda dua maupun roda empat.

Agus Bastian, mantan Bupati Purworejo, termasuk pelanggan Warung bakmi “Warbyasan” Cokroyasan Ngombol ini. Cemilan khas diwarung bakmi ini ada emping melinjo khas daerah pesisir, serta lanting dan golak. Harga seporsi bakmi ini juga masih enteng di kantong.

3. Bami Jowo Mbah Tusiyem Ambal Kebumen

Bakmi Jowo Mbah Tusiyem berada di Desa Pucangan, Kecamatan Ambal, Kebumen. Lokasinya agak sulit dijangkau karena berada di tengah perkampungan. Ancar-ancarnya dari Jalan kabupaten ruas Kutowinangun-Ambal sebelum Polsek Ambal belok ke barat.

Suasana warung bakmi MBah Tusiyem ini khas seperi rumah warga pesisir Kebumen. Pelataran rumah lebar. Masih banyak peohonansehingga udara sejuk dan diselingi angin semilir meski tanpa AC maupun kipas angin.

Spesial menu di warung bakmi mbah Tusiyem ini bakmi Jowo. Hanya ada menu bakmi kuah dan bakmi goreng. Menu lain ada ayam goreng kampung. Namun pengunjung akan puas karena  sensasi cita rasa rempah bumbu tradisional plush ayam kampung.

Belum lagi cemilan khas Kebumen yakni emping melinjo dan aneka kerupuk. Kabarnya warung bakmi Mbah Tusiyem ini sudah berdiri sejak 1973.

“Kami hanya melanjutkan resep bumbu dari mbah Tusiyem, tidak banyak bumbu selain  rempah khas Jawa dan ayam kampung,”ucap anak perempuan Mbah Tusiyem, yang kini meneruskan usaha warung bakmi tradisional tersebut.

Pengunjung yang datang ke warung bakmi Mbah Tusiyem ini kadang kaget karena bukan seperti rumah makan. Namun layaknya rumah biasa. Menu khas pelengkap bakmi Mbah Tusiyem yakni sambal kosek lombok merah yang mengundang selera.

Ciri menonjol di warung bakmi mbah Tusiyem ini banyak sponsor di dinding. Mulai dari perbankan, show room sepeda motor dan mobil hingga produk lokal kecap Kebumen. Harga per porsi sebanding dengan kelezatan citrasa bakminya.

4. Warung India Bu Was Karangsambung, Kebumen

 Warung makan iwak wader “Lestari Muda” berada di Desa Karangsambung, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, ini sudah lama terkenal. Lokasinya sekitar 18 kilometer utara Kota Kebumen. Pemiliknya Bu Wasini (80), dikenal sebagai Bu Was.

Uniknya, warung Bu Was ini juga lebih dikenal sebagai warung India. Pasalnya, bu Wasini yang tinggi, hidung sedikit mancung dan kulit kuning menjadikan wanita ini semasa muda seperti wanita India. Ada-ada saja.

Menu spesialnya adalah iwak wader Kali Luk Ulo. Ada yang digoreng biasa, dioseng pedas, ada ada yang disayur mangut. Tinggal pilih sesuai selera.

Warung ini semakin terkenal karena dekat dengan Kampus Alam Geologi LIPI Karangsambung yang sekarang menjadi  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Karangsambung. Terletak dekat dengan pasar dan terminal kecil Karangsambung dan di tepi jalan Karangsambung-Kebumen sehingga mudah ditemukan.

Harga seporsi iwak wader dan nasi putih atau oyek juga tidak terlalu mahal. Menu lainnya ada nasi ayam kampung, ayam opor, sop dan aneka ramesan hingga tahu khas Karangsambung.

Pokoknya bagi anda pecinta kuliner dijamin puas. Perjalanan dari kota Kebumen melalui kelak-kelok jalan dan panorama alam dan batuan geopark Kebumen di tepi Sungai Luk Ulo. Kurang 30 menit sudah sampai warung iwak wader bu Was.

Kini Bu Was yang makin sepuh dibantu beberapa karyawan sebagai juru masak.  Sumber utama iwak wader dari Kali Luk Ulo. Bu Was telah memiliki pelanggan para penjaring ikan yang setiap hari setor ke warung tersebut. Stok masakan iwak wader di sini pasti ada.

blank
Papan nama warung makan ikan goreng Lik Tuti di Kaliori Banyumas.(Foto:SB/Komper Wardopo)

5. Warung Makan Iwak Kali Lik Tuti Kaliori, Banyumas

Warung makan iwak kali Lik Tuti ini berada di tepi jalan raya Banyumas-Patikraja, Desa Kaliori Kecamatan Kalibagor, Banyumas. Dari arah Jembatan Serayu sekitar 1,5 kilometer. Rumah makannya sederhana, namun bersih.

Menu spesialnya adalah iwak kali segar dari Sungai Serayu. Kali terbesar di Banyumas itu  terdapat banyak ikan sungai. Ada boso, tawes, mujaher hingga cebo. Di masak dengan bumbu khas dan citrasa manis yang memanjakan para konsumen.

Belum lagi menu pelengkap ada sayur oseng kangkung, labu siyam dan kacang panjang. Ditambah lapapan lengap seperti daun kemangu, mentimun dan kubis, plus terasi sehingga semakin nendang di lidah.

Apalagi jenis iwak kali masih ikan segar langsung dari Sungai Serayu di belakang warung makan  tersebut. Menu disajikan khas. Iwak kali goreng segar plus sayur dan lalapan tradisional, ditambah sambal di leyeh. Bagi yang mau beli iwak kali goreng untuk oleh-oleh pun dilayani.

Pengunjung ambil sendiri nasi secara prasmanan. Iwak kali goreng pilih sendiri, lalu ditimbang.  Setelah duduk di meja layaknya di rumah, Bu Tuti dan karyawan dengan cepat menyajikan iwak kali pesanan plus sayur, sambal dan lalapan.

Harga seporsi iwak kali di sini tak begitu mahal. Apalagi pengunjung bisa pilih iwak kali dan sudah tahu harga per kilogramnya. Bila ingin sensasi menu ikan sungai lengkap dan masih hangat usai digoreng, datanglah sebelum Pukul 12.00 siang.

Pelanggan iwak kali Lik Tuti ini bukan hanya warga Banyumas dan Purwokerto. Namun juga dari Jateng selatan hingga luar provinsi.“Biasanya Pukul 15.00-16.00 stok kami sudah habis. Alhamdulilah,“ujar Bu Tuti (75) didampingi famili yang juga karyawannya.

Komper Wardopo