blank
Para peserta pegiat literasi (Foto: Alvaros)

JEPARA (SUARABARU.ID) – Menulis itu mudah bila kita mau. Masalahnya tak semua orang bisa menulis sebab ada hal yang menghambat seseorang untuk menulis. Maka, untuk mengatasi problem menulis, Unisnu dan Forum Literasi bersama menjadi penggerak guru menulis. Sebab guru adalah panutan siswa dalam literasi. “Jika guru memberikan contoh dengan hasil tulisannya, siswa akan meniru apa yang telah dilakukan guru,” ujar Udik Agus DW, M.Pd guru pengawas saat memantik peserta pada acara Gerakan Literasi Menulis (GLM) berbasis Digital bagi Guru-Guru se Kabupaten Jepara di Gedung OPD Bersama Ruang Sultan Hadlirin Kabupaten Jepara (14/7-2022).

blank
Pj Bupati Edy Supriyanta saat membuka acara (Foto: Alvaros)

Dunia digital saat ini telah merambah lapisan masyarakat dengan sangat pesat. Perkembangan teknologi memunculkan keberagaman platform. Tak terkecuali dengan media massa saat ini telah berbasis digital. “Hal ini menuntut para guru untuk menulis, lalu menerbitkannya ke dalam media massa atau platform media,” ujar Aliva Rosdiana, S.S., M.Pd. saat memoderatori acara.

blank
Udik Agus DW, M.Pd. (Foto: Alvaros)

Hadir dalam kegiatan ini Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta, Sekda Jepara Edy Sujatmiko, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Umar Khotob. Pada kesempatan tersebut Pj Bupati juga mengukuhkan Pengurus Forum Penulis Jepara periode 2922-2024.

blank
Pengukuhan Forum Literasi Jepara oleh Pj Bupati Jepara (Foto: Alvaros)

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta mendukung penuh kegiatan literasi di Jepara bagi para penulis dalam penerbitan buku. “Literasi Jepara harus dikembangkan di lingkungan Jepara agar memberi warna bagi masyarakat tentang hiruk pikuk yang terjadi di Kabupaten Jepara, seperti masalah stunting, UMKM, vaksin, pariwisata, dan sebagainya,” ujarnya sekaligus membuka acara.

blank
Drs. Hadi Priyanto, MM (Foto: Mhswa)

Manurut Udik Agus DW, ada 7 problem dalam menulis artikel ilmiah populer, yaitu menemukan ide, merancang pengembangan ide, mengawali tulisan, mematuhi kaidah penulisan, menemukan judul, mengakhiri tulisan, dan menggunakan bahasa. “Cara mengatasinya adalah kenali diri dengan cara membangun potensi diri melalui membaca dan mengamati yang ada di sekitar kita,” ujarnya.

blank
Aan Wwidiyono, M.Pd. (Foto: Mhswa)

Sementara Ketua Forum Penulis Literasi Jepara Drs. Hadi Priyanto, MM memotivasi para guru dengan tips menulis. “Bangkitkan gairah diri sebelum membangun tulisan. Yaitu niat dan keberanian, menjadi pembaca yang baik, menempatkan diri sebagai pembaca ketika menulis, menikmati prosesnya, dan menentukan apa yang ingin ditulis,” paparnya.
Berliterasi digital di era saat ini memudahkan pembaca mengakses segala informasi dari berbagai sumber. “Ini adalah sebuah tantangan bagi banyak pihak khususnya bagi para guru dalam memanfaatkan media digital ketika melakukan aktivitas menulis maupun pengajaran kepada peserta didik,” terang Aan Widiyono, M.Pd. Dosen PGSD Unisnu.

blank
Aliva Rosdiana, S.S., M.Pd. (Foto: Mhswa)

Pemanfaatan media digital bagi guru bisa diterapkan melalui penggunaan platform media untuk menulis. “Guru bisa menggunakan platform blogger atau Kompasiana untuk menulis tentang pendidikan dan pengajaran. Jika guru memiliki blog sendiri, ada kiat khusus untuk menaikkan traffic algoritma membaca yaitu menggunakan teknik Search Engine Optimization (SEO),” ungkap Aliva Rosdiana, S.S., M.Pd. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Unisnu.

blank
Keaktifan peserta selama kegiatan (Foto: Mhswa)

Ada 3 teknik kunci yang bisa digunakan, Yaitu on-page SEO, off-page SEO, dan technical SEO. “Ini adalah cara mensitasi jika tidak ingin dianggap plagiat. Teknik memparafrase dan menggunakan kalimat tidak langsung juga strategi yang tepat dalam penulisan,” imbuh Aliva.

Alvaros