Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, didampingi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menghadiri parade kebaya di halaman Balai Kota Semarang.

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Mendukung upaya pemerintah untuk melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan parade kebaya di halaman Balai Kota Semarang, belum lama ini.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Kelana Busana Berbudaya’ dimaksudkan sebagai salah satu wujud dukungan terhadap kebaya yang didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia.

Gelaran event yang diikuti 500 wanita berkebaya itu sendiri juga dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun menekankan komitmennya dalam pelestarian budaya.

Hendi menuturkan, Bung Karno pada tahun 1940-an mencanangkan Kebaya sebagai baju nasional Indonesia.

Sehingga kalau hari ini ada banyak kelompok yang mengagungkan budaya barat, maka kita menjadi bagian dari masyarakat yang kembali nguri-uri budaya bangsa.

“Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada wanita-wanita hebat di sini yang akan menjadi motor penggerak dan kebaya akan menjadi warisan budaya UNESCO Indonesia, mudah-mudahan menjadi berkah bagi kita semua. Dengan adanya Kelana Berbusana Berbudaya yang mana Kelana adalah sebuah perjalananan panjang warisan Indonesia,” lanjut Wali Kota Semarang tersebut.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyebut bahwa masih banyak PR yang harus diselesaikan terkait permasalahan perempuan dan anak.

“Hari ini merupakan salah satu motivasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada asal bisa mulai dari wanita itu sendiri. Mari sesama perempuan kita saling mendukung, menginspirasi dan mensupport karena kebaya tidak bisa lepas oleh sosok seorang perempuan,” katanya.

“Apabila perempuan mampu menunjukkan jati dirinya maka segera terpancar karakter dari bangsa. Kebaya merupakan salah satu cara perempuan Indonesia dalam mempertinggi perannya dalam kebudayaan bangsa dan jati diri bangsa,” katanya.

Dirinya juga berharap perempuan yang hadir pada hari ini dapat bersama-sama melanjutkan kesetaraan gender dan bisa mempertahankan kebudayaan dan kearifan lokal yang akan membawa manfaat bagi ekosistem budaya.

(hery priyono)