JEPARA ( SUARABARU. ID ) – Pelatihan Organisasi Penggerak (POP) yang dimandatkan kepada Yayasan Pendidikan Bumi Kartini telah berakhir hari Jumat 1 Juli 2022.

Menurut Koordinator POP Yayasan Pendidikan Bumi Kartini Aufal Hadaya, S.Pd, M.Pd, proses pelatihan berjalan produktif dan partisipatoris. Peserta dilatih bersama tentang bagaimana membuat program literasi dengan tehnik membaca berjenjang, membuat big book dan mengkreasi budaya baca di sekolah.

Sementara materi merdeka belajar, peserta dilatih bagaimana mengajar dengan baik dengan beragam metode ysng mampu mengantar peserta didik memiliki kompetensi abad 21, kreatif, berpikir kiritis dan mampu memecahkan masalah, berkolaborasi dan berkomunikasi.

Secara spesifik peserta berlatih bersama bagaimana merancang pertanyaan yg menantang murid berpikir kritis dan positif, mengatur lingkungan belajar yg merangsang semangat dan partisipasi belajar murid.

Pada sesi terakhir peserta dilatih untuk menuangkan kompetensi itu ke dalam disain pembelajaran dan modul ajar dalam sesi praktek mengajar.

Selama empat hari, 120 peserta dari daerah 3T dan pedalaman Jepara berpartisipasi dan berbagi wawasan dengan antusias. Sebagian besar peserta mengaku belum pernah mendapatkan pelatihan dengan pendekatan active learning dan interaktif. Dengan pendekatan ini selain mendapatkan wawasan dan skill mengajar merdeka belajar, mereka juga berkontribusi dengan beragam keunikan masing-masing.

Selanjutnya wawasan dan skill yang mereka dapatkan akan dipraktekkan di kelas peserta masing pada tahun pelajaran 2022-2023 pada pertengahan bulan Juli ini.

Penerapan hasil pelatihan ini berjalan seiring dengan implementasi Kurikukum Merdeka sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar Kemendikbud Ristekdikti. Sebagai kebijakan baru implementasi Kurikulum Merdeka ini merupakan tantangan guru dan ekosistem pendidikan di Jepara. Oleh karena itu kami berharap kerjasama sinergis dengan Dinas Dikpora Jepara terus berjalan dengan baik untuk mendapatkan hasil terbaik.

Alvaros – Ltfy