blank
Kepala SMK Negeri 1 Wonogiri, Gunarsi (kiri) tampil menjadi inspektur upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke 281 yang disatukan dengan Harkitnas Tahun 2022. Upacara digelar dengan memakai busana adat.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – SMK Negeri 1 Wonogiri, Kamis (19/5), menggelar upacara memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke 281, yang disatukan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2022.

Upacara digelar di halaman sekolah, diikuti oleh semua guru, karyawan dan murid. Mereka hadir mengenakan busana adat. ”Ini menjadi satu-satunya sekolah jenjang SLA di Wonogiri yang menggelar upacara berpakaian adat,” ujar Kepala Sekolah (Kasek) SMK Negeri 1 Wonogiri, Gunarsi SPd, MPd.

Gunarsi yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Wonogiri, menyatakan, untuk memeriahkan peringatan, sekolah juga menggelar lomba pidato memakai bahasa Jawa.

Sebagaimana maksud mengenakan busana adat, lomba pidato bahasa Jawa digelar demi tujuan untuk ikut nguri-uri (melestarikan) bahasa Jawa sebagai bagian dari wujud cinta terhadap Bangsa dan Tanah Air.

Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke 281 jatuh Kamis Tanggal 19 Mei 2022, dan untuk Harkitnas adalah Hari Jumat besok Tanggal 20 Mei 2022.

Gelar Potensi

Sementara itu, Kamis (19/5), Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wonogiri, menyelenggarakan gelar karya potensi pendidikan dan gelar pentas budaya, serta mini theatre pemutaran film berdurasi pendek.

Serangkaian kegiatan ini, digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke 281 dan Harkitnas Tahun 2022. Event ini dilaksanakan di Kantor Dikbud Kabupaten Wonogiri.

Pembukaan gelar karya potensi pendidikan Tahun 2022, dimeriahkan dengan kesenian Reog Ponorogo dari K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) dan Tari Gambyong.

Kepala Dikbud Wonogiri Dr Yuli Bangun Nursanti melalui Kabid Kebudayaan Eko Sunarsono, menyatakan, dalam event itu juga disajikan aneka tari-tarian, menyanyi atau seni suara, nembang macapat dan mendongeng.

Serangkaian kegiatan ini, melibatkan pada murid dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Himpaudi (Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini), dan dari Sanggar Pendidikan Non-Formal (SPNF).

Bambang Pur