Livio Suppo/dok

(SUARABARU.ID) – Suzuki sedang melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Dorna Sports terkait penalti atau denda yang harus dibayar karena memilih mundur mulai MotoGP musim depan.

Padahal, Suzuki baru saja melakukan perpanjangan kontrak selama lima tahun dengan Dorna.

Suzuki Motor Corporation memilih mundur karena faktor ekonomi.

Perubahan besar pasar dunia membuat Suzuki harus memutar otak untuk tetap bertahan di dunia otomotif.

Akhirnya pabrikan Jepang ini mengalihkan fokus bisnis utamanya ke bidang lain.

Sumber daya manusia dan biaya dalam bisnis MotoGP dialihkan pada bisnis otomotif kendaraan listrik.

Atas keputusan ini, Suzuki meminta maaf kepada para suporter yang tidak lagi menyaksikan mereka di Kejuaraan Dunia Grand Prix balap motor musim depan.

Suzuki kini mengalihkan sumber daya manusia dan dana untuk mengembangkan teknologi baru.

Suzuki pernah mundur dari MotoGP pada akhir 2011, juga karena alasan ekonomi.

Baru pada 2015 mereka kembali, dan mencapai puncaknya setelah tahun 2020 mereka membawa Joan Mir menjadi juara dunia MotoGP.

Saat ini dua pembalap Suzuki, Alex Rins dan Joan Mir, tengah tampil bagus.

Mundurnya tim ini juga memukul sang manajer, Livio Suppo.

Suppo baru dipercaya memimpin skuad pada musim 2022.

Mantan manajer Ducati dan Honda itu dipaksa cuma semusim menjadi bos Rins dan Mir.

rr