Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan paparan pada rapat Rencana Kerja Pemerintah Daerah di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa 25/1.(Foto:SB/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyebutkan tingkat pengangguran terbuka di Kebumen menurun pada 2021 menjadi 6,03%, dibandingkan pada 2020 sebesar 6,07%.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kebumen terus meningkat menjadi 70,05, pada tahun 2021.

Namun dia mengakui, meski pengangguran turun, angka kemiskinan pada Tahun 2021 meningkat sebesar 0,24% atau menjadi 17,83%.

Hal ini diperberat dengan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat yang diikuti dengan kenaikan garis kemiskinan sebesar Rp.10.042, atau menjadi Rp.390.599.

Bupati Arif Sugiyanto mengungkapkan hal tersebut saat melaporkan hasil indeks kinerja pemerintah daerah tahun 2020-2021di berbagai sektor pada rapat Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023 bersama Forkompinda, pimpinan OPD, pimpinan Ormas keagamaan dan LSM, Selasa (25/1).

Ikut menghadiri Rapat RKPD di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih, Sekda Ahmad Ujang Sugiono, Kepala Bappeda Edi Rianto serta jajaran Forkompinda.

Bupati Arif Sugiyanto didampingi Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih, Sekda Ahmad Ujang Sugiono dan Kepala Bappeda Edi Rianto pada Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2023.(Foto:SB/Ist)

Dampak Pandem Covid-19

Bupati juga memaparkan indeks kinerja pemerintah di sektor ekonomi, pembangunan ekonomi, dan  kesehatan. Pada 2020 pertumbuhan ekonomi Kebumen terkontraksi sebesar -1,46%. Ini terjadi karena adanya dampak pandemi Covid-19.

Adapun untuk ketimpangan pendapatan berdasarkan data BPS menunjukan disitribusi pengeluaran untuk 40% penduduk dengan pendapatan terendah di Kebumen tahun 2016-2020 bergerak secara flukuatif.

“Untuk 2021 pendapatan terendah di Kebumen telah memiliki proporsi pendapatan selalu di atas 17%, hal ini menunjukan Kebumen memiliki ketimpangan pendapatan rendah,” ujar Bupati, di Pendopo Kabumian, Selasa (25/1/2022).

Bupati juga menyebut tingkat pengangguran terbuka di Kebumen menurun pada tahun 2021 menjadi 6,03%. Dibandingkan pada 2020 sebesar 6,07%. Serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kebumen terus meningkat menjadi 70,05, pada tahun 2021.

“Capaian indikator makro ini sudah seharusnya berdampak pada penurunan angka kemiskinan,” tuturnya.

Namun dia mengakui, meski pengangguran turun, angka kemiskinan pada Tahun 2021 meningkat sebesar 0,24% atau menjadi 17,83%. Hal ini diperberat dengan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat yang diikuti dengan kenaikkan garis kemiskinan sebesar Rp.10.042, atau menjadi Rp.390.599.

Menurut Bupati, Pemerintah terus berupaya mengentaskan persoalan kemiskinan  ekstrem di Kebumen. Terdapat 1.603 rumah tangga yang menjadi sasaran penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kebumen.

“Untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem harus ada intervensi pemerintah dan semua pihak. Intervensi yang bisa dilakukan yakni dengan menyinergikan pembiayaan baik anggaran Pemerintah Pusat atau daerah, dengan potensi pendanaan nonpemerintah, bisa itu CSR, filantropi, Baznas dan lain sebagainya,”ujar Arif Sugiyanto.

Vaksinasi Dosis I Capai 77,73 Persen

Dalam kesempatan itu Bupati juga mengungkapkan tentang vaksinasi di Kebumen per 17 Januari 2022  telah mencapai 77,73% untuk dosis I, dan 53,50% ntuk dosis 2. Bupati memint agar vaksinasi terus ditingkatkan karena varian Omicron telah masuk ke kabupaten tetangga.

RKPD 2023  kali ini mengambil tema ‘Pemantapan kualitas infrastruktur dalam rangka pengembangan perekonomian dan pertanian serta peningkatan profesionalisme aparatur dan kualitas sumber daya manusia.

Bupati menegaskan seluruh program kerja disemua sektor harus seusai dengan visi Kebumen SEMARAK (Sejahtera, Mandiri, Berakhlak bersama Rakyat)

Komper Wardopo