blank
Ganjar berjanji akan segera merealisasikan pembangunan Jembatan Jebengplampitan, yang menghubungkan Kabupaten Banjernegara dengan Kabupaten Wonosobo. Foto: dok/ist

BANJARNEGARA (SUARABARU.ID)– Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku merasa bersalah, saat melihat kondisi jembatan penghubung Desa Jebengplampitan, Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo, dengan Desa Larangan Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, yang rusak akibat diterjang banjir pada akhir 2021 lalu.

Ganjar yang sedang melakukan pengecekan program pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabpaten Banjarnegara, menyempatkan mampir untuk melihat kondisinya.

Pak, saya nggendong sayur pak. Susah, jembatane rusak,” teriak seorang ibu di Desa Jebengplampitan, begitu melihat Ganjar sedang meninjau jembatan yang rusak itu.

BACA JUGA: Ganjar Sempatkan Diri Tengok Kades Gumingsir yang Dikabarkan Sakit

Iyo bu, mengko ben didandani, jenengen wis divaksin apa durung,” sahut Ganjar membalas keluhan si ibu.

Ganjar yang didampingi perwakilan pejabat terkait dari pemkab, kemudian menyesalkan sikap perorangan yang menyebabkan pembangunan jembatan itu batal terealisasi.

Ganjar menyatakan, sudah ada anggaran pembangunan jembatan yang diperkirakan mencapai Rp 2,2 miliar, dan akan segera disiapkan.

BACA JUGA: 3,93 Juta Warga Jateng Masih Miskin

Sejalan dengan itu, Ganjar melalui Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya, juga mendorong untuk segera menyelesaikan desain pembangunan jembatan itu.

Pihaknya juga akan berupaya secepatnya merealisasikan pembangunannya. Sehingga bisa menjadi jembatan yang jadi penghubung dua daerah itu, dan dapat dimanfaatkan warga.

Sebagai informasi, Ganjar Pranowo dan Wagub Jateng Taj Yasin pada 2019 lalu, sempat menengok dan berjanji akan segera membangun jembatan itu, dengan menggunakan APBD TA 2020, atau melalui anggaran pascabencana BNPB.

Namun pada acara Musrenbangprov 2019, Bupati Banjarnegara saat itu menolak mengajukan Bankeu Kabupaten/Kota yang bersumber dari APBD Provinsi Jateng TA 2020. Akibatnya, pembangunan jembatan belum terealisasi hingga Bupati Banjarnegara di-OTT KPK pada akhir tahun 2021 lalu.

Riyan