Penyandang disabilitas pengguna tongkat penyangga terilah keluar dari bus low deck dalam ujicoba di Solo, Selasa (11/1) (Bagus Adji)

SURAKARTA (SUARABARU.ID)Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta bersama PT Adiputro melaksanakan ujicoba bus kota type low deck (Lantai rendah) pada rute layanan bus Batik Solo Trans (BST) di Solo.

Uji coba yang direncanakan bakal berlangsung satu bukan,diharapkan dapat memaksimalkan memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas.

Penyandang disabilitas pengguna kursi roda tengah dibantu untuk memasuki bus type low deck dalam ujicoba di Solo, Selasa (11/1) (Bagus Adji)

Bus yang diujicoba masih berupa prototype buatan PT Adi Putro”, kata Kepala Dishub Surakarta Hari Prihatno ketika ditemui usai melakukan ujicoba bus type low deck di Solo , Selasa (11/1).

Secara umum, lanjut Hari Prihatno yang didampingi Menejer Engenering PT Adiputro, Eko Widyanto , cukup nyaman dan memuaskan.

Namun demikian perlu adanya penyempurnaan diantaranya pada jalan di pintu masuk bus. Sekarang ini bagi pengguna kursi roda masih menemui sedikit kesulitan sehubungan adanya lipatan pada bagian lantai bus sehingga mengganggu kelancaran jalannya kursi roda.

Namun berdasarkan keterangan PT Adiputro, nantinya jalan pintu masuk itu akan dioperasikan secara elektronik ataupun hidrolis tidak sebagaimana seperti sekarang yang masih manual.

Pada ujicoba hari ini juga menyertakan berbagai pihak diantaranya dari tim advokasi disabilitas. Sehingga bisa diharapkan penyandang disabilitas merasa nyaman saat menaiki bus kota dimasa mendatang.

Penyandang disabilitas pengguna kursi roda tengah dibantu keluar dari pintu masuk bus type low deck dalam ujicoba di Solo, Selasa (11/1) (Bagus Adji)

”Mendatang bila memang sudah sempurna, kami akan mengajukan permohonan ke Kementrian Perhubungan bahwasanya untuk Solo bisa diberikan setikanya 12 bus low deck sebagaimana hari ini diujicoba”, terangnya.

Masih dalam kesempatan sama Hermin salah seorang tim Advokasi Disabilitas yang turut serta dalam ujicoba bus low deck mengatakan, menyambut baik adanya rencana pengoperasian bus low deck.

Dari hasil mengikuti uji coba dapat disimpulkan perlu perbaikan kemiringan jalur pintu masuk bus agar mempermudah pengguna kursi roda.

Pihaknya juga belum melihat kelengkatan running tek ataupun suara yang menyebutkan bus sudah sampai pada halte yang mana. sehingga pengguna kursi roda dapat .

Secara terpisah Menejer Engenering PT Adiputro, Eko Widyanto mengatakan, bus tipe low decker memiliki ground clearance 35 cm dari aspal jalanan.

Panjang bus mencapai sembilan meter dengan lebar 2,1 meter serta tinggi tiga meter serta dapat memuat 20 orang diantaranya dengan satu pengguna kursi roda.

Kedepan, bisa saja kapasitas pengguna kursi roda diperbanyak. Artinya bus yang dibuat dengan teknologi monokok bisa dinaiki masyarakat umum dan menyadang diasabilitas.

“Melalui ujicoba yang berlangsung selama sebulan diharapkan berbagai masukan dapat diperoleh untuk penyempurnaan sarana sehingga penyandang disabilitas dapat memperoleh pelayanan yang memuaskan”, bebernya.

Bagus Adji