blank
Edy Sujatmiko saat menjadi Pembina Apel Rutin, Senin (10/1-2022) yang berlangsung di halaman kantor Sekretariat Daerah Jepara

JEPARA (SUARABARU.ID)  – Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Edy Sujatmijo, S.S.Sos, MM, MH mengajak para pejabat untuk terus mengembangkan transparansi dalam pengelolaan   dan pelaksanaan pembangunan di daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Edy Sujatmiko saat menjadi Pembina Apel Rutin, Senin (10/1-2022) yang berlangsung di halaman kantor Sekretariat Daerah Jepara. Apel diikuti oleh pejabat dan staf dilingkungan Setda Jepara.

“Kita harus selalu mengembangkan azas-azas umum pengelolaan pemerintahan  dan keuangan daerah yang baik. Diantaranya adalah dikelola secara tertib, taat peraturan perundang-undangan, efektf, efisien, tranparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azaz keadilan,  kepatutan dan manfaat untuk masyarakat,” ujar Edy Sujatmiko.

blank
Edy Sujatmiko saat memberikan pengarahan dihadapan peserta Apel Rutin, Senin (10/1-2022) yang berlangsung di halaman kantor Sekretariat Daerah Jepara

Oleh sebab itu ia menyampaikan ucapan terima kasih terhadap pelaksanaan APBD tahun 2021. “Kini kita telah memasuki tahun 2022. Tentu ada banyak catatan berharga yang harus menjadi bahan evaluasi bersama dalam melaksanakan APBD tahun 2022 agar menjadi lebih baik,” tegas Edy Sujatmiko.

Salah satu prinsip  penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan tata kelola pemerinthan dan pembangunan adalah transparansi dalam melaksanakan kegiatan. Tahap awal adalah mengumumkan rencana umum pegadaan barang dan jasa. Ini  menjadi tugas dan tanggung jawab pengguna anggaran. “Karena itu maka semua  kegiatan pengadaan barang dan  jasa yang akan dilakukan harus dimasukkan  ke aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP),” ujarnya.

Sementara terkait dengan penanggulangan  Covid – 19  dan mulai merebaknya demam berdarah di Jepara Edy Sujatmiko minta agar aparatur sipil negara untuk menjadi contoh masyarakat.

“Mari kita lakukan dan ajak masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi demam berdarah. Apalagi di Jepara  telah terdapat 2 orang yang meninggal karena nyamuk demam berdarah. Menguras dan membersihkan tempat penanmpungan air,  menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas,” ujar Edy Sujatmiko.

Hadepe