Kondisi rumah Anita, warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan ini cukup memprihatinkan. Foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Kondisi yang miris dialami Anita (30) dan keluarganya yang harus tinggal di sebuah rumah reyot dan nyaris roboh. Warga RT 3/RW 3 Dukuh Ngelo, Desa Karangrowo ini berharap uluran pemerintah untuk membantu bedah rumahnya.

Ditemui awak media, Selasa (4/1), Anita nampak sedang sibuk mengasuh tiga anaknya yang masih kecil di rumah yang kondisinya memang cukup memprihatinkan. Rumah dengan ukuran sekitar 3×5 meter tersebut berdinding anyaman bambu yang terlihat sudah hampir lapuk.

Untuk tiang bangunan juga terbuat dari batang bambu yang kondisinya juga terlihat mulai miring akibat dimakan ngengat. Di rumah yang berlantai tanah inilah, Anita membesarkan anak-anaknya.

“Yang besar sudah kelas 6 SD, sementara yang kecil baru 1 tahun,”kata Anita.

Kondisi dalam rumah pun tak kalah memprihatinkan. Hampir tidak ada perabot berharga di dalam rumah tersebut. Hanya terlihat dipan reyot serta perkakas memasak ala kadarnya.

Anita menyebut, dia dan suaminya menempati rumah tersebut sekitar 4 tahun silam. Sebelumnya, dia numpang di rumah ibunya hingga akhirnya memutuskan membuat rumah sendiri di sepetak tanah orang tuanya.

Kondisi perekonomian keluarga memang tak memungkinkan Anita dan suaminya membangun rumah yang lebih baik. Syarif (34) suaminya hanya kuli bangunan sementara Anita sendiri bekerja menjahit tas ketika ada pesanan.

“Kalau suami kerja kuli bangunan kalau saya jahit tas. Itu pun kalau ada garapan,”tandasnya.

Pendapatan yang tak menentu setiap hari tersebut diakui Anita sudah habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga, suami dan dirinya tidak berkesempatan untuk memperbaiki rumahnya agar lebih layak.

“Ya harapannya ada yang bantu untuk memperbaiki rumah biar lebih layak ditinggali,”paparnya.

Bantuan Pemerintah

Sementara, Kepala Desa Karangrowo Hery Darwanto yang ikut menyambangi rumah Anita menyebut, selama ini Pemdes sudah memberi perhatian kepada Anita dan keluarganya.

“Setiap ada program bantuan seperti BLT dan BST, dia selalu dapat,”kata Hery.

Terkait upaya bedah rumah Anita agar lebih layak huni, Hery mengatakan akan segera mengusulkan ke instansi terkait. Pasalnya, keluarga Anita baru masuk ke Data Terpadu Keluarga Sejahtera (DTKS) pada November 2021 silam.

“Yang bersangkutan baru masuk DTKS bulan November lalu. Ini karena KTP Syarif sebagai kepala keluarga asalnya dari Ngemplak dan baru pindah ke Karangrowo.Begitu juga untuk bisa mendapatkan program JKN KIS, tentu harus menunggu pengajuan dulu”tandasnya.

Namun, agar rumah tersebut bisa secepatnya diperbaiki, Hery juga akan berupaya mengajukan proposal bantuan ke BAZNAS agar bisa mengucurkan bantuan.

Sebab, kata Hery, untuk program bedah rumah dari Pemkab, biasanya harus melalui prosedur penganggaran yang membutuhkan waktu lumayan lama .

Kami juga sudah membuat proposal ke BAZNAS agar bisa membantu bedah rumah yang bersangkutan,”tandasnya.

Tm-Ab