Penyerahan juara lomba film pendek di Studio 2 TVRI Jawa Tengah di Semarang. Foto : SB/dok

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Kapencar Kecamatan Kertek Wonosobo Jawa Tengah berhasil meraih predikat sebagai juara harapan ketiga dalam lomba film pendek yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah.

Mengangkat film berjudul “Bidhut”, KIM Kapencar mampu meraih atensi lebih dewan juri, sehingga masuk dalam nominasi enam besar bersama 5 KIM lain dari Kabupaten Magelang, Pemalang, Wonogiri, Karanganyar dan Brebes.

Ketua KIM Desa Kapencar, Budi Swaseno ketika ditemui di sela acara penyerahan penghargaan lomba pertunjukan rakyat dan lomba film pendek KIM se-Jateng, di studio 2 TVRI Semarang, Kamis (25/11) mengaku sangat lega dan bersyukur, kerja keras jajarannya mendapat apresiasi pihak penyelenggara.

Pembuatan film “Bidhut”, dikatakan Budi seperti lari cepat berkejaran dengan waktu yang sangat pendek.
“Kami menerima surat pemberitahuan perihal lomba pada akhir bulan September dan hanya punya waktu sekitar 10 hari saja, mengerjakan mulai dari pra produksi hingga pengiriman ke panitia,” jelas Budi.

Sinergi dengan warga masyarakat dengan KIM, disebut Budi menjadi kunci keberhasilan pembuatan film yang berdurasi sekitar 14 menit itu.
Arti “Bidhut” sendiri, menurut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Urusan Keuangan Kapencar itu, berangkat dari istilah orang yang tidak bisa patuh pada aturan, alias ngeyelan atau suka membantah.

10 Pemain

Film pendek berjudul “Bidhut” Desa Kapencar Kertek Wonosobo meraih juara harapan III. Foto : SB/dok

Judul “Bidhut”, diakui Budi juga menyesuaikan dengan tema film yang dipersyaratkan panitia, harus selaras dengan pengelolaan pandemi global Covid-19 di Desa.

“Ceritanya, kami di Desa Kapencar ini sedang berupaya agar seluruh warga masyarakat menaati peraturan terkait protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah untuk pencegahan Covid-19, namun kemudian ada satu warga yang tidak mau menurutinya,” beber dia.

Deska Wahyu Mahendra, anggota KIM Kapencar yang berperan sebagai sutradara film “Bidhut” menambahkan, pembuatan film dengan melibatkan 10 pemain ditambah sejumlah figuran dan 8 kru bukan tidak menemui kendala.

“Meski secara umum berjalan lancar, beberapa kendala sempat kami temui, utamanya yang berhubungan dengan perangkat editing videonya,” ungkap mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum Undip tersebut.

Selain itu, kondisi sinyal internet di Desa Kapencar juga diakui Deska sempat membuat film hampir tidak dapat diunggah ke link yang disediakan pihak panitia. Ia bersama sejumlah kru bahkan terpaksa mencari sinyal sampai ke Kertek, demi mendapatkan koneksi yang stabil untuk mengunggah materi video.

“Bersyukur dan bangga akhirnya film hasil kerjasama luar biasa ini mampu menyabet penghargaan Jawa Tengah, dan tentu kami berterimakasih kepada Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Diskominfo Wonosobo dan Pemdes Kapencar yang telah membantu pada setiap prosesnya,” tutup Deska.

Muharno Zarka