Rumah Slamet di Lingkungan Cubluk RT 3/RW 3, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, roboh total karena terkena longsoran tebing.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) –┬áBencana tanah longsor, Selasa pagi (23/11), terjadi lagi di Kabupaten Wonogiri. Menyebabkan satu keluarga kerobohan rumah.

Rumah yang roboh adalah milik Slamet (70), warga Lingkungan Cubluk RT 3/RW 3, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.

Musibah ini terjadi Pukul 05.00. Saat itu, Slamet sudah bangun, mendadak merasakan seperti ada gempa. Disusul suara kraaaak bruusss, rumahnya roboh.

Kata Slamet, rumah itu biasa dihuni oleh 5 jiwa bersama anak, menantu dan dua cucu. Tapi satu cucu, semalam tidur ke rumah famili. Jadi yang kerobohan rumah 4 orang.

Slamet berempat berusaha keluar dari reruntuhan rumah, dengan mencari celah untuk menerobos ke luar. Seluruh harta benda dan perabot rumah tangga rusak karena kerobohan rumah.

”Untungnya kami sekeluarga selamat. Hanya ada satu yang luka ringan, terkena kayu,” ujar Slamet.

Talud Ambrol

Pemicu robohnya rumah, karena dihantam material longsoran dari tebing di sisi baratnya. Hujan berkepanjangan telah menyebabkan talud tebing ambrol, dan material longsorannya menghantam rumah sampai menjadikannya roboh total.

Sekuruh harta benda dan perabot rumah tangga milik Slamet, tertimbun reruntuhan rumah yang roboh total.

Menurut Slamet, rumah tersebut dibangun Tahun 2000 dan mulai ditempati pada Tahun 2001. Selama 21 tahun berdiri kokoh, dan roboh total karena terkena longsoran tebing.

Pemicu longsornya tebing, karena bangunan talud di sisi barat rumah ambrol. Talud ini terhitung baru saja selesai dibangun, untuk menahan tanah urug, dalam upaya membuat parkiran kendaraan.

Karena topografinya berada di lereng tebing terjal, kesulitan untuk mengandangkan kendaraan ke dalam rumah. Oleh sebab itu, kemudian dibuat area parkir di tebing atas sisi barat rumah.

Tapi bangunan talud tersebut ambrol, bersamaan dengan hujan yang turun berkepanjangan sejak lewat tengah malam. Sampai berita ini diturunkan, di lokasi masih terus diguyur hujan gerimis.

Slamet, mengatakan, masih bingung akan mengungsi kemana. ”Kalau boleh, akan numpang di rumah tetangga,” ujarnya.

Bambang Pur