Relawan siaga bencana dari BPBD Kabupaten Wonogiri bersama personel Polri dan warga masyarakat, kerja bakti menyingkiran puing-puing rumah yang roboh kelongsoran tebing.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri bersama Polres, melakukan penanganan darurat di lokasi bencana tanah longsor yang merobohkan rumah warga.

Kapolres AKBP Dydit Dwi Susanto, Selasa (23/11), mengirim tim pimpinan Kabag Ops Kompol Budiyono bersama Kapolsek Wonogiri Kota AKP Dr Dwi Krisyanto, turun langsung melakukan penanganan darurat di lokasi bencana.

Ikut serta dalam Tim Kepolisian ini, Kasi Humas Polres AKP Suwondo. Kasubsi Penmas Humas Polres Aipda Iwan Sumarsono, menyebutkan, Tim Polres berupaya membantu meringankan penderitaan korban.

Bersama para personel siaga bencana pimpinan Kepala BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, dilakukan kerja bakti gotong royong menyingkirkan puing-puing reruntuhan rumah yang roboh.

Juga menyingkirkan material longsoran yang dilakukan bersama warga masyarakat. Tujuannya, agar pemilik rumah dapat menyelamatkan harta bendanya, yang tertimbun puing-puing rumah dan material longsoran.

Talud Ambrol

Seperti diberitakan, rumah Slamet (70) di Lingkungan Cubluk RT 3/RW 3, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Selasa pagi (23/11) roboh karena dihantam material longsoran tebing.

Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Budiyono dan Kapolsek Wonogiri Kota AKP Dr Dwi Krisyanto (tengah dan kanan), memimpin penanganan darurat di lokasi bencana longsor.

Itu terjadi, karena talud penguat lereng tebing di sebelah baratnya ambrol. Volume ambrol tinggi 3 Meter dan panjang 10 Meter. Meski Slamet bersama anak, menantu dan cucu ‘kembrukan’ (kerobohan) rumah, tapi selamat.

BPBD Wonogiri, Selasa (23/11), juga memberikan bantuan logistik kepada korban dan untuk mendukung kerja bakti menyingkirkan puing-puing reruntuhan rumah dan material longsoran.

Bambang Haryanto, menyatakan, tindakan ini merupakan upaya pemulihan awal, dalam kiat membantu korban rumah roboh.
Untuk sementara, Slamet bersama keluarganya mengungsi ke rumah tetangga.

Bambang Pur