Oleh : Hadi Priyanto

Dari 922.450 warga Jepara  yang menjadi target vaksinasi, 99.211 orang diantaranya adalah kelompok lansia. Kelompok usia yang dinilai paling rentan tertularCovid-19. Sementara dari data capaian vaksinasi Kabupaten Jepara per tanggal 18 Oktober 2021, baru 30.508 orang ( 30,8 %)  kelompok lansia yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Sedangkan yang telah mendapatkan dosis ke 2 adalah 16.606 orang atau 15,8  %.

Capaiajn lebih rendah juga nampak pada  masyarakat rentan dan umum yang memiliki target 632.241 orang. Dari jumlah ini yang mendapatkan vaksin dosis pertama baru 191.596 orang ( 30,3 %). Sedangkan yang telah mendapatkan suntikan dosis ke dua sebanyak 109.809 orang atau 14,4 %.

Sementara untk kelompok tenaga kesehatan telah tercapai 125,9 persen untuk dosis pertama dan 121, 8 persen untuk dosis kedua. Bahkan untuk kelompok ini telah dilakukan vaksinasi dosis ke tiga sebanyak 2651 orang atau 41,9 %.

Capaian vaksinasi di kelompok usia lansia dan kelopoik masyarakat rentan dan umum ini  berpengaruh terhadap capaian vaksinasi Jepara yang baru mencap[ai 27,8 persen untuk untuk pertama dan 16,2 % untuk dosis kedua.

Disamping masalah klasik yang dikeluhkan banyak daerah, yaitu keterbatasan  droping vaksin dari pemerintah pusat  melalui pemerintah provinsi, ada sejumlah catatan yang mungkin dapat dipertimbangkan untuk mengejar target capaian vaksinasi.

Pertama, pemberdayaan dan penguatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes ) yang ada di Jepara. Menurut Bupati Jepara, dari 130 Fasyankes yang ada, baru sekitar 58 % atau 60 Fasyankes yang mampu memberikan pelayanan vaksinasi  yang terdiri dari 6 rumah sakit, 22 puskesmas, 29 klinik swasta, 1 klijik KKP, 1 klinik Polres dan 1 klinik Kodim.

Kedua; prioritas vaksinasi untuk dosis pertama perlu dilakukan mengingat ada keterbatasan pasokan vaksin dari pusat melalui provinsi. Harus ada pola distribusi yang tepat, adil dan proporsional  untuk pencapaian target-target kelompok usia yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Jangan sampai karena memiliki banyak relasi dan jaringan kemudian mendapatkan alokasi yang lebih banyak dari yang lain dan mengabaikan kelompok rentan yang harusnya menjadi prioritas.

Ketiga, pelibatan pemerintah desa untuk mobilisasi kelompok lansia termasuk mempertimbangkan tempat vaksinasi yang harus berdekatan dengan tempat tinggal. Sebab banyak kelompok ini yang akan mengalami kesulitan untuk melakukan vaksinasi jika dipusatkan di Puskesmas. Apalagi di kota Jepara.

Keempat, sebaiknya DKK menyediakan tenaga vaksinator dengan jumlah yang banyak untuk membantu  serbuan vaksin. Sebab kalau hanya tenaga dari staf  puskesmas saat melakukan vaksinasi dikuatirkan akan terjadi kelelahan, karena pandemi dan vaksin ini akan berlangsung cukup panjang.

Kelima, harus dilakukan mobilisasi sumber daya manusia bidang tenaga kesehatan.  Semua nakes yang memiliki ijin praktek harus menyisihkan waktu 1-2 hari per minggu untuk  membantu vaksinasi ke desa-desa yang pelaksanaannya  dikoordinir  oleh Puskesmas. Karena itu Dinas Kesehatan sebagai pembina semua organisasi profesi kesehatan harus mampu berkomunikasi dan mengkoordinir langkah-langkah secara kreatif dan progresif.

Keenam, sosialisasi dan mobilisasi untuk menggerakkan masyarakat mengikuti vaksinasi dikoordinasikan oleh para Camat, bersama Kapolsek, Danramil  bersama petinggi, Babinsa, Babinkamtibmas, organisasi keagamaan serta  seluruh lembaga pemeritahan yang ada di tingkat kecamatan seperti Satkordik, KUA

Capaian vaksinasi Jepara di semua lini relative masih di level bawah. Dari data Control Tower Vaksin KPC-PEN tanggal 19 Oktober 2021, untuk capaian vaksinasi lansia di Jepara menempati ranking terendah di Jawa Tengah dengan angka 19,11 %. Sedangkan untuk dosis 2, Jepara terendah kedua setelah Pemalang dengan angka 12,26 %. Sementara untuk total pencapaian vaksinasi di Jepara untuk dosis 1 Jepara menempati nomor 7 terendah (37,30 %) dari di Jateng dan dosis ke 2 nomor 14 dari bawah dengan angka 20,19 %.

Karena itu harus ada langkah terobosan  dan  inovasi  mulai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga evaluasi. Ini perlu diperhatikan karena  untuk kembali ke level 2 PPKM, vaksinasi di sebuah daerah  60 % warganya telah divaksin.

Penulis adalah Wartawan SUARABARU.ID di Jepara

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here