Bupati Kendal Dico M Ganinduto bersama istrinya Chaca Frederica sedang memberikan contoh kepada anak TK, mencuci tangan dengan sabun yang benar.(FOTO:SB/Sapawi)

KENDAL(SUARABARU.ID)-Kabupaten Kendal saat ini masuk di level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bahkan, untuk beberapa pekan terakhir, Pembelajaran Tatap Muka(PTM) di sejumlah sekolah sudah dimulai, meski hanya 50 persen.

Tak sedikit pihak sekolah melaksanakan vaksinasi bagi siswa dan siswi yang belum melakukan vaksin, baik SMP dan SMA/SMK.

Sedangkan untuk sekolah Taman Kanak- Kanak(TK) juga sebagian besar sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka(PTM), namun tetap menjalankan protokol kesehatan ketat.

Sekolah TK Negeri Pembina Langenharjo pada Hari Mencuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 15 Oktober 2021, mendapat kunjungan dari Bupati Kendal Dico M Ganinduto.

Saat berkunjung ke TK Negeri Pembina ini, Bupati Kendal datang bersama istrinya Chaca Frederica, yang juga sebagai Bunda Paud Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal memberikan contoh bagaimana mencuci tangan menggunakan sabun yang baik dan benar kepada anak- anak.

“Tadi kami menjelaskan bagaimana caranya mencuci tangan yang benar, apa saja tahapannya dan juga saat mencuci tangan airnya harus yang mengalir,”kata Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Jumat(15/10/2021).

Menurut Dico, karena saat ini masih kondisi pandemi Covid-19, pihaknya meminta kepada bapak dan ibu guru untuk menekankan kepada anak didiknya agar mencuci tangan menggunakan sabun setiap hendak masuk ruangan sekolah.

“Anak- anak TK ini semangatnya terlihat tinggi sekali untuk kembali sekolah tatap muka. Dan kami akan memonitor terus untuk memastikan dinas- dinas terkait agar terus menjaga protokol kesehatan dengan baik,”ujar Dico.

Meski Kabupaten Kendal saat ini PPKMnya sudah level 2, pihaknya selalu tetap menganjurkan kepada seluruh masyarakat Kendal untuk tetap menjaga prokes.

Karena, dengan tetap menjaga prokes ini, diharapkan tidak ada lagi klaster Covid-19 di Kabupaten Kendal, dan tentu masyarakat Kabupaten Kendal bisa cepat kembali ke kehidupan normal.

Chacha Frederica mengatakan, pihaknya meminta kepada pihak sekolah untuk bisa menjaga kebersihan sekolah. Karena fakta di lapangan, sekolah bersih dan sehat, bisa mengurangi jumlah anak yang sakit, baik sakit batuk, flu, pilek dan panas.

“Anak- anak yang sakit berkurang jumlahnya. Karena penyakit- penyakit itu, biasanya ditularkan di dalam kelas. Satu anak pilek, teman yang lain bisa ikut tertular pilek,”kata Chacha Frederica.

Bahkan Chacha meminta, Kepada orangtua untuk bisa memasukan anaknya ke PAUD, agar anak bisa belajar di usia dini, karena anak bisa lebih berani berkomunikasi dengan orang lain.

“Jika sudah dilatih atau diperkenalkan sejak dini dengan orang lain, dipastikan anak- anak tidak minder dan lebih kreatif,”ucapnya.

Sementara itu, di Hari Mencuci Tangan Sedunia ini, Chacha, mengajak masyarakat untuk menyadari pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air sebagai salah satu langkah terbaik untuk menghindari diri dari penyakit dan menyebarkan kuman ke orang lain. Sapawi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here