Alpasis Band Lapas Semarang saat tampil di Lapas Semarang. Foto: Dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Fasilitasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam bermain musik, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang membentuk grub band yang dinamakan ‘Alpasis Band’.

Kepala Lapas Semarang, Supriyanto mengatakan, Alpasis Band merupakan sebuah singkatan dari Anak Lapas Berprestasi yang terbentuk sejak setahun yang lalu.

“Tujuannya adalah untuk mengasah bakat serta menyalurkan minat dan hobi WBP, khususnya dalam bermusik dan tarik suara,” ungkap Supriyanto, Sabtu (25/9/2021).

“Ini merupakan salah satu wujud pembinaan dan rekreasional bagi WBP, sehingga mereka dapat berkarya sambil berekspresi,” terang Supriyanto.

“Selain itu juga untuk menggerakkan dan mengarahkan warga binaan agar selalu berkarya. Meskipun di balik teralis besi dengan kondisi terbatas, kreativitas tetap tanpa batas,” sambung dia.

Munurut Supriyanto, terbentuknya Alpasis Band berawal dari ide para narapidana, dimana sebelum mereka tersandung kasus hukum telah mempunyai background sebagai pemain musik. Selanjutnya kreativitas itu disalurkan dan diasah dengan membentuk grup band.

“Sebelum menjadi penghuni Lapas, mereka sudah biasa bermusik. Dan di dalam Lapas itu bukan berarti mereka harus kehilangan kreativitasnya, hingga akhirnya terbentuk band ini,” jelasnya.

Alpasis Band sendiri beranggotakan 15 personel dari berbagai macam kasus pidana, seperti pidana umum hingga kasus narkoba. Mereka mengikuti latihan tiga kali dalam seminggu.

Supriyanto menyebut, Alpasis Band ini sudah sering tampil, seperti pada acara penyerahan remisi umum yang dihadiri Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan pejabat tinggi lainnya.

“Saat acara-acara khusus Lapas, mereka juga sering menghibur teman-temannya. Kami selalu memberikan ruang kepada narapidana untuk menyalurkan kreativitasnya. Selain itu juga untuk menjaga hak mereka walau berstatus sebagai narapidana,” ujarnya.

Narapidana yang tergabung dalam Alpasis Band ini sebelumnya telah melalui tahapan seleksi ketat dan terpilih yang terbaik diantara yang baik.

Adapun aliran musik yang dimainkan juga beragam, mulai dari lagu pop, dangdut, campursari hingga keroncong.

Iwan, salah satu personil Alpasis Band mengaku senang bisa bergabung dengan band andalan Lapas Semarang ini. “Musik sudah menjadi jiwa saya. Saya bersyukur diberi kesempatan untuk menumpahkan perasaan saya melalui musik,” ucapnya.

Setelah bebas nanti, Iwan mengaku akan melanjutkan bakat musiknya untuk mencari nafkah saat dirinya kembali ke masyarakat.

Ning

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here