Oleh Siti Masruroh SPdI MPd.

SUARABARU.ID – Pendidikan menjadi salah satu sarana yang berpengaruh besar dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas. Melalui pendidikan, dapat tercipta generasi berkarakter yang mampu mengaktualisasikan diri menjadi ujung tombak kemajuan sebuah negara.

Sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, tujuan nasional pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada akhirnya akan menopang kesejahteraan rakyat.

Bila ditinjau ke dalam realita pendidikan Indonesia saat ini, indikator keberhasilan tujuan tersebut masih belum tercapai. Apalagi saat ini masa Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Jika kita amati kondisi dunia pendidikan kita saat ini  sangat memprihatinkan.

Bahkan tidak hanya dunia pendidikan saja yang terpuruk dengan adanya pandemi Covid-19. Kita tahu pandemi masuk ke negeri kita Indonesia pada akhir tahun 2019. Sejak saat itu hampir di semua sisi kehidupan di negara kita, hingga di seluruh penjuru dunia ikut terkena efek dari adanya masa pandemi.

Khusus bagi dunia pendidikan kita, seolah pandemi covid sudah merenggut segalanya dalam aktivitas pembelajaran. Keceriaan anak-anak didik kita, kebersamaan guru dan peserta didik kini mungkin hanya tinggal harapan yang entah kapan bisa terwujud lagi seperti dulu waktu belum ada pandemi.

Dampak dari Pandemi Covid 19 adalah semua anak-anak sekolah dan madrasah dialihkan dengan metode pembelajaran dalam jaringan (Daring) atau secara online. Dimana guru tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan siswa, tetapi hanya melalui tatap maya online sesuai dengan instruksi dari Mendikbudristek Nadiem N Makarim demi melindungi peserta didik. Keadaan ini tentu menuai prokontra dari berbagai pihak. Khususnya bagi wali murid  yang masih berada di tingkat dasar (TK/RA.SD/MI) karena kondisi ini menuntut setiap orang tua atau wali murid untuk bisa mendampingi putra-putrinya  belajar dari rumah. Tentu akan banyak sekali mengalami kendala di lapangan dari mulai siswa tidak punya HP Android sendiri hingga masih banyak orang tua murid yang gaptek (gagap teknologi). Oleh karena itul dengan metode pembelajaran daring dinilai sangat tidak efektif terhadap out putnya.

Kondisi seperti ini tentu perlu sekali untuk segera dicari solusi bagaimana supaya nasib dunia pendidikan kita tetap eksis meskipun berada di masa pandemi saat ini. Untuk itu guru dituntut untuk semakin bisa mengemas materi pembelajaran agar lebih menarik bagi siswa dan pastinya bisa mengena pada materi sehingga tetap menghasilkan output yang berkualitas.

Namun sayang sekali di era Pandemi Covid-19 saat ini ternyata masih banyak guru yang belum siap dengan perubahan sistem pembelajaran di era pandemi. Di mana pembelajaran dari sistem metode tatap muka dengan peserta didik dialihkan menjadi sistem tatap maya atau daring (dalam jaringan). Sebuah revolusi dunia pendidikan secara besar-besaran benar-benar telah terjadi di saat pandemi Covid 19.

Guru sebagai penggerak dari jalannya roda pendidikan harus siap dengan revolusi dunia pendidikan di era pandemi yang mengakibatkan transformasi digital semakin cepat.

Dilematis pendidikan pun terjadi di sisi lain sistem pembelajaran daring atau belajar dari rumah dinilai sangat tidak efektif. Banyak sekali wali murid yang menjerit karenanya khususnya wali murid pada pendidikan sekolah dasar. Tetapi di sisi lain masih banyak sekali kendala dan permasalahan dengan diterapkanya metode pembelajaran daring.

Pemerintah juga merasa tidak ada jalan lain selain untuk merumahkan para peserta didik dulu demi untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Waktu pun berjalan dengan begitu cepat tak terasa pandemi sudah menemani kita hampir dua tahun berjalan, pandemi sudah membuat porak poranda di setiap lini kehidupan kita. Mulai dari bidang sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Sudah begitu banyak korban yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona. Tentu kita pasti tak ingin lagi menambah banyak daftar korban. Apalagi para peserta didik kita yang merupakan calon generasi penerus harapan bangsa. Apa jadinya jika generasi penerus calon-calon pemimpin bangsa tidak mendapatkan pendidikan secara maksimal?

Untuk itu, marilah kita selalu mematuhi anjuran pemerintah dengan melaksanakan protokol kesehatan agar terhindar dari bahaya virus corona atau Covid- 19. Kita semua berharap dunia pendidikan di negeri ini  kembali seperti dulu lagi waktu belum ada Covid-19. Tujuan Pendidikan Nasional harus bisa kita wujudkan demi untuk menghasilkan generasi-generasi emas calon pemimpin bangsa ini.

Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) yang telah dimulai dalam dua minggu ini, menjadi asa untuk mengembalikana tradisi  belajar di sekolah yang kreatif dan menyenangkan. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dan madrasah, meski telah dimulai secara terbatas dan bertahap, tetap harus menerapakan protokol kesehatan.

Guru, karyawan dan peserta didik tetap harus memakai masker. Menjaga jarak hars diterapkan, dan dan pengukuran suhu sebelum masuk sekolah agar tidak muncul klaster baru dari sekolah dan madrasah. Selamat kembali belajar ke bangku sekolah wahai anak-anak ku. Selamat mengabdi dan mendidik bagi guru.

Penulis Guru MIS YABAKII Kalisabuk 01 Kesugihan, Cilacap

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here