Pengurus KONI dan cabang olahraga melakukan pertemuan, hari ini. Foto: eko

KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID)-Wakil Ketua Bidang Perencanaan Anggaran, KONI Kabupaten Magelang, Suwarsa, mengatakan bahwa dana hibah dari Pemkab Magelang untuk KONI telah cair. Dana sebesar Rp 1,25 miliar itu untuk pembinaan dan peningkatan prestasi atlet tahun ini.

Dia mengatakan hal itu dalam rapat koordinasi KONI dan pengurus cabang olahraga (cabor) di kantor KONI, hari ini. “Kalau PPKM sudah selesai cabang olahraga bisa mengadakan kegiatan,” katanya.

Dalam kesempatan itu dia minta seluruh cabor membuat proposal kegiatan yang memuat rencana kegiatan. Tidak perlu berpikir akan dibantu berapa, yang penting mengajukan proposal. Untuk jaga-jaga kalau sewaktu-waktu ada event.

Sementara itu Wakil Ketua bidang Pengembangan Prestasi, M Subiantara, menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan konsolidasi tentang bagaimana program kegiatan harus dilaksanakan, mengingat pandemi Covid-19. Dalam rapat tersebut juga ada pendamping cabor.

Pengurus cabor diminta membuat perencanaan kegiatan. Lalu akan diidentifikasi dan diverifikasi. Baik atlet, pelatih, maupun program latihan.

Dari data yang ada akan ditetapkan cabang olahraga unggulan. Selain itu akan dibuat skala prioritas.

Selebihnya dilakukan pelaksanaan pemusatan latihan, try out, serta dilakukan evaluasi. Kalau sudah ada persiapan, diharapkan akan siap maju ke berbagai event seperti Porprov, Kejurprov, maupun PON.

“Intinya melakukan identifikasi kebutuhan.Hasil identifikasi akan diverifikasi,” katanya.

Dia berharap, apa yang didesain KONI akan memperlancar komunikasi cabor dan KONI. Dengan beberapa tahapan yang dirancang KONI akan diketahui berapa atlet yang dimiliki dan berapa yang potensial.
“Dipersiapkan untuk mendapatkan medali,” tandasnya.

Dia menambahkan, KONI juga merencanakan melakukan sukses story. Yakni pendataan tentang
apa yang telah dicapai atlet. Data itu untuk membuat features semua cabor.

Pengurus Cabor Gulat, Riyadi, dalam rapat itu mengatakan, bantuan pembinaan pelatihan memang sangat diharapkan. Meski diakui sejak 2020 sampai sekarang tidak pernah ada kejuraaan, lantaran pandemi Covid-19. Guna menjaga kesiapan atlet, selama ini masing-masing cabor tetap melakukan pelatihan. “Atlet butuh ekstra pooding untuk menunjang pelatihan supaya tetap sehat dan semangat. Selain butuh hand sanitizer,
vitamin dan sarpras pendukung,” katanya.

Sementara itu pengurus PBVSI, Ning, usul, kalau KONI memberikan bantuan sarpras berupa benda seyogyanya melihat kualitas. “Lebih baik sedikit tapi berkualitas,” harapnya.

Eko Priyono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here