Tiga Wakil Ketua DPRD saat meninjau gedung SD 1 Terban yang ambruk. Foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Kerusakan bangunan SD kembali terjadi di Kudus. Atap tiga kelas SD 1 Terban, Kecamatan Jekulo, ambruk. Ironisnya, SD tersebut luput dari alokasi anggaran perbaikan tahun ini.

Kondisi tersebut semakin menambah panjang daftar SD di Kudus yang mengalami kerusakan parah. Sebelumnya, kondisi serupa juga dialami SD 4 Prambatan Lor dan SD 1 Garung Lor.

Ambruknya atap ruang kelas tersebut memantik keprihatinan tersendiri dari tiga Wakil Ketua DPRD Kudus. Tiga Wakil Ketua yakni H Ilwani, Hj Tri Erna Sulistyawati dan Sulistyo Utomo, mengecek langsung kondisi bangunan yang ambruk, Rabu (15/9).

Supeno, Ketua Komite SD 1 Terban mengungkapkan ambruknya atap ruang kelas tersebut terjadi pada bulan Januari 2021 silam.

Beruntung saat kejadian, siswa sedang belajar daring sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Ambruknya karena kayu sudah lapuk dan lama tak tersentuh perbaikan,”ujarnya.

Kerusakan parah ruang kelas tersebut membuat aktifitas pembelajaran tatap muka (PTM) yang saat ini mulai berjalan, menjadi terganggu. Sebanyak 122 siswa SD tersebut kini harus masuk secara bergiliran agar tetap bisa menjalani pembelajaran.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kudus, Ilwani merasa miris dengan kinerja Pemkab Kudus. Kerusakan bangunan SD tersebut sudah terjadi cukup lama sehingga mestinya sudah bisa diantisipasi jika proses penganggaran dilakukan dengan benar.

“Tahun ini struktur APBD Kudus mengalami beberapa kali perubahan melalui mekanisme refocusing maupun penjabaran. Semestinya, SD yang rusak parah bisa tetap dianggarkan karena merupakan kegiatan prioritas,”kata politisi asal PKB tersebut.

Tiga Wakil Ketua DPRD Kudus kecewa kinerja Pemkab Kudus yang tak tanggap dengan kerusakan bangunan sekolah. Foto:Suarabaru.id

Desak Gunakan Dana TT

Wakil Ketua DPRD Kudus lainnya, Hj Tri Erna Sulistyowati mengatakan, dalam penganggaran, mestinya Pemkab Kudus bisa memilah mana kegiatan yang prioritas dan mana yang tidak.

“Kucuran DAK pendidikan tahun ini cukup banyak. Kenapa SD yang masih bagus malah dibangun sementara yang rusak malah luput dari perhatian,”kata Erna yang diamini juga oleh Sulistyo Utomo.

Atas kondisi tersebut, ketiga Wakil Ketua DPRD sepakat mendesak Pemkab secepatnya menangani kerusakan SD yang banyak terjadi di Kudus. Menurut mereka, Pemkab bisa memanfaatkan Dana Tak Terduga (TT) untuk kegiatan tersebut.

“Semestinya dana TT yang saat ini masih nganggur, bisa digunakan untuk perbaikan sekolah rusak,”tandasnya.

Baca juga:

APBD P Kudus Tak Kunjung Dibahas, Ilwani; Biar Dibahas Bupati dan Ketua DPRD

Menginap di Rumah Isteri Orang, Lelaki Ini Digerebek Warga

Terpisah, Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Zubaidi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kerusakan yang terjadi di SD 1 Terban.

“Iya, itu memang sudah masuk dalam daftar kami yang juga sudah kami laporkan ke DPRD,”ujarnya.

Mengenai kapan perbaikan bisa dilaksanakan, Zubaidi belum bisa memastikan apakah akan dilakukan pada APBD Perubahan 2021 ini atau menunggu tahun depan.

Tm-Ab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here