PEMALANG (SUARABARU.ID)-Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mengatakan, pemberdayaan sumberdaya alam yang dikelola secara profesional dan baik akan bisa meningkatkan potensi daerah. Apalagi daerah ini mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif yang bisa menarik wisatawan berdatangan.

” Dengan program yang ngangeni seperti program unggulan Dewi (desa wisata), Dedi (desa digital) dan desi (desa sinergi) serta koin ( kota industri). Jika semua ini dilakukan secara kolaborasi, maka tujuan masyarakat adil dan makmur bisa terwujud,” ungkap Bupati Pemalang dalam Diskusi di Kampus STIT Pemalang, belum lama ini.

Selain bupati Mukti Agung, diskusi yang dipandu oleh Untung Budiarso itu, menghadirkan narasumber praktisi media Amir Machmud NS yang sekaligus Ketua PWI Jawa Tengah, Ketua STIT Dr. Amiroh, dan Direktur PDAM Pemalang Slamet Efendi.

Kabupaten Pemalang, lanjut Mukti,  banyak  pedesaaan mempunyai obyek wisata menarik, sehingga perlu dikembangkan dan dikelola secara profesional agar menghasilkan pendapatan untuk desanya. Desa wisata ini mempunyai keunggugulan yang saling berbeda satu sama lain.

Menurut Mukti, Ada beberapa desa yang mempunyai destinasi wisata seperti desa Tangkuban puncak Gunung Slamet dan mempunyai empat retik yang mempunyai keunggulan tersendiri. Selain itu, ada obyek wisata pantai Widuri.

” Jadi obyek wisata di Kabupaten Pemalang cukup representatif diantaranya, arung jeram, petipteh, panjat tebing wisata, kali perahu dan pantai Widuri. Keunggulan dari potensi wisata harus dikelola secara profesional,” katanya.

Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS menyarankan agar potensi wisata Kabupaten Pemalang dieskplor secara kreatif dala konten jurnalistik dan dimobilisasi ke seluruh jaringan media sosial. Kalau perlu kalangan media massa (wartawan-Red) menggandeng para penggiat medsos untuk dibekali pengetahuan jurnalistik sehingga mereka makin kuat dalam memposting informasi pariwisata.

“Perlu kolaborasi antara wartawan dan penggiat medsos atau para netizen, sehingga saling memperkuat konten informasi pariwisata. Jika ini bisa dilakukan akan banyak viral tentang konten wisata Pemalang”, jelas Amir.

Ketua STIT Pemalang, Dr. Amiroh mendukung program pemkab dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Antara lain memberikan kajian akademik soal manajemen dan asset wisata, sekaligus menyiapkan mahasiswa sebagai kader penggiat dan duta wisata.

“STIT saat ini punya hampir seribu mahasiswa, yang bisa dioptimalkan mendukung program pariwisata Kabupaten Pemalang, apalagi institusi STIT sudah beakreditasi B, jelas kredibel dalam kajian akademik dan kualitas outputnya. Maka STIT akan mendukung setiap program pemkab Pemalang”, kata Amiroh.

Sementara itu Direktur PDAM Kabupaten Pemalang Slamet Efendi mengakui belum maksimal dalam memanfaat sumberdaya air untuk mendukung pariwisata di wilayah Pemalang.  Ada 2 wilayah bagian selatan Kabupaten Pemalang yang belum mendapat air bersih seperti kecamatan Pulosari dan Kecamatan Belik, yang selama ini hanya mampu memanfaatkan air tadah hujan.

kami akan mencoba mencari solusi maksimal untuk mengatasi wilayah itu, mudah mudahan upaya mendapatkan dana dari pemerintah pusat segera terealisasi, sehingga jaringan air bersih masuk ke dua kecamatan tersebut.

“kami terus memaksimalkan pengelolaan air bersih, termasuk membuat produk air  minum untuk masyarakat. obsesinya produk PDAM bisa menguasai pasar di obyek-obyek wisata”, pungka Slamet Efendi.

Riyan/Sol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here