Dari kejauhan api tampak membakar beberapa rumah di Kalitengah Jengkol Garung Wonosobo. Foto : SB/dok

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Sejumlah lima rumah warga di Dusun Kalitengah RT 13 RW 5 Desa Jengkol Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo, Rabu (18/8), sekitar pukul 19.00 WIB ludes dilalap si jago merah.

Dari lima rumah tersebut, tiga rumah di antaranya habis terbakar dan rata dengan tanah. Sedang dua rumah lainnya mengalami rusak berat di bagian atap. Tidak ada korban dalam musibah tersebut. Kerugian ditaksir mencapai Rp 300 juta.

Adapun dua rumah yang berdekatan dengan rumah korban ikut terdampak akibat musibah kebakaran tersebut. Kedua rumah meski tidak ikut terbakar tapi terkena imbas dari kejadian tak terduga itu.

Camat Garung Wonosobo Subiyantoro melaporkan, rumah yang habis terbakar milik Sumadi (46) dengan 1 jiwa, Sukardi (50) dihuni 4 orang dan Mutolib (36) ditempati 4 warga.

“Rumah yang mengalami rusak berat dan sedang posisinya saling berhimpitan. Sehingga api dengan mudah menjalar dari satu rumah korban ke rumah korban lainnya. Lokasi kejadian termasuk padat rumah penduduk,” terang dia.

Sementara itu, dua rumah yang mengalami rusak sedang di huni Khoyin (60) terdiri 2 jiwa dan Tiyono (50) dengan 3 penghuni. Rumah terdampak milik Nuhwandi (60) terdiri 6 jiwa dan Sukri (44) ditinggali 5 orang.

Korsleting Listrik

Api cepat merambat dan membesar karena posisi rumah korban saling berhimpitan. Foto : SB/dok

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo Zulfa Akhsan AK yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), mengungkapkan kebakaran rumah tersebut diduga berasal dari korsleting listrik di rumah kepunyaan Sumadi.

“Sebab di semua rumah korban tidak ada sumber api lain. Tidak ada tungku api atau gas elpiji yang menyala. Api diduga bersumber dari percikan akibat instalasi listrik di dalam rumah yang mengalami korsleting,” teranganya.

Menurut Zulfa, korban kebakaran rumah pertama, Sumadi, semula tidak mengetahui jika rumahnya terbakar. Saat itu, dia sedang berada di dalam rumah. Tetangganya yang kali pertama melihat kediaman korban memunculkan asap tebal.

“Saat Sumadi ke luar rumah sejenak belum ada tanda dan tidak sedang memasak atau menyalakan api. Namun beberapa saat kemudian warga yang berada di sekitar rumahnya mendengarkan ledakan kecil diduga dari rumah korban,” tuturnya.

Apesnya, karena tertiup angin, api langsung membesar. Warga setempat bersicepat melakukan upaya pemadaman dengan melokalisir api agar tidak merembet ke rumah lain.
Sayang, karena api sangat besar, 3 rumah yang berjajar terbakar habis dan 2 rumah lain rusak sedang.

“Selain karena tiupan angin, potensi rambatan api sangat cepat karena permukiman rapat dan padat rumah penduduk. Api baru berhasil dipadamkan setelah tim pemadam kebakaran (Damkar) dan relawan BPBD sampai TKP,” katanya.

Muharno Zarka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here