Bupati Kudus Hartopo saat menyerahkan SK bagi pejabat fungsional tertentu yang telah dilantik. foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus Hartopo kembali melantik pejabat baru di lingkungan Pemkab Kudus. Kali ini ada 22 pejabat baru dilantik untuk menempati posisi Jabatan fungsional Tertentu (JFT).

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan fungsional tersebut dilaksanakan di Pendopo Kudus dengan dihadiri oleh Sekda Kudus beserta para asisten, staf ahli Bupati, Kepala BKPP Kudus, serta para Kepala OPD terkait, Kamis (22/7).

Bupati Kudus Hartopo mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah dilantik dan diambil sumpahnya dalam Jabatan Fungsional Tertentu (JFT).

“Selamat atas amanah baru yang akan diemban nantinya, semoga kepercayaan yang telah diberikan kepada saudara-saudara sekalian dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sebaik-baiknya,” pesanya.

Hartopo mengatakan jika Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme ASN.

“Oleh karena itu, penjabaran tugas dan fungsi JFT terdapat poin-poin pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga kinerja dapat terukur hingga akhirnya akan berpengaruh pada jenjang karir seorang pejabat fungsional,” terangnya.

Pihaknya juga menekankan jika seorang pejabat fungsional dituntut untuk kreatif dan inovatif untuk mencapai target yang ditentukan.

“Kreatif dan inovatif dalam menciptakan suatu ide atau gagasan harus dapat dimunculkan dalam posisi sebagai JFT. Selain itu, ASN Kabupaten Kudus harus memiliki apa yang saya sebut sebagai empat sehat lima sempurna,” pintanya.

Dalam penjelasanya, Empat sehat lima sempurna yang dimaksud adalah memiliki semangat kejujuran, kedisiplinan, loyalitas, pekerja keras, serta pintar.

“Sebagai abdi negara kita wajib memiliki kriteria empat sehat meliputi kejujuran, kedisiplinan, loyalitas, pekerja keras, dan lima sempurna yaitu kepintaran sebagai pelengkap,” jelasnya.

Bupati Kudus Hartopo meminta pejabat yang baru dilantik harus bersikap sabar dan humanis dalam melayani masyarakat.foto:Suarabaru.id

Selain itu, Hartopo menyampaikan jika sebagai seorang abdi negara harus bersikap sabar dan humanis dalam melayani masyarakat.

“Kita ini pelayan masyarakat, bersikaplah sabar dan humanis ketika tengah melayani masyarakat. Mengingat kita akan bertemu banyak karakter masyarakat yang berbeda-beda, maka dari itu utamakan kesopanan dan kesantunan dalam pelayanan publik,” ujarnya.

Terakhir, Hartopo mengimbau agar para ASN tidak merasa puas atas perolehan yang dicapai serta tidak terjebak dalam zona nyaman.

“Teruslah belajar, jangan cepat puas dengan apa yang telah dicapai dalam kinerja. Laksanakan amanah dengan sebaik-baiknya demi peningkatan kapasitas diri,” pungkasnya.

Tm-Ab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here